Adonan Kue

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:56

Tekstur yang lembut menjadikan roti sebagai makanan favorit semua orang. Namun, sedikit sekali yang mengetahui teknik pembuatannya. Padahal ini merupakan hal yang menarik, karena mungkin saja kita bisa recook tanpa harus membeli. Artikel ini akan membahas terkait teknik membuat adonan roti agar hasilnya kali dan empuk ketika sudah jadi. Silakan perhatikan dengan seksama jika Anda ingin membuat aneka jenis roti sendiri di rumah. 5 Teknik Membuat Adonan Roti Anti Gagal Berikut lima teknik membuat adonan roti anti gagal dan pasti empuk yang dimulai dari no time dough: 1. No Time Dough No Time Dough adalah salah satu teknik membuat adonan roti di mana semua bahannya diaduk menjadi satu. Untuk membuat adonan roti dengan teknik ini memerlukan bahan pelembut dan penguat adonan agar mempercepat fermentasi dan meningkatkan tekstur roti yang dibuat. Baca juga: 2. Sponge and Dough Teknik membuat adonan roti selanjutnya adalah Sponge and Dough. Teknik ini terdiri dari dua proses, pertama ada proses pencampuran adonan sebanyak dua kali dan proses fermentasi sebanyak dua kali. Sebagian bahan roti nantinya diaduk dan dibentuk menjadi adonan. Lalu difermentasikan kurang lebih selama 4-6 jam. Setelah tahap fermentasi pertama, sisa bahan adonan roti dicampur lagi dengan adonan tersebut dan difermentasi dalam durasi yang singkat, sekitar 30 menitan. 3. Straight Dough Straight dough merupakan teknik membuat adonan roti yang umum diterapkan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat roti dengan teknik stragiht dough adalah air, gula, garam, mentega, dan ragi. Kelima bahan ini kemudian diaduk dan diubah menjadi adonan. Adonan yang sudah dibentuk tadi kemudian difermentasi sekitar 3 jam. Ketika proses fermentasi memasuki 80%, adonan roti akan jadi kempis. Lalu, adonan akan kembali dibulatkan dan proses fermentasi berlanjut. Setelah difermentasi, adonan roti dapat dibentuk dan dipanggang. 4. Delayed Salt Sekilas teknik delayed salt hampir mirip dengan straight dough. Bedanya, delayed salt memasukkan mentega dan garam saat proses fermentasi sedang berjalan. Hal Ini bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi. Jenis tepung yang dapat difermentasikan hingga 3 jam cocok digunakan pada teknik delayed salt. Kemudian, proses fermentasi roti yang dibuat dengan teknik delayed salt berlangsung lebih cepat karena garamnya dimasukkan di tengah-tengah proses fermentasi. 5.  Yudane Prinsip dari teknik ini adalah mencampurkan terigu dengan air mendidih sehingga tampak seperti direbus. Teknik yudane membuat adonan roti mempunyai cairan yang lebih banyak karena adanya gluten. Rasanya pun lebih manis. Untuk membuat roti dengan teknik yudane, diperlukan 20% terigu dari total yang digunakan dalam adonan serta rasio antara air dan tepung adalah 1 banding 1. Teknik yudane menghasilkan roti yang lembut, manis, serta tahan lama, sekitar 2-3 hari di kulkas. Membuat adonan roti semakin menyenangkan dengan Global Solusi Ingredia Jika Anda ingin membuat roti yang lezat, tentu Anda membutuhkan bahan-bahan terbaik. Kini, Bahan-bahan tersebut bisa Anda dapatkan di Global Solusi Ingredia. Baca juga: Bekerja sama dengan Global Specialty Ingredients dari Malaysia yang berpengalaman menyediakan suplai komposisi makanan selama lebih dari 15 tahun, Global Solusi Ingredia siap menjadi solusi untuk mendukung