Apakah Anda senang membuat kue? Tentu Anda sudah kenal betul dengan emulsifier, bahan yang memang sering digunakan ketika membuat kue. Akan tetapi, ternyata di antara kita masih banyak mereka yang belum mengetahui fungsi emulsifier pada kue. Padahal, bahan ini memiliki kelebihan yang mampu membuat kue lebih maksimal hasilnya. Memang pada awalnya di Indonesia, para pembuat kue tradisional tidak menggunakan emulsifier. Sebab, bahan ini baru dikenal ketika masyarakat Belanda mengenalkannya kepada orang Indonesia. Terlebih, emulsifier pun bisa didapat dari berbagai bahan alami yang mudah ditemukan. Akan tetapi, dalam penggunaannya tentu harus mengetahui berbagai takaran dan jenis emulsifier yang sesuai dengan makanan yang dibuat. Hal ini dilakukan supaya hasil makanan yang sudah dibuat tentu lebih maksimal. Tidak hanya itu, makanan yang dibuat pun akan terasa lebih enak, lembut, dan nikmat Fungsi Emulsifier Pada Kue Masih banyak di antara kita yang belum mengetahui berbagai fungsi emulsifier pada kue, sehingga banyak orang yang belajar membuat kue tetapi belum mendapatkan hasil yang maksimal. Maka dari itu, Anda dapat menyimak penjelasan di bawah ini sehingga mendapatkan pengetahuan yang lebih jelas. 1. Menyatukan Air dan Minyak Emulsifier mempunyai makna pengemulsi yang dapat membuat tekstur kue berbeda seperti biasanya. Sebab, emulsifier dapat menyatukan dua bahan yang tidak dapat menyatu, yakni air dan lemak atau minyak sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Baca juga : Mengulik Cara Kerja Emulsifier Secara Detail Dalam membuat kue, air bisa berasal dari telur, air itu sendiri, sampai susu. Sementara lemak atau minyak bisa berasal dari mentega atau margarin. Bahan-bahan tersebut memang biasa digunakan sebagai adonan saat membuat kue. Bahan-bahan yang sangat sulit untuk menyatu itu bisa menjadi satu kesatuan dengan bantuan emulsifier. Dengan begitu, adonan dalam membuat kue pun bisa lebih tercampur rata. 2. Tekstur Kue Lebih Lembut Siapa yang tidak ingin kue buatannya memiliki tekstur yang lebih lembut. Maka dari itu, Anda membutuhkan emulsifier untuk bisa membuat kue lebih lembut dan terasa nikmat ketika menyentuh lidah. Dengan menyatukan air dan minyak dengan lebih merata, tentu kue akan lebih lembut dan tidak bantat ketika dipanggang atau dikukus. Adonan yang tercampur rata akan menghasilkan rasa yang lebih stabil dan nikmat. Emulsifier pun sangat berguna untuk memperbaiki atau menambah tekstur volume pada adonan kue agar lebih mengembang. Dengan kue yang lebih mengembang, tentu akan lebih terasa enak dipandang. 3. Kue Lebih Awet Selain berbagai fungsi di atas, ternyata emulsifier pun memiliki kelebihan lain yaitu menjadi bahan pengawet agar kue bisa lebih awet ketika disimpan. Hal ini dikarenakan adonan kue yang menjadi lembut dan tercampur sempurna, sehingga tekstur kue bisa lebih stabil dan tidak kempes ketika didiamkan. Baca juga : Seberapa Aman Penggunaan Emulsifier pada Makanan? Dengan kata lain, emulsifier bisa mempertahankan kesegaran, kualitas, dan kesatuan kue sehingga lebih terjaga lebih lama. Tentu hal ini menjadi kelebihan tersendiri bagi Anda yang berjualan kue. Dengan memahami berbagai fungsi emulsifier di atas, maka Anda pun bisa lebih memanfaatkan emulsifier sesuai dengan takarannya. Tidak hanya itu, kue Anda pun jadi memiliki hasil yang lebih maksimal. Jika Anda mencari emulsifier dengan kandungan yang aman, terpercaya, dan kualitas terbaik, Emulsifier dari Global Solusi Ingredia (GSI) adalah pilihan yang tepat. Dengan adanya bahan alami yang terkandung pada emulsifier GSI, maka Anda pun tidak perlu khawatir dengan segala resiko kesehatan ketika menggunakannya. Hanya dengan berkonsultasi ke sales@globalsolusiingredia.com , Anda bisa mendapatkan produk yang sesuai untuk segala kebutuhan makanan Anda.
