Adonan Kue

Kamis, 07 Juli 2022 - 22:53

Hobi memasak saat ini sangat bisa dijadikan sumber penghasilan,  lho.  Faktanya, banyak orang yang mulai berjualan menu makanan mulai dari makanan, minuman, makanan ringan, atau bahkan kue ( cake ). Berjualan kue memang sangat menyenangkan. Selain bisa mengerjakannya di rumah, Anda juga dapat berkreasi dengan selera hati untuk membuat kue-kue yang cantik dan juga enak tentunya. Nah, berikut ini adalah beberapa inspirasi atau ide kue kekinian yang bisa dicoba untuk berjualan! Cinnamon Roll Cake Aroma khas kayu manis merupakan ciri utama dari Cinnnamon Roll Cake. Karena cita rasannya yang unik, bentuknya yang menggugah selera, serta teksturnya yang membuat ketagihan, kue yang satu ini sangat digemari oleh banyak orang. Sehingga tidak salah apabila kue yang satu ini dapat Anda jadikan untuk ide berjualan! Agar lebih nikmat, kamu dapat menambahkan krim susu yang disiramkan di atas kue saat hendak disantap. Tekstur dan warna dari Cinnamon Roll Cake akan lebih cantik setelah disiram oleh krim susu tersebut. Berbicara soal tekstur, bisa dibilang gampang-gampang susah untuk menciptakan tekstur yang sempurna. Anda harus pintar untuk memilih emulsifier terbaik agar menghasilkan tekstur sesuai yang diinginkan. Baca juga:  Inilah 5 Keunggulan Emulsifier untuk Berbagai Jenis Makanan Japanesse Chesse Cake Ide kue kekinian berikutnya yang bisa Anda coba untuk berjualan adalah Japanesse Chesse Cake. Seperti namanya, kue yang satu ini merupakan kue yang berasal dari negeri Sakura, Jepang. Tidak seperti kue sebelumnya yang dibuat dalam bentuk sedang, Japannesse Chesse Cake adalah kue dalam ukuran besar. Kue ini berukuran sebesar kue bolu, sehingga terkadang disebut juga bolu keju. Namun terdapat perbedaan mendasar dari Japanese Cheese Cake dengan bolu keju pada umumnya. Japanese Cheesecake memiliki tekstur yang sangat lembut dan lebih halus. Sedangkan untuk rasa, tidak terlalu kuat rasa manisnya namun lebih terasa sedikit asin dari keju. Keju ini juga memberikan aroma khas serta biasanya keju yang dipilih untuk membuat Japanese Cheesecake memiliki kalori yang lebih rendah.  