Emulsifier

Selasa, 30 Agustus 2022 - 11:59

Anda sudah pernah mendengar tentang emulsifier atau cake emulsifier sebelumnya? Ya, bisa dikatakan jika cake emulsifier merupakan salah satu bahan yang selalu digunakan dalam pembuatan kue. Bahan yang satu ini pun sebenarnya sudah cukup lama digunakan dalam dunia bakery . Dalam catatan sejarah, cake emulsifier mulai banyak digunakan di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Hal ini dikarenakan orang Belanda-lah yang mengenalkan tentang bahan ini. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas cara kerja cake emulsifier yang bisa dijadikan alasan kenapa Anda perlu menambahkannya dalam proses pembuatan kue. Fungsi dan Cara Kerja Emulsifier   Penggunaan cake emulsifier dalam pembuatan kue tentu saja bukan tanpa alasan. Ada beragam fungsi penting dari bahan ini yang tentu akan berpengaruh pada hasil kue yang dibuat. Adapun fungsi sekaligus cara kerja dari cake emulsifier ini adalah sebagai berikut: 1. Menyatukan cairan dan lemak Penggunaan cake emulsifier dalam pembuatan kue akan membentuk tekstur kue yang cenderung lebih lembut dan lebih menyatu. Hal ini dikarenakan bahan ini bisa menyatukan cairan dengan lemak yang ada pada adonan kue. Baca juga : Apakah Cake Emulsifier Sama dengan Bahan Pengembang Kue Cairan yang dimaksud dalam bahan adalah telur, air dan juga susu. Sementara lemak yang digunakan adalah mentega atau margarin. Nah, ketika cake emulsifier ditambahkan, kedua jenis bahan tersebut cenderung lebih mudah menyatu. Hal inilah yang akan membuat kue yang Anda buat jauh lebih lembut. 2. Melembutkan tekstur kue Penggunaan cake emulsifier dalam sebuah resep kue akan berfungsi untuk melembutkan kue yang dibuat. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa banyak orang sering menyebut cake emulsifier sebagai pelembut kue. Cara kerja cake emulsifier untuk melembutkan kue adalah dengan menyatukan bahan cairan dan lemak yang digunakan pada adonan. Dengan bercampurnya dua bahan ini secara maksimal, maka tekstur kue yang dipanggang ataupun dikukus akan mengembang dengan baik dan tidak bantat. Perlu diketahui bahwa adonan kue yang diberi tambahan cake emulsifier juga akan terbantu proses retensi dan aerasi. Aerasi sendiri adalah proses pemasukan udara ketika proses pencampuran telur dalam pembuatan kue. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan volume. Nah, cake emulsifier ini akan memperbaiki dan memaksimalkan volume adonan tersebut. 3. Memperpanjang waktu simpan kue Fungsi lain dari cake emulsifier yang menjadi alasan kenapa bahan ini perlu digunakan adalah memperpanjang waktu simpan kue yang dibuat. Pasalnya, banyak kalangan mengatakan bahwa cake emulsifier juga berfungsi sebagai pengawet. Bagaimana hal tersebut terjadi? Seperti yang dibahas di awal, cake emulsifier akan membuat adonan kue tercampur dengan sempurna. Pencampuran adonan kue yang maksimal akan membuat adonan cenderung stabil alias tidak terlalu padat ataupun tidak terlalu cair. Baca juga : Bagaimana Penggunaan Emulsifier pada Yoghurt Nantinya, ketika kue dikeluarkan dari cetakan atau loyang, maka tekstur kue akan cenderung stabil dan juga tidak menyusut saat didinginkan. Dengan demikian, kue akan bertahan dalam waktu yang lebih lama. Beberapa hal di atas adalah ragam fungsi serta cara kerja cake emulsifier yang bisa ditambahkan dalam adonan roti. Terkait cake emulsifier sendiri, ada beberapa jenis produk yang tersedia dan bisa dijadikan opsi, yaitu SP, ovalet serta TBM. Nah, Anda yang mencari produk cake emulsifier ataupun produk pembuat kue lainnya dengan kualitas tinggi bisa menggunakan produk yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Silakan cek di sini untuk menemukan beragam produk cake emulsifier serta bahan kue lainnya!

