Emulsifier

Jumat, 02 Desember 2022 - 15:45

Dalam proses pembuatan aneka kue, emulsifier atau pengemulsi menjadi salah satu bahan penting yang tidak boleh dilupakan. Bahan yang satu ini akan membuat kue yang dibuat lebih mengembang dan memiliki pori yang lebih halus. Tentu saja, nantinya kue akan terlihat lebih menarik dan juga lebih matang secara sempurna. Namun, meskipun memiliki fungsi penting, penggunaan emulsifier dalam pembuatan kue harus disesuaikan dengan takaran. Misalnya, untuk adonan kue dengan lima butir telur, maka emulsifier yang diperlukan hanya sekitar satu sendok teh saja. Artinya, emulsifier hanya digunakan dalam jumlah yang sedikit. Nah, agar sisa emulsifier yang belum terpakai tetap berada dalam kondisi baik dan tidak rusak, Anda perlu menyimpannya dengan benar. Ragam Tips Dasar Menyimpan Emulsifier Berbincang tentang menyimpan emulsifier sisa yang belum terpakai, ada beberapa tips mendasar yang perlu Anda ketahui. Adapun beberapa tips penyimpanan yang dimaksud tersebut adalah: 1. Menaruh di tempat yang kedap udara Untuk menyimpan emulsifier sisa yang belum dipakai, Anda perlu menyediakan tempat atau wadah penyimpanan yang khusus. Dalam hal ini, sediakan wadah yang memiliki tutup sehingga emulsifier akan tersimpan dalam kondisi kedap udara. Baca juga : Inilah 5 Keunggulan Emulsifier untuk Berbagai Jenis Makanan Ini adalah tips penyimpanan emulsifier yang sangat penting. Pasalnya, udara yang masuk pada kemasan emulsifier tersebut nantinya akan mengakibatkan pertumbuhan bakteri dan membuat emulsifier menjadi rusak. 2. Membagi menjadi ukuran yang kecil Biasanya, seseorang akan membeli emulsifier dalam jumlah besar terutama untuk produksi kue yang cenderung banyak. Nah, jika Anda termasuk yang juga melakukannya, maka ada baiknya jika Anda membagi emulsifier tersebut dalam ukuran yang kecil. Pembagian emulsifier dalam ukuran yang kecil ini akan memudahkan penggunaan di mana Anda tidak perlu membuka tutup semua emulsifier. Nantinya, sisa emulsifier yang belum dipakai bisa disimpan di wadah yang tertutup. 3. Menjauhkan dari sinar matahari Selain ditempatkan di wadah yang tertutup dan kedap udara. emulsifier harus disimpan menjauh dari sinar matahari secara langsung. Ini juga termasuk tips menyimpan emulsifier yang cukup krusial dan harus Anda lakukan. Perlu diketahui bahwa emulsifier terbuat dari bahan asam lemak. Nah, asam lemak sendiri memiliki sifat yang cenderung mudah meleleh apabila terkena paparan panas matahari secara langsung. Selain itu, paparan sinar matahari berlebih juga bisa membuat kandungan yang ada di dalam emulsifier menjadi rusak. Baca juga : Cek Jenis Emulsifier yang Diperbolehkan dalam Industri Pangan 4. Menyimpan emulsifier di lemari es Untuk penyimpanan emulsifier dalam kurun waktu yang lebih lama, Anda bisa menyimpannya di lemari es. Tentu saja, sebelum meletakkan dan menyimpan emulsifier di lemari es, Anda harus menempatkan emulsifier pada wadah yang tertutup. Artinya, jangan langsung menaruh emulsifier di dalam lemari es. Opsi penyimpanan ini cukup efektif untuk dilakukan. Pasalnya, lemari es memiliki suhu yang cenderung tetap sehingga baik fisik dan kandungan pada emulsifier akan terjaga dengan lebih baik. Hanya saja, hindari menyimpan emulsifier sisa yang belum digunakan di dalam freezer. Beberapa hal di atas adalah ragam tips mudah yang perlu Anda ketahui perihal menyimpan emulsifier sisa yang belum dipakai. Sebagai tambahan, saat hendak menggunakan emulsifier ini, usahakan untuk menggunakan sendok baru yang bersih untuk mencegah kontaminasi dari bahan lainnya. Selain penyimpanan emulsifier yang benar, untuk hasil kue yang mengembang sempurna, tentu Anda juga perlu menggunakan produk emulsifier yang berkualitas. Nah, Global Solusi Ingredia menyediakan beragam produk emulsifier terbaik yang bisa Anda pilih!

Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:10

Pernah mendengar tentang lesitin sebelumnya? Dalam pengertian singkat, lesitin adalah zat aditif yang cukup sering digunakan sebagai campuran pada olahan makanan. Zat aditif yang satu ini diproduksi dari beberapa jenis bahan yang berbeda, salah satunya adalah kacang kedelai. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang lesitin kedelai yang menjadi jenis pengemulsi yang sering digunakan. Penasaran ? Simak ulasannya! Apa Itu Lesitin Kedelai? Seperti yang disinggung sebelumnya, lesitin bisa dibuat dengan beragam bahan dasar yang berbeda, termasuk kedelai. Nah, lesitin kedelai umumnya digunakan sebagai bahan pengemulsi atau penyatu dari bahan dan zat lain. Tidak hanya itu, lesitin kedelai pun juga bisa digunakan sebagai pelindung rasa. Ada cukup banyak produk olahan makanan yang dibuat dengan campuran lesitin kedelai ini. Beberapa diantaranya adalah:         Susu formula         Cereal         Pasta         Margarin         Roti         Es krim         Produk susu sapi         Produk susu kedelai Meskipun sudah banyak digunakan dalam beragam produk yang berbeda, namun penggunaan lesitin kedelai tidak lepas dari kontroversi yang ada. Beberapa kalangan mengatakan bahwa penggunaan lesitin kedelai memiliki dampak buruk pada kesehatan. Meskipun, klaim tersebut tidak didasari bukti kuat. Beberapa kalangan lain justru berpendapat yang sebaliknya. Mereka mengatakan bahwa lesitin kedelai memiliki manfaat yang cukup besar. Hal inilah yang mendasari munculnya produk suplemen berbahan lesitin kedelai. Apakah Lesitin Kedelai Aman Digunakan Sebagai Pengemulsi? Meskipun ada kontroversi yang melatarbelakangi, namun bisa dikatakan bahwa penggunaan lesitin kedelai sebagai pengemulsi cenderung aman asalkan dalam jumlah yang sedikit. Oleh karenanya, penggunaan lesitin kedelai ini harus disesuaikan dengan bahan dan jenis olahan yang hendak dibuat. Selain itu, perlu dipahami bahwa bisa jadi ada zat aditif lain yang diperlukan dalam pembuatan makanan tertentu. Oleh karenanya, Anda harus mengontrol dan memperhatikan takaran penggunaan lesitin kedelai ini secara teliti. Potensi Manfaat Lesitin Kedelai Untuk Kesehatan Memang, bukti-bukti yang membahas tentang manfaat lesitin kedelai ini cenderung masih sangat terbatas. Namun, dari beberapa bukti yang ada, ada beberapa potensi manfaat yang akan didapatkan dari konsumsi lesitin kedelai ini. Beberapa manfaat yang dimaksud diantaranya adalah: 1. Menjaga kondisi otot Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari lesitin kedelai adalah perlindungan kondisi otot dari kerusakan. Pasalnya, bahan yang satu ini memiliki kandungan senyawa kolin yang penting untuk tubuh. Dengan adanya kandungan kolin yang cukup di dalam tubuh, maka risiko masalah kesehatan seperti risiko lemak hati, disfungsi organ hingga kerusakan otot cenderung bisa ditekan. Selain itu, tubuh pun akan memiliki energi yang lebih baik. 2. Menurunkan kadar kolesterol Kolesterol menjadi mimpi buruk perihal kesehatan tubuh. Oleh karenanya, menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh adalah hal yang sangat penting dilakukan agar tubuh senantiasa sehat. Nah, lesitin kedelai bisa menjadi elemen penting untuk menjaga kesehatan tubuh dari risiko kolesterol. Pasalnya, dengan senyawa yang dimiliki, lesitin kedelai bisa mengikat kolesterol dan menjaganya agar senantiasa stabil. Selain beberapa manfaat di atas, tentu masih ada banyak manfaat dari lesitin kedelai yang bisa didapatkan. Hanya saja, seperti yang disinggung sebelumnya, konsumsi lesitin kedelai harus dilakukan dalam jumlah yang tidak berlebihan. Nah, jika Anda ingin menggunakan lesitin kedelai sebagai bahan tambahan olahan yang dibuat, GSI menyediakan produk pengemulsi lesitin kedelai yang berkualitas dan terjamin. Tidak hanya efektif untuk memberikan kelezatan pada olahan, tetapi juga memaksimalkan nilai gizi yang ada. Nah, cek di sini untuk melihat produk pengemulsi GSI!

