Suka membuat aneka olahan berbahan dasar cokelat? Memang, paduan rasa cokelat yang manis dan legit membuat bahan yang satu ini disukai oleh banyak kalangan. Selain itu, cokelat pun bisa dibuat aneka makanan berbeda, mulai dari kue, aneka camilan dan lainnya. Jika dilihat dari kandungannya, cokelat pun memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Misalnya saja, di dalam cokelat terdapat kandungan serat yang baik untuk pencernaan, karbohidrat sebagai sumber tenaga, antioksidan untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan lainnya. Hanya saja, untuk mendapatkan hasil olahan cokelat yang maksimal dan menyehatkan, tentu Anda perlu menggunakan cokelat yang berkualitas. Nah, GSI menyediakan produk cokelat istimewa yang cocok untuk Anda jadikan bahan olahan. Baca juga : Ini Dia 3 Parameter Kualitas Cokelat Terbaik Ragam Ciri Cokelat yang Berkualitas Seperti yang diketahui, ada cukup banyak produk cokelat yang ada di pasaran dan bisa dijadikan bahan untuk membuat aneka menu dan olahan cokelat yang berbeda. Namun, Anda perlu selektif dalam memilih bahan cokelat untuk mendapatkan bahan berkualitas. Ada beberapa ciri cokelat berkualitas yang bisa dijadikan pedoman saat memilih. Beberapa diantaranya adalah: 1. Dibuat dari bahan baku yang berkualitas Produk cokelat yang berkualitas tentu dibuat dengan bahan dasar yang berkualitas pula. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengecek ingredients yang ada pada kemasan tersebut. Terkait bahan baku, cokelat GSI dibuat dengan menggunakan beragam bahan yang berkualitas untuk menghasilkan produk cokelat istimewa. Adapun beragam bahan yang digunakan diantaranya adalah carob, cokelat, chocolate extender, cocoa butter, cocoa powder , dan lainnya. 2. Cenderung mudah meleleh Ciri lain dari cokelat yang berkualitas adalah produk cokelat yang cenderung mudah meleleh. Sifat cokelat yang mudah meleleh ini sebenarnya merupakan tanda bahwa produk tersebut menggunakan lemak kakao asli. Nah, dengan sifatnya yang lebih mudah meleleh, cokelat tidak akan tertinggal di rongga mulut saat dikonsumsi. Selain itu, ketika dipanaskan untuk dijadikan bahan campuran pun cokelat yang berkualitas tidak perlu waktu lama agar meleleh. Sebaliknya, cokelat dengan kualitas yang kurang baik cenderung lebih lama meleleh dan lebih keras. Pasalnya, pada produk cokelat tersebut lemak yang digunakan adalah lemak kelapa sawit. 3. Memiliki aroma yang lebih harum Cokelat yang berkualitas sebenarnya bisa dicek dari aroma yang dikeluarkan. Dalam hal ini, ciri umum cokelat yang berkualitas adalah memiliki aroma yang lebih harum khas dari cokelat. Tentu, aroma yang lebih harum ini tentu akan menambah cita rasa olahan cokelat yang hendak Anda buat. Baca juga : Intip Produk di Industri Bahan Makanan Global Solusi Ingredia 4. Tampilan yang lebih berkilau Satu lagi ciri umum dari cokelat yang berkualitas adalah produk cokelat tersebut memiliki tampilan yang cenderung lebih berkilau. Tampilan cokelat yang berkilau tersebut didapatkan dari proses pengolahan yang baik dan tepat. Sebaliknya, cokelat yang memiliki kualitas kurang baik cenderung berwarna lebih keruh. Selain dikarenakan penggunaan bahan dasar yang kurang berkualitas, pengolahan cokelat pun tidak dilakukan dengan baik. Nah, beberapa hal di atas adalah ragam ciri mendasar dari produk cokelat yang berkualitas. Tentu saja, semua ciri cokelat berkualitas tersebut ada pada produk cokelat GSI. Dibuat dengan bahan baku istimewa, cokelat GSI memberikan kualitas cokelat yang terjamin. Selain itu, ada cukup banyak variasi cokelat berkualitas yang tersedia dan bisa dipilih sesuai keinginan untuk memenuhi kebutuhan makanan berkualitas Anda. Cek katalog produk di laman https://globalsolusiingredia.com untuk kemudahan memilih.
