Produsen Bahan Makanan

Minggu, 03 Juli 2022 - 16:13

Tubuh manusia menghasilkan enzim untuk membantu proses pencernaan. Mulai dari enzim amilase, protease, hingga lipase. Enzim sangat penting untuk pencernaan, apabila ada gangguan enzim pencernaan, maka bisa memicu adanya gangguan perut kembung. Selain diproduksi tubuh, ada juga beberapa jenis makanan yang mengandung enzim. Nah, makanan-makanan tersebut bisa membantu tubuh saat ada pada kondisi yang membuat enzim tidak bisa berfungsi dengan baik. Hal ini terjadi apabila tubuh sedang demam sehingga suhu tubuh akan meningkat. Selain itu, penyebabnya juga karena gangguan pankreas, fibrosis kistik, serta intoleransi makanan dan minuman tertentu. Makanan yang mengandung enzim akan memudahkan prose pencernaan, mengatasi perut kembung, serta memelihara kesehatan enzim pencernaan. Diantara bahan makanan tersebut adalah: 1.       Jahe Terkenal akan khasiatnya dalam meredakan kram dan pilek, ternyata jahe juga mengandung enzim yang bisa mengurangi kembung karena gas dari konsumsi protein. Selain itu, kandungan enzim pada jahe juga memudahkan organ pencernaan untuk menyerap protein. 2.       Nanas Makanan yang mengandung enzim selanjutnya adalah nanas. Buah ini mengandung bromelain yakni enzim yang berfungsi mencerna protein serta kerap dijadikan sebagai obat untuk mengurangi perut kembung. Bromelain kini sudah tersedia dalam bentuk suplemen kesehatan atau dalam bentuk bubuk. Fungsinya untuk mengatasi insulfiensi pankreas, melancarkan penyerapan protein, serta digunakan oleh seseorang yang mempunyai kesulitan pencernaan. 3.       Pepaya Pada buah berwarna oranye ini, terdapat kandungan enzim papain yang berfungsi untuk memecah protein jadi bahan pembangun seperti asam amino. Nah, sebaiknya Anda mengonsumsi pepaya dalam keadaan belum diolah. Sebab, panas yang tinggi bisa merusak enzim di dalamnya. 4.       Pisang Pisang menjadi salah satu makanan yang mengandung enzim amilase dan glukosidase. Kedua enzim ini berfungsi untuk mencerna pati kompleks jadi gula sehingga mudah untuk diserap tubuh. Pisang juga merupakan buah yang jadi sumber serat alami bagi tubuh. 5.       