Rabu, 24 Agustus 2022 - 11:55

Anda tentu sudah familiar dengan yoghurt, bukan? Minuman fermentasi yang satu ini menjadi salah satu minuman yang cukup disarankan untuk dikonsumsi secara teratur. Pasalnya, minuman ini memiliki kemampuan yang ajaib untuk menyehatkan sistem pencernaan dan tubuh secara umum. Meskipun hadir dalam beragam variasi rasa, namun jika dilihat dengan saksama, yoghurt memiliki rasa asam. Rasa asam ini didapatkan dari proses fermentasi gula laktosa yang terdapat pada produk susu. Nah, meskipun proses fermentasi tersebut bisa dilakukan dengan baik, tidak jarang yoghurt mengalami kerusakan fisik, baik ketika proses produksi ataupun ketika penyimpanan. Hal inilah yang membuat emulsifier diperlukan dalam proses pembuatan yoghurt. Apa yang Menyebabkan Kerusakan Fisik Yoghurt? Seperti yang disinggung di awal, yoghurt bisa mengalami kerusakan fisik bagi ketika saat proses pembuatan ataupun selama penyimpanan. Salah satu penyebab kerusakan yoghurt adalah munculnya sineresis akibat fermentasi yang tidak tepat. Baca juga : Cara Membuat Bolu yang Tidak Lengket di Loyang Selain itu, tingkat viskositas yang rendah serta adanya penurunan pada kemampuan daya ikat air juga menjadi biang dari kerusakan fisik yoghurt tersebut. Jika hal ini terjadi, kualitas yoghurt akan menurun. Tidak hanya itu, produk yoghurt yang dihasilkan pun nantinya tidak akan memiliki manfaat sebagaimana produk yoghurt yang memiliki kondisi baik. Penggunaan Emulsifier Dalam Pembuatan Yoghurt Adanya ketidakstabilan dalam proses pembuatan yoghurt membuat kualitas dari minuman fermentasi ini menurun dan tidak memiliki manfaat sebagaimana seharusnya. Oleh karenanya, upaya untuk menstabilkan proses pembuatan yoghurt dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada yoghurt ketika proses pembuatan atau penyimpanan adalah dengan melakukan penambahan penstabil atau emulsifier . Produk emulsifier yang digunakan tersebut berfungsi untuk meningkatkan viskositas serta daya ikat air pada bahan pembuatan yoghurt. Selain itu, emulsifier juga berfungsi untuk menurunkan sineresis. Penstabil atau emulsifier sendiri adalah bahan tambahan pangan yang aman digunakan dan memiliki manfaat untuk menstabilkan, mengentalkan ataupun membuat bahan minuman dan makanan yang dicampur dengan air menjadi lebih pekat sesuai dengan level kekentalan tertentu. Dalam proses pembuatan yoghurt, emulsifier yang ditambahkan ditujukan untuk mengikat lemak susu dan air agar tidak terpecah. Dengan demikian, bahan pembuat yoghurt yang digunakan bisa bercampur dengan lebih maksimal sehingga hasil pembuatan yoghurt akan cenderung lebih baik. Juga, produk yoghurt yang dihasilkan pun bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama. Bagaimana Penggunaan Produk Emulsifier Dalam Pembuatan Yoghurt? Sebenarnya, penggunaan emulsifier dalam proses pembuatan yoghurt bisa dikatakan cukup mudah. Hal ini dikarenakan bahan emulsifier tersebut hanya perlu dicampurkan pada campuran bahan yoghurt setelah proses fermentasi dimulai. Hanya saja, produk emulsifier tidak boleh digunakan dalam takaran yang berlebihan. Penggunaan emulsifier dengan takaran yang berlebihan akan memberikan dampak negatif pada produk yoghurt, bahkan tidak mungkin akan menjadi masalah jika dikonsumsi. Baca juga : Apakah Cake Emulsifier Sama dengan Bahan Pengembang Kue Terkait penggunaan emulsifier pada pembuatan yoghurt, standard yang digunakan adalah peraturan yang dibuat oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 20 tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengemulsi. Oleh karenanya, sebelum Anda membuat yoghurt, perhatikan ambang batas penggunaan emulsifier yang dianjurkan. Tidak hanya itu, Anda juga sebaiknya menggunakan produk emulsifier yang tepat. Pasalnya, jenis produk yang digunakan akan berpengaruh pada hasil yoghurt yang dibuat. Dalam hal ini, untuk mendapatkan hasil yoghurt yang berkualitas dan tahan lama, gunakan produk emulsifier yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Cek di sini untuk melihat detail produk yang disediakan. 