Bahan pangan fungsional kini semakin banyak digemari oleh masyarakat karena mampu menjaga kesehatan tubuh sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Adanya pangan fungsional ini sangat penting lantaran punya kandungan komponen bioaktif yang dapat memberikan pengaruh positif untuk metabolisme tubuh. Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk menentukan suatu bahan pangan fungsional. Dengan begitu, zat dan kandungan gizi yang terkandung dalam bahan pangan tersebut bisa memenuhi segala kebutuhan yang ada dalam tubuh. Apa Itu Bahan Pangan Fungsional? Bahan pangan fungsional adalah bahan makanan yang berasal dari alam. Contohnya, buah dan sayur atau pangan olahan yang punya komponen bioaktif yang baik untuk metabolisme tubuh. European Commision Concreted Action on Functional Food Science in Europe (FUFOSE) mengartikan bahan pangan fungsional jika memiliki kandungan satu atau lebih manfaat terhadap fungsi tubuh dan mampu meningkatkan kesehatan serta kebugaran. Tidak hanya itu, bahan pangan fungsional pun mampu menurunkan potensi penyakit. Baca juga : Penambahan Emulsifier pada Puding, Apa Hasilnya? Sementara itu, menurut BPOM RI, bahan pangan fungsional adalah bahan pangan alami atau yang sudah diolah dengan kandungan sejumlah senyawa yang mempunyai fungsi fisiologis untuk meningkatkan kesehatan. Fungsi fisiologis yang dimaksudkan adalah memperlambat penuaan tubuh, mencegah penyakit, bisa meningkatkan imunitas tubuh, menjaga ritme fisik, serta bisa menyehatkan tubuh kembali ketika sakit. Jenis Pangan Fungsional Bahan pangan fungsional terbagi dalam tiga jenis yakni sumber makanan, metode pengolahan, dan kandungan gizi. Sumber bahan pangan fungsional bisa berasal dari nabati atau hewani. Kemudian dalam metode pengolahan, bisa secara alami, tradisional maupun modern. Terakhir, dalam hal kandungan gizi, bahan pangan fungsional harus mengandung berbagai jenis vitamin, serat, dan mineral. Sehingga bisa dipastikan pangan fungsional sangat berpengaruh untuk kesehatan dan bisa menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh. Bahan Pangan Fungsional Termodifikasi Selain bahan pangan fungsional biasa, ada juga pangan fungsional termodifikasi. Yang membedakannya dengan bahan pangan fungsional biasa adalah pangan fungsional termodifikasi merupakan bahan makanan yang ditambah dengan berbagai macam nutrisi sehingga bisa memberikan dampak positif bagi tubuh. Berbeda dengan bahan pangan fungsional biasa yang umumnya berasal dari sumber alam tanpa ada percampuran apapun. Dengan kata lain, bahan pangan fungsional termodifikasi sudah diolah dan diperkaya dengan berbagai nutrisi tambahan, seperti vitamin, serat, mineral, dan lain-lain dengan tujuan memperkaya manfaat dan meningkatkan kesehatan tubuh. Salah satu bahan pangan fungsional termodifikasi yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah yogurt. Baca juga : Jenis PH Control Agents yang Tersedia di Global Solusi Ingredia Kandungan yang Terdapat dalam Bahan Pangan Fungsional Bahan pangan fungsional biasanya memiliki kandungan yang berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Kandungan tersebut meliputi serat pangan, gula alkohol, asam lemak tak jenuh, glikosida. Selain itu, ada juga kandungan oligosakarida, peptida, protein, polifenol, isoflavon, bakteri asam laktat. Kemudian, ada koiln dan lesitin, vitamin, mineral, dan phytosterol. Berbeda dengan bahan pangan fungsional termodifikasi yang bisa saja berbentuk tablet, umumnya kandungan tersebut pun bisa ditemukan di bahan pangan fungsional alami yang sudah diberikan alam kepada manusia. Anda yang ingin mendapatkan bahan pangan fungsional untuk selalu menjaga pola hidup sehat, bisa mendapatkan berbagai pangan fungsional dari Global Solusi Ingredia (GSI). GSI menyediakan berbagai bahan pangan fungsional baik konvensional maupun termodifikasi yang tentunya berkualitas dan menyehatkan. GS menyediakan bahan pangan fungsional seperti cokelat, emulsifier, dan lain sebagainya. Anda bisa langsung menghubungi GSI untuk bisa memberikan keluarga Anda bahan pangan yang menyehatkan sehingga bisa terhindar dari segala penyakit mematikan di kemudian hari. Sebab, kesehatan merupakan hal yang mahal dan terkadang dilupakan, sehingga GSI siap untuk memberikan produk terbaik untuk Anda.
