BLOGS

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:15

Konsumsi cokelat pada berbagai macam produk olahan makanan memang sudah tidak asing lagi. Namun beberapa orang, terutama para pemula, seringkali masih merasa kebingungan mengenai bagaimana cara memilih cokelat yang terbaik dan yang paling cocok untuk digunakan pada bahan makanannya. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk melihat bagaimana kualitas suatu cokelat adalah dengan membandingkannya dalam indikator parameter kualitas cokelat. Dikarenakan jenis cokelat sangat beragam dan merk produk cokelat yang dijual di pasaran juga sangat bervariasi, terkadang kita merasa terkecoh ketika membandingkan cokelat. Oleh sebab itulah, melihat parameter kualitas cokelat menjadi salah satu solusi atau jalan keluar untuk Anda yang kesulitan untuk menemukan cokelat yang sesuai dengan keinginan. Nah, berikut ini ada 3 parameter kualitas cokelat yang paling utama untuk Anda cermati, yuk simak! Aroma Coklat Parameter pertama yang dapat Anda gunakan saat memilih produk cokelat yang berkualitas adalah dari segi aroma cokelat tersebut. Anda dapat mencium aroma cokelat dan mengidentifikasi apakah aroma tersebut terlalu menyengat, terkesan berbau manis gula, atau kurang tercium aromanya. Biasanya perbedaan aroma ini juga mengindikasikan kandungan apa yang terdapat di dalam produk cokelat. Apakah cokelat ini murni atau terlalu banyak campurannya. Baca juga:  3 Tips Jitu Agar Permukaan Bolu Mulus Secara umum, aroma cokelat sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti; tingkat kepadatan biji kakao, komposisi dan struktur gula, dan juga persebaran distribusi partikel zat kimia. Adapun pembentukan aroma dari produk cokelat dimulai secara alami seiring dengan teknik pengolahan dan penanganan pasca panen sampai dengan ke proses fermentasi, filterisasi, dan pengemasan. 2.  Tampilan Coklat Parameter kedua yang dapat Anda pertimbangkan untuk mengecek kualitas cokelat adalah dari segi tampilan atau  appearance  dari cokelat. Adapun beberapa indikator dalam parameter ini adalah menyangkut warna dari produk cokelat, tingkat kilap ( glossiness,  bentuk permukaan atau  roughness.  Secara umum, cokelat yang memiliki kualitas baik biasanya tampilannya lebih mengkilap dan warnanya lebih gelap. Kemudian dari segi tampilan juga tidak terdapat gelembung atau buih-buih yang mengganggu. Bercak putih juga tidak akan ditemukan pada cokelat yang berkualitas tinggi. 3.  Tekstur dan Tingkat  Hardness  Coklat Parameter berikutnya yang menunjukkan bahwa cokelat tersebut berkualitas tinggi adalah dapat dilihat dari segi tekstur dan tingkat kekerasan atau  hardness  dari cokelat. Ciri cokelat yang memiliki kualitas bagus adalah munculnya kesan bunyi khas seperti ‘snap’ atau ‘crack’ ketika dipatahkan. Teksturnya kokoh tidak rapuh, namun bukan ‘alot’. Sehingga memang tingkat  hardness nya adalah menunjukkan kekokohan susunan partikel cokelat yang kaya nutrisi. Baca juga:  Ini Dia 3 Faktor Utama Penyebab Kue Bantet Adapun, tingkat  hardness  dari cokelat menurut salah satu peneliti bernama Afoakwa, disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut adalah seperti kandungan kadar lemak, kadar air yang terkandung, ukuran dari partikel cokelat, serta tingkat  tempering.  Kemudian, jika partikel dalam cokelat memiliki ukuran yang lebih kecil, maka akan menghasilkan lebih banyak interaksi antar partikel di dalam cokelat sehingga pada akhirnya menciptakan cokelat dengan tingkat kekerasan yang lebih tinggi. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang cokelat atau bahan pangan lainnya, silakan terus mengikuti update terbaru dari website PT Global Solusi Ingredia. Perusahaan yang bermarkas di Kuala Lumpur ini telah bermitra dengan banyak penyedia bahan-bahan makanan terpercaya dari berbagai benua di dunia. Sehingga dapat menjadi referensi Anda dalam memilih bahan makanan berkualitas.  

