Industri Bahan Makanan

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:16

Agar makanan yang dikonsumsi terlihat lebih menarik, pewarna biru alami pada kue kerap digunakan. Biasanya warna biru ini sering digunakan untuk  pancake ,  cake , atau juga  frosting .  Di sekitar kita, ternyata ada beberapa makanan alami yang memberi warna biru alami. Tentunya selain mengandalkan warna buatan yang lumayan beresiko. Umumnya pewarna alami ini punya kandungan polifenol yang banyak dijumpai di sayur atau buah-buahan.  Hal tersebut sesuai dengan pernyataan yang dikutip dari jurnal “Natural Food Colouring: A Healthier Alternative to Artificial Food Colouring” (2013) yang ditulis oleh M. Y. Kamatar. Banyak sekali pewarna biru alami yang bisa digunakan. Bagi yang penasaran, berikut beberapa pewarna asli yang dapat digunakan untuk membuat makanan menjadi biru : Bunga telang   Berdasarkan laman instructables.com, banyak makanan tradisional dari Asia Timur yang menggunakan bunga telang sebagai pewarna alami untuk membuat menu makanan tertentu. Butterfly pea flower  atau yang dikenal dengan nama bunga telang tersebut merupakan pewarna alami yang biasanya dikeringkan untuk minuman teh.  Baca juga:  Ini Dia 3 Parameter Kualitas Cokelat Terbaik Banyak sekali makanan yang menggunakan bahan pewarna alami biru ini. Misalnya pulut tai tai dari Malaysia yang terbuat dari ketan campur santan dan daun pandan yang kemudian diberi tambahan warna biru bunga telang. Selain itu ada juga chord ladda yang merupakan pangsit basah khas Thailand yang memiliki bentuk bunga. Di mana makanan ini juga membutuhkan warna biru alami yang diambil dari bunga telang.  Di Indonesia, bunga telang sering dikeringkan yang selanjutnya diseduh. Dari seduhan tersebut, jadilah teh bunga telang yang sangat harum dan punya kandungan bagus untuk tubuh.   Kubis merah   Kubis memang identik dengan warna putih kehijauan. Namun ternyata ada juga kubis berwarna ungu yang punya tampilan warna berbeda. Kubis yang dikenal dengan sebutan  red cabbage  ini bagian sarinya mampu menghasilkan warna biru pekat.  Hanya saja untuk mendapat warna tersebut memang butuh trik khusus yang tidak sembarang orang bisa mendapatkannya. Diambil dari laman The Spruce Eats, berikut teknik membuat warna biru alami  red cabbage :  ●     Langkah pertama mengolah pewarna alami biru ini, kamu bisa memotong 1/4 bagian kubis yang telah dibersihkan. ●     Potongan kubis tersebut silahkan ditaruh dii teflon dengan satu cup air. ●     Masak kubis hingga benar-benar mendidih. ●     Kecilkan api untuk memasak dan masak kubis kembali setidaknya selama 20 menit. ●     Jika kubis sudah mulai matang, saring air untuk merebus kubis agar tidak ada irisan kubis yang tersisa di bagian teflon tersebut. ●     Sampai di proses ini, biasanya warna kubis yang dihasilkan memang masih ungu. ●     Campurkan dengan sedikit teh baking soda agar mengubah warnanya menjadi biru. ●     Kemudian rebus lagi hingga air setidaknya berkurang sampai 1/2 atau lebih agar hasil warna birunya lebih intens. ●     Berikutnya dinginkan air rebusan tersebut. ●     Barulah selanjutnya pakai untuk mewarnai makanan yang Anda inginkan. Ingat, warna biru yang dihasilkan dari pewarna alami biru  red cabbage  ini dapat kembali jadi ungu jika bahannya kena asam. Artinya, kamu harus mengurangi bahan yang mengandung asam saat membuat makanan.  Baca juga:  3 Tips Jitu Agar Permukaan Bolu Mulus Cornflower biru   Bunga ini juga sering dipakai untuk pewarna alami untuk warna biru. Bunganya dapat langsung dimakan atau ditambah ke salad atau garnish. Rasanya cenderung lebih lembut seperti rumput. Bagi yang membutuhkan pewarna alami biru, Global Solusi Ingredia juga menyediakan beberapa produk unggulan. Selain lebih aman, Anda tidak perlu membuat pewarna alami dari nol. Karena bisa langsung pakai produknya saja. Langsung saja hubungi nomor yang telah tertera pada website. Cek juga produk lain yang tersedia, mulai dari minyak antioksidan, vitamin, pengawet makanan, dan sebagainya.