Emulsifier atau pengemulsi berfungsi untuk menyatukan bahan adonan kue sehingga lebih tercampur rata. Dengan begitu, kue yang dihasilkan pun akan lebih lembut dan empuk. Lantas, apa hasilnya jika emulsifier ditambahkan pada puding? Tentu saja akan memunculkan dampak tertentu. Seperti yang kita ketahui, ada tiga jenis emulsifier yang populer digunakan di Indonesia, yakni TBM, SP, dan Ovalet. Ketiga emulsifier ini memiliki karakteristik tertentu. Setiap kue tentu akan mendapatkan hasil yang sedikit berbeda dari setiap emulsifier yang digunakan, meskipun tidak signifikan. Sementara itu, puding merupakan sebuah hidangan penutup yang biasanya terbuat dari bahan-bahan yang direbus, dikukus, atau dipanggang. Nama puding pun bisa digunakan dalam beragam jenis pastei yang berbahan dari campuran lemak hewan, daging, atau buah-buahan yang dipanggang, direbus, dan dikukus. Penambahan Emulsifier pada Puding Sejumlah puding memiliki resep yang mengharuskan pembuatnya menambahkan emulsifier di dalamnya. Akan tetapi, apa hasilnya nanti jika puding itu ditambah emulsifier? Berikut ini adalah efek yang akan dihasilkan jika puding ditambahkan emulsifier. 1. Lebih Kenyal Puding yang kenyal tentu akan lebih nikmat ketika disantap. Itulah yang akan didapat ketika emulsifier ditambahkan ketika dalam proses pembuatan puding. Emulsifier memiliki fungsi menyatukan berbagai adonan yang berbeda jenis, misalnya minyak dan air. Dengan fungsi tersebut, menjadikan puding tidak lembek dan kenyal di lidah serta tampak menggugah selera. Baca juga : Bagaimana Penggunaan Emulsifier pada Yoghurt 2. Lebih Lembut Fungsi Emulsifier dalam proses pembuatan puding pun akan menjadikan puding menjadi lebih lembut. Dengan begitu, mereka yang menyantap puding pun akan merasakan sensasi kelembutan setiap memotong puding dan memasukkannya ke dalam mulut. Dampak ini sama seperti yang didapat pada kue yang ditambahkan emulsifier. 3. Tidak Pecah Ketika menambahkan emulsifier saat membuat puding, segala bahan yang ada akan tercampur rata. Dengan begitu, puding pun tidak akan pecah setelah didinginkan. Tidak hanya itu, puding yang tidak pecah pun akan menjadi kenikmatan tertentu ketika dicampurkan dengan es krim. Dengan begitu, mereka yang memakan puding akan merasakan kenikmatan setiap gigitannya. Baca juga : Seberapa Aman Penggunaan Emulsifier pada Makanan? 4. Lebih Halus Tekstur puding yang kasar tentu bisa menjadi persoalan. Maka dari itu, puding yang ditambahkan emulsifier akan menambah kelembutan terhadap tekstur puding. Dengan begitu, mereka yang memakan puding pun akan merasakan puding itu meluncur di tenggorokan dengan mudahnya. Tidak hanya itu, puding pun akan semakin terasa nikmat. Akan tetapi, dari penjelasan di atas, perlu diketahui, tidak semua puding bisa ditambahkan emulsifier. Artinya, Anda pun harus lebih pintar memilih jenis puding jika ingin menggunakan emulsifier. Salah satu jenis puding yang bisa ditambahkan emulsifier adalah cake pudding yang kerap disajikan dalam sebuah acara tertentu. Tidak hanya itu, puding santan pun harus ditambahkan emulsifier, sebab bahan santan bisa membuat puding pecah setelah didinginkan. Jika Anda mencari emulsifier dengan bahan kandungan yang lebih sehat namun dengan efektifitas yang baik, Emulsifier dari Global Solusi Ingredia (GSI) bisa menjawabnya. Emulsifier GSI memiliki bahan soy lecithin yang lebih aman dan menyehatkan. Tidak hanya itu, Emulsifier GSI pun bisa digunakan untuk berbagai jenis puding. Serta, bisa membuat puding lebih kenyal, lembut, halus, dan tidak pecah. Jika Anda ingin mendapatkan Emulsifier GSI, cukup menghubungi nomor 08161391263 atau email ke sales@globalsolusiingredia.com . Anda pun bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan kontak tersebut.
