BLOGS

Sabtu, 02 Juli 2022 - 23:29

Minyak nabati adalah minyak yang di-ekstrak dari beragam jenis tumbuhan. Penggunaannya sendiri untuk bahan penggorengan, makanan, bahan bakar, pelumas, pengobatan, serta bahan pewangi. Saat ini, tersedia berbagai jenis minyak nabati yang bisa Anda gunakan, seperti minyak jagung, minyak kelapa sawit, minyak lobak, minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan masih banyak lagi. Minyak nabati juga memiliki berbagai macam manfaat seperti menjaga perut tetap kenyang, melindungi jantung, serta bisa menjaga tingkat energi dalam tubuh. Dalam kegiatan konsumsi, menambahkan sesendok makan minyak nabati pada tumis, sup, serta saus salad sangat dianjurkan ahli gizi. Nah, agar Anda lebih paham, sebaiknya simak terlebih dahulu jenis minyak nabati yang menyehatkan berikut ini : Flaxseed Oil Flaxseed oil merupakan nama lain dari minyak biji rami. Jenis minyak yang satu ini mengandung asam alfa-linoleat atau ALA yang tinggi. Selain itu, terdapat juga kandungan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan. Dimana lemak omega-3 ini dapat menurunkan risiko serangan jantung yang fatal. Namun, flaxseed oil memiliki sifat yang mudah terbakar sehingga disarankan untuk dikonsumsi pada suhu kamar. Bisa dijadikan sebagai dressing salad, ditaruh di atas makanan, dan dicampur dalam smoothies. Extra Virgin Olive Oil Jenis minyak nabati yang selanjutnya adalah extra virgin olive oil. Di dalam minyak zaitun terdapat monounsaturated fats yang berfungi mengurangi kolesterol LDL pada tubuh. Selain itu, minyak zaitun juga bisa memperbaiki penyakit jantung. Extra virgin oil sebaiknya digunakan pada suhu yang sedang karena sifatnya mudah terbakar. Salah satu contoh penggunaannya adalah menjadi pengganti dari saus sphagetti. Avocado Oil Avocado oil atau minyak alpukat memiliki fungsi untuk menyerap antioksidan dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena karotenoid larut pada lemak mampu membantu penyerapan lycopene serta beta-caroten. Canola Oil Canola oil memiliki banyak manfaat. Salah satunya bisa membantu mengurangi lemak pada perut. Selain itu, kandungan omega-3 pada canola oil bisa mengurangi peradangan serta menurunkan trigliserida. Lebih ampuh lagi, asam lemak omega-3 dapat mencegah penyakit kanker. Penggunaan minyak canola bisa dijadikan sebagai tambahan pada makanan panggang, makanan bakar, dan tumisan. Palm Oil Selanjutnya, ada palm oil atau minyak kelapa sawit. Terdapat berbagai macam kandungan di dalam palm oil seperti beta karoten, vitamin E, antioksidan, dan sebagainya. Manfaat minyak kelapa sawit tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan saja, melainkan juga untuk pembuatan sabun, kosmetik, lilin, pasta gigi, tinta, dan pelumas. Minyak Nabati yang Tersedia di GSI GSI atau Global Solusi Ingredia merupakan salah satu produsen bahan makanan yang terkenal di Indonesia dan juga di dunia internasional. Tersedia minyak dan lemak khusus yang digunakan untuk produk makanan. Dimana minyak dan lemak yang diproduksi menggunakan teknologi khusus dengan parameter kualitas yang ketat serta persyaratan functional food. Proses pembuatannya dengan penggilingan, penghancuran, pemurnian, IE, EIE, dan sebagainya. Sehingga, minyak nabati GSI dapat meningkatkan kelayakan produk, rasa, dan tekstur. Komposisi dari minyak dan lemak GSI meliputi CBS yang terbuat dari fraksi palm kernel oil atau minyak inti sawit, CBE yang merupakan campuran antara fraksi minyak sawit dengan minyak eksotis, CBR atau cocoa butter replacer, PMF, dan bahan-bahan lainnya. Nah, jika Anda membutuhkan minyak dan lemak khusus dalam proses produksi makanan atau bahan lainnya, silakan hubungi GSI untuk mendapatkannya. Sehingga, produk Anda akan lebih berkualitas dan memiliki nilai yang tinggi. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 02 Juli 2022 - 23:22