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:10

Banyak hal yang sangat menyebalkan ketika kita sedang membuat kue bolu. Salah satunya dalam tekstur kue. Kue bolu dengan permukaan yang tidak halus tentu tidak diinginkan. Karena kecantikan dari kue sedikit berkurang. Selain itu, jika permukaan bolu tidak mulus maka akan menyulitkan proses menghiasnya seperti penambahan krim. Jika kamu tidak ingin bolu kamu memiliki permukaan kasar, berikut ini adalah 3 tips agar permukaan bolu mulus yang dapat kamu coba! 1. Lakukan Pengocokan (mixer) dengan Tingkat Kecepatan Rendah Salah satu tips jitu yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan hasil kue bolu dengan permukaan yang halus adalah dengan memperhatikan teknik mixer. Jangan mengocok adonan kue dengan tingkat kecepatan mixer yang tinggi, justru kocoklah adonan kue bolu dengan tingkat kecepatan mixer yang rendah.  Hal ini dipercaya akan dapat menciptakan adonan bolu yang lebih lembut dan hasil akhir kue yang mulus di bagian permukaannya. Baca juga:  Ini Dia 3 Faktor Utama Penyebab Kue Bantet Misalnya dalam alat mixer kamu memiliki skala antara 1 sampai 5, maka kamu dapat menggunakan tingkat kecepatan di angka 2 sampai dengan 3. Dalam skala angka ini, adonan kamu akan membentuk hasil yang  soft peak . Hasil  soft peak  ini selain membuat permukaan adonan lebih halus juga menghindari permukaan adonan menjadi cekung. Ketika permukaan kue bolu halus dan lembut tentu tidak akan mudah retak. 2. Meratakan Permukaan Adonan sebelum Dipanggang Setelah kamu memperhatikan teknik mixer dengan saksama dan mempraktikkannya, tips  berikutnya adalah dalam hal pemanggangan. Hasil adonan yang telah selesai dikocok tidak boleh didiamkan terlalu lama, sebab hal tersebut akan menimbulkan ketidakseimbangan udara di dalam adonan dengan di ruangan. Kemudian kondisi tersebut akan memicu adonan menjadi bantat atau tidak mengembang sebagaimana mestinya. Trik untuk membuat adonan kue bolu berhasil adalah segera memasukkan adonan ke Loyang setelah selesai dikocok. Kemudian setelah seluruh adonan masuk ke loyang, kamu dapat meratakan adonan tersebut sebelum dimasukkan ke dalam oven atau pemanggang kue. Cara meratakan permukaan adonan adalah dapat dengan bantuan spatula dan diratakan oleh tangan dengan satu arah. Atau dapat juga dengan cara diketuk-ketuk secara perlahan ke meja masak. Teknik mengetuk loyang ini selain berfungsi meratakan permukaan adonan juga berfungsi untuk mengeluarkan udara berlebihan di dalam adonan sehingga tidak terlalu bergelembung. 3.   Perhatikan Suhu dan Waktu Memanggang Hal berikutnya yang penting sekali untuk diperhatikan adalah dalam teknik memanggang. Proses pemanggangan kue bolu merupakan tahapan akhir dari pemasakan adonan kue menjadi kue bolu yang matang. Sehingga jangan sampai adonan bolu menjadi gagal di tahapan akhir ini. Kegagalan berat maupun kegagalan ringan tentu akan membuat kesal. Salah satu kegagalan yang menyebalkan adalah ketika permukaan bolu menjadi pecah dan tidak halus. Baca juga:  Non Dairy Krimer, Campuran Minuman Hangat yang Nikmat Untuk itu, jika kamu menginginkan permukaan kue bolu yang halus dan lembut maka Anda harus mengatur suhu panggang yang sesuai. Suhu tidak boleh terlalu tinggi, karena kue bolu akan cepat mengering dan pecah-pecah seperti retakan nantinya. Suhu juga tidak boleh terlalu rendah, karena bolu dikhawatirkan lama untuk mengembang dan akhirnya gagal. Maka suhu yang sedang dengan waktu pemanggangan yang tepat adalah pilihan yang benar. Agar permukaan bolu mulus dan teksturnya bagus, Anda juga harus memilih bahan yang benar-benar berkualitas. Nah, bahan-bahan tersebut dapat Anda peroleh di Global Solusi Ingredia. Apabila Anda memproduksi bolu dalam jumlah besar, GSI siap untuk memasok bahan produksinya. Silakan hubungi saja nomor yang tertera dan dapatkan kualitas bahan internasional yang akan mendukung proses produksi menjadi semakin optimal.