industri makanan di Indonesia dengan produk terbaiknya. Global Solusi Ingredia menyediakan berbagai bahan untuk membuat adonan roti seperti pengemulsi untuk menjaga roti tetap stabil dan meningkatkan rasa roti buatan Anda. Kemudian, GSI juga memiliki enzim yang dapat membantu proses fermentasi roti sehingga teksturnya lebih lembut dan tampilannya lebih bagus. Untuk membuat roti semakin nikmat, GSI menyediakan ingredients cokelat dengan rasa yang kaya dan tekstur yang lembut. Untuk informasi lebih lanjut seputar produk GSI dan konsultasi dapat mengunjungi situsnya langsung.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:50

Camilan seperti kue kering merupakan makanan  non -pokok yang terkadang wajib tersedia di rumah, apalagi saat sedang ada tamu berkunjung. Membuat kue kering sendiri bagi sebagian orang juga tidak mudah. Beberapa kesalahan dalam membuat kue kering seringkali membuat kue kering menjadi terlalu keras sehingga susah digigit. Biasanya, kue kering menjadi keras karena adonannya yang kurang pas atau melakukan kesalahan dalam proses membuatnya. Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui agar kue kering yang dibuat tidak keras. 1.       Terlalu banyak mengaduk dalam waktu lama Adonan untuk kue kering apabila diaduk lama dengan tenaga yang terlalu berlebihan dapat membuat adonan kue menjadi bantat dan keras. Baca juga:  Perbedaan Minyak Sayur dan Minyak Goreng 2.       Jumlah telur kurang Telur memiliki fungsi untuk membuat adonan kue kering menjadi lembut. Apabila jumlah telur yang ditambahkan ke adonan kurang, maka akan menyebabkan kue kering yang dibuat mengeras. 3.       Terlalu lama memanggang kue Dalam memanggang kue kering, memang seharusnya membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan memanggang kue pada biasanya. Namun, pemanggangan kue juga tidak boleh terlalu lama sehingga membuat kue menjadi terlalu matang, keras, dan bahkan gosong. Idealnya, waktu yang dibutuhkan untuk memanggang kue kering berkisar selama 20 menit dengan suhu sekitar 130-170 derajat Celcius. 4.       Menambahkan adonan dengan tepung terigu Ketika membuat adonan kue, biasanya ditambahkan tepung terigu karena adonan yang dibuat terasa melebar. Padahal, tepung terigu yang ditambahkan tersebut tidak harus dilakukan. Caranya, adonan cukup ditempatkan dan didiamkan di atas loyang dalam waktu sekitar 30-60 menit sebelum dipanggang. 5.       Terlalu membuat kalis adonan Berbeda dengan adonan roti atau kue lainnya, adonan untuk kue kering ini tidak perlu dibuat hingga menjadi kalis. Adonan kue kering ini justru lebih baik dibiarkan lebih lembek agar nantinya ketika kue sudang matang tidak terlalu keras. 6.       Takaran bahan yang kurang pas Umumnya, ketika membuat kue maka dibutuhkan beberapa alat pengukur seperti timbangan atau gelas ukur guna mempermudah dalam menakar bahan. Penakaran bahan-bahan yang tepat akan membuat proporsi bahan dalam adonan kue menjadi pas. Apabila komposisi bahan yang digunakan melebihi atau kurang dari takaran seharusnya, tentu bisa menyebabkan adonan kue kering menjadi terlalu lembek, alot, atau bahkan gagal jadi. Untuk itu, ketika membuat kue kering ini perlu memperhatikan berbagai aspek terutama dalam proses pembuatan adonannya dan bahan-bahan yang digunakan. Bahan-bahan berkualitas yang digunakan dalam membuat kue kering sangatlah diperlukan karena memiliki standar dan mutu yang terjamin, contohnya