Kamis, 07 Juli 2022 - 22:52

Seiring dengan hadirnya teknologi dan semakin masifnya arus globalisasi,  industri bahan pangan Indonesia  semakin berkembang ke arah yang terintegrasi. Salah satu perkembangan industri tersebut dapat terlihat dari ekspansi yang dilakukan Indonesia melalui bahan makanan dan gastronomi. Membahas tentang gastronomi, Indonesia memiliki potensi yang sangat luas untuk menjadi pemain di pasar produk pangan global. Oleh karenanya, penting untuk terlebih dahulu memahami makna gastronomi berikut ini. Apa itu Gastronomi? Gastronomi merupakan istilah yang banyak digaungkan beberapa dekade belakangan ini. Meskipun belum terlalu familiar untuk beberapa kalangan, namun sebetulnya efek atau dampak dari gastronomi secara tidak langsung telah dirasakan masyarakat secara umum. Istilah gastronomi ini bahkan menurut Eni Hermayani, seorang dekan dari Universitas Gajah Mada pada Fakultas Teknologi Pertanian, adalah istilah yang menjadi konsep yang telah melekat pada masyarakat Indonesia selama beratus-ratus tahun lamanya. Jika dilihat dari segi kata dalam bahasa, sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) gastronomi merupakan suatu seni untuk menyajikan makanan agar terlihat lezat dan menarik. Atau dengan kata lain, gastronomi berkaitan erat dengan konsep tata boga. Jika konsep ini dikelola secara baik dan maksimal, maka akan dapat menjadi aspek yang mampu mendorong perekonomian masyarakat dan sumber kesejahteraan. Baca juga:  7 Dampak Mengkonsumsi Pengawet Berbahaya Bagaimana Gastronomi Indonesia? Tidak dapat dipungkiri bahwa  industri bahan pangan  dan makanan masih menjadi salah satu sektor yang diunggulkan oleh Indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya makanan tradisional Indonesia yang menjadi komoditas gastro-diplomasi (diplomasi dengan aspek gastronomi nasional) di kancah internasional. Salah satu makanan Indonesia yang menjadi komoditas gastro-diplomasi tersebut adalah rendang. Bahkan di beberapa kesempatan rendang dikatakan sebagai makanan ternikmat di dunia. Berkaitan dengan industri secara menyeluruh, tentu banyak sekali pesaing yang dihadapi oleh gastronomi Indonesia. Terutama pesaing yang hadir dari para perusahan multinasional