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:07

Membuat kue memang sangat menyenangkan. Selain bisa berkreasi sesuka hati, sesi memakan kue adalah yang sangat ditunggu-tunggu. Namun tentu akan sangat mengecewakan ketika sesi yang ditunggu tersebut tidaklah berjalan sesuai dengan ekspektasi karena kue yang telah diolah ternyata bantet. Oleh sebab itu, kamu perlu tahu apa sebenarnya penyebab kue bantet. Nah, berikut ini adalah 3 faktor utama penyebab kue bantet yang harus Anda hindari: Bahan-bahan Kue dalam Suhu Kulkas (dingin) Tidak dapat dipungkiri bahwa kulkas atau lemari pendingin merupakan fasilitas dapur yang layaknya kita gunakan untuk menyimpan berbagai bahan makanan termasuk bahan-bahan kue. Kita selalu menyimpan telur, margarin atau bahkan terkadang gula pasir ke dalam kulkas agar tidak dihampiri semut yang mengganggu. Nah, ternyata ini merupakan salah satu faktor utama penyebab kue menjadi bantet  lho! Baca juga:  Non Dairy Krimer, Campuran Minuman Hangat yang Nikmat Oleh sebab itu sebelum kamu membuat kue, baiknya ambil dulu bahan-bahan yang ingin digunakan lalu sisihkan di luar lemari pendingin. Biarkan suhunya menjadi normal seperti suhu ruangan. Setelah itu barulah kamu dapat menggunakannya sebagai bahan untuk membuat berbagai macam jenis dan variasi kue. Bahan-bahan kue dengan suhu ruang akan lebih mudah untuk tercampur rata ketika dikocok atau diaduk. Selain itu juga akan lebih cepat mengembang ketika diberi zat pangan pengembang. Pilih Bahan Pengembang yang Tepat Kesalahan berikutnya yang sering sekali terjadi di kalangan orang-orang yang pemula dalam pembuatan kue ( baking ), adalah pemilihan bahan pengembang yang tidak tepat. Jika Anda sudah mengeluarkan bahan untuk membuat kue dari kulkas, lalu mendiamkannya sampai suhu stabil ke suhu ruang, namun setelah matang kue masih saja bantet maka salah satu penyebabnya mungkin dari kesalahan bahan pengembang yang Anda pilih. Pada dasarnya, untuk membuat kue banyak sekali aneka ragam bahan pengembang yang bisa kamu pilih. Sebagai contohnya, bahan pengembang kue yang dipanggang tentu berbeda dengan bahan pengembang kue yang dikukus. Berbeda pula dengan bahan pengembang kue yang digoreng. Untuk itu, perlu membaca kegunaan bahan pengembang secara lebih cermat sebelum membeli dan menggunakan bahan pengembang untuk membuat kue yang Anda inginkan. Baca juga:  3 Ide Cake Kekinian untuk berjualan Proses Pemanggangan (memasak) yang Kurang Tepat Faktor berikutnya yang sangat fatal ketika sedang membuat kue sehingga menyebabkan kue menjadi bantet atau bahkan terkesan keras adalah proses pemanggangannya yang kurang tepat. Tentu akan sangat membuat hati kesal saat dari awal persiapan bahan sudah dikeluarkan dari kulkas, disamakan dengan suhu ruang, kemudian diaduk atau dikocok dengan pemilihan bahan pengembang yang tepat, namun ketika dipanggang hasilnya menjadi bantet. Untuk menghindari hal tersebut, kamu harus lebih teliti untuk menggunakan alat masak kue. Misalnya kue tersebut dipanggang, maka pastikan suhu pemanggang atau suhu oven sudah dalam panas yang sesuai. Jika menggunakan oven listrik tentu akan lebih mudah menentukan suhu dan waktu yang diinginkan. Namun, jika menggunakan oven tangkring, maka harus lebih teliti dalam mengatur besarnya api. Selain itu, jika kue yang Anda buat dikukus, maka pastikan tidak ada air yang menetes ke permukaan kue. Untuk tips dan konsultasi secara menyeluruh mengenai pemilihan bahan pembuat kue dan dimana tempat untuk membelinya? Anda dapat menghubungi langsung PT Global Solusi Ingredia. Perusahaan yang bermarkas di Kuala Lumpur ini sudah berjejaring dengan berbagai mitra penyedia bahan makanan dan kue yang akan berguna untuk kamu.