Senin, 17 Oktober 2022 - 16:31

Bagi Anda yang senang membuat makanan, tentu sudah tidak asing dengan emulsifier dan stabilizer. Kedua bahan tersebut kerap digunakan ketika hendak membuat makanan, seperti kue, es krim, dan lain sebagainya. Akan tetapi, masih banyak yang mengira keduanya adalah sama, padahal emulsifier dan stabilizer memiliki perbedaan dalam hal kegunaan terhadap makanan. Membedakan emulsifier dan stabilizer memang bisa dikatakan tidak terlalu sulit, namun masih banyak orang yang menggunakan stabilizer sebagaimana emulsifier diaplikasikan. Ada juga sebagian orang yang menggunakan emulsifier yang seharusnya ia menggunakan stabilizer. Maka dari itu, mengetahui perbedaan emulsifier dan stabilizer merupakan hal yang sangat penting. Apalagi jika Anda merupakan seseorang yang memang belajar mengenai tata boga, tentu memahami hal ini bisa menjadi kelebihan tersendiri bagi karir dan peningkatan skill memasak Anda. Perbedaan Emulsifier dan Stabilizer Setidaknya ada hal yang membedakan antara emulsifier dan stabilizer, yang tentu menjadi ilmu tersendiri bagi Anda agar bisa membuat makanan yang lebih enak. Anda pun bisa lebih teliti dalam menggunakan bahan makanan berdasarkan fungsinya supaya lebih sesuai. Simak penjelasan di bawah ini supaya Anda semakin paham. 1.   Definisi Seperti yang kita ketahui, Emulsifier adalah zat adiktif yang sering dipakai dalam produk farmasi dan paling sering digunakan di industri makanan. Emulsifier yang dipakai pada makanan punya bentuk semi solid dengan kandungan asam lemak. Seperti, asam stearate, palmitat, asam oleat, dan senyawa mono serta digliserida. Bahan ini berfungsi sebagai penstabil dalam emulsi, artinya zat ini bisa membuat campuran lemak atau minyak dan air lebih stabil. Baca juga : Produk Pemanis yang Disarankan untuk Mengurangi Asupan Kalori Sementara itu, stabilizer merupakan zat yang bisa menghambat kristal es saat disimpan dan menambah ketahanan es agar tidak meleleh dengan mudah. Stabilizer bisa membentuk struktur gel dalam air dan membantu memisahkan minyak atau air dari produk emulsi. Dengan begitu, stabilizer dapat mengikat air menjadi air hidrat supaya mempertahankan tekstur es dengan lebih maksimal 2.   Tujuan Emulsifier umumnya digunakan ketika membuat kue agar membuatnya lebih halus, lembut, serta mengembang dengan sempurna. Selain itu, emulsifier bisa membuat adonan kue lebih stabil dengan takaran yang mudah diikuti. Sementara itu, stabilizer pun sangat penting untuk bisa menjadi bahan pembuatan makanan, seperti es krim untuk menambah viskositas fase air yang tidak membeku. Dengan begitu, es krim akan mengurangi kristalisasi yang terlalu cepat saat disimpan. 3.   Jenis Makanan Pada dasarnya, kedua bahan ini sangat penting dalam produk makanan. Kedua bahan ini biasa digunakan dalam es krim, roti instan, selai, yogurt, dan lain-lain. Rasanya memang hampir mustahil kita mendapati produk-produk makanan tersebut tanpa kehadiran emulsifier dan stabilizer. Namun yang membedakan adalah takaran di setiap makanan yang dibuat. Emulsifier merupakan bahan yang sangat berperan penting dalam membuat kue, tentu stabilizer memiliki takaran yang lebih rendah ketimbang emulsifier. Sementara, pada es krim, stabilizer adalah bahan yang wajib digunakan, dan emulsifier digunakan hanya dalam takaran yang lebih rendah. Baca juga : Mengenal Fungsi Emulsifier agar Hasil Kue Semakin Maksimal Dengan mengetahui perbedaan antara emulsifier dan stabilizer di atas, diharapkan Anda pun bisa menggunakan kedua bahan tersebut sesuai dengan peruntukannya. Dengan demikian, makanan yang dibuat pun bisa lebih enak dan nikmat ketika disantap. Apabila Anda mencari produk stabilizer dan emulsifier terbaik dengan kandungan yang aman dan terpercaya, Global Solusi Ingredia (GSI) siap memenuhinya. Hanya dengan berkonsultasi ke email sales@globalsolusiingredia.com , Anda bisa mendapatkan bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan tentunya harga yang sesuai dengan hasil yang didapatkan.