Kunyit Salah satu bahan makanan yang terkenal dengan banyak manfaat kesehatan adalah kunyit. Bahan ini Kunyit juga memiliki kandungan enzim yang bisa mengobati gangguan pencernaan seperti perut kembung. 6.       Madu Madu adalah obat bagi segala penyakit. Tak mengherankan jika madu juga masuk dalam daftar makanan yang mengandung enzim. Pada madu, terdapat enzim amilase, diastase, protease, serta invertase. Seperti pada pepaya, sebaiknya madu dikonsumsi dalam keadaan belum diolah. Sebab, panas yang tinggi bisa menghancurkan enzim di dalamnya. 7.       Mangga Satu lagi buah-buahan yang memiliki kandungan enzim pencernaan amilase yang mengubah karbohidrat jadi gula. Dalam tubuh, enzim amilase diproduksi oleh pankreas dan kelenjar ludah. Untuk mendapatkan enzim amilase dalam jumlah yang cukup dari mangga, sebaiknya dikonsumsi saat buah sudah mulai matang. 8.       Kefir Kefir adalah minuman susu fermentasi yang memiliki kandungan bakteri asam laktat serta enzim-enzim pencernaan. Pasalnya, selama proses fermentasi, bakteri mencerna gula alami pada susu serta mengubahnya jadi asam organik serta karbon dioksida. Selain itu, pada kefir juga ada enzim protease, lipase, dan laktase yang mengubah protein, lemak, dan laktosa. Enzim Juga Ada dalam Bentuk Suplemen Selain melalui makanan, enzim juga tersedia dalam bentuk lain yakni bubuk dan suplemen. Enzim nantinya bisa ditambahkan pada makanan atau minuman. Cara kerjanya sendiri adalah dengan memodifikasi protein, polisakarida, dan lemak. Sehingga, adonan makanan yang dihasilkan lebih stabil. Selain itu, penambahan enzim bisa meningkatkan tampilan luar, tekstur, serta volume adonan. Enzim dapat digunakan untuk berbagai macam bahan seperti daging, susu, keju, roti, mie, serta makanan panggang. Salah satu perusahaan yang memproduksi enzim untuk bahan makanan adalah Global Solusi Ingredia. Perusahaan yang berbasis di Malaysia ini memproduksi enzim  laktase, papain, rennet, protease, chymosin, alpha galactosidase, amilase, aminopeptidase, beta amilase, selulase, glucoamylase , dan masih banyak lagi. Cek website resmi GSI di  https://globalsolusiingredia.com/  untuk detail informasinya. Yuk, dapatkan enzim di GSI untuk berbagai jenis makanan dan penunjang kesehatan. 