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:06

Apakah Anda adalah seorang pecinta minuman hangat? Tentu, meminum secangkir teh atau kopi pasti menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menenangkan. Agar lebih nikmat saat menyeruput minuman hangat, penambahan krimer menjadi salah satu cara yang tepat.  Baik krimer bubuk maupun krimer cair memang banyak digunakan orang sebagai bahan tambahan pada berbagai minuman. Penambahan krimer ini biasanya bertujuan untuk menciptakan kekentalan tertentu atau cita rasa yang lebih  creamy  dan lembut. Terdapat berbagai macam pilihan krimer terlepas dari jenis cair atau bubuk. Pilihan krimer tersebut akan banyak kamu temukan di pasaran dengan berbagai macam merk. Selain merk yang menyediakan krimer beragam, Anda juga dapat memilih ragam olahan krimer yang sesuai dengan keinginanmu. Ada dua jenis olahan krimer, yang pertama adalah Dairy Krimer (krimer susu) dan Non Dairy Krimer (krimer non susu/krimer nabati). Dalam artikel kali ini akan lebih dibahas mengenai Non Dairy Krimer. Baca juga:  Kreasi Olahan Jelly Kekinian yang bisa Dicoba di Rumah Apa itu Non Dairy Krimer? Seperti namanya, Non Dairy Krimer berarti krimer yang tidak mengandung susu atau protein hewani. Namun perlu dipahami pula bahwa krimer sendiri sebetulnya bukan sebuah susu yang murni, krimer hanyalah pengganti susu. Sehingga meskipun krimer tersebut adalah Dairy Krimer (krimer susu), namun tetap fungsinya tidak dapat menggantikan peran susu bubuk. Berbicara soal penggunaan krimer sendiri, mulai dikenal pertama kali pada sekitar tahun 1950 an hingga sampai akhirnya kini meluas dan banyak dipakai dimana-mana. Untuk Non Dairy Krimer, ia dikenal sebagai produk pengemulsi lemak dan air. Produk ini dibuat dari olahan minyak nabati yang melalui proses hidrogenasi parsial dengan diberikan tambahan dari zat-zat bahan pangan. Untuk harganya sendiri, krimer memiliki harga yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga susu sapi. Terdapat perbedaan harga sampai dengan sekitar 25% di antara kedua produk. Namun penggunaan krimer berlebihan akan menyebabkan gangguan terhadap kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, sampai dengan penyumbatan arteri dikarenakan lemak trans dari hasil proses hidrogenasi parsial. Kandungan Non Dairy Krimer Selain kandungan utamanya berupa minyak nabati yang diproses dengan hodrigenasi parsial, terdapat kandungan lainnya dari Non Dairy Krimer. Kandungan tersebut adalah berupa; sirup jagung padat; dipotassium fosfat (sebagai bahan pengental); monogliserida dan digliseride (berfungsi sebagai pengemulsi), dan lemak nabati. Kemudian, dalam setiap 1 sendok teh krimer dapat terhitung ada 11 kalori, lemak sebanyak 0,71 gram, karbohidrat dalam jumlah 1,1 gram, protein sebanyak 0,1 gram, sodium sebanyak 4 mg, serta kalium dalam jumlah 16 mg. Baca juga:  Manfaat Susu Skim Ternyata Sangat Besar, Yuk, Konsumsi Sekarang Tips Memilih Non Dairy Krimer Untuk kamu yang senang mengkonsumsi krimer, ketika membeli krimer harus lebih diperhatikan jenis krimer yang tertera pada kemasan. Apakah itu Non Dairy Krimer atau Krimer Dairy. Ketika pada akhirnya kamu menjatuhkan pilihan pada Non Dairy Krimer karena kamu alergi protein susu, pastikan pula bahwa kandungannya bebas kasein. Karena terkadang meskipun dibuat tanpa susu, krimer non dairy masih mengandung kasein yang dapat memicu reaksi alergi terhadap orang-orang yang memiliki alergi terhadap susu. Jika Anda membutuhkan krimer dengan kualitas terbaik, maka andalkan Global Solusi Ingredia/ Produk-produknya memiliki standarisasi internasional. Sehingga, sudah sejak lama menjadi pemasok bahan pangan di dunia Internasional. Segera hubungi nomor yang tertera pada website resminya untuk pemesanan dalam partai besar maupun kecil.