Cake emulsifier sangat lumrah dipakai dalam proses pembuatan kue agar semakin lembut dan mengembang. Akan tetapi, seberapa aman penggunaan emulsifier pada makanan? Simak ulasan paling lengkap di bawah ini. Sesuai dengan fungsinya, cake emulsifier mampu menyatukan adonan kue dengan bahan-bahan yang berbeda menjadi satu. Misalnya, zat lemak yang disatukan dengan air. Tidak hanya itu, emulsifier juga dapat membantu agar kue semakin mengembang dan lembut. Umumnya, ada tiga jenis cake emulsifier yang kerap dipakai di Indonesia, yakni, SP, TBM, dan Ovalet. Tiga emulsifier ini punya manfaat yang sama meskipun memiliki sedikit perbedaan. Apakah Emulsifier Aman? Dikutip dari Alodokter, pemakaian emulsifier dapat meningkatkan potensi pertumbuhan sel kanker di usus dan saluran pencernaan bagi para pengonsumsinya. Bahkan, mengkonsumsi kue dengan cake emulsifier berlebihan bisa meningkatkan potensi peradangan. Bahaya ini bisa muncul baik setelah emulsifier dimasak atau dalam keadaan mentah. Maka dari itu, untuk bisa menghindari bahaya ini, alangkah lebih baik mengimbangi konsumsi makanan sehati. Dengan begitu, penggunaan emulsifier dalam kue bisa lebih aman bagi para pengonsumsinya. Baca juga : Kenali Macam-macam Tepung Roti (Breadcrumbs) untuk Berbagai kebutuhan Emulsifier SP mengandung bahan Ryoto ester atau gula ester atau asam lemak, semisal asam stearat, palmitat serta oleat. Tidak hanya itu, SP juga bisa saja memiliki kandungan hewani atau tumbuhan. Kemudian, emulsifier TBM yang mengandung monogliserida (MG) serta digliserida (DG). Umumnya, dua kandungan tersebut diambil dari zat hewani serta tumbuhan maupun campuran dari kedua zat itu sendiri. Sementara itu, emulsifier ovalet mengandung turunan asam lemak yang biasanya berasal dari bahan hewan atau tumbuhan. Ternyata, tiga emulsifier tersebut kerap dipakai para pembuat kue di Indonesia agar lebih mudah dan cepat mencampurkan adonan kue, melembutkan tekstur, sampai membuat kue lebih mengembang. Akan tetapi, kandungan dari ketiga emulsifier itu punya potensi yang membahayakan bagi kesehatan. Alternatif Emulsifier yang Aman Lantas, apa alternatif emulsifier yang aman bagi kuet? Anda tentu bisa menggunakan emulsifier alami sebagai alternatif. Terdapat berbagai macam bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi emulsifier alami yang lebih aman. Salah satunya adalah kuning telur. Kuning telur bisa menjadi emulsifier alami. Bahkan, putih telur yang dikocok hingga kaku juga dapat menjadi alternatif emulsifier yang aman. Apalagi, putih telur dapat menjadikan kue lebih lezat daripada emulsifier kimia. Tidak hanya itu, Anda juga dapat memaksimalkan kedelai menjadi emulsifier alami yang lebih aman. Selain itu, ternyata kedelai sangat bergizi tinggi. Kandungan tinggi minyak dan air dalam kedelai dapat membuat zat lecithin yang diekstrak agar bisa menjadi bahan emulsifier yang aman. Dengan berbagai alternatif di atas, bisa dipastikan Anda akan membuat kue yang lebih aman dikonsumsi. Meskipun, pada dasarnya terlalu banyak mengonsumsi kue sama berbahayanya dengan banyak mengonsumsi emulsifier. Baca juga : Tips Agar Bolu Mengembang Tinggi Yang Kadang Diabaikan Walaupun lebih aman, namun kenyataannya alternatif emulsifier alami tidak memiliki hasil yang maksimal. Maka dari itu, solusinya adalah Anda bisa menggunakan Emulsifier Global Solusi Ingredia (GSI). Emulsifier GSI memiliki kualitas terbaik dan bisa menjadi pilihan utama yang lebih aman ketimbang tiga jenis Emulsifier yang populer ditemukan di supermarket di Indonesia. Emulsifier GSI bisa menjadikan kue lebih mengembang, lembut, halus, tidak mengkristal, bahkan tidak pecah. Anda cukup dengan menghubungi nomor 08161391263 atau email ke sales@globalsolusiingredia.com agar bisa mendapatkan Emulsifier GSI. Anda yang masih ragu pun bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan kontak tersebut.