Minggu, 03 Juli 2022 - 15:43

Gula merupakan bahan makanan yang mempunyai fungsi memberi rasa manis serta legit pada bermacam-macam makanan ataupun minuman. Pada umumnya, gula terbuat dari air tebu atau bisa juga dari nira kelapa. Namun tahukah Anda bahwa selain gula pasir biasa, masih ada beberapa jenis gula lainnya. Memang gula tak cuma sebagai pemanis rasa saja namun juga bisa dipakai sebagai penyedap rasa dengan cara dikombinasikan dengan garam, bahkan kombinasi ini lebih sehat dibandingkan dengan menggunakan MSG. Sekarang apakah Anda mengenal jenis gula selain gula pasir dan gula merah? Tentu sebagian besar belum mengenal beberapa jenis yang lainnya.  Padahal masih ada gula jenis lainya, berikut ulasan selengkapnya: Gula Batu Sesuai dengan namanya, jenis gula yang pertama ini memang berbentuk menyerupai batu kristal yang berukuran sedang. Gula ini terbuat dari air tebu yang dilarutkan dengan direbus dengan air, gula batu sendiri mempunyai tekstur yang keras dan tidak gampang larut dengan air. Gula batu di Indonesia sering kali dikaia sebagai pemanus untuk teh serta minuman tradisional semacam jamu. Gula batu menjadi penawar kepahitan jamu atau obat-obatan. Gula Kastor Sepintas gula kastor hampir sama dengan gula halus, hanya saja yang membekannya adalah pada tekstur gula kastor yang lebih halus berupa butiran-butiran halus yang tetap nampak jelas terlihat. Gula jenis ini sering digunakan menjadi campuran  icing  serta  whipped cream  guna mempercantik tampilan sebuah kue. Gula Pasir Gula pasir merupakan gula yang paling populer dan pasti diketahui seluruh masyarakat Indonesia. Gula ini paling banyak dipakai untuk penambah rasa manis untuk berbagai jenis minuman maupun makanan. Bentuknya berupa kristal halus bertekstur sedikit kasar. Gula pasir dibuat dari air tebu yang direbus sampai mengental lalu dihaluskan sampai menjadi butiran gula. Selain itu gula pasir sering dikatakan sebagai pemanis yang memiliki berbagai kegunaan lantaran bisa dipakai sebagai pemanis minuman, bahan pembuat karamel, dan penambah atau penyedap rasa masakan. Gula Merah Jenis gula yang selanjutnya adalah gula merah atau sering disebut dengan nama gula jawa. Gula yang satu ini menjadi salah satu pemanis tradisional khas Indonesia. Behan baku gula merah berbeda dengan gula pasir yang berbahan tebu maka gula merah berbahan air nira atau air buah aren yang kemudian direbus sampai berubah menjadi warna kecoklatan. Tekstur dari gula merah adalah agak keras dan sudah lama menjadi pemanis andalan untuk berbagai panganan tradisional semacam bolu kukus, dodol, lopis, dan lain sebagainya. Brown Sugar Selanjutnya ada gula cokelat atau terkenal dengan sebutan  brown sugar  yang terbuat dari gula pasir dicampur dengan molase yang merupakan sari tebu warna coklat gelap bertekstur agak basah serta lengket saat disentuh.  Brown sugar  mempunyai beberapa wangi karamel yang unik. Berkat keunikan wanginya ini maka gula jenis ini sering dipakai untuk campuran kue dan roti supaya hasilnya lebih menggugah selera. Selain itu  brown sugar  juga kerap disajikan menjadi penambah rasa serta aroma minuman kopi maupun teh hangat. Berkaitan dengan jenis gula yang bergitu beragam maka GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia yang menjadi perusahaan pemasok bahan makanan, fungsional maupun khusus yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia. GSI memiliki produk pemanis tambahan yang dapat diaplikasikan pada makanan ataupun minuman. Produk GSI yang satu ini memiliki rasa manis dengan maupun tanpa jumlah kalori yang dibatasi. Sehingga makanan atau minuman yang Anda sajikan semakin sempurna dengan pemanis dari GSI Indonesia.