Kamis, 13 Oktober 2022 - 18:58

Apakah Anda senang membuat kue? Tentu Anda sudah kenal betul dengan emulsifier, bahan yang memang sering digunakan ketika membuat kue. Akan tetapi, ternyata di antara kita masih banyak mereka yang belum mengetahui fungsi emulsifier pada kue. Padahal, bahan ini memiliki kelebihan yang mampu membuat kue lebih maksimal hasilnya. Memang pada awalnya di Indonesia, para pembuat kue tradisional tidak menggunakan emulsifier. Sebab, bahan ini baru dikenal ketika masyarakat Belanda mengenalkannya kepada orang Indonesia. Terlebih, emulsifier pun bisa didapat dari berbagai bahan alami yang mudah ditemukan. Akan tetapi, dalam penggunaannya tentu harus mengetahui berbagai takaran dan jenis emulsifier yang sesuai dengan makanan yang dibuat. Hal ini dilakukan supaya hasil makanan yang sudah dibuat tentu lebih maksimal. Tidak hanya itu, makanan yang dibuat pun akan terasa lebih enak, lembut, dan nikmat Fungsi Emulsifier Pada Kue Masih banyak di antara kita yang belum mengetahui berbagai fungsi emulsifier pada kue, sehingga banyak orang yang belajar membuat kue tetapi belum mendapatkan hasil yang maksimal. Maka dari itu, Anda dapat menyimak penjelasan di bawah ini sehingga mendapatkan pengetahuan yang lebih jelas. 1.   Menyatukan Air dan Minyak Emulsifier mempunyai makna pengemulsi yang dapat membuat tekstur kue berbeda seperti biasanya. Sebab, emulsifier dapat menyatukan dua bahan yang tidak dapat menyatu, yakni air dan lemak atau minyak sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Baca juga : Mengulik Cara Kerja Emulsifier Secara Detail Dalam membuat kue, air bisa berasal dari telur, air itu sendiri, sampai susu. Sementara lemak atau minyak bisa berasal dari mentega atau margarin. Bahan-bahan tersebut memang biasa digunakan sebagai adonan saat membuat kue. Bahan-bahan yang sangat sulit untuk menyatu itu bisa menjadi satu kesatuan dengan bantuan emulsifier. Dengan begitu, adonan dalam membuat kue pun bisa lebih tercampur rata. 2.   Tekstur Kue Lebih Lembut Siapa yang tidak ingin kue buatannya memiliki tekstur yang lebih lembut. Maka dari itu, Anda membutuhkan emulsifier untuk bisa membuat kue lebih lembut dan terasa nikmat ketika menyentuh lidah. Dengan menyatukan air dan minyak dengan lebih merata, tentu kue akan lebih lembut dan tidak bantat ketika dipanggang atau dikukus. Adonan yang tercampur rata akan menghasilkan rasa yang lebih stabil dan nikmat. Emulsifier pun sangat berguna untuk memperbaiki atau menambah tekstur volume pada adonan kue agar lebih mengembang. Dengan kue yang lebih mengembang, tentu akan lebih terasa enak dipandang. 3.   Kue Lebih Awet Selain berbagai fungsi di atas, ternyata emulsifier pun memiliki kelebihan lain yaitu menjadi bahan pengawet agar kue bisa lebih awet ketika disimpan. Hal ini dikarenakan adonan kue yang menjadi lembut dan tercampur sempurna, sehingga tekstur kue bisa lebih stabil dan tidak kempes ketika didiamkan. Baca juga : Seberapa Aman Penggunaan Emulsifier pada Makanan? Dengan kata lain, emulsifier bisa mempertahankan kesegaran, kualitas, dan kesatuan kue sehingga lebih terjaga lebih lama. Tentu hal ini menjadi kelebihan tersendiri bagi Anda yang berjualan kue. Dengan memahami berbagai fungsi emulsifier di atas, maka Anda pun bisa lebih memanfaatkan emulsifier sesuai dengan takarannya. Tidak hanya itu, kue Anda pun jadi memiliki hasil yang lebih maksimal. Jika Anda mencari emulsifier dengan kandungan yang aman, terpercaya, dan kualitas terbaik, Emulsifier dari Global Solusi Ingredia (GSI) adalah pilihan yang tepat. Dengan adanya bahan alami yang terkandung pada emulsifier GSI, maka Anda pun tidak perlu khawatir dengan segala resiko kesehatan ketika menggunakannya. Hanya dengan berkonsultasi ke sales@globalsolusiingredia.com , Anda bisa mendapatkan produk yang sesuai untuk segala kebutuhan makanan Anda.