Pemanis buatan adalah salah satu alternatif pengganti gula. Meskipun kalorinya dianggap lebih kecil, akan tetapi bisa berpotensi bisa menimbulkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi berlebihan. Ada banyak contoh pemanis buatan yang dihasilkan dengan proses kimiawi. Untuk rasanya sendiri lebih manis ketimbang pemanis biasa (gula). Sebagai alternatif pengganti gula, Anda tidak hanya bisa memanfaatkan pemanis buatan, tetapi juga bisa menggunakan pemanis alami. Contoh dari pemanis alami meliputi kurma, gula kelapa, madu, sirup maple, daun stevia, molase, dan sebagainya. Definisi Pemanis Buatan Pemanis buatan adalah bahan sintetis yang dibuat agar bisa memberi rasa manis pada makanan atau minuman. Meskipun memiliki dampak yang tidak baik jika dikonsumsi terus menerus, tetapi pada beberapa jenis makanan, penggunaan pemanis buatan tidak bisa dihindari. Pemanis buatan juga termasuk pada golongan zat aditif untuk menambah tekstur, cita rasa serta memperpanjang daya simpan makanan dan minuman. Pemanis buatan merupakan bahan yang aman dikonsumsi dengan catatan tidak lebih dari batas asupan dalam sehari yang sudah ditetapkan. Akan tetapi, ada dugaan pemanis buatan bisa membawa dampak yang buruk bagi sebagian orang. Seperti aspartam yang dapat memicu reaksi alergi, atau sakarin yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama yang bisa memicu kanker. Meski begitu, efek samping ini belum dibuktikan dan perlu adanya penelitian yang lebih lanjut. Contoh pemanis buatan juga sangat minim atau bahkan nol kalori. Rasa yang sangat manis membuat penambahan bahan ini hanya sedikit saja pada makanan. Nah, dalam peraturan BPOM RI nomor 11 tahun 2019, ada beberapa jenis pemanis buatan yang diperbolehkan penggunaannya di Indonesia. Untuk itu, jika Anda merupakan pengusaha food and beverages harus paham jenis pemanis buatan tersebut. Selanjutnya, akan dibahas pada ulasan di bawah ini! Contoh Pemanis Buatan yang Diijinkan BPOM Adapun jenis pemanis buatan yang bisa Anda gunakan pada makanan atau minuman meliputi : 1.       Sakarin Cita rasa manis pada sakarin bisa mencapai 300 hingga 400 kali lebih besar ketimbang gula. Sehingga, penggunaan sakarin tidak boleh lebih dari 30 miligram pada setiap kali penyajian makanan. Pada minuman, penggunaan yang diperbolehkan hanya 4 mg/10 ml cairan. 2.       Aspartam Aspartam kerap dipakai pada sereal sarapan, permen karet, minuman berkarbonasi, serta agar-agar. Rasa manis dari aspartam mencapai 220 kali lipat dari gula. Aspartam mengandung beberapa zat seperti asam aspartat, asam amino, etanol, dan fenilalanin. 3.       Acesulfame Potassium Acesulfame Potassium memiliki sifat yang stabil pada suhu yang tinggi serta mudah larut. Dengan begitu, contoh pemanis buatan yang satu ini bisa digunakan untuk produk makanan. Namun, penggunaan yang diperbolehkan hanya 15 mg/kg berat badan. 4.       Sukralosa Sukralosa merupakan turunan dari sukrosa dengan rasa manis hingga 600 kali lebih kuat dari gula. Penggunaannya lebih sering untuk makanan yang digoreng atau dipanggang. Konsumsi yang diperbolehkan hanya 5 mg/kg berat badan. 5.       Neotam Contoh pemanis buatan yang selanjutnya adalah neotam. Bahan ini digunakan di jenis makanan yang rendah kalori. Sedangkan secara kimia, kandungan neotam setara dengan aspartam tetapi, rasa manisnya lebih kuat 40 kali lipat ketimbang aspartam. Batasan penggunaan Neotam adalah 18 mg/kg berat badan untuk konsumsi harian. Dapat Pemanis Alami dan Buatan di GSI Global Solusi Ingredia merupakan salah satu produsen bahan makanan yang terkemuka di Malaysia dan Indonesia. GSI juga menyediakan berbagai macam contoh pemanis buatan dan alami. Tentunya yang diijinkan oleh BPOM RI. Beberapa bahan yang tersedia meliputi fruktosa, glukosa, mannitol, sirup jagung, sakarin, sukralosa, aspartam, dan sebagainya. Yuk, hubungi GSI untuk mendapatkan bahan makanan yang aman dan terjamin!

