Secara umum emulsifier adalah bentuk senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan di antara udara dan cairan yang ada di dalam suatu sistem makanan. Emulsifier sendiri dapat diperoleh dari bahan-bahan alami. Apa saja emulsi alami tersebut? Simak ulasan berikut. Telur Jenis emulsifier yang pertama yaitu telur. Telur merupakan salah satu jenis bahan pangan yang mengandung fosfolipid dan juga lipoprotein, misalnya seperti lesitin atau biasa dikenal dengan sebutan misel. Struktur ini dapat memberikan proses emulsi dapat bekerja dengan baik. Keuntungan dari menggunakan telur sebagai emulsifier adalah mudah ditemukan serta mempunyai harga yang lebih ekonomis. Selain itu, apabila menggunakan bahan ini, Anda bisa menakar sesuai dengan kebutuhan. Bahkan di dalam proses pengocokan, hanya diperlukan waktu yang lebih singkat untuk bisa mengembang, dibandingkan dengan bahan yang lainnya. Baca juga: Daftar Pengatur Keasaman yang Aman Lolos BPOM Kedelai Kedelai merupakan bahan pangan yang mempunyai jumlah nilai gizi yang tergolong cukup tinggi. Diantara jenis kacang-kacangan, kedelai merupakan salah satu jenis yang mempunyai sumber vitamin dan juga protein yang paling baik. Selain itu, di dalam kacang ini, terdapat kandungan minyak dan air yang tergolong cukup tinggi. Kedua hal ini apabila digabungkan, akan membentuk sebuah zat yang bernama lecithin. Lecithin inilah yang kemudian diekstrak untuk menjadi bahan pengemulsi yang bisa Anda gunakan untuk membuat berbagai macam olahan pangan. Tepung Kanji Jenis yang ketiga pada emulsifier adalah tepung kanji. Tepung jenis ini, merupakan salah satu pengemulsi yang mempunyai kualitas sangat bagus untuk bisa mengemulsi makanan. Sifat-sifat yang dimiliki pada tepung ini hampir mirip dengan tepung sagu, sehingga penggunaan kedua jenis tepung ini dapat dijadikan sebagai pengemulsi. Menggunakan tepung kanji ini dapat memberikan tekstur bahan yang lebih lunak pada zat terdispersi. Selain itu, bahan ini juga dapat menghasilkan butiran-butiran halus yang dapat menyatu pada saat terdispersi. Bahkan jenis tepung ini juga sering dimanfaatkan sebagai alat perekat pada sebuah makanan. Susu Bubuk Susu bubuk merupakan jenis susu yang dibuat dari susu kering yang solid. Susu ini mempunyai jangka waktu penyimpanan lebih lama dibandingkan dengan susu cair. Selain dapat memberikan pelengkap pada gizi manusia, susu bubuk ini juga dapat digunakan sebagai pengemulsi suatu olahan bahan pangan. Bahkan hasil yang diberikan juga sangat bagus, baik itu dari segi tekstur, ukuran dispersi maupun kemantapan emulsi. Hal ini dikarenakan, pada susu bubuk mempunyai daya tarik ikat pada air lebih kuat. Sehingga susu bubuk dapat membantu proses dispersi minyak dalam air. Gelatin Jenis lainnya pada emulsifier adalah gelatin. Bahan ini merupakan salah satu jenis protein yang telah dilakukan ekstraksi dari jaringan kolagen pada tulang, kulit maupun ligament pada hewan. Nilai gizi yang dimiliki oleh bahan ini cenderung lebih tinggi, terutama pada kadar protein khususnya asam amino. Selain dapat digunakan sebagai pengemulsi, gelatin ini juga dapat digunakan sebagai pemerkaya gizi, pengendap dan juga pengikat berbagai unsur yang ada di dalam makanan. Baca juga: Cari Tahu Perbedaan Margarin dan Mentega Berikut Ini Itulah beberapa jenis dari emulsifier alami. Pada dasarnya emulsifier adalah salah satu zat yang berfungsi untuk menjaga kestabilan emulsi minyak dan air. Biasanya emulsi ini digunakan untuk membuat roti, biskuit, sereal dan yang lain sebagainya. Meskipun emulsifier alami tersedia di alam, tetapi kinerjanya tidak semaksimal emulsifier buatan. Penggunaan emulsifier buatan juga tidak menimbulkan efek buruk asal tidak lebih dari takaran yang disarankan. Nah, jika Anda membutuhkan emulsifier untuk produk makanan, maka percayakan pada produk dari GSI. Global Solusi Ingredia merupakan perusahaan bahan makanan dan bahan makanan fungsional terbaik di Indonesia dan Malaysia. Perusahaan ini sudah dipercaya sejak lama untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan bagi perusahaan dalam negeri hingga internasional.