besar di dunia ( MNC  atau  multinational cooperation ). Namun lagi-lagi, Indonesia tidak kalah eksis dalam bidang gastronomi ini, sebab salah satu perusahaan Indonesia juga eksis di tingkat global. Perusahaan tersebut adalah Indofood dengan produk unggulannya yakni Indomie. Industri Makanan Ramah Lingkungan Selain dengan adanya sumber komoditas gastrodiplomasi berupa makanan khas daerah, produk khas Indonesia, maupun rempah-rempah autentik, hal lain yang penting untuk diperhatikan dalam sebuah industri pada umumnya adalah aspek inovasi. Menyadari hal tersebut, Indonesia berinovasi dengan menciptakan produk-produk makanan ramah lingkungan. Aspek ramah lingkungan ini diwujudkan Indonesia melalui kemasan makanan yang tidak merusak alam. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini kemasan makanan yang dijual di Indonesia telah banyak menyumbang sampah plastik yang mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, beberapa tahun belakangan ini, banyak UMKM dan pelaku usaha di masyarakat yang menjunjung aspek  green product  sekaligus sebagai bukti komitmen Indonesia terhadap agenda  sustainable development goals  atau SDGs 2030. Baca juga:  5 Jenis Antioksidan Sintetis yang Umum Digunakan Berbagai inovasi dalam bidang gastronomi tersebut menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Bahwasanya, inovasi tidaklah lahir secara instan melainkan selalu melewati proses panjang dan terkadang perlu untuk dilatih. Berbagai cara dapat kamu lakukan untuk mengasah daya kreasi dan inovasi agar dapat menciptakan makanan yang berdaya saing di industri domestik maupun global. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa proses menemukan inovasi dan ide tidaklah mudah. Oleh sebab itu diperlukan banyak aktivitas produktif untuk mendorong daya pikir dan daya cipta. Salah satu upaya yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan inovasi terbarukan adalah dengan mengikuti pelatihan dan konsultasi dengan pihak yang terpercaya.  PT Global Solusi Ingredia adalah salah satu perusahaan yang dapat membantu Anda dalam hal ini menghubunginya melalui nomor +628161391263 atau mengunjungi web resminya. Anda juga bisa mendapatkan bahan pangan berkualitas di GSI.