Apakah Anda mengetahui tentang Enzim Rennet? Enzim yang satu ini ternyata berasal dari hewan mamalia dan berhubungan erat dalam proses pembuatan keju yang umumnya memerlukan waktu fermentasi yang panjang. Nah, enzim rennet ini diyakini bisa menyimpan kadar susu yang ada dalam keju. Anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui lebih jelas. Enzim Rennet adalah sebuah enzim yang diperoleh dari lambung hewan mamalia. Umumnya, enzim yang satu ini didapatkan dari lambung anak sapi yang tengah menyusui, namun dengan ketersediaan yang terbatas. Maka dari itu, untuk menyiasati keterbatasan, enzim rennet bisa didapatkan dari lambung. Tidak hanya itu, dengan keterbatasannya, enzim rennet pun memiliki harga yang sangat mahal. Rennet memiliki kandungan enzim proteolytic atau biasa disebut protease yang berfungsi memisahkan susu menjadi suatu bentuk padat dan cair. Selain itu, rennet pun mengandung sejumlah enzim lainnya, seperti pepsin dan lipase. Sementara enzim aktif yang terdapat pada rennet adalah enzim renin. Baca juga : Bahan Pengembang Kue Agar Hasil Kue Panggang Sempurna Fungsi Enzim Rennet Pada Pembuatan Makanan Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, enzim rennet memiliki fungsi dalam pembuatan keju. Enzim ini berfungsi mengumpulkan kasein yang terdapat dalam proses pembuatan keju. 1. Pengentalan Susu Sifat dari rennet dalam proses ini adalah proteolik dan bisa menggumpalkan susu dalam proses awal pembuatan keju. Hasil dari proses pengentalan susu itu kemudian akan melewati proses pengolahan dadih. Dadih merupakan bentuk air yang padat dan akan diiris serta dicincang memakai alat, tetapi bisa juga dilakukan manual memakai tangan. Hal itu memiliki tujuan guna mengeluarkan air dadih yang lebih banyak. 2. Dadih Dihancurkan Dadih tersebut nantinya akan dihancurkan hingga menjadi bentuk butiran-butiran kecil dengan memakai alat khusus. Semakin halus butiran maka akan air dadih yang dihasilkan pun akan semakin banyak. Nantinya, air dadih itu bisa dikeringkan untuk dapat memperoleh keju yang keras. 3. Pembuatan Keju Rennet Apabila telah mendapatkan bentuk dadih yang diharapkan, selanjutnya proses akan masuk dalam tahap pembuatan keju rennet. Dadih itu akan melewati proses pencetakan dan pengasinan supaya keju yang diperoleh tidak punya rasa yang hambar. Setelah itu, keju akan melewati tahap pematangan dengan berada di temperatur dan kelembapan yang terjaga stabil. Dari sebuah susu yang nantinya melewati tahap proses pencampuran dengan rennet bisa dijadikan berbagai macam jenis keju. Sehingga, dengan berdasarkan penjelasan di atas, bisa dipastikan bahwa enzim yang satu ini memang sangat bermanfaat dalam pembuatan makanan. Keju yang dihasilkan dari enzim rennet ini punya rasa yang enak dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Keju tersebut bisa menyehatkan jantung, menguatkan gigi dan tulang, termasuk membuat tubuh menjadi lebih sangat dengan segala kandungan yang terdapat di dalamnya. Akan tetapi, tetap saja mengonsumsi keju secara berlebihan pun sangat tidak disarankan. Sebab, di balik manfaat yang ada di dalamnya, mengonsumsi keju secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Lebih baik, konsumsi dengan kadar yang normal dan sesuai. Baca juga : Perbedaan Butter Cake dan Sponge cake Produk Rennet GSI yang Berkualitas Anda dapat mendapatkan bahan-bahan berkualitas termasuk enzim rennet sebagai pelengkap pembuatan keju dari PT Global Solusi Ingredia. PT GSI menyediakan enzim rennet berkualitas baik dan bisa dipercaya untuk segala kebutuhan pembuatan makanan. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir dengan bahan makanan, karena PT GSI bisa memenuhi segala kebutuhan Anda dengan berbagai produk yang punya kualitas tinggi. Dengan demikian, Anda pun bisa berkreasi dengan leluasa di rumah untuk menciptakan makanan yang enak dan sehat.