Industri bahan pangan merupakan salah satu jenis usaha yang terdapat sebuah proses produksi makanan. Produksi tersebut termasuk juga dalam hal pemilihan dari bahan baku, proses pengolahan, pengujian kualitas makanan hingga pengemasan. Bahan baku yang digunakan di dalam setiap industri tentu berbeda-beda. Artikel kali ini, akan menjelaskan beberapa jenis bahan pangan yang sering digunakan sebagai bahan utama dalam sebuah industri. Kentang Jenis bahan baku yang sering digunakan pada industri bahan pangan salah satunya yaitu kentang. Kentang merupakan jenis bahan dasar pangan yang dapat diolah menjadi makanan yang sangat lezat. Umbi-umbian yang satu ini, bisa diolah untuk menemani segala kegiatan Anda seperti menonton film atau menemani di kala sedang berkumpul. Kentang biasa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan ringan yang mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi. Baca juga: Jenis-Jenis Tepung Terigu untuk Ragam Makanan Hal ini memang rasa yang diberikan pada kentang cukup lezat apabila telah menjadi olahan makanan. Selain dapat diolah menjadi makanan ringan, kentang ini juga dapat diolah menjadi produk setengah jadi, misalnya diolah menjadi tepung kentang, kentang beku dan masih banyak lagi yang lainnya. Gandum Gandum merupakan sekelompok jenis tanaman serealia yang kaya akan karbohidrat. Gandum ini biasanya dapat diolah menjadi tepung terigu, maupun diolah untuk difermentasikan menjadi alkohol. Akan tetapi, tidak jarang ditemukan berbagai macam kue, biskuit, hingga roti yang menggunakan gandum sebagai bahan utamanya. Jagung Jagung merupakan jenis tanaman biji-bijian yang dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan. Misalnya popcorn atau bahkan langsung dibakar dengan ditambahkan beberapa bumbu-bumbu pelengkap. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, jagung ini juga dapat dijadikan beberapa olahan makanan setengah jadi. Seperti halnya dengan tepung maizena, sirup hingga bahan dasar etanol alami. Oleh karena itu, sudah tidak heran lagi apabila jagung ini diproduksi secara global. Beras Tentunya, Anda sudah tidak asing lagi dengan bahan pangan yang satu ini. Beras menjadi salah satu jenis bahan pangan terpenting di setiap sajian makanan. Hampir di seluruh Asia menjadikan beras sebagai makanan utama yang harus dihidangkan di setiap masakan. Apalagi adanya ungkapan jika makan belum lengkap apabila tidak ada sepiring nasi. Selain mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi, beras ini juga mempunyai kandungan vitamin, mineral dan juga protein. Beras ini dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan, mulai dari makanan tradisional hingga olahan makanan internasional. Selain dapat diolah menjadi makanan jadi, beras ini juga dapat diolah menjadi makanan setengah jadi. Di Indonesia sendiri, beras sering dijadikan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan kerupuk, tepung beras, bihun dan masih banyak yang lainnya. Baca juga: Tips Membuat Gorengan Enak dengan Kerenyahan Maksimal Jelai Bahan pangan terakhir yang bisa diolah pada industri bahan pangan yaitu jelai. Apakah Anda tahu apa itu jelai? Pada dasarnya jelai merupakan jenis bahan pangan serealia yang mempunyai berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Bahkan, pada tahun 2005 silam, bahan pangan ini berada pada urutan keempat dari jumlah produksi serealia yang ditanam di Indonesia. Jelai ini dapat diolah menjadi berbagai jenis minuman yang menyegarkan, misalnya sirup dan soft drink. Demikian penjelasan singkat mengenai jenis bahan pangan yang sering digunakan pada sebuah industri bahan pangan. Apabila Anda sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk industri Anda, PT Global Solusi Ingredia menyediakan berbagai macam bahan khusus yang sedang dibutuhkan. Tentunya dengan kualitas terbaik serta pelayanan yang ramah, bahkan di sana harga yang ditawarkan cukup terjangkau.