Kamis, 07 Juli 2022 - 22:43

Enzim amilase merupakan salah satu enzim yang bisa ditemukan di dalam mulut manusia. Enzim ini diproduksi di dalam air liur, pankreas dan juga di dalam usus halus. Tugas dari enzim ini yaitu untuk mengubah karbohidrat menjadi gula atau glukosa. Tahukah Anda apabila enzim ini bisa ditemukan juga di dalam makanan? Lalu makanan apa sajakah itu? Berikut diantaranya. Madu Madu merupakan cairan yang sangat kaya akan kandungan senyawa bermanfaat, termasuk juga dengan enzim pencernaan. Terdapat empat enzim yang terkandung di dalam madu, diantaranya yaitu enzim diastase, invertase, amilase dan juga enzim protease. Akan tetapi enzim ini akan hilang apabila terkena suhu yang sangat tinggi. Oleh karena itu, apabila Anda ingin mendapatkan kandungan senyawa pada madu yang tinggi. Sangat disarankan untuk membeli madu mentah, karena kebanyakan pada jenis madu olahan telah melalui proses pemanasan yang tinggi. Sehingga kandungan enzim yang ada di dalamnya cenderung telah mengalami kerusakan. Baca juga:  Ketahui 5 Perbedaan Ragi dan Emulsifier Buah Mangga Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan jenis buah manis yang satu ini. Buah mangga merupakan salah satu jenis buah tropis yang sangat populer ketika menjelang musim panas. Buah ini tidak hanya kaya akan kandungan vitamin yang dimilikinya Akan tetapi buah ini juga mengandung enzim amilase yang dapat membantu Anda dalam proses pencernaan. Kandungan enzim ini akan menjadi sangat aktif apabila buah mangga sudah mulai matang. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya rasa manis apabila buah mangga sudah saatnya matang. Kimchi Bagi Anda yang suka dengan film Korea, tentu sudah sering melihat makanan ini bukan? Kimchi merupakan makanan hasil fermentasi yang terbuat dari aneka jenis sayuran. Karena makanan ini diproses dengan melalui fermentasi, sehingga dapat memberikan tambahan bakteri baik yang bisa menambahkan berbagai macam manfaat. Makanan khas Korea ini mengandung bakteri yang berasal dari jenis Bacillus. Sehingga menghasilkan enzim amilase, protease dan lipase. Buah Pisang Buah pisang juga menjadi jenis buah yang banyak mengandung enzim pencernaan alami. Hal ini terbukti akan kandungannya yang terdapat enzim glucosidase dan amilase. Kedua jenis enzim ini dapat berfungsi untuk memecah karbohidrat kompleks. Sama seperti dengan buah mangga, enzim ini akan memecah pati menjadi gula apabila buah pisang ini telah menunjukkan tingkat kematangan yang tinggi. Sehingga rasa yang dihasilkan menjadi lebih manis dibandingkan pada saat buah masih mentah. Selain kaya akan kandungan enzimnya, buah ini juga menjadi sumber serat makanan yang lebih unggul. Sehingga buah ini sangat cocok untuk membantu kesehatan pencernaan Anda. Jahe Umumnya jahe merupakan salah satu bahan pelengkap dalam pembuatan berbagai olahan makanan. Berbagai manfaat yang dihasilkan oleh jahe seringkali dikaitkan dengan enzim pencernaan. Baca juga:  Si Kecil Lebih Sehat dengan Ragam Jenis Essential Oil untuk Bayi Berdasarkan beberapa studi yang telah dilakukan, jahe dapat membantu proses pencernaan makanan menjadi bergerak lebih cepat pada saat melalui perut. Hal tersebut dengan meningkatkan kontraksi yang ada di dalamnya. Selain itu, rempah-rempah ini juga mengandung enzim lipase dan juga amilase. Dengan demikian, jahe ini sangat cocok untuk menjadi alat pengobatan alami yang menjanjikan. Nah, itulah beberapa makanan yang mengandung enzim amilase alami untuk membantu Anda dalam memperlancar saluran pencernaan. Bagi Anda merupakan salah satu produsen bahan makanan yang membutuhkan enzim amilase, maka bisa dengan mudah mendapatkannya di PT Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini dapat membantu Anda untuk melengkapi berbagai kebutuhan pada industri Anda. Baik itu industri pangan maupun non pangan.