seperti beberapa produk bahan kue dari Global Solusi Ingredia. Global Solusi Ingredia merupakan perusahaan penyedia bahan-bahan makanan yang telah mendominasi industri bahan makanan saat ini. Produk yang dijual juga telah tersertifikasi ISO 9001 dan berlabel Halal sehingga terjamin mutu dan kualitasnya. Baca juga:  Emulsifier, Apakah Halal Atau Haram? Adapun untuk bahan-bahan kue, Global Solusi Ingredia memiliki beragam kategori produk mulai dari pengembang adonan, lemak,  topping powders , pengemulsi, dan lainnya. Pengemulsi merupakan bahan terpenting dalam adonan kue karena membuat kue menjadi lembut dan mengembang. Beberapa produk pengemulsi dari Global Solusi Ingredia di antaranya, GLYCEROL MONOSTEARATE (GMS-SE), DISTILLED MONOGLYCERIDES (DMG), GLYCEROL MONOOLEATE (GMO), POLYOXYETHYLENE SORBITAN MONOOLEATE (Polysorbate 80), CITRIC ACID ESTERS OF MONO AND DIGLYCERIDES (CITREM), dan POLYGLYCEROL POLYRICINOLEATE (PGPR). Produk-produk tersebut juga telah tersertifikasi sehingga tidak perlu diragukan keamanan dan kehalalannya. Membuat kue berbahan produk Global Solusi Ingredia, hasil kue bertekstur lembut dan terasa kelezatannya.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:30

Margarin mulai populer digunakan pada awal tahun 1800-an sebagai produk non-dairy. Penggunaan margarin sejak saat itu hadir sebagai alternatif dari mentega. Namun, sebetulnya terdapat perbedaan yang mendasar dari margarin dan mentega. Terutama saat digunakan untuk membuat kue. Margarin memiliki warna kuning yang lebih terang jika dibandingkan dengan butter atau mentega. Kemudian apabila didiamkan pada suhu ruang, margarin tidak mudah untuk meleleh. Umumnya margarin dibuat dengan komposisi lemak nabati. Perbedaan tersebut juga hadir dari segi manfaatnya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut apa saja manfaat margarin untuk kue, simak beberapa poin penting di bawah ini! Margarin paling sering digunakan dalam pembuatan kue basah, cake, dan sering juga digunakan untuk menumis dan menggoreng. 1.     Membangun Tekstur Kue Manfaat margarin yang pertama adalah sebagai zat pengemulsi kue. Hal ini dikarenakan margarin mampu menjaga kadar kestabilan antara air dan emulsi minyak dalam komposisi kue. Baca juga:  4 cara Mengolah Cokelat Blok yang Baik dan Menarik Di samping itu, dengan peran tersebut, penambahan margarin ke dalam adonan kue juga bisa membuat kue lebih tahan lama. Kue yang diberi tambahan zat pengemulsi seperti margarin akan lebih empuk dan halus. Hal ini disebabkan karena bahan pengemulsi yang ikut membangun tekstur yang lembut pada kue. Bisa dibandingkan, ketika membuat kue dengan sedikit margarin dan kue dengan margarin yang cukup, maka hasil akhir kue tersebut akan jauh berbeda.   2.     Memberi Aroma yang Khas Penambahan margarin ke dalam adonan kue selain membuat teksturnya menjadi lembut, juga dapat memberikan aroma khas kue yang nikmat. Aroma khas tersebut akan mulai tercium saat kue yang dipanggang mulai matang. Manfaat margarin dalam memberikan aroma yang khas juga ditentukkan oleh takaran margarin dalam adonan dan kualitas margarin yang digunakan. Sebaiknya, campurkan margarin dengan adonan sesuai dengan resep agar aroma khasnya terasa nikmat dan tidak berlebihan. 3.     