Tahukah Anda, bahwa beberapa jenis minyak yang diproduksi oleh industri minyak goreng mempunyai perbedaan? Biasanya di dalam sebuah industri minyak, akan menghasilkan beberapa jenis minyak, diantaranya yaitu minyak goreng dan minyak sayur. Lantas, apa perbedaan dari kedua jenis minyak ini? Simak ulasan berikut ya! Pengaplikasian Pengaplikasian dari kedua jenis minyak ini sedikit berbeda. Untuk minyak goreng, pengaplikasiannya adalah untuk memasak. Minyak goreng ini digunakan untuk menggoreng, memanggang makanan dan yang lain sebagainya. Berbeda dengan minyak goreng, minyak sayur tidak hanya diaplikasikan untuk memasak saja. Selain digunakan untuk memasak makanan, minyak sayur juga dapat digunakan dalam bidang kecantikan dan bidang kesehatan. Biasanya, minyak sayur akan dicampur dengan bahan yang lainnya untuk bisa menjadi suatu produk kecantikan maupun produk kesehatan. Misalnya adalah pelembap kulit, sabun, parfum, dan lain sebagainya. Bahan Dasar Indonesia memiliki banyak sekali industri minyak goreng . Pada dasarnya, minyak goreng adalah minyak yang dikenal dengan menggunakan bahan dasar lemak. Baik itu lemak tumbuhan atau pun lemak hewan. Lemak tersebut dimurnikan agar dapat digunakan untuk menggoreng. Bahan dasar minyak goreng pada umumnya adalah kelapa dan kelapa sawit. Namun juga terdapat berbagai badan dasar lainnya yaitu kacang tanah, kedelai, jagung, kanola dan bunga matahari. Berbeda dengan minyak goreng, minyak sayur dibuat khusus dari bahan nabati. Bahan nabati ini diolah melalui pemurnian agar menjadi minyak sayur. Sebagian besar, minyak sayur yang Anda gunakan terbuat dari kelapa sawit. Baca juga: Manfaat Minyak Kelapa Untuk Kesehatan Kita Namun kebanyakan minyak sayur yang ada di pasaran terbuat dari campuran antara minyak kanola, keledai, jagung, kelapa sawit, bunga matahari dan safflower . Rasa yang Dihasilkan Hasil makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak goreng akan memperoleh rasa yang khas. Minyak goreng yang Anda gunakan untuk menggoreng akan memberikan aroma dan menambahkan cita rasa pada masakan. Berbeda dengan minyak goreng, minyak sayur ini tidak begitu dominan dalam memberikan rasa pada makanan. Minyak sayur ini memiliki rasa yang hambar sehingga hampir tidak mempengaruhi rasa pada makanan. Namun pada minyak sayur tertentu dapat memberikan rasa menjadi lebih sedap pada makanan. Kandungan pada Minyak Minyak goreng merupakan jenis minyak yang dikenal dengan kandungan lemaknya cukup tinggi. Termasuk juga lemak jenuh, asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak tak jenuh tunggal. Kandungan lemak jenuh yang terdapat pada minyak goreng ini sekitar 90 persen. Sedangkan untuk minyak sayur memiliki mengandung asam linoleat (jenis asam lemak omega 6) dengan jumlah yang besar. Selain omega 6, minyak sayur juga mengandung lemak trans. Lemak trans ini tergolong kedalam lemak jenuh. Warna Minyak Industri minyak goreng yang baik akan menghasilkan minyak goreng dengan warna bening dan jernih. Minyak goreng yang semakin pekatnya warnanya maka kualitasnya bisa dibilang semakin buruk. Berbeda dengan minyak goreng, minyak sayur memiliki warna yang lebih pekat daripada minyak goreng. Baca juga: Yuk Cari Tahu Apa Saja Manfaat Sorbitol Sebagai Pemanis Buatan Itulah beberapa perbedaan dari industri minyak goreng dan minyak sayur yang perlu untuk Anda ketahui. Bagi Anda yang sedang membutuhkan berbagai macam jenis minyak, Anda bisa memperolehnya melalui PT Global Solusi Ingredia. Di perusahaan ini tersedia berbagai macam jenis minyak dengan kualitas yang sudah lagi tidak perlu untuk diragukan. Selain menyediakan berbagai jenis minyak, perusahaan ini juga menyediakan berbagai macam bahan khusus, baik itu bahan pangan maupun non pangan. Segala macam kebutuhan pada industri Anda bisa ditemukan pada perusahaan ini.