Jumat, 09 September 2022 - 20:32

Emulsifier atau pengemulsi berfungsi untuk menyatukan bahan adonan kue sehingga lebih tercampur rata. Dengan begitu, kue yang dihasilkan pun akan lebih lembut dan empuk. Lantas, apa hasilnya jika emulsifier ditambahkan pada puding? Tentu saja akan memunculkan dampak tertentu. Seperti yang kita ketahui, ada tiga jenis emulsifier yang populer digunakan di Indonesia, yakni TBM, SP, dan Ovalet. Ketiga emulsifier ini memiliki karakteristik tertentu. Setiap kue tentu akan mendapatkan hasil yang sedikit berbeda dari setiap emulsifier yang digunakan, meskipun tidak signifikan. Sementara itu, puding merupakan sebuah hidangan penutup yang biasanya terbuat dari bahan-bahan yang direbus, dikukus, atau dipanggang. Nama puding pun bisa digunakan dalam beragam jenis pastei yang berbahan dari campuran lemak hewan, daging, atau buah-buahan yang dipanggang, direbus, dan dikukus. Penambahan Emulsifier pada Puding Sejumlah puding memiliki resep yang mengharuskan pembuatnya menambahkan emulsifier di dalamnya. Akan tetapi, apa hasilnya nanti jika puding itu ditambah emulsifier? Berikut ini adalah efek yang akan dihasilkan jika puding ditambahkan emulsifier. 1.   Lebih Kenyal Puding yang kenyal tentu akan lebih nikmat ketika disantap. Itulah yang akan didapat ketika emulsifier ditambahkan ketika dalam proses pembuatan puding. Emulsifier memiliki fungsi menyatukan berbagai adonan yang berbeda jenis, misalnya minyak dan air. Dengan fungsi tersebut, menjadikan puding tidak lembek dan kenyal di lidah serta tampak menggugah selera. Baca juga : Bagaimana Penggunaan Emulsifier pada Yoghurt 2.   Lebih Lembut Fungsi Emulsifier dalam proses pembuatan puding pun akan menjadikan puding menjadi lebih lembut. Dengan begitu, mereka yang menyantap puding pun akan merasakan sensasi kelembutan setiap memotong puding dan memasukkannya ke dalam mulut. Dampak ini sama seperti yang didapat pada kue yang ditambahkan emulsifier. 3.   Tidak Pecah Ketika menambahkan emulsifier saat membuat puding, segala bahan yang ada akan tercampur rata. Dengan begitu, puding pun tidak akan pecah setelah didinginkan. Tidak hanya itu, puding yang tidak pecah pun akan menjadi kenikmatan tertentu ketika dicampurkan dengan es krim. Dengan begitu, mereka yang memakan puding akan merasakan kenikmatan setiap gigitannya. Baca juga : Seberapa Aman Penggunaan Emulsifier pada Makanan? 4.   Lebih Halus Tekstur puding yang kasar tentu bisa menjadi persoalan. Maka dari itu, puding yang ditambahkan emulsifier akan menambah kelembutan terhadap tekstur puding. Dengan begitu, mereka yang memakan puding pun akan merasakan puding itu meluncur di tenggorokan dengan mudahnya. Tidak hanya itu, puding pun akan semakin terasa nikmat. Akan tetapi, dari penjelasan di atas, perlu diketahui, tidak semua puding bisa ditambahkan emulsifier. Artinya, Anda pun harus lebih pintar memilih jenis puding jika ingin menggunakan emulsifier. Salah satu jenis puding yang bisa ditambahkan emulsifier adalah cake pudding yang kerap disajikan dalam sebuah acara tertentu. Tidak hanya itu, puding santan pun harus ditambahkan emulsifier, sebab bahan santan bisa membuat puding pecah setelah didinginkan. Jika Anda mencari emulsifier dengan bahan kandungan yang lebih sehat namun dengan efektifitas yang baik, Emulsifier dari Global Solusi Ingredia (GSI) bisa menjawabnya. Emulsifier GSI memiliki bahan soy lecithin yang lebih aman dan menyehatkan. Tidak hanya itu, Emulsifier GSI pun bisa digunakan untuk berbagai jenis puding. Serta, bisa membuat puding lebih kenyal, lembut, halus, dan tidak pecah. Jika Anda ingin mendapatkan Emulsifier GSI, cukup menghubungi nomor 08161391263 atau email ke sales@globalsolusiingredia.com . Anda pun bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan kontak tersebut.