Pencampur Rasa Margarin memiliki cita rasa yang agak sedikit asin jika dibandingkan dengan mentega atau butter. Sehingga penambahan margarin pada kue dapat membuat kue menjadi lebih gurih. Sedangkan pada kue kering, penambahan margarin bisa memberikan efek rasa yang renyah dan asin. Efek rasa asin pada margarin tersebut bermanfaat untuk mencampur rasa kue menjadi lebih nikmat. Seperti kue yang mengandung gula dan susu, apabila ditambahkan dengan margarin di dalamnya maka rasa manis gula dan  creamy  dari susu tidak akan terpisah-pisah di mulut. Namun di samping berbagai manfaat margarin untuk kue tersebut, margarin sebetulnya memiliki kandungan lemak trans yang terbilang tinggi. Beberapa produk margarin di pasaran justru memiliki tingkat lemak trans yang membahayakan tubuh apabila dikonsumsi terlalu sering. Jika Anda pecinta margarin, maka Anda perlu lebih cermat dalam memilih produk margarin. Anda dapat menemukan produk margarin terbaik dengan lebih sedikit lemak trans hanya di Global Solusi Ingredia. Perusahaan penyedia sumber bahan pangan ini sudah terpercaya akan produk-produk berkualitasnya. Baca juga:  Cara Membuat Minyak Kelapa Murni Secara Tradisional Jika Anda merasa bingung mengenai produk margarin terbaik untuk membuat kue, Anda juga bisa mencari tahu atau bertanya langsung di website PT Global Solusi Ingredia. Dengan produk margarin yang berkualitas, manfaat margarin untuk kue bisa Anda dapatkan dengan secara optimal. Selain itu, produk GSI juga sudah terdaftar di BPOM RI yang tentunya sangat aman dikonsumsi. Pun, telah mengantongi sertifikat halal, yang bisa dikonsumsi muslim maupun non-muslim. Demikianlah ulasan mengenai manfaat margarin untuk kue, jangan lupa lebih cermat dalam memilih produk margarin yang akan Anda gunakan. Semoga bermanfaat!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:19

Pernahkan Anda memakan roti berlapis yang renyah seperti  sausage rolls ? Ya, seperti itulah gambaran  puff pastry  yang disukai banyak orang. Puff pastry memberikan pengalaman yang berbeda karena setiap gigitannya akan merasakan lapisan-lapisan roti yang renyah dan sedikit berlemak. Kunci dari membuat roti seperti itu adalah dari teknik pembuatannya. Walaupun terkesan ribet, akan tetapi Anda akan sangat puas dengan hasilnya. Pantas saja  puff pastry  harganya berbeda dengan roti-roti pada umumnya. Karena dari segi pembuatan pun memakan waktu. Teknik membuat  puff pastry  yang renyah terkadang terlihat sulit namun Anda bisa mempelajarinya. Ada banyak sekali teknik yang bertebaran di internet. Karena setiap orang memiliki teknik yang berbeda-beda untuk menghasilkan  puff pastry  yang renyah. Sekilas tentang Puff Pastry Puff pastry  adalah kue yang khas karena terdapat lapisan-lapisan dengan varian rasa dan bentuk yang bermacam-macam. Karena keunikan inilah, banyak orang yang ingin membuatnya namun seringkali gagal karena teknik yang dilakukan salah. Baca juga:  Bahan Campuran Kue Kering yang Menambah Citarasa Pada dasarnya, ada empat teknik agar  puff pastry  menjadi renyah, yaitu teknik pemilihan bahan, teknik mencampur adonan, teknik melipat, dan teknik memanggang. Jika Anda berhasil menguasai keempat teknik tersebut, Anda tidak akan gagal membuat  puff pastry  seperti yang diidamkan. Teknik Pemilihan Bahan Bahan utama dalam teknik membuat  puff pastry  yang renyah adalah tepung, air, garam, dan lemak. Tepung berprotein tinggi lebih disarankan untuk dipakai karena  pastry  akan lebih elastis dan membentuk lipatan saat dipanggang. Kemudian, air yang digunakan adalah air dingin untuk mencegah bahan