Sabtu, 02 Juli 2022 - 23:15

Tentu Anda sering mendengar tentang minyak essential di dalam berbagai produk. Nah, essential oil disebut juga dengan minyak atsiri. Manfaat dan fungsinya sangat lah banyak terutama bagi kesehatan tubuh manusia. Essential oil sudah lama dijadikan sebagai terapi kesehatan dan juga obat. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai aroma terapi. Cara kerja dari minyak essential adalah dengan melakukan stimulasi pada otak manusia melalui indera penciuman. Untuk lebih jelasnya, mari simak fungsinya di bawah ini! Fungsi Essential Oil Ada beberapa fungsi minyak atsiri yang perlu Anda ketahui, diantaranya : 1.       Mengatasi Migrain Minyak essential jika dioleskan pada pelipis dan dahi ternyata juga bisa meredakan sakit kepala dan migrain. Jenis minyak yang disarankan adalah essential peppermint dan etanol. Selain itu, campuran chamomile serta minyak wijen juga cukup baik untuk digunakan sebagai pereda sakit kepala. 2.       Mengobati Inflamasi Peradangan pada kulit dan wajah juga bisa diredakan dengan minyak essential. Contohnya seperti tea tree oil yang bisa digunakan untuk mengatasi jerawat dan iritasi pada sinar UV. Sedangkan chamomile dan peppermint bisa meredakan peradangan pada otot. Sedangkan lemon dan eucalyptus dapat menyembuhkan sakit tenggorokan untuk manusia. 3.       Cepat Mengembalikan Energi Untuk mengembalikan energi, maka Anda bisa menghirup minyak essential dengan aroma peppermint dan citrus. Peppermint bisa menaikkan performa olahraga dan citrus akan meningkatkan mood. 4.       Mengatasi Insomnia Insomnia merupakan penyakit sulit tidur sehingga membuat seseorang jadi tidak fit serta tidak produktif dalam pekerjaannya. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi insomnia adalah dengan mencium aroma minyak esensial. 5.       Meningkatkan Mood Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa mencium aroma rosemary bisa meningkatkan daya ingat sampai 75%. Selain itu, basil, peppermint, dan helichrysum bisa memulihkan rasa capek dan penat. Jadi, apabila mood sedang hilang, silakan gunakan salah satu essential oil tersebut. Cara Menggunakan Essential Oil Banyak orang yang menggunakan essential oil dengan cara dioles pada kulit maupun disebar dalam suatu ruangan. Namun, sebagian orang juga menggunakannya dengan cara dikonsumsi secara langsung. Tentu saja hal ini tidak bisa dibenarkan. Sebab, minyak atsiri memiliki konsentrasi yang pekat serta memiliki bergaam tingkat toksisitas jika tidak digunakan secara benar. Untuk itu, penggunaan terbaik dari essential oil adalah dipakai untuk area luar. Penggunaan dengan cara ditelan nisa menyebabkan sensasi terbakar dan panas pada tenggorokan. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Minyak Esensial Meskipun minyak esensial memiliki banyak manfaat, tetapi, penggunaannya harus dilakukan dengan tepat. Sebab, tidak semua produsen sudah menguji terlebih dahulu minyak esensial mereka. Untuk itu, pastikan nomor registrasi di BPOM sebelum menggunakan produk tersebut. Selain itu, essential oil juga bisa menyebabkan risiko tertentu. Risiko ini tentu berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Tergantung dengan usia, riwayat kesehatan, cara penggunaan, obat yang dikonsumsi, serta kimia alami di dalam tubuh seseorang. Sebaiknya, bayi dan balita tidak menggunakan minya atsiri. Hal ini dikarenakan tubuh anak belum dapat mengolah minyak secara sempurna. Terlebih, untuk anak-anak dengan masalah pernapasan. Essential Oil Berkualitas di GSI Perusahaan Global Solusi Ingredia juga menyediakan minyak atsiri atau essential oil terbaik dan bersertifikat. Bahan yang digunakan juga murni dari minyak esensial alami yang disintesis dengan proses berteknologi tinggi. Essential oil GSI bisa diaplikasikan untuk kosmetik, spa, parfum, sabun, serta pembersih rumah tangga. Silakan hubungi GSI untuk mendapatkan minyak esensial terbaik dengan kualitas yang telah teruji.