Anda sudah pernah mendengar tentang emulsifier atau cake emulsifier sebelumnya? Ya, bisa dikatakan jika cake emulsifier merupakan salah satu bahan yang selalu digunakan dalam pembuatan kue. Bahan yang satu ini pun sebenarnya sudah cukup lama digunakan dalam dunia bakery . Dalam catatan sejarah, cake emulsifier mulai banyak digunakan di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Hal ini dikarenakan orang Belanda-lah yang mengenalkan tentang bahan ini. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas cara kerja cake emulsifier yang bisa dijadikan alasan kenapa Anda perlu menambahkannya dalam proses pembuatan kue. Fungsi dan Cara Kerja Emulsifier Penggunaan cake emulsifier dalam pembuatan kue tentu saja bukan tanpa alasan. Ada beragam fungsi penting dari bahan ini yang tentu akan berpengaruh pada hasil kue yang dibuat. Adapun fungsi sekaligus cara kerja dari cake emulsifier ini adalah sebagai berikut: 1. Menyatukan cairan dan lemak Penggunaan cake emulsifier dalam pembuatan kue akan membentuk tekstur kue yang cenderung lebih lembut dan lebih menyatu. Hal ini dikarenakan bahan ini bisa menyatukan cairan dengan lemak yang ada pada adonan kue. Baca juga : Apakah Cake Emulsifier Sama dengan Bahan Pengembang Kue Cairan yang dimaksud dalam bahan adalah telur, air dan juga susu. Sementara lemak yang digunakan adalah mentega atau margarin. Nah, ketika cake emulsifier ditambahkan, kedua jenis bahan tersebut cenderung lebih mudah menyatu. Hal inilah yang akan membuat kue yang Anda buat jauh lebih lembut. 2. Melembutkan tekstur kue Penggunaan cake emulsifier dalam sebuah resep kue akan berfungsi untuk melembutkan kue yang dibuat. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa banyak orang sering menyebut cake emulsifier sebagai pelembut kue. Cara kerja cake emulsifier untuk melembutkan kue adalah dengan menyatukan bahan cairan dan lemak yang digunakan pada adonan. Dengan bercampurnya dua bahan ini secara maksimal, maka tekstur kue yang dipanggang ataupun dikukus akan mengembang dengan baik dan tidak bantat. Perlu diketahui bahwa adonan kue yang diberi tambahan cake emulsifier juga akan terbantu proses retensi dan aerasi. Aerasi sendiri adalah proses pemasukan udara ketika proses pencampuran telur dalam pembuatan kue. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan volume. Nah, cake emulsifier ini akan memperbaiki dan memaksimalkan volume adonan tersebut. 3. Memperpanjang waktu simpan kue Fungsi lain dari cake emulsifier yang menjadi alasan kenapa bahan ini perlu digunakan adalah memperpanjang waktu simpan kue yang dibuat. Pasalnya, banyak kalangan mengatakan bahwa cake emulsifier juga berfungsi sebagai pengawet. Bagaimana hal tersebut terjadi? Seperti yang dibahas di awal, cake emulsifier akan membuat adonan kue tercampur dengan sempurna. Pencampuran adonan kue yang maksimal akan membuat adonan cenderung stabil alias tidak terlalu padat ataupun tidak terlalu cair. Baca juga : Bagaimana Penggunaan Emulsifier pada Yoghurt Nantinya, ketika kue dikeluarkan dari cetakan atau loyang, maka tekstur kue akan cenderung stabil dan juga tidak menyusut saat didinginkan. Dengan demikian, kue akan bertahan dalam waktu yang lebih lama. Beberapa hal di atas adalah ragam fungsi serta cara kerja cake emulsifier yang bisa ditambahkan dalam adonan roti. Terkait cake emulsifier sendiri, ada beberapa jenis produk yang tersedia dan bisa dijadikan opsi, yaitu SP, ovalet serta TBM. Nah, Anda yang mencari produk cake emulsifier ataupun produk pembuat kue lainnya dengan kualitas tinggi bisa menggunakan produk yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Silakan cek di sini untuk menemukan beragam produk cake emulsifier serta bahan kue lainnya!