Kue yang banyak di jual di toko-toko ini banyak menjadi incaran mereka yang memperhatikan pola hidup sehat. Bagaimana tidak, kandungan gula yang sangat diperhitungkan namun tetap menciptakan rasa kue yang nikmat tentunya selalu membuat orang ketagihan. Selain itu, bolu yang terlihat sederhana ini justru menjadi terkesan mahal saat diberi buah strawberry di atasnya. Sangat cocok untuk dijual lewat instagram karena kecantikannya. Korean Aesthetic Cake Ide untuk berjualan Korean Aesthetic Cake tidak akan menjadi suatu hal yang disesalkan. Sebab, kue cantik ini sangat simple, mudah dibuat, namun banyak sekali penggemarnya, terutama bagi mereka pengguna media sosial. Selain karena tampilannya yang menarik, rasanya juga tidak kalah nikmat dari kue-kue lain yang sejenis. Korean Aesthetic Cake saat ini identik dengan kue yang dikirim oleh teman atau orang terkasih saat hari ulang tahun. Sesuai dengan namanya, ‘aesthetic’, kue ini memang mengedepankan sisi tampilan dan desain. Orang-orang biasanya memesan desain tertentu untuk kue yang mereka inginkan. Bisa berupa bunga, boneka, atau objek-objek lainnya yang dikehendaki. Baca juga:  Gastronomi dalam Industri Bahan Pangan Indonesia Namun, satu ciri khas dari Korean Aesthetic Cake, yakni perpaduan warna pastelnya yang segar dan krim kue yang terkesan asal temple (terkadang bahkan abstract) namun menimbulkan kesan akhir yang estetik dan  cute.  Untuk segi tekstur, dalam membuat kue ini, pemilihan emulsifier yang benar juga sangat berpengaruh.  Emulsifier adalah  bahan pengemulsi agar kandungan minyak dan air tetap stabil. Untuk mendapatkan rekomendasi bahan-bahan kue terbaik, kamu dapat mengandalkan PT Global Solusi Ingredia. Di sana, terdapat penjelasan dan tips seputar bahan-bahan pangan. Mengingat pemilihan bahan menjadi pokok utama dalam keberhasilan pembuatan kue untuk dijual. Nah, GSI juga menyediakan emulsifier terbaik yang bisa membuat kue jualanmu mengembang sempurna dan bertekstur lembut. Jadi, kue pun dijamin lebih disukai oleh konsumen. Semoga bermanfaat!