Kamis, 07 Juli 2022 - 22:22

Ada banyak perubahan dalam kehidupan manusia atau masyarakat. Salah satunya adalah perubahan dari segi pola makanan salah satunya mulai dikenalnya bahan makanan fungsional. Semakin dikenalnya bahan makanan yang satu ini maka semakin berkembang pula  industri bahan makanan  fungsional termodifikasi. Mungkin diantara Anda masih sangat asing dengan dunia industri bahan makanan fungsional karena selama ini belum kenal atau bahkan belum tahu. Jika ternyata, beberapa makanan yang dikonsumsi berasal dari bahan makanan fungsional termodifikasi tersebut. Maka dalam tulisan ini akan mencoba mengajak lebih berkenalan dengan bahan makanan fungsional termodifikasi mulai dari pengertian, jenis, contoh dan manfaatnya. Apa Itu  Bahan Makanan Fungsional Termodifikasi Secara umum, bahan makanan fungsional merupakan makanan yang dikenal karena manfaatnya untuk mengoptimalisasi kesehatan tubuh serta meminimalisir risiko serangan penyakit. Sedangkan jenis bahan makanan ini terbagi menjadi dua yaitu, bahan makanan fungsional konvensional dan bahan makanan fungsional termodifikasi. Sekilas bahan makanan fungsional konvensional adalah sumber makanan yang mengandung beraneka nutrisi penting bagi tubuh dan semua bersumber alami dari alami tanpa ada campuran apapun. Sedangkan  bahan makanan fungsional termodifikasi yaitu bahan makanan dengan tambahan bermacam-macam nutrisi. Baca juga :  7 Manfaat Minyak Sayur dalam Dunia Kesehatan Jenis atau Contoh Bahan Makanan Fungsional Termodifikasi Jika Anda mulai membidik dunia industri bahan makanan fungsional termodifikasi, maka ada baiknya untuk mengetahui jenis ataupun contoh dari bahan makanan fungsional tersebut sehingga bisa mengetahui pangsa pasar yang paling tepat. Bahan makanan fungsional termodifikasi sejatinya merupakan bahan makanan yang sudah diolah serta diperkaya dengan berbagai nutrisi tambahan. Beberapa nutrisi tambahan yang dimaksud seperti vitamin, serat, mineral, maupun probiotik. Tujuan dari berbagai penambahan nutrisi tadi sudah pasti untuk memperkaya manfaat dari bahan makanan tersebut bagi kesehatan. Adapun beberapa contoh makanan fungsional termodifikasi yang sering ditemui di pasaran antara lain: ·         Yogurt dengan tambahan kandungan vitamin D ·         Susu  almond, susu beras, ataupun susu kacang mete yang diperkaya dengan kandungan kalsium dan vitamin D ·         Jus buah dalam kemasan yang  diperkaya kandungan vitamin C ·         Susu dengan kandungan kalsium yang diperkaya ·         Roti dan pasta dengan zat besi yang diperkaya ·         Sereal serta granola yang sudah diperkaya dengan kandungan Vitamin B12 ·         Telur yang diperkaya dengan kandungan omega 3 lewat pakan ternak ayam berupa omega 3 untuk menghasilkan telur kaya kandungan omega 3. Manfaat Bahan Makanan Fungsional Termodifikasi Sekali lagi dipertegas bahwa bahan makanan fungsional termodifikasi mengandung beraneka manfaat untuk  tubuh. Berikut berbagai manfaat bahan makanan fungsional termodifikasi bagi tubuh manusia: ·         Mencegah Ancaman Penyakit Sebagai contoh kandungan antioksidan dalam bahan makanan fungsional termodifikasi terbukti dapat menetralkan ancaman radikal bebas yang mengancam kesehatan sel-sel tubuh.  Sehingga hal ini akan mengurangi ancaman penyakit berbahaya bagi tubuh. Baca juga :  Tips Membuat Kue Kering Renyah dan Tahan Lama ·         Mencegah Kekurangan Nutrisi Dengan bahan makanan fungsional maka tubuh Anda akan terhindar dari kekurangan nutrisi lantaran sudah mendapatkannya dari bahan makanan jenis ini. ·         Mendukung Tumbuh Kembang Anak Tak cuma orang dewasa yang bisa merasakan manfaatnya namun anak-anak juga bisa merasakannya bagi tumbuh kembang anak. Misalnya kandungan omega 3 yang ampuh meningkatkan fungsi otak anak. Dengan Anda mengetahui seluk beluknya maka semakin terbuka lebar untuk memulai industri bahan makanan fungsional termodifikasi. Untuk mendukung hal tersebut maka ada GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia yang siap membantu.