Sabtu, 02 Juli 2022 - 23:08

Tidak bisa dipungkiri bahwa penambahan warna tertentu pada makanan dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu, warna yang unik dan mencolok juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Bahkan, beberapa jenis makanan yang booming baru-baru ini seperti rainbow cake dan red velvet juga memiliki warna yang  nge-jreng . Warna yang menarik tersebut bisa diperoleh melalui pewarna dengan standar food grade. Namun, pilihan terbaiknya adalah menggunakan pewarna makanan alami. Selain menyehatkan, ternyata bahan alami bisa menjadikan produk yang dibuat bisa dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi. Lalu, bagaimana cara mendapatkan pewarna makanan alami yang cantik? Berikut rekomendasinya! Pewarna Makanan Alami Merah Ada beberapa bahan alam yang bisa diambil ekstrak-nya dan menghasilkan pewarna merah. Diantara bahan tersebut adalah : 1.       Buah Naga Buah naga bisa menghasilkan warna merah magenta yang sangat cantik jika diaplikasikan dalam makanan atau minuman. Pada buah naga juga terkandung pigmen antosianin yang kaya antioksidan. Kandungan sertanya juga tinggi. 2.       Rosella Pewarna makanan alami merah yang selanjutnya adalah rosella. Tanaman ini bisa dimanfaatkan kelopak bunganya. Selain menghasilkan warna merah, rosella juga mengandung antioksidan tinggi. Untuk mendapatkan warna merah yang cantik, Anda hanya perlu menyeduh kelopak bunganya menggunakan air panas. 3.       Stroberi Jika Anda menginginkan pewarna makanan alami merah muda, stroberi adalah pilihan terbaik. Selain memiliki warna yang cantik, stroberi juga mengandung vitamin C yang tinggi. Pewarna Kuning Selain merah, warna yang paling sering digunakan pada makanan adalah kuning. Beberapa bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami kuning adalah : 1.       Kunyit Kunyit tidak hanya bisa menjadi pewarna kuning, tetapi, bisa juga dimanfaatkan sebagai pengawet makanan. Selain itu, kunyit juga mengandung kurkumin yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. 2.       Labu Kuning Selanjutnya, ada labu kuning yang bisa digunakan sebagai pewarna alami makanan. Makanan yang tinggi serat dan rendah kalori ini juga bisa dijadikan sebagai menu diet. Kandungan lainnya adalah vitamin A dan C, beta-karoten, mineral, karbohidrat, dan lemak. Pewarna Jingga Untuk mendapatkan pewarna makanan alami jingga, maka Anda bisa memanfaatkan bahan berikut : 1.       Wortel Wortel memiliki warna jingga yang cantik. Sila Anda haluskan wortel dan peras sampai memeroleh air ekstrak yang berwarna jingga. Kandungan wortel juga tidak main-main seperti vitamin B1, B2, B3, B6, B9, serta vitamin C. Ada juga berbagai macam mineral yang baik untuk tubuh. Pewarna Hijau Di Indonesia, banyak sekali produk makanan yang berwarna hijau. Baik berupa kue, roti, hingga minuman. Nah, agar tampilan hijau pada makanan lebih maksimal, manfaatkan bahan berikut : 1.       Pandan Selain bisa menjadi bahan pewarna hijau, pandan juga memiliki aroma yang harum. Warna hijau dari pandan akibat kandungan klorofil di dalamnya. 2.       Bayam dan Sawi Jenis sayur juga bisa dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami. Sayur ini mengandung klorofil yang cukup tinggi. Begitu juga dengan kandungan seratnya. Dapatkan Pewarna Makanan Alami yang Instan di GSI Meskipun pewarna makanan alami lebih sehat, tetapi cukup ribet dalam mengekstraknya. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk menemukan pewarna yang instan tapi menyehatkan. Semua syarat tersebut dapat dipenuhi oleh produk pewarna Global Solusi Ingredia. Semua pewarnanya diambil dari bahan alami seperti warna kuning dari ekstrak kunyit anato, warna merah dari beta-karoten, cokelat dan karamel, warna ungu dari ekstrak kulit anggur, dan masih banyak lagi. Untuk itu, tidak perlu ragu, beli produk GSI dan cek nomor registrasinya di BPOM RI, dijamin asli. Yuk, jadikan produk Anda bernilai tinggi dengan pewarna makanan alami dari GSI.