Anda tentu sudah familiar dengan yoghurt, bukan? Minuman fermentasi yang satu ini menjadi salah satu minuman yang cukup disarankan untuk dikonsumsi secara teratur. Pasalnya, minuman ini memiliki kemampuan yang ajaib untuk menyehatkan sistem pencernaan dan tubuh secara umum. Meskipun hadir dalam beragam variasi rasa, namun jika dilihat dengan saksama, yoghurt memiliki rasa asam. Rasa asam ini didapatkan dari proses fermentasi gula laktosa yang terdapat pada produk susu. Nah, meskipun proses fermentasi tersebut bisa dilakukan dengan baik, tidak jarang yoghurt mengalami kerusakan fisik, baik ketika proses produksi ataupun ketika penyimpanan. Hal inilah yang membuat emulsifier diperlukan dalam proses pembuatan yoghurt. Apa yang Menyebabkan Kerusakan Fisik Yoghurt? Seperti yang disinggung di awal, yoghurt bisa mengalami kerusakan fisik bagi ketika saat proses pembuatan ataupun selama penyimpanan. Salah satu penyebab kerusakan yoghurt adalah munculnya sineresis akibat fermentasi yang tidak tepat. Baca juga : Cara Membuat Bolu yang Tidak Lengket di Loyang Selain itu, tingkat viskositas yang rendah serta adanya penurunan pada kemampuan daya ikat air juga menjadi biang dari kerusakan fisik yoghurt tersebut. Jika hal ini terjadi, kualitas yoghurt akan menurun. Tidak hanya itu, produk yoghurt yang dihasilkan pun nantinya tidak akan memiliki manfaat sebagaimana produk yoghurt yang memiliki kondisi baik. Penggunaan Emulsifier Dalam Pembuatan Yoghurt Adanya ketidakstabilan dalam proses pembuatan yoghurt membuat kualitas dari minuman fermentasi ini menurun dan tidak memiliki manfaat sebagaimana seharusnya. Oleh karenanya, upaya untuk menstabilkan proses pembuatan yoghurt dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada yoghurt ketika proses pembuatan atau penyimpanan adalah dengan melakukan penambahan penstabil atau emulsifier . Produk emulsifier yang digunakan tersebut berfungsi untuk meningkatkan viskositas serta daya ikat air pada bahan pembuatan yoghurt. Selain itu, emulsifier juga berfungsi untuk menurunkan sineresis. Penstabil atau emulsifier sendiri adalah bahan tambahan pangan yang aman digunakan dan memiliki manfaat untuk menstabilkan, mengentalkan ataupun membuat bahan minuman dan makanan yang dicampur dengan air menjadi lebih pekat sesuai dengan level kekentalan tertentu. Dalam proses pembuatan yoghurt, emulsifier yang ditambahkan ditujukan untuk mengikat lemak susu dan air agar tidak terpecah. Dengan demikian, bahan pembuat yoghurt yang digunakan bisa bercampur dengan lebih maksimal sehingga hasil pembuatan yoghurt akan cenderung lebih baik. Juga, produk yoghurt yang dihasilkan pun bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama. Bagaimana Penggunaan Produk Emulsifier Dalam Pembuatan Yoghurt? Sebenarnya, penggunaan emulsifier dalam proses pembuatan yoghurt bisa dikatakan cukup mudah. Hal ini dikarenakan bahan emulsifier tersebut hanya perlu dicampurkan pada campuran bahan yoghurt setelah proses fermentasi dimulai. Hanya saja, produk emulsifier tidak boleh digunakan dalam takaran yang berlebihan. Penggunaan emulsifier dengan takaran yang berlebihan akan memberikan dampak negatif pada produk yoghurt, bahkan tidak mungkin akan menjadi masalah jika dikonsumsi. Baca juga : Apakah Cake Emulsifier Sama dengan Bahan Pengembang Kue Terkait penggunaan emulsifier pada pembuatan yoghurt, standard yang digunakan adalah peraturan yang dibuat oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 20 tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengemulsi. Oleh karenanya, sebelum Anda membuat yoghurt, perhatikan ambang batas penggunaan emulsifier yang dianjurkan. Tidak hanya itu, Anda juga sebaiknya menggunakan produk emulsifier yang tepat. Pasalnya, jenis produk yang digunakan akan berpengaruh pada hasil yoghurt yang dibuat. Dalam hal ini, untuk mendapatkan hasil yoghurt yang berkualitas dan tahan lama, gunakan produk emulsifier yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Cek di sini untuk melihat detail produk yang disediakan.