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:05

Jelly  merupakan salah satu olahan makanan yang bercita rasa enak, kenyal dan lembut. Bahkan berbagai olahan  jelly  kekinian hampir disukai semua kalangan. Anda bisa mengkreasikan  jelly  dengan bahan makanan lainnya untuk menciptakan sajian  jelly  yang menarik, lezat dan bervariasi. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini ya. Jelly Choco Chips Cookies Jelly  bubuk kemasan yang Anda beli di pasaran bisa menjadi olahan  jelly  kekinian bernama  jelly choco chips cookies . Bahan olahan ini yaitu berupa sebungkus  jelly  kemasan, gula halus, terigu,  choco chips  sebagai taburan, kuning telur serta margarin.  Anda bisa mengocok kuning telur dan gula terlebih dahulu, kemudian memasukkan bahan lainnya, dan remas-remas sampai adonan kalis. Selanjutnya, adonan dibentuk sesuai selera lalu diberi taburan  choco chips . Adonan yang sudah dibentuk, kemudian dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 180 derajat selama 15 menit atau sampai matang. Setelah  cookies  diangkat, tunggu sampai dingin sebelum dimasukan ke toples. Baca juga:  Hindari Penyebab Gorengan Mudah Tengik Ini Jelly Candy Jelly candy  merupakan permen dari  jelly  yang terasa kenyal dan manis, sehingga banyak digemari oleh berbagai kalangan. Bahan untuk permen  jelly  ini yaitu agar-agar bubuk, segelas air, gula pasir, pewarna makanan, serta gula bubuk yang akan dijadikan untuk taburan. Untuk langkah yang pertama yaitu Anda bisa menuangkan agar-agar bubuk, air dan gula pasir, kemudian diaduk hingga kental, menggunakan api sedang. Setelah adonan terlihat seperti gulali, lalu tuangkan pewarna makanan, dan aduk hingga rata. Angkat  jelly  dan tuangkan ke dalam loyang datar, kemudian pada bagian atasnya dituangkan gula halus, dan segera gulung sebelum adonan mulai dingin. Cendol Jelly Cendol tidak hanya dibuat dari tepung beras dan sagu, tetapi bisa juga dari  jelly  yang bisa dilakukan dengan proses pembuatan cukup praktis. Bahan yang diperlukan yaitu sebungkus  jelly plain , tepung beras, garam halus, serta perasan jus pandan dan daun suji. Ketika cendol  jelly  sudah jadi, Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai minuman seperti es campur, es dawet, dan yang lain sebagainya. Es Kopyor Jelly Es kopyor merupakan minuman segar dari kelapa kopyor asli yang agak sulit dicari, serta biasanya dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Namun, Anda masih tetap bisa menikmati es kopyor dengan bahan dasar  jelly powder , untuk pembuatan es kopyor sintetis. Bahan yang diperlukan untuk pembuatan es kopyor  jelly  adalah air, santan kental instan, sebungkus  jelly , garam, dan gula. Untuk bahan tambahannya yaitu seperti air dingin yang sudah matang, es batu dan sirup  cocopandan .  Puding Jagung Manis Sebenarnya jagung tidak hanya dapat diolah menjadi bakwan, BBQ, maupun sup, tetapi bisa juga dibuat puding. Anda bisa menyiapkan jagung manis besar, air, sebungkus  jelly powder , gula pasir, susu cair, tepung maizena dan garam. Cara membuatnya seperti puding biasa, tetapi jagung harus dihaluskan dengan  blender  terlebih dahulu. Setelah puding mengeras, Anda bisa memasukkannya ke dalam lemari pendingin. Baca juga:  Manfaat Susu Skim Ternyata Sangat Besar, Yuk, Konsumsi Sekarang Wedang Tahu Wedang tahu merupakan hidangan yang terkenal dengan kuah jahenya yang manis dengan tahu lembut. Anda bisa membuat tahu dari olahan  jelly  kekinian ini menggunakan susu kedelai dan bubuk jelly. Sementara bahan untuk kuah jahe yaitu gula merah, air dan jahe merah. Jika Anda jeli melihat peluang, maka   olahan jelly kekinian   tersebut bisa dijadikan ide bisnis kuliner. Untuk menghasilkan olahan jelly berkualitas dan enak, Anda bisa memakai  jelly powder  dari PT Global Solusi Ingredia. Yuk, cek juga produk lain dari GSI di website resminya. Segera hubungi nomor yang tertera untuk pemesanan dalam jumlah sedikit ataupun banyak.