Rabu, 31 Agustus 2022 - 15:51

Cake emulsifier sangat lumrah dipakai dalam proses pembuatan kue agar semakin lembut dan mengembang. Akan tetapi, seberapa aman penggunaan emulsifier pada makanan? Simak ulasan paling lengkap di bawah ini. Sesuai dengan fungsinya, cake emulsifier mampu menyatukan adonan kue dengan bahan-bahan yang berbeda menjadi satu. Misalnya, zat lemak yang disatukan dengan air. Tidak hanya itu, emulsifier juga dapat membantu agar kue semakin mengembang dan lembut. Umumnya, ada tiga jenis cake emulsifier yang kerap dipakai di Indonesia, yakni, SP, TBM, dan Ovalet. Tiga emulsifier ini punya manfaat yang sama meskipun memiliki sedikit perbedaan. Apakah Emulsifier Aman? Dikutip dari Alodokter, pemakaian emulsifier dapat meningkatkan potensi pertumbuhan sel kanker di usus dan saluran pencernaan bagi para pengonsumsinya. Bahkan, mengkonsumsi kue dengan cake emulsifier berlebihan bisa meningkatkan potensi peradangan. Bahaya ini bisa muncul baik setelah emulsifier dimasak atau dalam keadaan mentah. Maka dari itu, untuk bisa menghindari bahaya ini, alangkah lebih baik mengimbangi konsumsi makanan sehati. Dengan begitu, penggunaan emulsifier dalam kue bisa lebih aman bagi para pengonsumsinya. Baca juga : Kenali Macam-macam Tepung Roti (Breadcrumbs) untuk Berbagai kebutuhan Emulsifier SP mengandung bahan Ryoto ester atau gula ester atau asam lemak, semisal asam stearat, palmitat serta oleat. Tidak hanya itu, SP juga bisa saja memiliki kandungan hewani atau tumbuhan. Kemudian, emulsifier TBM yang mengandung monogliserida (MG) serta digliserida (DG). Umumnya, dua kandungan tersebut diambil dari zat hewani serta tumbuhan maupun campuran dari kedua zat itu sendiri. Sementara itu, emulsifier ovalet mengandung turunan asam lemak yang biasanya berasal dari bahan hewan atau tumbuhan. Ternyata, tiga emulsifier tersebut kerap dipakai para pembuat kue di Indonesia agar lebih mudah dan cepat mencampurkan adonan kue, melembutkan