Minggu, 03 Juli 2022 - 22:15

Meskipun hampir sama, tahukah Anda jika terdapat perbedaan  cupcake  dan  muffin ? Sekilas kedua jenis kue ini sangatlah mirip. Namun, pada dasarnya kedua jenis kue ini berbeda. Perbedaan tersebut ada pada jenis bahan yang digunakan hingga tampilan pada kedua kue ini. Untuk lebih jelas mengetahui perbedaan apa saja yang ada pada kedua jenis kue tersebut, simak penjelasan dibawah ini. Bahan Adonan yang Digunakan Pada dasarnya  cupcake  merupakan salah satu makanan yang dijadikan sebagai versi mini dari sebuah  cake . Sedangkan  muffin  dijadikan sebagai versi mini dari roti. Namun, bahan utama yang digunakan pada kedua jenis makanan ini sama yaitu, tepung, telur, mentega serta susu. Yang menjadi pembeda dalam segi bahan dalam adonan ini ada pada jenis tepung yang digunakan. Tepung yang digunakan untuk membuat  cupcake  yaitu tepung dengan kandungan protein yang rendah. Sedangkan tepung yang digunakan untuk membuat  muffin  yaitu jenis tepung serbaguna atau menggunakan jenis tepung dengan kandungan protein sedang. Bahkan dalam pembuatan  muffin  ini juga sering menggunakan jenis tepung gandum, sehingga hasil yang diperoleh memberikan tekstur yang  crumbly . Rasa Manis Perbedaan cupcake dan muffin dapat dilihat dalam segi rasa pada kedua jenis makanan ini. Rasa manis yang ada pada  cupcake  cenderung sangat ringan dan dilengkapi dengan tekstur yang lembut. Selain itu rasa manis yang dihasilkan  cupcake  berasal dari berbagai jenis  topping  yang terletak diatas  cupcake . Sedangkan  muffin  cenderung mempunyai rasa yang gurih dan juga tidak mempunyai rasa manis yang tinggi. Selain itu tekstur yang diberikan juga lebih padat sehingga bersifat mengenyangkan. Teknik Pengolahan Pada teknik pengolahan inilah yang dapat memberikan perubahan pada tekstur yang dihasilkan kedua jenis makanan ini. Teknik pengolahan pada  cupcake  menggunakan teknik  creaming . Teknik ini dilakukan dengan cara mengolah adonan kue dengan mengocok lemak padat bersamaan dengan gula menggunakan  mixer . Teknik ini dapat memberikan hasil  cake  yang lembut serta ringan. Namun, pada  muffin,  teknik yang digunakan yaitu teknik  blending.  Teknik ini dilakukan dengan cara mencampur berbagai adonan yang terbuat dari mentega ataupun margarin cair yang telah dilarutkan bersamaan dengan gula. Setelah itu dituangkan ke dalam tepung secara perlahan. Proses Pemanggangan Dalam proses pemanggangan kedua jenis kue ini sangatlah berbeda. Cetakan yang digunakan pada saat proses pemanggangan  cupcake  menggunakan cetakan yang terdiri dari satuan, yang kemudian dipanggang dengan oven. Temperatur pada oven juga sedang. Namun, dalam mengolah  muffin  diperlukan cetakan yang khusus. Cetakan ini menggunakan pelapis roti pada permukaan dasar cetakan. Temperatur yang digunakan pada adonan  muffin , menggunakan cenderung lebih tinggi. Bentuk Tampilan Penyajian Kue Salah satu cara mudah untuk mengetahui perbedaan  cupcake  dan  muffin  yaitu dengan memperhatikan penampilan pada kedua jenis makanan ini. Ukuran dari cupcake umumnya sama lebar dari bagian bawah hingga kepala kue. Selain itu, tampilan pada saat penyajian  cupcake  diberikan  topping  dengan dilengkapi berbagai jenis permen, keju, ataupun buah-buahan. Sedangkan pada  muffin  umumnya tidak dilengkapi dengan topping. Selain itu, bentuk dari makanan ini mempunyai bentuk kepala yang lebih lebar dibandingkan dengan bagian bawahnya. Nah, itulah beberapa perbedaan  cupcake  dan  muffin .   Dengan berbagai perbedaan yang ada, Anda lebih tertarik untuk membuat  cupcake  atau  muffin  nih? Tentunya untuk membuat kue ini memerlukan beberapa bahan-bahan utama. Tidak perlu khawatir, Anda bisa mendapatkan segala jenis bahan makanan pada Global Solusi Ingredia. GSI merupakan produsen bahan pangan berkualitas tinggi yang telah berlisensi halal serta lolos BPOM. Masih ragu, cek segera website resmi GSI untuk mengetahui produk-produknya secara lengkap.