Senin, 08 Agustus 2022 - 13:58

Anda yang suka membuat aneka kue tentu sudah familiar dengan emulsifier , bukan? Ya, bahan yang satu ini memang termasuk salah satu bahan penting yang senantiasa ditambahkan dalam adonan kue yang sedang dibuat untuk mendapatkan hasil kue yang lebih maksimal. Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan emulsifier tersebut? Apakah emulsifier adalah bahan pengembang kue yang akan membuat kue mengembang dengan sempurna? Sekilas Tentang Emulsifier Bahan emulsifier dalam bahasa lain juga disebut dengan istilah pengemulsi. Dalam pengertian singkat, emulsifier merupakan bahan yang digunakan untuk menyatukan bahan-bahan yang digunakan dalam adonan kue dan saling bertentangan, misalnya minyak atau lemak dengan bahan cair atau juga menyatukan mentega dengan telur. Selain itu, emulsifier banyak digunakan untuk melembutkan adonan. Dengan tambahan bahan ini, kue yang dibuat nantinya akan memiliki konsistensi yang lebih baik. Baca juga : Metode Dasar Pembuatan Kue yang Harus Diketahui Pemula Apakah Emulsifier Merupakan Bahan Pengembang? Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah apakah bahan emulsifier tersebut sama dengan pengembang? Bisa dikatakan bahwa pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang berdasar. Perlu diketahui bahwa selain memiliki konsistensi yang lebih baik, kue yang menggunakan tambahan emulsifier pada adonan yang digunakan akan cenderung terasa lebih lembut dan memiliki pori yang lebih halus. Hal inilah yang mendasari emulsifier kerap disebut juga sebagai pengembang kue hanya saja, tidak sekuat beberapa bahan pengembang kue lainnya. Oleh karenanya, emulsifier bisa saja disebut sebagai pengembang kue karena faktanya bahan ini bisa mengembangkan adonan kue. Namun, menggunakan emulsifier sebagai satu-satunya pengembang kue tentu kurang dianjurkan. Hal ini dikarenakan fungsi utama dari emulsifier sebenarnya adalah pengemulsi yang akan menyatukan aneka bahan dalam sebuah adonan kue. Beragam Jenis Emulsifier yang Bisa Digunakan Di pasaran, ada beberapa jenis produk emulsifier yang tersedia dan bisa dijadikan pilihan yang tepat sesuai keinginan. Adapun beberapa jenis emulsifier tersebut diantaranya adalah: Emulsifier SP Jenis produk emulsifier yang pertama adalah emulsifier SP. Produk yang satu ini memiliki ryoto ester, asam stearat, oleic dan palmitic. Adonan kue yang dibuat dengan menggunakan kocokan telur dan gula lalu ditambahkan mentega cair sangat cocok diberikan tambahan emulsifier ini. Penambahan emulsifier SP dalam adonan tersebut akan membuat bahan adonan lebih cepat menyatu. Tidak hanya itu, adonan pun nantinya tidak akan mudah turun. Contoh penggunaan produk emulsifier ini adalah pada adonan donat dan bolu. Emulsifier TBM Variasi produk emulsifier yang selanjutnya adalah emulsifier TBM. Produk yang satu ini memiliki kandungan mono dan umumnya diberikan tambahan serida. Produk emulsifier yang satu ini ditambahkan ke adonan kue saat proses pencampuran mentega dan gula yang sudah mengembangkan dan diberikan tambahan telur. Terkait penggunaan produk ini, emulsifier TBM digunakan agar adonan kue yang sedang dibuat tidak pecah terutama saat penambahan tepung. Umumnya, produk emulsifier ini juga digunakan dalam pembuatan bolu ataupun donat. Baca juga : Perbedaan Butter Cake dan Sponge cake Emulsifier ovalet Satu lagi variasi produk emulsifier yang bisa digunakan dalam pembuatan kue adalah ovalet. Produk yang satu ini memiliki kandungan mono dan glyceride seperti TBM. Akan tetapi, ovalet memiliki tambahan lebih banyak asam lemak hewani. Penggunaan emulsifier ini bisa menstabilkan adonan telur dan mentega agar keduanya lebih cepat menyatu. Tidak hanya itu, kue yang dibuat pun akan memiliki tekstur yang cenderung lebih lembut dan agak basah. Dengan adanya beragam variasi emulsifier , tentu Anda bisa memilih mana jenis emulsifier yang cocok. Bandingkan beberapa variasi tersebut dan pilih sesuai kebutuhan. Nah, untuk memilih bahan emulsifier yang tepat, Anda bisa menggunakan produk GSI (Global Solusi Ingredia). Cek di sini untuk memilih produk yang tersedia.