Produk PH Control Agents merupakan suatu barang yang berfungsi untuk mengontrol kadar asam pada berbagai jenis makanan. Anda dapat menemukan produk PH Control Agents di PT GSI (Global Solusi Ingredia). Perusahaan ini merupakan sebuah supplier bahan makanan terlengkap di Indonesia yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebagai bagian dari Global Specialty Ingredients Sdn Bhd, Anda dapat menemukan bahan makanan terlengkap tersebut melalui website resmi GSI. Selain itu, Anda juga bisa melakukan konsultasi secara interaktif untuk menemukan bahan makanan pilihan termasuk produk PH control. Nah, untuk jenis produk PH Control yang tersedia di GSI adalah sebagai berikut: Jenis PH Control Acidulants Blends Salah satu jenis PH Control yang Anda dapat temukan di GSI adalah Acidulants Blends. Jenis produk ini terdapat dalam bentuk asam malat dan asam nitrat. Biasanya, senyawa tersebut bisa dengan mudah ditemukan pada industri minuman. Seperti contohnya pada minuman instan serbuk maupun minuman cair. Baca juga : Mengulik Cara Kerja Emulsifier Secara Detail Pada industri minuman, asam nitrat memiliki peran yang penting baik itu bagi minuman berkarbonasi maupun minuman non karbonasi seperti minuman olahraga, buah, atau pun alkohol. Ketika asam nitrat bereaksi dengan garam sodium, maka akan membuat minuman lebih tahan lama dan menyeimbangkan kadar PH. Di samping itu, dari segi rasa ( flavor ) asam nitrat dapat memberikan sensasi yang segar seperti buah sitrus. Sehingga, minuman menjadi lebih nikmat dan melegakan tenggorokan kala diminum ketika sedang haus. Fungsi berikutnya dari zat acidulant blends adalah sebagai sistem buffer agent, yaitu memberikan kontrol terhadap rasa pahit atau getir. Jenis PH Control Acetic Acid Jenis PH Control Agent berikutnya yang bisa Anda dapatkan di GSI adalah Acetic Acid atau Asam Asetat. Jenis PH Control Agent yang satu ini juga terdapat dalam asam etilat, asam cuka, asam etanoat, serta asam karboksilat metana. Asam asetat sangat banyak digunakan pada industri makanan. Pada industri makanan, penggunaan asam asetat memiliki berbagai fungsi. Di antaranya adalah sebagai pengatur keasaman, pemberi aroma serta rasa khas yang sedap. Contoh penggunaan asam asetat bisa ditemukan pada bakso atau pempek. Pada contoh makanan tersebut, asam asetat juga berperan untuk melawan bau amis dari bahan daging dan ikan dalam masakan. Jenis PH Control Sodium Carbonate Sodium Carbonate merupakan jenis PH Control berikutnya yang dapat Anda temukan di PT GSI. Jenis PH Control yang satu ini sering juga dikenal dengan sebutan soda kue atau baking soda. Bentuk dari produk tersebut adalah berupa butiran serbuk Kristal halus dengan warna putih yang bersih. Baca juga : Seberapa Aman Penggunaan Emulsifier pada Makanan? Sifat dari sodium carbonate adalah mudah larut dalam air. Penggunaan dari senyawa ini sendiri adalah untuk pembuatan kue dan roti. Ketika bereaksi dengan bahan-bahan pembuat roti, maka senyawa ini akan membentuk suatu gas karbon dioksida sehingga adonan roti menjadi mengembang. Selain beberapa jenis PH Control Agent yang telah dijelaskan di atas, terdapat pula beberapa jenis lainnya seperti sorbic acid, lactic acid, citric acid, ammonium hydroxide, tartaric acid, malic acid, dan phosphoric acid. Demikianlah ulasan mengenai jenis PH Control Agents yang tersedia di PT GSI (Global Solusi Ingredia). Untuk dapat melihat detail produk secara lebih lengkap, Anda dapat langsung mengunjungi website PT GSI. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!