Sabtu, 02 Juli 2022 - 22:51

Jika Anda menjalankan industri kuliner, tentu memilih pewarna makanan yang aman adalah hal yang wajib dilakukan. Pewarna makanan sendiri memiliki fungsi untuk mempercantik produk yang Anda buat. Sehingga, produk tersebut lebih menarik bagi calon konsumen. Selain itu, pewarna makanan juga bisa merangsang indera penglihatan, menutupi dan mengatasi perubahan warna, serta menyeragamkan warna. Di pasaran, Anda bisa menemukan beberapa bentuk pewarna makanan seperti gel, bubuk, cairan, maupun pasta. Meski begitu, Anda perlu berhati-hati dalam memilih pewarna makanan yang aman. Sebab, ada beberapa jenis yang membahayakan kesehatan. Agar lebih jelas, silakan simak pembahasannya di bawah ini! Pewarna Makanan yang Aman Secara umum, ada dua jenis pewarna makanan, yakni sintetis dan alami. Pewarna alami sendiri terbuat dari bahan alam seperti hewan, tumbuhan dan mineral. Berdasarkan peraturan dari BPOM nomor 37 tahun 2013 mengenai batas pemakaian bahan tambahan pangan pewarna, ada beberapa pewarna makanan yang aman dari jenis alami. Diantaranya : ·         Riboflavin ·         Kurkumin ·         Karmin ·         Ekstrak cochineal ·         Karamel ·         Klorofil ·         Beta-karoten ·         Karbon tanaman ·         Karotenoid ·         Merah bit ·         Titanium dioksida ·         Antosianin ·         Ekstrak anato Dari jenis pewarna sintetis yang aman dan diperbolehkan, hanya saja penggunaannya dibatasi meliputi : ·         Kuning FCF ·         Kuning kuinolin ·         Ponceau ·         Tartrazine ·         Merah allura ·         Eritrosin ·         Indigotin ·         Karmoisin ·         Biru berlian FCF ·         Cokelat HT ·         Hijau FCF Cara Mengetahui Makanan dengan Kandungan Pewarna Makanan yang Aman Terdapat beberapa jenis pewarna makanan yang tidak diperbolehkan oleh BPOM. Salah satunya adalah Rhodamin B. Padahal, sejatinya, Rhodamin B ini merupakan pewarna sintetis yang lebih lazim digunakan di industri kertas, tekstil, kosmetik, pembersih mulut, pewarna kain, serta dalam sabun. Namun, bahan ini kerap disalahgunakan dengan menambahkannya pada pembuatan terasi, kerupuk, aromanis, agar-agar, sirup, manisan, minuman, dan sebagainya. Padahal, Rhodamin B sangat berbahaya untuk kesehatan. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, maka akan terakumulasi di dalam tubuh manusia. Sehingga, bisa membuat adanya gangguan fungsi hati, pembesaran ginjal dan hati, kanker hati, serta gangguan fisiologis dalam tubuh. Apabila zat ini tertelan sebanya 500 mg/kg BB. Maka, akan terjadi efek toksik. Dimana akan terjadi iritasi saluran cerna dalam waktu yang cukup singkat. Untuk itu, sebaiknya Anda mewaspadai beberapa ciri makanan dengan kandungan pewarna makanan yang kurang aman, diantaranya : 1.       Mempunyai warna yang cerah mengkilap, mencolok, serta berpendar. 2.       Kadang-kadang, warnanya tidak rata (homogen), bahkan, terdapat gumpalan warna di makanan tersebut. 3.       Jika dikonsumsi menyebabkan makanan akan pahit. 4.       Sesudah dikonsumsi, tenggorokan akan merasa tidak nyaman atau gatal. 5.       Produk tidak mencantumkan label, kode, merek, serta identitas lainnya. Meskipun beberapa oknum memalsukan kode produk, tetapi, Anda bisa mengecek izin produknya melalui cekbpom.pom.go.id. Hal yang perlu Anda lakukan untuk menanggulangi pewarna makanan yang tidak aman adalah dengan meneliti saat membeli makanan. Terutama pada produk dengan warna yang terlampau mencolok. Selain itu, cek kode registrasi produknya di laman BPOM. Selanjutnya, jangan membeli produk tanpa adanya informasi kandungan yang terdapat di dalamnya. Cari Pewarna Makanan yang Aman di GSI Dari ulasan di atas, tentu Anda tahu betapa bahayanya menggunakan pewarna makanan sintetis yang tidak sesuai dosis. Maka dari itu, jika Anda memproduksi makanan atau minuman, pastikan menggunakan pewarna makanan yang aman di Global Solusi Ingredia (GSI). Semua produk pewarna di GSI terjamin mutu dan keamanannya. Sebab, menggunakan berbagai macam bahan alami. Mulai dari ekstrak kunyit anato, beta-karoten, oleoresin paprika, kuning telur, jus sayuran, dan sebagainya. Produk yang berkualitas dan aman tentu akan membuat kesehatan konsumen jadi terjamin. Produk yang Anda jual pun memiliki nilai lebih dan daya tarik tersendiri.