Biasanya, pewarna merah bisa Anda temukan pada makanan dan juga minuman agar supaya terlihat menarik ketika disajikan. Namun, apakah pewarna tersebut aman dikonsumsi? Memang saat ini banyak beredar di pasaran pewarna makanan instan yang mudah didapatkan. Namun bagi Anda yang merasa ragu akan keamanan produk dari pewarna tersebut, kini Anda bisa membuatnya sendiri. Pewarna makanan merah alami bisa diperoleh dengan bahan dasar yang mudah didapatkan di sekitar Anda. Berikut beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk membuat pewarna makanan merah alami! Bayam Merah Bayam merah merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membuat pewarna makanan alami. Untuk mendapatkannya pun mudah, biasanya bayam merah bisa tumbuh di halaman sekitar rumah, atau Anda bisa membelinya dengan mudah di pasar atau supermarket terdekat. Cara pembuatannya adalah: pertama-tama, cuci bersih bayam merah, kemudian tumbuk sampai halus, Anda pun bisa menghaluskannya dengan menggunakan blender. Jika sudah halus dan menghasilkan cairan, peras atau saring, dan Anda sudah mendapatkan pewarna makanan merah alami yang sehat. Pewarna tersebut bisa Anda gunakan untuk mewarnai makanan seperti pada nasi, kue, dan adonan mie. Buah Naga Merah Siapa yang tidak mengetahui buah naga? Buah yang berasal dari kelompok kaktus ini bisa menghasilkan warna merah alami. Selain rasa buahnya yang lezat, buah naga merah juga bisa Anda gunakan untuk membuat ekstrak pewarna makanan merah alami. Caranya, belah buah naga menjadi dua bagian, ambil daging buahnya, masukan ke dalam blender. Kemudian tunggu sampai halus dan siap digunakan. Campurkan ekstrak buah naga tersebut pada makanan dan juga minuman yang ingin Anda buat seperti, adonan mie, kue, dan minuman-minuman segar menyehatkan. Baca juga: Jenis-jenis Tepung Terigu untuk ragam Makanan Buah Bit Jika Anda menemukan makanan dan minuman berwarna merah dengan rasa red velvet, warna merah yang dipakai biasanya berasal dari ekstrak buah bit. Warna merah pekat yang dihasilkan menjadikan buah bit banyak digunakan untuk berbagai olahan makanan dan juga minuman. Untuk menghasilkan pewarna makanan merah alami dari buah bit, Anda cukup menghaluskannya seperti ketika Anda membuat jus. Cukup mudah bukan? Buah Delima Jika buah bit dapat menghasilkan warna merah pekat, lain halnya dengan buah delima. Warna merah yang dihasilkan tidak semerah ekstrak lainnya. Namun rasanya yang asam dan manis dapat menambah rasa segar dan nikmat. Anda bisa menambahkannya pada agar atau puding berwarna merah. Cukup dengan membuat jus seperti pada umumnya, jangan lupa disaring karena buah delima banyak sekali bijinya. Selamat mencoba! Bunga Kembang Sepatu Bahan alami lainnya yang mudah didapatkan adalah bunga kembang sepatu. Bunga yang satu ini dapat menghasilkan warna merah alami. Caranya pun sangat mudah, cukup merendamnya dengan air panas, dengan sendirinya, warna merah dapat dihasilkan. Baca juga: Berbagai Jenis Pengawetan Makanan yang Aman Bagi Kesehatan Itulah beberapa bahan untuk pewarna makanan merah alami yang mudah didapatkan. Namun jika Anda ingin lebih praktis, aman, dan sehat, Anda bisa membeli produk pewarna makanan merah alami di Global Solusi Ingredia atau GSI. GSI menawarkan berbagai macam produk, salah satunya adalah pewarna makanan merah berbahan dasar alami. Warna yang dihasilkan pun natural, produknya aman, dan juga menyehatkan. Tentunya sudah terdaftar pada BPOM Indonesia serta telah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat mengunjungi link berikut: Selain pewarna merah, GSI juga menyediakan pewarna lain seperti kuning telur, ekstrak kulit anggur, beta karoten, dan masih banyak lagi. Percayakan bahan pangan dan bahan tambahan pangan Anda pada GSI.