Bingung mencari camilan yang cocok untuk menemani tea time bersama keluarga tercinta? Nah, bolu mentega bisa menjadi ide camilan yang nikmat dan tepat untuk menemani Anda menikmati teh hangat sambil berbincang dengan keluarga. Bisa dikatakan bahwa bolu mentega kini menjadi salah satu kudapan yang cukup digemari. Bukan hanya karena rasanya yang nikmat paduan dari manis, gurih dan juga lembutnya mentega, namun sajian satu ini bisa dibuat dengan bahan yang sederhana. Tentu saja, hal ini akan memudahkan Anda saat membuatnya di rumah. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas salah satu resep bolu mentega andalan yang bisa Anda coba di rumah. Penasaran? Simak ulasannya! Bahan yang Diperlukan Seperti yang dibahas di awal, bolu mentega bisa dibuat dengan aneka bahan yang cenderung sederhana dan mudah dicari di sekitar rumah. Adapun beberapa bahan yang diperlukan adalah: 8 butir kuning telur 7 butir putih telur 225 gram gula pasir yang dihaluskan 175 gram BOS (Butter oil substitute) 150 gram margarin ½ sendok teh cream of tar-tar Selain beberapa bahan di atas, ada bahan kering yang perlu disediakan, yaitu: 175 gram tepung protein rendah 25 gram tepung maizena 36 gram susu bubuk vanila ½ sendok teh baking powder Jika dilihat sekilas, Anda tentu sudah sangat familiar dengan bahan tersebut, bukan? Untuk Anda yang ingin mendapatkan rasa bolu mentega yang lebih gurih, Anda bisa menambah gramasi margarin dan susu bubuk yang digunakan. Langkah Pembuatan Bolu Mentega Apabila semua bahan yang dibutuhkan sudah tersedia, Anda bisa langsung memulai proses pembuatan bolu mentega. Adapun langkah pembuatan yang perlu dilakukan hingga sajian ini jadi adalah: Ayak bahan kering yang sudah disediakan sebelumnya hingga semua bahan tercampur rata. Sisihkan Oles loyang berukuran 24 cm –atau ukuran lainnya menyesuaikan yang ada di rumah, dengan menggunakan margarin secara merata. Setelah itu, taburi dengan tepung terigu hingga rata dan tipis Ambil wadah dan masukkan gula pasir halus, BOS serta margarin. Aduk menggunakan mixer dengan kecepatan sedang hingga tercampur rata dan mengembang. Ciri adonan sudah rata adalah adonan terlihat lebih lembut dan berwarna pucat Selanjutnya, masukkan kuning telur satu per satu ke dalam adonan sambil diaduk menggunakan mixer . Lakukan hingga tercampur rata Apabila adonan sudah tercampur rata, tambahkan bahan kering yang sudah disisihkan tadi sedikit demi sedikit memakai sendok makan Campur adonan hingga rata Panaskan oven Ambil wadah lain lalu campur putih telur dan cream of tar-tar dengan menggunakan mixer berkecepatan rendah lalu tinggi hingga kedua bahan tersebut tercampur rata dan kaku Campurkan adonan putih telur tersebut ke adonan awal dan buat layer Masukkan adonan ke dalam loyang lalu panggang dengan suhu 160 derajat celcius dengan menggunakan api atas bawah selama 30 menit. Setelah itu, ubah pengaturan oven untuk memanggang adonan dengan api bawah saja selama 15 menit agar bolu mentega matang sempurna Jika sudah matang, angkat dan tunggu sampai dingin sebelum diiris sesuai selera Selesai Dengan cara yang cukup mudah di atas, Anda bisa membuat sajian bolu mentega lembut nan lezat. Nah, agar bolu mentega yang Anda buat semakin nikmat, gunakan bahan-bahan berkualitas yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Ada berbagai macam bahan yang tersedia dengan kualitas internasional. Sebab, GSI sudah sejak lama menjadi supplier bahan pangan multinasional. Tentunya, kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Cek di sini untuk melihat bahan yang Anda perlukan selengkapnya!