Minggu, 03 Juli 2022 - 21:56

Dalam mengatasi adonan roti lembek dibutuhkan beberapa langkah. Sehingga, Anda pun bisa mendapatkan adonan roti yang kalis. Adonan roti lembek akan memberikan dampak yang buruk pada kue yang dihasilkan. Salah satunya yaitu adonan tidak mengembang sempurna serta sulitnya membentuk adonan menjadi berbagai bentuk yang diinginkan. Jika adonan sudah kadung lembek, maka lakukan langkah mudah berikut ini! Penyebab Adonan Roti Lembek Ketika Anda sedang belajar untuk membuat roti di rumah, tentunya berbagai percobaan yang dilakukan sering mengalami berbagai kondisi. Kondisi tersebut mulai dari keberhasilan roti yang dibuat bahkan kegagalan dalam proses pembuatan roti ini. Salah satu kondisi yang sering terjadi pada saat proses pembuatan roti yaitu pada saat adonan yang dihasilkan sangat lembek. Dengan adonan roti yang lembek maka sangat sulit untuk dilakukan pembentukan. Selain itu, adonan yang lembek juga akan memberikan tekstur yang sangat lengket. Namun, dengan kondisi adonan seperti ini bukan berarti adonan tersebut gagal. Terdapat berbagai cara untuk mengatasi adonan roti lembek tersebut. Adonan roti yang lembek ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya yaitu terlalu banyak jumlah margarin atau cairan yang diberikan. Hal ini sangat umum terjadi ketika sedang melakukan percobaan membuat roti sendiri di rumah. Selain itu, penyebab dari adonan roti yang dihasilkan menjadi lembek dikarenakan waktu menguleni yang kurang lama. Padahal, menguleni adonan roti merupakan salah satu tahapan yang sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya, jika menguleni adonan terlalu lama akan memberikan hasil adonan yang keras bahkan hasil dari roti ketika matang akan menjadi bantat. Namun, jika proses menguleni kurang lama, hasil adonan yang dihasilkan masih mempunyai kondisi yang lembek. Ketepatan dalam proses menguleni akan sangat berpengaruh terhadap hasil adonan roti tersebut. Mengatasi Adonan Roti Lembek dengan Mudah Meskipun Anda membuat adonan yang terlalu lembek, tetap ada solusi untuk mengatasinya. Langkah-langkah yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi adonan roti lembek yaitu sebagai berikut : Membuat Takaran Komposisi yang Tepat Tentunya memperhatikan takaran komposisi dalam proses pembuatan kue sangatlah penting untuk diperhatikan. Seperti halnya adonan roti yang lembek dapat disebabkan karena cairan yang terkandung di dalam adonan terlalu banyak. Cairan pada adonan ini dapat berupa cairan margarin, telur atau minyak. Dengan memberikan takaran komposisi yang tepat tentunya dapat memberikan hasil adonan yang pas serta dapat memberikan proses pengerjaan yang cepat pula. Memasukkan Kedalam Lemari Pendingin Memasukkan adonan kedalam lemari pendingin merupakan salah satu cara yang cepat untuk menurunkan kondisi suhu pada adonan yang terlalu hangat. Kondisi suhu pada adonan juga dapat mempengaruhi hasil adonan pada roti. Memberikan Penambahan Tepung Ketika adonan terlalu lembek dapat diindikasikan bahwa kandungan cairan pada adonan terlalu banyak. Maka, solusinya yaitu dengan menambahkan tepung secara bertahap. Perhatikan jumlah tepung yang diberikan. Semakin banyak tepung yang diberikan maka, adonan yang dihasilkan akan lebih keras atau padat. Memperhatikan Durasi Saat Menguleni Durasi dalam proses menguleni juga perlu untuk diperhatikan. Pastikan untuk tidak terlalu lama dan juga tidak terlalu singkat dalam proses menguleni adonan. Memastikan Bahan-Bahan yang Digunakan Berbagai bahan yang digunakan pada adonan roti sangat berpengaruh terhadap hasil adonan yang diperoleh. Apabila Anda menggunakan kualitas bahan yang rendah maka hasil yang diberikan juga tidak memberikan hasil yang terbaik. Anda tidak perlu khawatir lagi untuk mencari bahan-bahan yang mempunyai kualitas yang baik. PT Global Solusi Ingredia menyediakan berbagai bahan-bahan pangan fungsional yang sedang Anda butuhkan. Baik itu kebutuhan bahan makanan ataupun non pangan bisa Anda dapatkan di perusahaan ini. Cek website resminya untuk mengetahui berbagai produk yang ditawarkan oleh GSI. Mulai dari minyak, emulsifier, vitamin, enzim, dan masih banyak lagi.