Jumat, 05 Agustus 2022 - 14:24

Seperti yang kita ketahui, Emulsifier kerap digunakan dalam proses pembuatan kue. Hal ini dikarenakan Emulsifier memiliki beberapa keunggulan yang membuat kue yang sudah dibuat menjadi lebih enak dan lembut. Akan tetapi, masih banyak yang belum mengetahui beberapa keunggulan dari penggunaan Emulsifier itu sendiri dalam pembuatan kue. Padahal, hal ini perlu diketahui agar Anda pun bisa meracik kue dengan baik dan sempurna. Tidak hanya itu, ternyata emulsifier pun memiliki beberapa jenis yang mempunyai karakternya masing-masing. Akan tetapi, jenis Emulsifier itu tidak mengurangi keunggulan dalam proses pembuatan kue itu sendiri. Berikut ini penjelasan mengenai keunggulan penggunaan Emulsifier untuk pembuatan kue. Keunggulan Penggunaan Emulsifier Dalam Pembuatan Kue Di bawah ini adalah sejumlah keunggulan dari penggunaan emulsifier dalam proses pembuatan kue yang perlu Anda ketahui: 1.   Membuat Adonan Menyatu Lebih Cepat Ketika Anda menggunakan emulsifier saat proses pembuatan kue, pastinya adonan dapat lebih cepat menyatu. Tidak hanya itu, adonan kue pun akan lebih kental. Tentu, ini akan membuat proses pembuatan kue lebih mudah dan menghasilkan kue yang enak dan lembut. Baca juga : Apa Itu Glomul PGPR850? Apakah Emulsifer yang Aman? 2.   Mampu Mempersatukan Air dan Lemak Dalam Adonan Kue Emulsifier bisa membuat zat air dan lemak yang ada di adonan kue menyatu. Dengan begitu, kue yang Anda buat akan memiliki tekstur yang lebih creamy . Setiap adonan kue tentu akan memiliki zat lemak dan airnya masing-masing. Zat lemak dalam adonan bisa terdapat pada susu, daging, kacang, dan lain sebagainya. Dengan penggunaan emulsifier dalam pembuatan kue, zat lemak tersebut bisa dengan mudah tercampur dengan air sehingga proses pengolahan kue bisa lebih mudah. 3.   Menjadikan Kue Lebih Empuk dan Lembut Kue yang lembut dan empuk tentu menjadi idaman para pembuat kue. Maka dari itu, penggunaan emulsifier akan membantu Anda dalam mewujudkannya. Emulsifier bisa membantu kue menjadi lebih empuk. Keunggulan Emulsifier yang satu ini selalu menjadi hal yang paling disukai. Sebab, kue yang empuk tentu akan sangat halus ketika digigit dan dikunyah. Maka dari itu, jika Anda tidak menggunakan emulsifier, kue dipastikan menjadi padat. 4.   Pilihan Emulsifier yang Beragam Siapa bilang emulsifier yang bisa digunakan adalah emulsifier kimia? Keunggulan penggunaan emulsifier dalam pembuatan kue selanjutnya adalah beragam pilihan emulsifier yang bisa kita gunakan. Telur pun sebenarnya merupakan emulsifier alami yang memiliki fungsi serupa dengan emulsifier kimia. Tidak hanya itu, emulsifier kimia pun memiliki beberapa jenis yang berkarakter berbeda namun tetap dengan keunggulan yang sama. Dengan begitu, Anda pun tidak perlu bingung dalam memilih emulsifier yang tepat untuk kue yang Anda buat. Baca juga : Peran Stabilizer dan Emulsifier Pada Es Krim Jika Anda mencari Emulsifier yang tepat dan memiliki keunggulan lengkap setiap proses pembuatan kue, Emulsifier GSI jawabannya. Emulsifier yang diproduksi oleh Global Solusi Ingredia (GSI) ini dapat dipakai untuk membuat beragam kue. Mulai dari dessert , roti, cokelat, selai kacang, dan lain sebagainya. Bahan yang ada di Emulsifier ini pun dipastikan berkualitas dan terpercaya. Bahkan, Emulsifier GSI bisa membuat adonan kue Anda menjadi sangat halus, stabil, tidak mengkristal, dan empuk. Jika Anda ingin membuat kue dengan Emulsifier GSI, bisa langsung memesannya dengan menghubungi nomor WhatsApp 08161391263 atau melalui email ke sales@globalsolusiingredia.com . Untuk lebih jelas, Anda pun bisa berkonsultasi dengan gratis melalui kontak tersebut. Semoga bermanfaat ya!