Minggu, 03 Juli 2022 - 23:51

Terdapat beberapa tips membuat kue basah agar tidak cepat basi. Tentunya hal ini sangat penting untuk diketahui, supaya kue basah yang Anda buat dapat bertahan lebih lama. Pada dasarnya, kue basah merupakan salah satu jenis kue tradisional yang tidak mempunyai daya simpan cukup lama. Hal ini dikarenakan bahan-bahan yang digunakan memakai bahan baru yang masih segar dan tidak dilengkapi dengan pengawet. Sehingga kue yang dihasilkan lebih mudah basi dibandingkan dengan kue kering yang lainnya. Apa saja tips tersebut? Simak ulasan berikut ini. Menyimpan dengan Cara Tepat Tips membuat kue basah agar tidak cepat basi yang pertama yaitu memperhatikan proses penyimpanan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap ketahanan kue, Anda bisa menyimpan kue basah di dalam suhu ruangan. Perlu diingat untuk tidak menyimpan kue basah di dalam lemari pendingin. Menyimpan kue basah di dalam lemari pendingin akan membuatnya menjadi lebih cepat basi. Hal ini dikarenakan saat kue basah mulai mempunyai suhu yang dingin, molekul yang terkandung di dalamnya akan mulai membeku atau mengeras. Baca juga:  Tips Membuat Kue Kering Renyah dan Tahan Lama Sehingga akan memaksa kandungan air untuk keluar dari permukaan kue dan mengevaporasi. Dengan demikian, menyimpan kue pada suhu ruangan menjadi pilihan yang lebih tepat dibandingkan dengan menyimpan di dalam lemari pendingin. Memperhatikan Jenis Bahan yang Digunakan Ketika membuat kue basah tentunya, Anda harus menggunakan berbagai jenis bahan yang mempunyai kualitas yang tinggi. Apabila menggunakan bahan yang mempunyai kualitas rendah, akan mempengaruhi segi rasa, hasil adonan, serta daya tahan penyimpanan yang lebih cepat. Sehingga, perlu untuk memperhatikan berbagai jenis bahan yang akan digunakan. Selain itu, Anda juga perlu untuk memperhatikan kegunaan dari bahan tersebut. Jangan sampai Anda menggunakan jenis bahan yang tidak seharusnya digunakan untuk membuat kue basah. Teknik Pengadukan yang Benar Terdapat beberapa teknik pengadukan dalam membuat kue basah. Misalnya dengan menggunakan bantuan alat mixer, menguleni dengan tangan, dan menggunakan spatula. Berbagai teknik tersebut dapat Anda terapkan sesuai dengan jenis olahan kue basah yang akan dibuat. Tentunya dalam proses pembuatan jenis kue basah, tidak menggunakan cara dan teknik pengolahan yang sama rata. Setiap teknik akan berpengaruh terhadap hasil adonan kue basah. Sehingga, apabila menggunakan teknik yang salah, kualitas kue akan cenderung lebih rendah. Hal inilah yang dapat membuat kue basah menjadi lebih cepat basi. Kebersihan Alat Memperhatikan kebersihan pada alat menjadi hal utama yang perlu untuk diperhatikan. Karena makanan yang basi dikarenakan adanya bakteri atau jamur yang berkembang. Oleh karena itu, ketika alat yang Anda gunakan tidak mempunyai tingkat kebersihan yang baik, maka kue basah yang dihasilkan juga akan cenderung cepat basi. Baca juga:  Bahan Baku Utama Pada Industri Bahan Pangan Proses Pematangan yang Pas Tips membuat kue basah agar tidak cepat basi yang terakhir yaitu dalam proses pematangan. Di sisi lain, pada proses ini terdapat sebuah manfaat yang dapat memberikan ketahanan kue basah lebih baik. Hal ini dikarenakan bakteri yang menempel pada adonan akan mati. Pada dasarnya jenis bakteri dan jamur tidak akan bertahan hidup pada kondisi suhu yang panas. Dengan demikian, kematangan pada kue basah juga perlu untuk diperhatikan dengan tepat. Itulah beberapa tips membuat kue basah agar tidak cepat basi. Untuk memberikan hasil kue basah yang enak, tentu dibutuhkan bahan-bahan yang berkualitas unggul. Oleh karena itu, Anda perlu untuk mencari jenis-jenis bahan yang baik. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena harus mencari-cari terlebih dahulu toko yang menyediakan bahan tersebut. Global Solusi Ingredia menyediakan berbagai macam bahan-bahan industri makanan. Tentunya kualitas yang diberikan sudah lagi tidak perlu untuk diragukan. Bahkan Anda juga dapat menemukan bahan-bahan industri non pangan pada perusahaan ini.