Siapa bilang jika makanan enak itu hanya dari rasanya saja? Makanan dengan tampilan yang menarik dan juga warna yang natural, bisa menggugah selera makan. Bahan pewarna untuk makanan biasa digunakan untuk menghasilkan warna pada makanan. Nah, salah satu pewarna makanan yang paling sering dicari adalah kuning. Selain melalui pewarna makanan sintetis, warna kuning biasa ditemukan dalam berbagai macam makanan dan juga minuman. Pewarna makanan kuning alami dapat Anda temukan di rumah. Apa sajakah itu? Yuk, simak jenis-jenisnya di bawah ini! Kunyit Kunyit merupakan salah satu bahan yang mudah didapatkan dan juga digunakan untuk membuat pewarna makanan kuning alami. Selain untuk pewarna, kunyit juga mempunyai banyak khasiat, salah satunya adalah sebagai obat sakit lambung atau nyeri haid. Jadi selain menghasilkan warna yang menarik, rasa yang enak, kunyit juga menyehatkan. Cara membuatnya pun mudah sekali, cukup diulek atau di- blender , lalu tambahkan pada makanan yang ingin Anda buat. Sangat mudah bukan! Anda bisa menggunakannya untuk mewarnai makanan seperti pada kue, adonan mie, dan pastinya pada nasi kuning atau tumpeng. Jagung Jagung bisa diolah menjadi makanan yang manis atau asin. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga sering dijumpai sebagai pelengkap atau campuran makanan. Tahukah Anda, jika jagung juga bisa menghasilkan warna kuning alami? Anda dapat menggunakan jagung untuk membuat puding berwarna kuning atau jenis makanan lain. Berikut caranya, blender jagung sampai halus, saring, kemudian campurkan agar-agar, dan masak sampai mendidih, dinginkan. Puding jagung siap dihidangkan. Ubi Kuning Jika pewarna makanan kuning alami yang berasal dari kunyit hanya sebagai ekstrak saja, berbeda halnya dengan ubi kuning. Ubi kuning dapat Anda gunakan sebagai bahan utamanya juga. Untuk adonan mie atau kue, ubi kuning secara alami menghasilkan warna kuning pada makanan. Labu Kuning Selain untuk dijadikan bahan utama seperti kolak, tumisan, dan kue, labu kuning juga dapat menjadi ekstrak pewarna makanan kuning alami. Anda cukup memasukkannya ke dalam blender, kemudian haluskan, dan saring airnya. Ini bisa digunakan untuk mewarnai sup krim dan juga adonan kue. Wortel Wortel dapat menghasilkan warna kuning pucat alami. Untuk mendapatkan pewarna alami dari wortrl, caranya sangat mudah, Anda bisa menggunakan parutan atau blender untuk menghaluskannya. Saring airnya, dan siap digunakan pada adonan mie atau makanan lainnya. Selain menghasilkan warna kuning alami, wortel juga menyehatkan, karena wortel mengandung vitamin A. Jadi, ini bisa Anda campurkan pada berbagai makanan, baik itu adonan mie maupun makanan berwarna kuning lainnya. Itu dia bahan-bahan alami untuk pewarna makanan kuning yang mudah didapatkan dan juga menyehatkan. Namun untuk membuatnya, Anda harus memiliki cukup banyak waktu. Untuk itu, lebih praktis jika menggunakan pewarna kuning alami siap pakai. Produk tersebut tersedia di Global Solusi Ingredia. Dimana, GSI merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk pangan atau bahan tambahan pangan. Jadi Anda bisa membeli pewarna makanan kuning alami yang aman dan sehat. Selain praktis, Anda juga bisa menyimpannya untuk waktu yang lama. Untuk informasi produk lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi link berikut: https://globalsolusiingredia.com/product/ Demikianlah penjelasan mengenai pewarna makanan kuning alami yang bisa Anda gunakan. Pastikan menggunakan pewarna makanan yang sehat dan aman digunakan seperti produk Global Solusi Ingredia. Selain pewarna makanan kuning, Anda juga bisa mendapatkan pewarna lain seperti beta karoten, warna karamel, paprika oleoresin, jus sayur, ekstrak kulit anggur, dan masih banyak lainnya.