Jumat, 08 Juli 2022 - 01:03

Jika Anda membeli suatu produk di supermarket atau minimarket, maka lesitin kedelai adalah salah satu bahan yang kerap dimasukkan dalam daftar ingredients. Lantas, sebenarnya apa itu lesitin kedelai? Amankah dikonsumsi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silakan simak penjelasannya di bawah ini! Sekilas tentang Emulsifier Lesitin Kedelai Lesitin kedelai merupakan sebuah zat aditif yang dibuat dari bahan kedelai. Kegunaan dari lesitin kedelai ini adalah sebagai pengemulsi atau agen yang dapat menyatukan berbagai macam zat di dalam adonan. Baca juga:  Sorbitol Bermanfaat Untuk Industri Apa Saja? Cek di Sini! Tak hanya itu saja, manfaat lesitin kedelai juga untuk pelindung rasa serta memberi efek antioksidan. Nah, pada beberapa macam produk seperti roti, produk susu sapi, es krim, pasta, susu kedelai, margarin, dan sebagainya kerap mengandung zat ini. Meskipun terbuat dari bahan nabati, akan tetapi, lesitin kedelai mendulang kontroversi. Terutama dampaknya untuk masalah Kesehatan. Nah, sebagai informasi tambahan, emulsifier yang satu ini juga diproduksi dalam bentuk suplemen untuk menurunkan kolesterol. Tingkat Keamanan Konsumsi Emulsifier Lesitin Kedelai Zat aditif ini sebetulnya aman untuk dikonsumsi dengan kadar yang rendah. Meski begitu, dalam produk yang Anda konsumsi pastinya mengandung zat aditif lain  yang bukan tidak mungkin berbahaya jika dikonsumsi berkepanjangan. Maka dari itu, sangat disarankan untuk membatasi asupan makanan olahan. Ada baiknya untuk mengganti makanan olahan tersebut dengan jenis makanan utuh. Seperti buah atau sayur yang tentunya mengandung nutrisi lebih lengkap. Lesitin kedelai juga merupakan bahan yang dapat menimbulkan reaksi alergi meskipun persentasenya kecil. Terlebih untuk orang yang mempunyai alergi terhadap kedelai di level yang ekstrem. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi bahan yang mengandung lesitin kedelai, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter. Manfaat Emulsifier Lesitin Kedelai Pada dasarnya, bukti medis terkait dengan lesitin kedelai masih sangat terbatas. Namun, ada beberapa potensi manfaat jika Anda mengonsumsi emulsifier lesitin kedelai ini. Berikut pembahasannya : 1.       Menghindarkan Tubuh dari Kerusakan Otot Lesitin kedelai adalah bahan yang mengandung senyawa esensial Bernama kolin. Dimana bahan ini mempunyai peran yang penting untuk tubuh. Kolin juga merupakan komponen neurotransmitter asetilkolin dengan bentuk senyawa fosfatidilkolin. Apabila tubuh Anda kekurangan kolin, maka ada risiko perlemakan hati, disfungsi organ, dan juga kerusakan otot. 2.       Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol Kabar baik untuk Anda yang kerap mengonsumsi makanan yang mengandung lesitin kedelai adalah dapat menurunkan kadar kolesterol. Meskipun riset mengenai efektivitas lesitin kedelai ini masih terbatas. Namun, sudah ada studi yang menunjukkan bahwa lesitin kedelai dapat menurunkan kolesterol jahat tanpa harus menurunkan kolesterol yang baik. Jadi, lesitin kedelai sangat cocok dijadikan bahan aditif berbagai macam makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Menilik manfaat dan tingkat keamanan dari konsumsi lesitin kedelai, tentunya Anda boleh-boleh saja menambahkan pengemulsi yang satu ini dalam makanan. Pastinya, Anda harus memilih produk lesitin kedelai yang sudah ber-BPOM dan halal. Baca juga:  Manfaat  Sorbitol dalam Kosmetik Salah satu produk yang direkomendasikan adalah emulsifier Global Solusi Ingredia. Tak hanya menyediakan lesitin kedelai saja, GSI juga memiliki produk pengemulsi fungsional yang dapat digunakan pada industri makanan ataupun non-makanan seperti bahan kemasan dan plastik. GSI sendiri merupakan produsen bahan makanan yang terkemuka di Malaysia dan Indonesia yang menyediakan bahan-bahan makanan berkualitas internasional. Mulai dari emulsifier, pewarna, minyak, antioksidan, dan masih banyak lagi. Silakan Anda kunjungi website GSI untuk mengetahui berbagai macam produknya secara lebih lengkap. Demikian, semoga pembahasan di atas bermanfaat dan segera beralih dengan bahan makanan berkualitas untuk industri Anda Bersama Global Solusi Ingredia.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:48