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:03

Pada dasarnya, penyebab gorengan mudah tengik   bisa dikarenakan oleh beberapa faktor. Biasanya, bau tengik ini ditandai dengan aroma serta rasa yang dihasilkan menjadi berubah. Seringkali, ketengikan ini dialami oleh jenis makanan yang mengandung lemak seperti keripik pisang, keripik singkong, kornet, dan mentega. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak ulasan dibawah ini. Lemak Makanan Terkontak dengan Oksigen dalam Waktu Lama Penyebab gorengan mudah tengik yang pertama yakni karena makanan disimpan di area yang terbuka, sehingga terpapar oksigen dalam durasi waktu yang lama. Namun, ketengikan ini bisa diperlambat dengan menyimpan makanan berlemak dalam wadah yang kedap udara. Karena gorengan termasuk makanan yang mengandung lemak, sebaiknya simpan makanan tersebut di wadah kedap udara, dan ruangan sejuk serta gelap. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya paparan gorengan dari panas dan cahaya. Baca juga:  Menilik Pembuatan Minyak Sawit dalam Industri Minyak Goreng Gorengan Mengandung Besi maupun Tembaga Penyebab yang lainnya yakni karena wadah penggorengan yang mengandung besi atau tembaga. Pastinya tidak jarang ditemukan wajan yang digunakan untuk menggoreng terkelupas pada saat dilakukan proses penggorengan. Tentunya, hal ini menjadi salah satu penyebab dari ketengikan yang terjadi pada minyak. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika Anda menggunakan alat penggorengan yang mempunyai bahan dengan kualitas tinggi. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya pengelupasan lapisan penggorengan yang akan bercampur dengan minyak. Gorengan Mengandung Asam Lemak Berantai Pendek Gorengan yang memiliki asam lemak berantai pendek, maka molekul-molekul kecil pada makanan mudah menguap atau lepas ke udara. Pelepasan molekul-molekul ini menyebabkan makanan mengeluarkan bau busuk, sementara tengik pada mentega disebabkan karena penguapan asam butirat. Oleh sebab itu, pada saat melakukan proses penggorengan untuk tidak memasaknya dengan waktu yang cukup lama. Terlebih lagi jika sampai ada perubahan warna. Tentu saja, hal ini menjadi salah satu penyebab dari berkurangnya kandungan gizi yang ada di dalamnya. Dengan demikian, pada saat makanan sudah menunjukkan kematangan yang pas. Anda bisa segera mengangkat dan meniriskannya. Gorengan Dimasak pada Temperatur Tinggi Dalam hal ini, makanan yang digoreng bersama minyak  deep fry  secara berulang dapat menyebabkan gorengan menjadi cepat tengik. Solusi terbaik untuk mengatasinya yakni dengan menggunakan minyak yang baik pada saat menggoreng. Berdasarkan sebuah studi yang telah dilakukan, jenis minyak yang mempunyai kandungan paling sehat adalah minyak zaitun. Akan tetapi, jenis minyak ini tergolong cukup mahal apabila dikonsumsi untuk setiap hari. Namun, terdapat opsi lain yang bisa dipilih yaitu minyak kelapa atau minyak kelapa sawit. Makanan Digoreng dengan Bumbu Cair Penyebab yang terakhir yakni karena makanan digoreng dengan menggunakan jenis bumbu cair. Hal ini dikarenakan adanya beberapa kandungan grama yang terdapat di dalam bumbu cair. Pada dasarnya, kandungan garam tersebutlah yang menyebabkan timbulnya kerusakan di dalam sebuah makanan. Oleh sebab itu, akan sangat direkomendasikan untuk menghindari penggunaan bumbu cair di setiap olahan masakan. Tujuan utamanya yakni untuk menghindari adanya bau dan rasa tengik pada makanan tersebut. Adanya zat ini menjadikan makanan melepaskan sari alaminya menjadi lemak masakan saat kadaluarsanya semakin dekat. Agar gorengan lebih sehat, Anda bisa melumurinya dengan tepung bumbu bervitamin, yang menjadi inovasi baru dalam dunia kuliner. Baca juga:  Terlihat Sama Namun Berbeda, Simak Perbedaan Heavy Cream dan Whipping Cream Kandungan tepung bumbu bervitamin seperti vitamin B2, zat besi, serat, vitamin B2 dan B9, akan memperkaya nilai gizi gorengan. Itulah beberapa hal yang menjadi penyebab gorengan mudah tengik .  Untuk mengatasi beberapa hal tersebut salah satunya yaitu dengan menggunakan olahan minyak dengan kualitas terbaik yang bisa Anda peroleh di PT Global Solusi Ingredia. GSI memproduksi minyak yang mengandung antioksidan. Dengan minyak tersebut, Anda bisa meminimalisir bau tengik pada gorengan. Tentunya, gorengan juga akan menjadi lebih sehat, lezat, dan tahan lama.

Contact Us

Contact Us