menjadi berminyak. Lemak yang digunakan tidak boleh terlalu banyak karena hanya berfungsi untuk pelembut saja. Penambahan garam pada adonan juga diperlukan untuk menguatkan gluten. Teknik Mencampur Adonan Tahap selanjutnya adalah mencampurkan adonan kemudian didiamkan selama 30 menit. Setelah itu dilapisi dengan lemak lalu digiling dan dilipat beberapa kali untuk menghasilkan lipatan-lipatan. Namun pastikan antara adonan dan lemak tidak bercampur menjadi satu karena lemak berfungsi untuk pemisah antar lapisan adonan. Teknik Melipat Dalam teknik membuat  puff pastry  yang renyah, dibutuhkan pula teknik melipat yang benar. Ada banyak teknik melipat yang bisa Anda coba, seperti  metode scotch, english method , dan  france method . ·          Metode scotch , adalah metode yang biasanya digunakan untuk membuat  pastry pie  atau  sausage rolls . Metode ini adalah metode paling mudah dibandingkan dengan teknik melipat lainnya. ·          English method , dalam metode ini Anda hanya perlu menggiling adonan hingga berbentuk persegi panjang. Lalu 2/3 bagiannya diolesi dengan lemak. Bagian yang tidak tertutupi lemak dilipat ke tengah. Kemudian ambil ujung lainnya yang terolesi lemak, lipat juga ke bagian tengah hingga menutupi sisi yang sebelumnya. ·          France method , giling dan bentuk adonan menjadi persegi. Lalu beri lemak di bagian tengahnya, kemudian tutupi lagi dengan adonan. Baca juga:  Cek Manfaat Susu Skim yang Perlu Anda Ketahui Teknik Memanggang Tahap terakhir dari teknik membuat  puff pastry  yang renyah adalah proses pemangganan. Untuk menghasilkan  puff pastry  yang renyah, panggang dengan suhu tinggi yaitu 200 derajat Celcius. Jika Anda membutuhkan bahan untuk membuat  bakery , Anda bisa mencoba produk dari  Global Solusi Ingredia . Di sini Anda bisa menemukan beragam bahan untuk biskuit, icin gs, fillings, sponge cake improvers, topping powders , dan lain sebagainya. Sebagai perusahaan yang sudah dikenal sampai mancanegara, bahan-bahan yang tersedia tentunya adalah bahan-bahan yang berkualitas ekspor. Selain itu, produk sudah ber-BPOM RI dan bersertifikat halal. Anda juga bisa melakukan konsultasi langsung melalui laman resminya. Coba produk dari kami dan bedakan dengan produk dari perusahaan lain.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:17

Untuk membuat kue kering dibutuhkan bahan-bahan penting agar menghasilkan kue yang kering, renyah, dan bercita rasa lezat. Seringkali yang membuat kue kering gagal adalah karena pemilihan bahan yang salah atau kurang. Akhirnya kue menjadi bantat, terlalu lembek, atau pahit. Kue kering menjadi camilan yang paling banyak dicari saat musim lebaran tiba. Untuk menghasilkan kue kering yang berkualitas, Anda harus menguasai skill pembuatan dan juga pemilihan bahan campurannya. Bahan campuran kue kering yang biasa dipakai adalah tepung terigu, telur, lemak, gula, pengembang, aneka coklat, dan bahan campuran lainnya. Selain itu teknik memasaknya juga harus Anda perhatikan, seperti bahan apa yang harus dicampur terlebih dahulu, takaran yang tepat, hingga pengaturan suhu saat di dalam oven. Dengan begitu, peluang Anda untuk berhasil membuat kue kering akan lebih besar. Baca juga:  Cek Manfaat Susu Skim yang Perlu Anda Ketahui Agar kue kering yang Anda buat berhasil, sangat perlu untuk membahas bahan campuran kue kering yang menjadi bahan penentu. Anda bisa membacanya pada penjelasan artikel