Minggu, 03 Juli 2022 - 01:03

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika vitamin C mempunyai berbagai fungsi bagi tubuh. Salah satu manfaat vitamin C yang paling familiar adalah mampu menjaga daya tahan tubuh. Apalagi, di masa pandemi seperti saat ini, vitamin C jadi asupan mutlak yang harus dikonsumsi oleh seseorang. Vitamin C sebetulnya bisa didapatkan dari berbagai jenis sumber makanan hingga suplemen pelengkap. Vitamin C sendiri dikenal juga dengan nama asam askorbat serta memiliki sifat yang larut dalam air serta tidak mampu diproduksi dalam tubuh. Adapun sumber vitamin C yang perlu Anda ketahui adalah sayuran dan buah-buahan. Nah, vitamin ini sendiri harus dikonsumsi dengan dosis yang tepat, untuk usia dewasa, bisa mengonsumsi sekiranya 500 mg setiap hari. Jika kebutuhan vitamin C dapat terpenuhi, maka Anda akan mendapatkan manfaat sebagai berikut: 1.       Mencegah Kekurangan Zat Besi Fungsi zat besi adalah mengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh. Nah, dengan mengonsumsi vitamin C, maka tubuh akan lebih mudah menyerap zat besi tersebut. Dengan begitu, vitamin C juga akan mengurangi risiko anemia bagi seseorang yang rentan terhadap penyakit tersebut. 2.       Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dalam sebuah riset disebutkan bahwa mengonsumsi vitamin C bisa membantu tubuh dalam menurunkan tekanan darah yang tinggi. Namun, dalam hal ini, vitamin C hanya bersifat membantu saja. Jika memiliki hipertensi, Anda juga harus melakukan solusi lainnya dan tidak disarankan hanya mengandalkan vitamin C saja. 3.       Mengurangi Risiko Berbagai Penyakit yang Kronis Manfaat vitamin C yang selanjutnya adalah mampu menjaga tubuh dari berbagai penyakit kronis. Hal ini karena antioksidan yang kuat pada vitamin C. Antioksidan merupakan molekul yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kinerja vitamin C dengan melindungi sel dari molekul yang berbahaya (radikal bebas). Jika radikal bebas tidak diatasi, maka bisa menimbulkan penyakit yang kronis. 4.       Membantu Prose Pemulihan dari Kondisi Sakit Jika Anda sedang dalam masa pemulihan akibat penyakit tertentu, maka mengonsumsi vitamin C sangat disarankan. Hal ini karena vitamin dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Manfaat vitamin C juga sangat bagus bagi penyakit seperti pilek dan batuk. Hanya dengan mencukupi kebutuhan vitamin C tersebut, maka keluhan penyakit dapat berkurang. Selain itu, vitamin C juga bagus untuk seseorang yang mengalami kelelahan usai melaksanakan aktivitas yang berat. Pun, dapat dikonsumsi untuk pencegahan penyakit demam berdarah. 5.       Bagus untuk Kulit Memiliki kulit yang halus dan sehat adalah impian semua orang. Nah, salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan mengonsumsi cukup vitamin C. Sebab, vitamin C memiliki peran yang besar dalam proses produksi kolagen. Dimana kolagen ini dapat mencegah keriput, menyembuhkan luka, memperlambat penuaan, serta mencerahkan kulit dan menjaga keremajaan kulit. Dari pembahasan di atas, tentu Anda mengetahui bahwa manfaat vitamin C sangat baik untuk kesehatan. Maka dari itu, sangat penting memasukkannya dalam asupan harian. Selain melalui makanan dan minuman, vitamin C juga bisa Anda dapatkan dari suplemen. Salah satu produsen penyedia vitamin C adalah Global Solusi Ingredia. Tidak hanya vitamin C saja, ada juga beberapa jenis vitamin yang tersedia seperti vitamin A, C, D, E, tbeta karoten, tocotriends, tocophenol, dan sebagainya. Pengaplikasian vitamin dari GSI ini bisa untuk konsumsi secara langsung, ditambahkan dalam formula bayi, dan sebagai tambahan pada minyak dan lemak. Kualitas bahan makanan dari GSI sangat tinggi karena diolah menggunakan teknologi yang modern dan inovasi termutakhir. Untuk itu, bagi perusahaan makanan atau minuman bisa memercayakan kebutuhan bahan makanan pada Global Solusi Ingredia.