Minggu, 03 Juli 2022 - 21:43

Sebagai pecinta  baking , tips kue tidak lengket di loyang sangat lah penting untuk diperhatikan. Tujuannya agar dapat memperoleh hasil kue yang bentuknya menarik. Pasalnya, dalam proses membuat kue, hal yang memiliki risiko terbesar yaitu ketika Anda akan melepas kue dari loyang. Apabila melakukan langkah yang salah maka, kue yang telah dibuat bisa saja hancur. Untuk menghindari hal tersebut, berikut merupakan beberapa tips agar kue tidak lengket pada loyang. Langsung saja, ini dia penjelasannya! 1.                   Loyang yang Digunakan dalam Keadaan Bersih Loyang merupakan salah satu hal yang terpenting untuk diperhatikan sebelum membuat kue. Sebelum Anda melakukan proses pembuatan kue pastikan bahwa loyang yang akan digunakan telah bersih. Selain itu pastikan juga bahwa loyang yang akan digunakan tidak adanya karat serta penyok-penyok pada permukaannya. Apabila loyang yang akan digunakan sudah bersih serta mempunyai kondisi yang baik, maka akan memberikan kemudahan pada saat mengeluarkan kue. 2.                   Menggunakan  Baking Paper Salah satu tips kue tidak lengket di loyang yang bisa Anda lakukan yaitu dengan melapisi dasar loyang dengan menggunakan  baking paper . Kertas ini memang difungsikan untuk menghindari kue supaya tidak lengket pada loyang. Penggunaan kertas roti juga dapat menjamin hasil dari kue yang Anda buat tidak meninggalkan bekas sedikitpun pada dasar loyang. Namun penggunaan dari kertas ini hanya bisa digunakan satu kali pakai saja. Apabila Anda tidak ingin mengeluarkan biaya yang lebih untuk selalu membeli kertas ini, Anda bisa menggunakan silpat. Silpat ini mempunyai fungsi yang sama dengan  baking paper . Namun, silpat dapat digunakan secara berulang-ulang. 3.                   Mengolesi dengan Margarin Cara yang satu ini tentunya sudah sering Anda dengar bukan? Mengolesi loyang dengan menggunakan margarin atau menggunakan cooking spray dapat membuat loyang menjadi lebih licin. Hal ini dapat memberikan kemudahan untuk Anda dalam mengangkat kue ketika sudah matang. Namun, dalam pengolesan loyang menggunakan margarin ataupun dengan  cooking spray  tidak disarankan dalam jumlah yang terlalu banyak. Hal ini dikarenakan dapat menyebabkan pengaruh pada rasa. 4.                   Loyang Anti Lengket Tips kue tidak lengket di loyang yang selanjutnya adalah dengan menggunakan loyang anti lengket. Penggunaan loyang anti lengket dapat meminimalisir kue yang Anda buat menjadi tidak lengket. Umumnya permukaan loyang anti lengket ini mempunyai permukaan yang sangat licin. Dengan permukaan yang licin ini dapat memberikan kemudahan untuk Anda mengeluarkan kue pada loyang saat sudah matang. Harga dari loyang ini tentunya lebih mahal dibandingkan dengan jenis loyang yang lainnya. Namun, dengan adanya loyang anti lengket ini, Anda tidak memerlukan lagi untuk memberikan  baking paper  dan juga mengolesi margarin pada permukaan loyang. 5.                   Kematangan yang Pas Tingkat kematangan juga dapat mempengaruhi lengket atau tidaknya kue pada loyang. Cara yang mudah untuk mengetahui kematangan pada kue yaitu dengan cara menusuk kue menggunakan lidi. Apabila saat lidi tersebut Anda tarik dan terdapat adonan yang menempel, maka hal tersebut menandakan kue masih belum matang dengan sempurna. Tanda apabila kue telah matang dengan sempurna yaitu apabila pada saat pengecekan menggunakan lidi, tidak ada sedikitpun adonan yang menempel. Pengecekan dengan cara ini biasa digunakan untuk mengetahui tingkat kematangan pada kue. Itulah beberapa tips kue tidak lengket di loyang. Selain memperhatikan kualitas pada loyang yang digunakan, menggunakan berbagai bahan kue yang berkualitas unggul juga dapat memberikan pengaruh terhadap hasil pada kue. Untuk mendapatkan bahan-bahan yang berkualitas unggul, Anda bisa mendapatkannya pada Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini dapat menyediakan berbagai bahan-bahan kue yang sedang Anda butuhkan. Mulai dari berbagai jenis tepung, pewarna, hingga pemanis buatan juga tersedia. Cek website resminya untuk mengetahui berbagai jenis bahan pangan berkualitas tinggi dari GSI.