Emulsifier atau pengemulsi berfungsi untuk menyatukan bahan adonan kue sehingga lebih tercampur rata. Dengan begitu, kue yang dihasilkan pun akan lebih lembut dan empuk. Lantas, apa hasilnya jika emulsifier ditambahkan pada puding? Tentu saja akan memunculkan dampak tertentu. Seperti yang kita ketahui, ada tiga jenis emulsifier yang populer digunakan di Indonesia, yakni TBM, SP, dan Ovalet. Ketiga emulsifier ini memiliki karakteristik tertentu. Setiap kue tentu akan mendapatkan hasil yang sedikit berbeda dari setiap emulsifier yang digunakan, meskipun tidak signifikan. Sementara itu, puding merupakan sebuah hidangan penutup yang biasanya terbuat dari bahan-bahan yang direbus, dikukus, atau dipanggang. Nama puding pun bisa digunakan dalam beragam jenis pastei yang berbahan dari campuran lemak hewan, daging, atau buah-buahan yang dipanggang, direbus, dan dikukus. Penambahan Emulsifier pada Puding Sejumlah puding memiliki resep yang mengharuskan pembuatnya menambahkan emulsifier di dalamnya. Akan tetapi, apa hasilnya nanti jika puding itu ditambah emulsifier? Berikut ini adalah efek yang akan dihasilkan jika puding ditambahkan emulsifier. 1. Lebih Kenyal Puding yang kenyal tentu akan lebih nikmat ketika disantap. Itulah yang akan didapat ketika emulsifier ditambahkan ketika dalam proses pembuatan puding. Emulsifier memiliki fungsi menyatukan berbagai adonan yang berbeda jenis, misalnya minyak dan air. Dengan fungsi tersebut, menjadikan puding tidak lembek dan kenyal di lidah serta tampak menggugah selera. Baca juga : Bagaimana Penggunaan Emulsifier pada Yoghurt 2. Lebih Lembut Fungsi Emulsifier dalam proses pembuatan puding pun akan menjadikan puding menjadi lebih lembut. Dengan begitu, mereka yang menyantap puding pun akan merasakan sensasi kelembutan setiap memotong puding dan memasukkannya ke dalam mulut. Dampak ini sama seperti yang didapat pada kue yang ditambahkan emulsifier. 3. Tidak Pecah Ketika menambahkan emulsifier saat membuat puding, segala bahan yang ada akan tercampur rata. Dengan begitu, puding pun tidak akan pecah setelah didinginkan. Tidak hanya itu, puding yang tidak pecah pun akan menjadi kenikmatan tertentu ketika dicampurkan dengan es krim. Dengan begitu, mereka yang memakan puding akan merasakan kenikmatan setiap gigitannya. Baca juga : Seberapa Aman Penggunaan Emulsifier pada Makanan? 4. Lebih Halus Tekstur puding yang kasar tentu bisa menjadi persoalan. Maka dari itu, puding yang ditambahkan emulsifier akan menambah kelembutan terhadap tekstur puding. Dengan begitu, mereka yang memakan puding pun akan merasakan puding itu meluncur di tenggorokan dengan mudahnya. Tidak hanya itu, puding pun akan semakin terasa nikmat. Akan tetapi, dari penjelasan di atas, perlu diketahui, tidak semua puding bisa ditambahkan emulsifier. Artinya, Anda pun harus lebih pintar memilih jenis puding jika ingin menggunakan emulsifier. Salah satu jenis puding yang bisa ditambahkan emulsifier adalah cake pudding yang kerap disajikan dalam sebuah acara tertentu. Tidak hanya itu, puding santan pun harus ditambahkan emulsifier, sebab bahan santan bisa membuat puding pecah setelah didinginkan. Jika Anda mencari emulsifier dengan bahan kandungan yang lebih sehat namun dengan efektifitas yang baik, Emulsifier dari Global Solusi Ingredia (GSI) bisa menjawabnya. Emulsifier GSI memiliki bahan soy lecithin yang lebih aman dan menyehatkan. Tidak hanya itu, Emulsifier GSI pun bisa digunakan untuk berbagai jenis puding. Serta, bisa membuat puding lebih kenyal, lembut, halus, dan tidak pecah. Jika Anda ingin mendapatkan Emulsifier GSI, cukup menghubungi nomor 08161391263 atau email ke sales@globalsolusiingredia.com . Anda pun bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan kontak tersebut.