Minggu, 03 Juli 2022 - 00:48

Saat ini, mengonsumsi makanan bukan hanya menjadi kebutuhan mengisi perut saja. Melainkan juga untuk menjaga kesehatan atau bahkan memperpanjang usia. Maka dari itu, kini banyak produsen bahan makanan berlomba-lomba menciptakan inovasi baru. Sehingga, hasil produksinya bisa memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan masyarakat. Pasalnya, saat ini banyak makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Serta, jika dikonsumsi dalam jangka waktu singkat atau panjang bisa menyebabkan penyakit. Sementara itu, makanan sehat harusnya mengandung zat yang diperlukan tubuh dengan jumlah yang memadai. Lantas, apa saja produk bahan makanan sehat yang seharusnya Anda konsumsi? Mari ketahui lebih jauh agar Anda lebih selektif dalam memilih makanan! Mengandung Serat yang Tinggi  Bagi Anda yang sedang menjalankan diet, tentu sudah tidak asing lagi dengan kandungan serat dalam makanan. Nah, serat sendiri merupakan karbohidrat kompleks yang tidak bisa dicerna tubuh. Berbeda dengan lemak, protein, serta karbohidrat biasa yang mudah dipecah tubuh. Serat hanya melalui organ pencernaan sesudah mengonsumsi makanan. Kemudian, akan dikeluarkan lagi melalui anus. Ada beberapa manfaat serat bagi tubuh seperti menurunkan kadar kolesterol, membantu mendapatkan berat badan yang ideal, serta bisa mengontrol kadar gula dalam darah. Nah, jenis makanan yang mengandung serat diantaranya beras merah, buah-buahan, kembang kol, kangkung, kacang-kacangan, gandum, pasta, wortel, dan sebagainya. Mengandung Omega-3 Omega 3 merupakan asam lemak yang sangat penting bagi metabolisme tubuh. Meski begitu, omega 3 tidak diproduksi tubuh sehingga cara mendapatkannya adalah dari asupan makanan sehari-hari. Nah, fungsi asam lemak ini adalah untuk cadangan energi dan baik bagi jantung, otot, serta organ yang lain. Sumber alami omega-3 diantaranya minyak nabati, minyak ikan, argan oil, minyak biji rami, minyak kanola, dan sebagainya. Selain itu, omega 3 juga terdapat pada berbagai jenis ikan, misalnya pada salmon, sarden, tuna, dan patin. Kerang, udang, dan bayam juga makanan yang memiliki kandungan omega-3 yang cukup tinggi. Kini, banyak juga produsen bahan makanan yang melakukan inovasi dengan menambahkan omega-3 pada produknya. Sehingga, Anda sudah mendapatkan manfaat tersebut bukan melalui bahan yang dikonsumsi setiap hari. Mengandung Antioksidan Antioksidan merupakan zat yang bisa memperlambat kerusakan sel yang dikarenakan radikal bebas. Tentunya Anda tahu bahwa radikal bebas disebabkan karena beberapa hal seperti paparan asap rokok, polusi udara, alkohol, kadar gula darah tinggi, dan sebagainya. Sejatinya, tubuh manusia dapat memproduksi antioksidan. Namun, seiring berjalannya waktu, produksinya akan melambat. Nah, antioksidan sendiri ada pada beberapa asupan makanan yang mengandung vitamin C dan E, karoten, serta beta karoten. Mengandung Lemak Baik Anda tentu kurang tepat jika menganggap bahwa semua lemak memiliki efek yang tidak baik bagi tubuh. Kabar baiknya, ada beberapa jenis lemak yang baik yang disebut dengan HDL atau  high-density lipoprotein . Lemak baik justru akan membuat jantung lebih sehat karena menormalkan tekanan darah. Contoh makanan dengan lemak baik adalah buah alpukat dan berbagai jenis minyak nabati. Produk Makanan dari GSI Tak hanya melalui bahan makanan alami saja, kini, Anda bisa mendapatkan kandungan yang menyehatkan pada produk makanan buatan. Seperti inovasi yang dilakukan oleh produsen bahan makanan Global Solusi Ingredia atau GSI. GSI sendiri merupakan bagian dari grup Global Specialty Ingredients Sdn Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Perusahaan ini memproduksi bahan makanan fungsional dan khusus. Beberapa jenis bahan makanan sehat yang diproduksi adalah  functional emulsifier , pangan fungsional, antioksidan,  antimicrobials , cokelat, pewarna makanan alami, dan sebagainya. Produsen bahan makanan yang satu ini selalu melakukan inovasi supaya produknya sehat untuk dikonsumsi serta memenuhi kebutuhan gizi. Untuk itu, segera ganti bahan makanan Anda dengan produk GSI yang sudah jelas sehat dan menjanjikan.