Sabtu, 02 Juli 2022 - 22:01

Mengalami kegagalan dalam membuat kue atau roti adalah hal yang biasa. Jika Anda memiliki passion di bidang baking, tentu tidak boleh menyerah begitu saja. Nah, saat roti yang Anda buat tidak berhasil, maka hal yang harus dilakukan adalah analisa sebab adonan gagal. Adonan yang gagal adalah adonan yang tidak bisa mengembang saat dipanggang. Sehingga, teksturnya menjadi bantat dan kurang nikmat saat dimakan. Ada beberapa penyebab adonan tidak mengembang atau bantat yang perlu Anda ketahui, diantaranya : Sebab Adonan Gagal dan Bantat Cek daftar mengapa adonan yang Anda buat tidak mengembang dengan baik di bawah ini! Penggunaan Air yang Terlalu Panas Ketika Anda akan mencampurkan ragi, seharusnya menggunakan air yang hangat. Atau memiliki suhu antara 40 hingga 46 derajat celcius. Penggunaan air bersuhu lebih dari 46 derajat celcius akan membuat ragi tidak lagi aktif. Sehingga adonan tidak dapat mengembang dengan baik. Ragi Terlalu Lama Disimpan Saat membuat adonan roti, Anda perlu memilih ragi yang baru dibeli. Saat membelinya pun, sebaiknya cek tanggal kadaluarsanya. Jangan sampai Anda membeli ragi yang sudah atau mendekati tanggal kadaluarsa. Sebelum mencampurkan ragi kering, pastinya, Anda harus mengecek keaktifan dari ragi. Sila campurkan 1 sachet ragi dengan ½ cup air hangat serta 1 sendok teh gula. Setelah itu, Anda aduk sebentar dan tunggu 10 menit. Jika muncul gelembung setelah didiamkan, maka ragi yang Anda gunakan masih aktif. Namun apabila tidak banyak gelembung yang muncul, sebaiknya jangan gunakan ragi tersebut. Penambahan Garam yang Terlalu Banyak Ternyata, sebab adonan gagal yang selanjutnya adalah penambahan garam yang terlalu banyak. Pasalnya, garam bisa menyebabkan ragi tidak mampu mengembangkan adonan. Apabila adonan memang butuh penambahan garam, pastikan ukurannya tepat. Selain itu, jangan tambahkan garam berbarengan dengan ragi. Sebaiknya, masukkan garam ketika adonan sudah jadi. Suhu Dapur yang Terlampau Dingin dan Adonan Tidak Ditutup Sesudah semua bahan dicampur, agar adonan mengembang, maka harus ditunggu sebentar. Adonan yang berhasil akan mengembang 2 kali lipat. Nah, proses mendiamkan adonan paling ideal pada suhu yang hangat. Sebab, suhu dapur yang terlalu dingin akan menghalangi proses berkembangnya ragi dan adonan dengan baik. Nah, ketika mendiamkan juga perlu adanya penutup seperti plastik wrap. Jika tidak, maka adonan bisa mengering dan tidak elastis saat diuleni. Apabila Anda khawatir adonan menempel pada plastik maka semprot terlebih dahulu plastik wrap-nya menggunakan minyak. Menggunakan Tepung Gandum Utuh Adonan roti yang baik memiliki helai gluten sehingga teksturnya jadi berongga. Sehingga, bahan yang paling tepat adalah tepung terigu serbaguna. Jika Anda menggunakan tepung gandum utuh, maka gluten akan sulit dihasilkan. Sehingga, sulit untuk mengembang. Wadah Pemanggang yang Terlalu Kecil Sebab adonan gagal yang terakhir adalah menggunakan wadah pemanggang yang terlalu kecil. Jika Anda sudah memastikan semua bahan sudah benar, prosesnya pun sesuai prosedur, tetapi adonan tidak juga mengemban. Cek dulu apakah pemanggangnya terlalu kecil atau tidak. Silakan gunakan panci atau loyang dengan diameter yang sesuai dengan resepnya. Jika perlu, gunakan loyang dengan tinggi 22 hingga 23 cm. Hindari Adonan Gagal dengan Memilih Produk yang Tepat Adonan yang gagal tentu akan membuat semangat baking Anda jadi memudar. Untuk itu, lakukan persiapan yang matang agar adonan bisa mengembang sempurna. Selain menghindari poin-poin di atas, Anda juga harus menggunakan bahan berkualitas untuk membuat adonan yang baik. Semua bahan yang dibutuhkan untuk roti yang lezat sempurna tersedia di Global Solusi Ingredia (GSI). GSI menyediakan bahan-bahan khusus membuat makanan, bahan fungsional, serta bahan makanan alami dengan kualitas internasional. Cek website resmi GSI untuk cek produk-produk yang dijual secara lengkap!