Sabtu, 02 Juli 2022 - 22:46

Untuk membuat makanan tampak lebih menarik, maka menggunakan pewarna makanan tentu jadi opsi yang bagus. Namun, sebelum menggunakannya, sebaiknya Anda cek terlebih dahulu berbagai macam jenis pewarna makanan. Sebab, penggunaan pewarna makanan juga diatur dengan ketat oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta Kementerian Kesehatan. Di dalam regulasi yang ada, terdapat dua jenis pewarna makanan yakni meliputi alami dan buatan (sintesis). Agar pengetahuan Anda bertambah, sila simak informasi selengkapnya di bawah ini! Jenis Pewarna Makanan Alami Pewarna makanan alami merupakan bahan tambahan pangan dimana proses pembuatannya menggunakan isolasi, ekstraksi, serta derivatisasi hewan, tumbuhan, mineral, dan sumber alam lainnya. Jenis pewarna yang satu ini memang lebih aman serta minim efek samping. Adapun jenis pewarna alami yang bisa Anda temukan mengandung beberapa zat seperti : 1.       Antosianin Zat ini menghasilkan warna biru dan ungu. Zat antosianin sendiri bisa diperoleh dari buah blueberry, anggur, cranberry, dan sebagainya. Jenis pewarna dengan kandungan antosianin bisa dilarutkan dalam air, sehingga cocok digunakan pada soft drink, agar-agar, sirup, dan soft drink. 2.       Klorofil Klorofil merupakan zat warna yang bisa menghasilkan warna hijau. Untuk mendapatkan warna alami hijau, bahan yang digunakan bisa berupa daun mint, bayam, dan sebagainya. Klorofil sendiri sangat penting untuk suatu tanaman karena berperan dalam fotosintesis. 3.       Karoten Selanjutnya, ada karoten yang menghasilkan warna kuning, merah tua, serta jingga. Zat ini bisa diperoleh dari berbagai jenis sayur dan buah dengan warna serupa, yakni ubi merah, wortel, labu, dan masih banyak lagi. Namun, karoten hanya larut dengan lemak, sehingga lebih cocok dijadikan pewarna makanan produk susu. Selain bahan tersebut, BPOM juga memperbolehkan pewarna makanan alami yang siap pakai seperti riboflavin, kurkumin, karamel, titanium dioksida, serta merah bit. Pewarna Makanan Sintetis Pewarna makanan sintetis terbuat dari bahan kimia. Namun, untuk menggunakannya, bahan kimia tersebut harus lulus uji kelayakan pangan terlebih dahulu. Selain itu, penggunaannya juga perlu ditakar sesuai dengan peraturan dari BPOM supaya tidak menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan. Adapun jenis pewarna makanan sintetis yang diperbolehkan dengan kadar tertentu meliputi : Tartrazin, Ponceau, Karmoisin, Kuning FCF, Kuning Kuinolin, Eritrosin, Indigotin, Merah allura, Biru berlian FCF, Cokelat HT, dan Hijau FCF. Nah, selain beberapa jenis di atas, ada juga jenis pewarna makanan buatan lain yang penggunaannya dilarang oleh pemerintah karena membahayakan kesehatan. Diantara pewarna ini adalah Rhodamin B, Metanil Yellow, Alura Red, dan Sunset Yellow. Zat-zat tersebut disinyalir bisa memicu penyakit kanker karena bersifat karsinogenik. Beberapa diantaranya bahkan lebih sesuai digunakan pada produksi tekstil, tinta, kertas, plastik, cat, kulit, dan sebagainya. Saat dikonsumsi, mungkin, zat-zat tersebut tidak memberikan dampak secara langsung. Akan tetapi, jika dikonsumsi terus menerus, maka akan menumpuk dan bisa menimbulkan tumor dan kanker di kandung kemih, jaringan hati, jaringan kulit, serta saluran pencernaan. Pastikan Membeli Produk Pewarna Makanan yang Aman di GSI Mengingat betapa bahayanya penggunaan pewarna makanan sintetis yang dilarang, sebaiknya Anda pilih produsen yang terpercaya seperti Global Solusi Ingredia atau GSI. Terdapat berbagai macam produk pewarna makanan baik yang alami maupun buatan yang sudah mengantongi sertifikat BPOM. Pewarna makanan GSI di-ekstrak dari berbagai jenis bahan makanan seperti kunyit, beta-karoten, kulit anggur, paprika, kuning telur, karamel, jus sayuran, dan sebagainya. Tentunya sangat aman ketika ditambahkan ke dalam bahan makanan. Tunggu apa lagi, prioritaskan kesehatan Anda dengan menambahkan jenis pewarna makanan yang aman dari GSI!

Contact Us

Contact Us