Banyak terjadi perdebatan terkait dengan emulsifier apakah zat itu dicap halal atau haram. Apakah emulsifier itu sendiri? Emulsifier adalah zat kimia yang membuat lemak terdispersi dalam air atau tetesan air yang terdapat dalam lemak atau minyak. Pengemulsi digunakan dalam makanan yang mengandung lemak (atau minyak) dan air. Contoh pengemulsi adalah lesitin, mono dan digliserida. Pengemulsi dapat dibuat dari sumber hewani atau nabati. Apa itu emulsifier Emulsifier sumber hewani dinilai lebih berpotensi menimbulkan sifat haram daripada halal. Alasannya ialah, ketika dibuat dari sumber hewani, pengemulsi cenderung mengandung kandungan dari tulang hewan. Jikalau hewan tersebut ialah hewan halal dan disembelih dengan cara halal, maka hukumnya ialah halal. Namun, seringkali kita tidak mengetahui hewan apa yang dipakai sebagai bahan dasar pengemulsi tersebut. Sumber emulsifier Berbeda dengan tanaman, pengemulsi berbahan dasar tanaman lebih dicap kehalalannya. Hal ini karena tanaman tidak dibatasi masalah halal dan haramnya.  Oleh karenanya, apabila pengemulsi atau emulsifier dibuat dengan sumber dari tanaman, maka bisa dipastikan halal, karena tidak melalui proses penyembelihan. Baca juga:  Emulsifier Pada Minuman, Amankah untuk Kesehatan? Contoh emulsifier berbahan nabati Terdapat beberapa contoh emulsifier. Contoh yang pertama ialah lesitin. Lesitin adalah campuran lemak yang penting untuk sel-sel dalam tubuh manusia. Ini dapat ditemukan di banyak makanan, termasuk kedelai dan kuning telur. Dalam makanan, lesitin adalah sumber utama kolin, nutrisi yang mirip dengan vitamin B. Lesitin diubah menjadi asetilkolin, zat yang mentransmisikan impuls saraf. Orang menggunakan lesitin untuk penyakit Alzheimer dan demensia, penyakit parkinson, dan banyak kondisi lainnya, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang baik untuk mendukung penggunaan ini. Dengan fakta ini, jika menemukan pengemulsi dengan kandungan lesitin, maka dapat dipastikan halal. Contoh emulsifier berbahan hewani Contoh yang kedua ialah mono dan digliserida. juga disebut mono- dan digliserida asam lemak, jenuh atau tidak jenuh, adalah campuran