Sabtu, 02 Juli 2022 - 21:57

Apakah Anda kerap membuat kue atau roti? Jika iya, tentu pernah mengalami kegagalan saat mengolah adonan. Kegagalan ini bisa jadi disebabkan karena adonan kurang kalis. Nah, untuk mengatasi hal ini, tentunya Anda harus mengetahui ciri adonan yang sempurna terlebih dahulu. Tujuannya, supaya Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk adonan bisa mulai dipanggang. Sehingga, kue yang dibuat pun menghasilkan cita rasa dan tekstur yang paripurna. Ciri Adonan yang Sempurna dan Cara Mengetesnya Ada beberapa ciri adonan yang sempurna yang perlu Anda ketahui. Dalam dunia baking, adonan yang sempurna disebut juga sebagai adonan yang kalis. Lantas, apa saja cirinya? Mari simak bersama pada daftar di bawah ini! 1.       Tidak Lengket di Tangan Cara yang paling mudah untuk menentukan apakah adonan sudah kalis atau belum adalah dengan menempelkannya di tangan. Ciri adonan yang sempurna adalah yang tidak lengket di tangan. Selain itu, adonan juga tidak memiliki tekstur yang kasar. Agar adonan tidak lengket di tangan, maka Anda harus menguleni dalam waktu yang cukup. Setiap jenis kue tentu berbeda-beda jangka waktu dalam mengulemi adonannya. Namun, minimal waktu yang dibutuhkan adalah 10 menit. 2.       Teksturnya Elastis Adonan yang sudah kalis sempurna memiliki tekstur yang elastis. Cara mengetesnya adalah dengan menariknya menggunakan tangan. Apabila setelah ditarik adonan tidak sobek, maka artinya adonan sudah sempurna dan siap masuk pada tahap pengolahan yang selanjutnya. 3.       Bentuknya Tetap Meski Dibanting Ciri adonan yang sempurna selanjutnya adalah memiliki bentuk yang sama meskipun dibanting. Cara mengetesnya adalah dengan membentuk adonan menjadi bulat laiknya bola. Setelah itu, silakan banting adonan ke permukaan yang keras. Jika adonan masih memiliki bentuk yang sama, artinya adonan sudah kalis. Namun, apabila bentuknya berubah menjadi lembek, maka Anda harus menguleninya lagi atau menambahkan komponen yang dirasa kurang. 4.       Kenyal, Empuk, dan Kencang Terakhir, coba Anda cubit adonan kue tersebut. Jika adonan terasa empuk, kencang, serta kenyal, maka akan menjadi kue yang teksturnya sempurna. Cara Mendapatkan Ciri Adonan yang Sempurna Untuk mendapatkan adonan yang kalis sempurna maka cara yang paling tepat adalah menguleni dengan tangan. Sebab, dengan menggunakan tangan akan mencegah adonan terlalu lama diuleni (over). Hal yang dapat Anda lakukan adalah mencampurkan adonan pada mangkuk stainless. Jika bahan-bahan telah tercampur dengan baik, maka uleni adonan dengan pelan-pelan pada mangkuk. Sebaiknya, jangan gunakan tenaga yang berlebihan saat menguleni. Sebab, hal ini akan menyebabkan kandungan lemak pada tepung akan pecah. Sedangkan adonan yang kalis tetap mempertahankan gluten supaya tidak pecah (stratch). Terlalu keras menguleni justru membuat adonan jadi tidak elastis. Jika sudah diuleni pada mangkuk, lanjutkan dengan menguleni pada permukaan talenan silikon yang luas. Lumuri dengan taburan tepung agar tidak lengket. Pakai lah bagian bawah telapak tangan untuk memberikan tekanan pada adonan. Dapatkan Adonan yang Sempurna dengan Bahan Berkualitas dari GSI Ciri adonan yang sempurna juga bisa didapatkan dengan pemilihan bahan-bahan yang berkualitas tinggi. Untuk itu, Anda bisa memilih bahan-bahan yang tersedia di GSI (Global Solusi Ingredia) yang merupakan perusahaan dari Malaysia. Beberapa bahan kue yang tersedia meliputi functional emulsifiers, cokelat, pewarna makanan, enzim, stabilizer, pengental, texturizer, dan masih banyak lagi. Untuk masalah kualitas, tentu tidak perlu diragukan lagi. Sebab GSI menjadi salah satu pemasok untuk bahan baku kue domestik dan juga internasional. Demikian pembahasan mengenai ciri adonan yang sempurna. Pastikan Anda mendapatkan adonan kue sempurna dengan bahan-bahan yang disediakan GSI.

Contact Us

Contact Us