tekstur, sampai membuat kue lebih mengembang. Akan tetapi, kandungan dari ketiga emulsifier itu punya potensi yang membahayakan bagi kesehatan. Alternatif Emulsifier yang Aman Lantas, apa alternatif emulsifier yang aman bagi kuet? Anda tentu bisa menggunakan emulsifier alami sebagai alternatif. Terdapat berbagai macam bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi emulsifier alami yang lebih aman. Salah satunya adalah kuning telur. Kuning telur bisa menjadi emulsifier alami. Bahkan, putih telur yang dikocok hingga kaku juga dapat menjadi alternatif emulsifier yang aman. Apalagi, putih telur dapat menjadikan kue lebih lezat daripada emulsifier kimia. Tidak hanya itu, Anda juga dapat memaksimalkan kedelai menjadi emulsifier alami yang lebih aman. Selain itu, ternyata kedelai sangat bergizi tinggi. Kandungan tinggi minyak dan air dalam kedelai dapat membuat zat lecithin yang diekstrak agar bisa menjadi bahan emulsifier yang aman. Dengan berbagai alternatif di atas, bisa dipastikan Anda akan membuat kue yang lebih aman dikonsumsi. Meskipun, pada dasarnya terlalu banyak mengonsumsi kue sama berbahayanya dengan banyak mengonsumsi emulsifier. Baca juga : Tips Agar Bolu Mengembang Tinggi Yang Kadang Diabaikan Walaupun lebih aman, namun kenyataannya alternatif emulsifier alami tidak memiliki hasil yang maksimal. Maka dari itu, solusinya adalah Anda bisa menggunakan Emulsifier Global Solusi Ingredia (GSI). Emulsifier GSI memiliki kualitas terbaik dan bisa menjadi pilihan utama yang lebih aman ketimbang tiga jenis Emulsifier yang populer ditemukan di supermarket di Indonesia. Emulsifier GSI bisa menjadikan kue lebih mengembang, lembut, halus, tidak mengkristal, bahkan tidak pecah. Anda cukup dengan menghubungi nomor 08161391263 atau email ke sales@globalsolusiingredia.com agar bisa mendapatkan Emulsifier GSI. Anda yang masih ragu pun bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan kontak tersebut.

Contact Us

Contact Us