Anda yang suka membuat aneka kue tentu sudah familiar dengan emulsifier , bukan? Ya, bahan yang satu ini memang termasuk salah satu bahan penting yang senantiasa ditambahkan dalam adonan kue yang sedang dibuat untuk mendapatkan hasil kue yang lebih maksimal. Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan emulsifier tersebut? Apakah emulsifier adalah bahan pengembang kue yang akan membuat kue mengembang dengan sempurna? Sekilas Tentang Emulsifier Bahan emulsifier dalam bahasa lain juga disebut dengan istilah pengemulsi. Dalam pengertian singkat, emulsifier merupakan bahan yang digunakan untuk menyatukan bahan-bahan yang digunakan dalam adonan kue dan saling bertentangan, misalnya minyak atau lemak dengan bahan cair atau juga menyatukan mentega dengan telur. Selain itu, emulsifier banyak digunakan untuk melembutkan adonan. Dengan tambahan bahan ini, kue yang dibuat nantinya akan memiliki konsistensi yang lebih baik. Baca juga : Metode Dasar Pembuatan Kue yang Harus Diketahui Pemula Apakah Emulsifier Merupakan Bahan Pengembang? Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah apakah bahan emulsifier tersebut sama dengan pengembang? Bisa dikatakan bahwa pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang berdasar. Perlu diketahui bahwa selain memiliki konsistensi yang lebih baik, kue yang menggunakan tambahan emulsifier pada adonan yang digunakan akan cenderung terasa lebih lembut dan memiliki pori yang lebih halus. Hal inilah yang mendasari emulsifier kerap disebut juga sebagai pengembang kue hanya saja, tidak sekuat beberapa bahan pengembang kue lainnya. Oleh karenanya, emulsifier bisa saja disebut sebagai pengembang kue karena faktanya bahan ini bisa mengembangkan adonan kue. Namun, menggunakan emulsifier sebagai satu-satunya pengembang kue tentu kurang dianjurkan. Hal ini dikarenakan fungsi utama dari emulsifier sebenarnya adalah pengemulsi yang akan menyatukan aneka bahan dalam sebuah adonan kue. Beragam Jenis Emulsifier yang Bisa Digunakan Di pasaran, ada beberapa jenis produk emulsifier yang tersedia dan bisa dijadikan pilihan yang tepat sesuai keinginan. Adapun beberapa jenis emulsifier tersebut diantaranya adalah: Emulsifier SP Jenis produk emulsifier yang pertama adalah emulsifier SP. Produk yang satu ini memiliki ryoto ester, asam stearat, oleic dan palmitic. Adonan kue yang dibuat dengan menggunakan kocokan telur dan gula lalu ditambahkan mentega cair sangat cocok diberikan tambahan emulsifier ini. Penambahan emulsifier SP dalam adonan tersebut akan membuat bahan adonan lebih cepat menyatu. Tidak hanya itu, adonan pun nantinya tidak akan mudah turun. Contoh penggunaan produk emulsifier ini adalah pada adonan donat dan bolu. Emulsifier TBM Variasi produk emulsifier yang selanjutnya adalah emulsifier TBM. Produk yang satu ini memiliki kandungan mono dan umumnya diberikan tambahan serida. Produk emulsifier yang satu ini ditambahkan ke adonan kue saat proses pencampuran mentega dan gula yang sudah mengembangkan dan diberikan tambahan telur. Terkait penggunaan produk ini, emulsifier TBM digunakan agar adonan kue yang sedang dibuat tidak pecah terutama saat penambahan tepung. Umumnya, produk emulsifier ini juga digunakan dalam pembuatan bolu ataupun donat. Baca juga : Perbedaan Butter Cake dan Sponge cake Emulsifier ovalet Satu lagi variasi produk emulsifier yang bisa digunakan dalam pembuatan kue adalah ovalet. Produk yang satu ini memiliki kandungan mono dan glyceride seperti TBM. Akan tetapi, ovalet memiliki tambahan lebih banyak asam lemak hewani. Penggunaan emulsifier ini bisa menstabilkan adonan telur dan mentega agar keduanya lebih cepat menyatu. Tidak hanya itu, kue yang dibuat pun akan memiliki tekstur yang cenderung lebih lembut dan agak basah. Dengan adanya beragam variasi emulsifier , tentu Anda bisa memilih mana jenis emulsifier yang cocok. Bandingkan beberapa variasi tersebut dan pilih sesuai kebutuhan. Nah, untuk memilih bahan emulsifier yang tepat, Anda bisa menggunakan produk GSI (Global Solusi Ingredia). Cek di sini untuk memilih produk yang tersedia.