Minggu, 03 Juli 2022 - 23:26

Industri bahan pangan merupakan salah satu jenis usaha yang terdapat sebuah proses produksi makanan. Produksi tersebut termasuk juga dalam hal pemilihan dari bahan baku, proses pengolahan, pengujian kualitas makanan hingga pengemasan. Bahan baku yang digunakan di dalam setiap industri tentu berbeda-beda. Artikel kali ini, akan menjelaskan beberapa jenis bahan pangan yang sering digunakan sebagai bahan utama dalam sebuah industri. Kentang Jenis bahan baku yang sering digunakan pada industri bahan pangan salah satunya yaitu kentang. Kentang merupakan jenis bahan dasar pangan yang dapat diolah menjadi makanan yang sangat lezat. Umbi-umbian yang satu ini, bisa diolah untuk menemani segala kegiatan Anda seperti menonton film atau menemani di kala sedang berkumpul. Kentang biasa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan ringan yang mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi. Baca juga:  Jenis-Jenis Tepung Terigu untuk Ragam Makanan Hal ini memang rasa yang diberikan pada kentang cukup lezat apabila telah menjadi olahan makanan. Selain dapat diolah menjadi makanan ringan, kentang ini juga dapat diolah menjadi produk setengah jadi, misalnya diolah menjadi tepung kentang, kentang beku dan masih banyak lagi yang lainnya. Gandum Gandum merupakan sekelompok jenis tanaman serealia yang kaya akan karbohidrat. Gandum ini biasanya dapat diolah menjadi tepung terigu, maupun diolah untuk difermentasikan menjadi alkohol. Akan tetapi, tidak jarang ditemukan berbagai macam kue, biskuit, hingga roti yang menggunakan gandum sebagai bahan utamanya. Jagung Jagung merupakan jenis tanaman biji-bijian yang dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan. Misalnya popcorn atau bahkan langsung dibakar dengan ditambahkan beberapa bumbu-bumbu pelengkap. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, jagung ini juga dapat dijadikan beberapa olahan makanan setengah jadi. Seperti halnya dengan tepung maizena, sirup hingga bahan dasar etanol alami. Oleh karena itu, sudah tidak heran lagi apabila jagung ini diproduksi secara global.  Beras Tentunya, Anda sudah tidak asing lagi dengan bahan pangan yang satu ini. Beras menjadi salah satu jenis bahan pangan terpenting di setiap sajian makanan. Hampir di seluruh Asia menjadikan beras sebagai makanan utama yang harus dihidangkan di setiap masakan. Apalagi adanya ungkapan jika makan belum lengkap apabila tidak ada sepiring nasi. Selain mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi, beras ini juga mempunyai kandungan vitamin, mineral dan juga protein. Beras ini dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan, mulai dari makanan tradisional hingga olahan makanan internasional. Selain dapat diolah menjadi makanan jadi, beras ini juga dapat diolah menjadi makanan setengah jadi. Di Indonesia sendiri, beras sering dijadikan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan kerupuk, tepung beras, bihun dan masih banyak yang lainnya. Baca juga:  Tips Membuat Gorengan Enak dengan Kerenyahan Maksimal Jelai Bahan pangan terakhir yang bisa diolah pada industri bahan pangan yaitu jelai. Apakah Anda tahu apa itu jelai? Pada dasarnya jelai merupakan jenis bahan pangan serealia yang mempunyai berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Bahkan, pada tahun 2005 silam, bahan pangan ini berada pada urutan keempat dari jumlah produksi serealia yang ditanam di Indonesia. Jelai ini dapat diolah menjadi berbagai jenis minuman yang menyegarkan, misalnya sirup dan  soft drink. Demikian penjelasan singkat mengenai jenis bahan pangan yang sering digunakan pada sebuah industri bahan pangan. Apabila Anda sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk industri Anda, PT Global Solusi Ingredia menyediakan berbagai macam bahan khusus yang sedang dibutuhkan. Tentunya dengan kualitas terbaik serta pelayanan yang ramah, bahkan di sana harga yang ditawarkan cukup terjangkau.

Contact Us

Contact Us