monogliserida (umumnya dengan 40-90%) dan digliserida, dan juga termasuk sejumlah kecil trigliserida. Ini adalah pengemulsi yang paling banyak digunakan dalam makanan dan dengan nomor aditif makanan Eropa E471. Bahan baku utama yang terlibat dalam produksi mono dan digliserida adalah asam lemak dan gliserol, keduanya secara alami terdapat dalam lemak/minyak nabati dari hewan (misalnya sapi, babi) dan sayuran (berbagai biji tanaman). Untuk halal atau tidaknya, contoh emulsifier jenis ini beresiko haram, karena mengandung potensi sumber hewani yaitu babi. Dimana sumber hewani dari babi merupakan zat yang haram dalam islam walaupun konsentrasinya kecil. Untuk itu, dari kedua jenis diatas, emulsifier yang memiliki kemungkinan lebih tinggi haramnya ialah monogliserida. Hasil penelitian Menurut penelitian dari Universitas Putra Malaysia, status kehalalan emulsifier E471 menjadi dipertanyakan, jika sumber asal nabati atau hewani tidak disebutkan dalam label. Isu ini menjadi semakin penting mengingat banyak isu baru-baru ini terkait dengan penggunaan emulsifier E471 dalam produk makanan tertentu seperti kopi dan mayones.  Juga, ada beberapa spekulasi bahwa E471 di beberapa merek komersial cokelat bisa jadi emulsifier yang berasal dari hewan. Dalam kasus seperti ini, mungkin perlu memiliki metodologi analitis yang dapat membantu melacak sumber asal emulsifier. Baca juga:  Jenis Emulsifier yang Biasa Digunakan untuk Industri Makanan Kesimpulan Kesimpulannya, pembeli bahan makanan atau produsen kue, harus sangat jeli dalam melihat kandungan atau komposisi dari bahan tersebut. Karena jika ada kesalahan sedikit saja, bisa menimbulkan keputusan yang fatal apakah halal atau tidak. Namun walau begitu, pembeli dapat melihat logo halal atau haram yang telah diberi cap oleh Majelis Ulama Indonesia. Sehingga, pembeli tidak perlu kuatir dalam memilih produk emulsifier. Salah satu sumber untuk membeli emulsifier halal adalah melalui GSI. GSI adalah salah satu produsen bahan makanan halal yang menjamin produk emulsifier bebas bahan hewani. Emulsifier dijamin halal dikonsumsi karena sudah didukung oleh BPOM dan MUI.

Contact Us

Contact Us