Sabtu, 02 Juli 2022 - 23:56

Functional food tentu menjadi salah satu jenis makanan yang familiar bagi pelaku industri food and beverages. Keberadaan pangan fungsional ini menjadi sangat penting karena mengandung komponen bioaktif yang bisa memberikan dampak positif untuk metabolisme. Makanan yang digolongkan sebagai jenis functional food tentu memiliki syarat tertentu. Sehingga, zat gizi di dalamnya memang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan tubuh sesuai yang dikehendaki. Definisi Functional Food Berbagai jenis functional food adalah bahan makanan alami seperti buah dan sayur maupun pangan olahan yang memiliki kandungan berupa komponen bioaktif yang baik untuk metabolisme. European Commission Concreted Action on Functional Food Science in Europe atau FUFOSE juga mendefinisikan functional food apabila suatu bahan pangan mengandung satu atau lebih manfaat pada target fungsi tubuh sehingga bisa meningkatkan status kesehatan serta kebugaran. Selain itu, bisa menurunkan risiko suatu penyakit. Sedangkan menurut Badan POM RI, functional food dikatakan sebagai bahan pangan yang alami maupun sudah diproses dan mengandung beberapa senyawa yang memiliki fungsi fisiologis dan bermanfaat untuk kesehatan. Fungsi fisiologis dari jenis functional food diantaranya: 1.       Mencegah penyakit 2.       Memperlambat penuaan pada tubuh 3.       Regulasi kondisi ritme fisik dari tubuh 4.       Dapat menyehatkan tubuh kembali atau recovery 5.       Dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia Persyaratan Functional Food Suatu bahan pangan untuk bisa digolongkan pada jenis functional food apabila memiliki tiga sifat yang penting meliputi : 1.       Asupan zat gizi esensial bagi keberlangsungan hidup. 2.       Memiliki pemuasan sensori atau teksturnya baik serta rasanya enak. 3.       Secara fisiologis dapat dijadikan regulasi bioritme, sistem imun, sistem syaraf, serta pertahanan tubuh. Jadi, banyak negara maju yang memilih bahan pangan tidak hanya berdasarkan kandungan gizi serta rasanya saja. Namun, juga memiliki pengaruh pada kesehatan manusia. Bahkan, makanan harus mampu menghilangkan dan menyembuhkan efek negatif dari suatu penyakit. Dengan anggapan ini, maka jenis functional food menjadikan sebuah paradigma baru untuk ilmu serta teknologi pangan. Pun, dilakukan modifikasi produk pangan agar memiliki sifat fungsional. Kini, Indonesia juga mulai memproduksi atau mengimpor berbagai macam bahan pangan fungsional. Senyawa yang Memiliki Fungsi Fisiologis pada Functional Food Terdapat beberapa senyawa yang memiliki fungsi fisiologis pada pangan fungsional. Diantara senyawa tersebut adalah : ·         Serat pangan atau dietary fiber ·         Gula alkohol atau polyol ·         Asam lemak tak jenuh atau polyunsaturated fatty acids ·         Glokosida dan isoprenoid ·         Oligosakarida ·         Peptida serta protein tertentu ·         Polifenol dan isoflavon ·         Bakteri asam laktat ·         Koiln dan lesitin ·         Vitamin dan mineral ·         Phytosteron Meski adanya kandungan senyawa tersebut, tetapi, jenis functional food tidak berbentuk tablet, kapsul, dan bubuk. Functional food juga berbeda dengan suplemen atau obat. Obat memiliki fungsi yang bersifat kuratif pada suatu penyakit, sedangkan bahan pangan fungsional sifatnya hanya membantu mencegah penyakit saja. Adapun beberapa contoh functional food meliputi: mie instan yang mengandung vitamin dan mineral, breakfast cereals, pagan tanpa lemak, minuman dengan kandungan suplemen dietary fiber, cola rendah kalori, minuman isotonic, pasta dengan dietary fiber, permen dengan zat besi dan vitamin, minuman untuk pencernaan, teh dengan kalsium, sport drink, sosis dengan serat dan oligosakarida, dan sebagainya. Dapatkan Jenis Functional Food di GSI Sebagai salah satu produsen functional food terkemuka di Malaysia, Indonesia, dan beberapa negara lain, Global Solusi Ingredia dapat menjamin mutu dan kualitas produknya. Beberapa jenis functional food yang diproduksi meliputi functional emulsifier, functional food ingredients, antioxidant, chocolate, flavor, dan sebagainya. Segera hubungi GSI untuk mendapatkan bahan makanan berkualitas tinggi, mengandung gizi, sekaligus bermanfaat bagi tubuh. 