di bawah ini. Tepung Terigu Di pasaran, tepung terigu ada banyak macamnya, tepung terigu serbaguna, tepung protein rendah, dan tepung protein tinggi. Masing-masing tepung mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Sedangkan untuk pembuatan  kue kering, biasanya yang digunakan adalah tepung serbaguna atau tepung protein rendah. Untuk menghasilkan tekstur kue kering yang renyah, Anda bisa menggunakan tepung serbaguna yang dicampur dengan tepung maizena dengan perbandingan maksimal 5:1. Anda juga bisa menggunakan tepung kentang, tepung gandum, atau tepung sagu jika ingin membuat kue kering yang lebih variatif. Telur Dalam pembuatan kue kering, peran telur sangatlah penting. Bagian kuning telur akan membuat kue menjadi lebih lembut. Kuning telur juga bisa dijadikan sebagai olesan di atas kue agar terlihat cantik dan mengilap. Sedangkan putih telur bisa membuat kue lebih keras. Gula Ada banyak macam gula yang bisa Anda pakai, seperti gula palem, gula putih dan gula halus. Kue kering yang menggunakan gula putih biasanya teksturnya lebih crunchy. Sedangkan jika menggunakan gula halus, teksturnya lebih lembut karena lebih mudah tercampur dengan adonan. Anda bisa bereksperimen dengan berbagai macam gula untuk menghasilkan kue kering yang memiliki variasi cita rasa dan tekstur. Lemak Lemak sendiri dibagi menjadi dua, yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Contoh lemak hewani adalah mentega, sedangkan lemak nabati adalah margarin. Keduanya bisa digunakan untuk membuat kue kering. Namun, jika Anda menggunakan mentega, sebaiknya menunggu pada suhu ruang. mentega yang terlalu dingin akan menjadikan kue Anda keras. Sebaliknya, mentega yang terlalu cair akan membuat kue lebih berminyak. Pengembang Jenis kue kering tertentu membutuhkan pengembang sebagai bahan campurannya. Pengembang yang bisa Anda pakai misalnya soda kue atau  baking powder . Akan tetapi, Anda harus berhati-hati dalam penggunaan soda kue karena warna kue Anda bisa lebih gelap. Dan juga rasanya akan pahit jika terlalu banyak menambahkan soda kue ke dalam adonan. Baca juga:  Apa Saja Teknik memasak Gastronomi Molekuler? Cek Yuk! Cokelat Cokelat di sini bisa Anda campurkan langsung ke dalam adonan kue atau bisa untuk  topping -nya saja.  Dark chocolate  atau  white chocolate  bisa Anda pakai untuk menambah cita rasa. Jika Anda bergerak di bidang industri kue kering, pastinya membutuhkan bahan-bahan di atas. Pastikan Anda mendapatkan bahan yang berkualitas dari perusahaan yang terpercaya. Seperti halnya Global Solusi Ingredia. Ada berbagai produk yang tersedia, salah satunya cokelat. Produk cokelat yang kami tawarkan memiliki komposisi  carob, cocoa butter, cocoa butter extender, cocoa powder, chocolate liquor (masse) unsweetened , dan masih banyak lainnya.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:04

Dalam membuat kue, diperlukan ketelitian serta keterampilan yang baik. Meskipun sebagian orang masih menganggap bahwa proses memasak ataupun membuat makanan adalah hal yang mudah, namun tidak boleh salah karena ternyata ‘gampang-gampang susah’,  lho!  