Sabtu, 02 Juli 2022 - 23:47

Fungsi antioksidan pada makanan adalah bisa melindungi sel akibat kerusakan karena radikal bebas. Nah, radikal bebas sendiri merupakan zat yang terbentuk alami ketika tubuh melakukan metabolisme. Ancaman radikal bebas juga berasal dari luar seperti asap rokok, polusi, obat, dan pestisida. Apabila tubuh terpapar radikal bebas secara terus menerus dan berlebihan, maka ada risiko terjadi penuaan dini. Selain itu, tubuh rentan terkena penyakit seperti kanker, jantung, serta demensia. Maka dari itu, tubuh membutuhkan antioksidan untuk bisa melawan radikal bebas ini. Terdapat beberapa jenis zat yang tergolong sebagai antioksidan seperti polifenol, flavonoid, likopen, lutein, beta karoten, zinc, glutathione, selenium, antosianin, Vitamin A, C, dan E. Dalam beberapa penelitian, fungsi antioksidan pada makanan juga bisa diperoleh dari vitamin D meskipun harus dibuktikan lebih lanjut. Sumber Antioksidan Alami Antioksidan alami dapat diperoleh dari berbagai jenis sayur, buah, kacang, dan tumbuhan herbal. Selain itu, antioksidan juga ada pada rumput laut serta makanan laut lainnya (selain ikan). Pada daging tanpa lemak, terkandung juga antioksidan meski jumlahnya cukup sedikit. Nah, fungsi antioksidan pada makanan bisa Anda dapatkan dari : 1.       Stroberi : mengandung antosianin tinggi. Dimana antosianin bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, antosianin juga dapat menurunkan kolesterol jahat pada darah dan bisa meningkatkan kadar kolesterol yang baik. 2.       Mangga : mengandung beta karoten, polifenol, vitamin C, dan serat. Fungsi zat tersebut untuk membantu tubuh dalam menyerap zat besi, meningkatkan kekebalan tubuh, serta membantu proses pencernaan. 3.       Teh dan kopi : mengandung polifenol dan flavonoid yang dapat membantu melawan kanker serta mencegah penyumnatan pembuluh darah arteri. 4.       Biji-bijian : mengandung selenium dan zinc yang berperan pada proses metabolisme tubuh serta bisa mencegah dampak yang buruk karena radikal bebas. 5.       Cokelat hitam : mengandung antioksidan dan mineral tinggi. Fungsinya untuk mengurangi risiko penyakit jantung serta peradangan. 6.       Bayam : mengandung zeaxanthin dan lutein yang baik untuk menjaga mata dari pengaruh radikal bebas. Sumber Antioksidan Buatan Fungsi antioksidan pada makanan juga terkandung pada suplemen. Beberapa diantaranya ada pada jus purwaceng, tahitian noni, serta glutathione. Suplemen tersebut bisa mencegah kerusakan karena radikal bebas serta menangkal berbagai macam penyakit. Akan tetapi, pada konsumsi suplemen antioksidan harus berhati-hati. Sebab, mengonsumsi terlalu banyak suplemen juga tidak baik untuk kesehatan. Seperti beta karoten berlebihan yang bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru, vitamin E dosis tinggi akan meningkatkan risiko stroke dan kanker prostat. Selain itu, suplemen antioksidan dalam bentuk vitamin A, D, E, dan K yang berlebihan akan menyebabkan keracunan. Fungsi Antioksidan pada Makanan Jika diaplikasikan pada makanan, antioksidan juga memiliki berbagai macam fungsi, seperti mencegah pembusukan makanan karena jamur, bakteri, dan ragi. Selain itu, antioksidan juga bisa mencegah perubahan warna, tekstur, dan rasa. Fungsi antioksidan pada makanan juga terkait dengan memperpanjang umur simpan makanan dan minyak goreng, pun, dapat mempertahankan kesegaran makanan. Antioksidan, antimikroba, dan pengawet pada makanan bisa diaplikasikan pada jeli, saus buah, makanan panggang, daging murni, margarin, makanan ringan, kue, sereal, minyak, buah dan sayur. Nah, jika Anda membutuhkan beberapa jenis antioksidan, antimikroba, dan pengawet untuk makanan, percayakan pada Global Solusi Ingredia. Kami menyediakan formulasi antioksidan dan berbagai zat yang mampu mengawetkan makanan. Selain itu, tersedia juga bahan berupa BHA, BHT, TBHQ, EDTA, tocopherols, asam askorbat, asam sitrat, ekstrak rosemary, ekstrak teh hijau, propil galgate, natrium nitrit, dan masih banyak lagi.

Contact Us

Contact Us