Jika kita tidak memahami tekniknya, atau salah memilih bahan yang akan dicampurkan, bisa jadi kue yang ingin dibuat tidak akan berhasil. Jika Anda ingin belajar membuat kue atau cake, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar tidak gagal. Yuk, langsung saja simak beberapa tips cake anti gagal dan mudah untuk diaplikasikan berikut ini! Tips Memilih Bahan Baku Hal paling utama dari kegagalan  cake  yang dibuat adalah berasal dari pemilihan bahan baku yang kurang sesuai. Untuk menghindari hal tersebut agar tidak terjadi, maka kamu perlu mengetahui bahan-bahan apa saja yang harus kamu pilih sesuai dengan kebutuhan cake yang akan dibuat. Baca juga:  Yuk, Kenali Istilah Penting dalam Dunia Baking! Misalnya, dalam memilih tepung terigu. Dalam membuat  cake , dikenal adanya tiga tingkatan protein dalam tepung terigu. Yakni terigu dengan protein rendah, protein sedang, dan protein tinggi. Penggunaan Tepung Protein Rendah, Sedang, dan Tinggi Jika Anda ingin membuat adonan yang elastis dan kenyal, maka Anda dapat memilih tepung terigu dengan protein tinggi. Namun terdapat kelemahan dari tepung terigu protein tinggi, yakni olahannya yang mudah untuk basi. Di samping itu, tepung terigu protein sedang dapat dipilih apabila Anda ingin membuat adonan yang memiliki tekstur lembut dan mengembang. Tepung jenis ini dikenal juga sebagai terigu yang dapat digunakan oleh banyak jenis makanan karena kandungan proteinnya yang cenderung lebih aman. Sedangkan untuk membuat kue yang bertekstur renyah, Anda dapat menggunakan tepung terigu protein rendah. Jenis tepung terigu ini cenderung lebih awet dan tahan lama jika disimpan di tempat yang kering. Penggunaan Telur Ketika ingin membuat kue yang kering juga perlu memperhatikan bagian telur mana yang harus digunakan. Nah, agar kue kering bertekstur sempurna, Anda dapat menggunakan kuning telurnya saja. Namun, penambahan putih telur juga lazim ditemui pada beberapa kue kering tetapi dengan jumlah yang tidak melebihi kuning telurnya. Serta, pastikan telur berada dalam kondisi suhu ruang agar tidak merusak struktur adonan kue yang dibuat. Takaran Gula Selain itu, bahan baku lain yang juga berpengaruh besar terhadap berhasil atau gagalnya proses pembuatan cake adalah gula. Pemilihan gula yang kurang tepat akan berakibat pada hasil adonan kue yang tidak bagus. Ada beberapa jenis gula yang umum dipilih untuk membuat kue. Seperti gula pasir yang memiliki tekstur lebih kasar, gula castor yang terlihat seperti gula pasir namun lebih cepat larut karena teksturnya lebih halus, kemudian gula jawa yang berwarna cokelat atau biasa disebut dengan palm sugar yang banyak digunakan untuk membuat kue  muffin  maupun  brownies . Tips Mengaduk dan Memasak Adonan Setelah memahami tips cake anti gagal dalam hal pemilihan bahan, Anda juga harus mengetahui bahwa terkadang kegagalan  cake  tersebut adalah disebabkan oleh teknik mengaduk dan memasak adonan yang kurang tepat. Baca juga:  Macam-Macam Base Cake Ultah Untuk penggunaan mixer dalam mengocok adonan, terlebih dahulu dapat dimulai dengan kecepatan yang rendah kemudian dinaikan ke kecepatan tinggi. Lalu ketika memanggang adonan, oven harus dipanaskan selama 10 menit terlebih dulu sebelum adonan dimasukkan. Hal-hal sederhana dalam membuat  cake  terkadang menjadi fatal apabila tidak diperhatikan dengan teliti. Maka dari itu, baik dalam teknik ataupun memilih bahan adonan, pastikan semuanya diperhatikan secara saksama. Untuk membantu Anda dalam menemukan bahan adonan dengan mudah, Global Solusi Ingredia hadir sebagai perusahaan anyar di Indonesia yang menyediakan bahan baku pangan. Anda dapat berkunjung langsung ke website-nya untuk menemukan produk yang dibutuhkan!

Contact Us

Contact Us