Dalam daftar bahan aditif (tambahan) pangan, ada yang disebut bahan pengatur keasaman makanan atau agen pengendali pH. Fungsinya adalah mempertahankan atau menetralkan tingkat keasaman dari makanan. Pengatur keasaman mempunyai perbedaan dengan zat untuk mengasamkan. Sebab, zat pengasam hanya bertujuan memberi rasa asam. Sedangkan pengendali pH ditujukan untuk membuat tingkat keasaman atau pH makanan menjadi lebih stabil. Saat ini, ada banyak jenis bahan pengatur keasaman yang beredar di pasaran. Untuk itu, Anda harus tahu bagaimana cara memilih pengatur keasaman yang aman. Berikut penjelasan selengkapnya! Cara Memilih Pengatur Keasaman yang Aman Untuk memilih produk bahan makanan tentunya Anda juga harus lebih selektif. Salah-salah, bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Untuk itu berikut kita akan berikan tips cara memilih pengatur keasaman yang aman: · Pilihlah dari produsen yang terpercaya. Artinya yang sudah tercatat dan melalui proses seleksi di pengawasan obat dan makan pada daerah tersebut. · Pastikan bahan tambahan makanan memiliki petunjuk penggunaan yang jelas dan dapat Anda pahami. · Melihat kualitas produksi berdasarkan informasi industri produksi pangan tersebut. · Memiliki tanggal kadaluarsa atau masa pakai produk tersebut. Cara Aman Menggunakan Pengatur Keasaman Pengatur Keasaman tersedia dari berbagai bentuk dan kemasan. Dosis dan cara penggunaannya pun berbeda. Untuk itu, Anda harus paham cara aman dalam penggunaannya. Berikut uraiannya: · Baca petunjuk penggunaan terlebih dahulu · Pastikan menggunakan pengaturan keasaman makanan sesuai dengan takaran yang dianjurkan · Penggunaan tambahan pengatur keasaman untuk kebutuhan pangan yang tepat. Artinya sesuai dengan penggunaan pada jenis makanan dan minuman apa. · Pastikan tanggal kadaluarsa atau expire date yang tertera pada kemasan Contoh Bahan Pengatur Keasaman Pengatur keasaman bisa berupa mineral atau asam organik, agen penetralisir, basa, serta agen penyangga. Berikut beberapa contoh bahan makanan yang digunakan sebagai bahan pengatur keasaman makanan yang diizinkan olah BPOM RI: · Asam Benzoate · Asam Acetate · Garam Sodium · Asam Sorbat · Asam propionate · Natrium Asetat · Asam Fumarat · Asam Laktat · Kalium Laktat · Kalsium Laktat · Asam Malat · Kalsium Karbonat · L-amonium laktat · Asam sitrat dan garamnya · Asam fosfat · Natrium karbonat · Natrium Hidrogen · Kalium Karbonat · Asam Adipat · Natrium Malat · Magnesium karbonat · Amonium Karbonat · Amonium Hidrogen Karbonat · Kalium Karbonat · Natrium Karbonat · Kalsium DL-malat · Natirum Hidrogen Malat · Asam Tartrat dan Kalium Hidrogen Tartrat Dalam aturan BPOM RI juga disebutkan bahwa ada batas maksimum menggunakan bahan tambahan pangan pengatur keasaman yang telah disebutkan di atas. Selain bahan-bahan di atas, terdapat juga pengatur keasaman yang bisa Anda peroleh dari bahan-bahan alami. Tentunya, bahan ini sangat aman untuk dikonsumsi. Salah satu pengatur keasaman alami adalah jeruk nipis. Rasanya yang masam bisa menetralisir sifat basa pada bahan makanan tertentu. Demikian penjelasan mengenai cara memilih pengatur keasaman yang aman. Setelah mengetahui penjelasan singkat tersebut, diharapkan itu dapat memberi pemahaman Anda mengenai bahan pengatur keasaman. Untuk Anda yang ingin mendapatkan pH agen, maka bisa mendapatkannya di produsen bahan makanan yang terpercaya yakni Global Solusi Ingredia. Anda bisa kunjungi website resminya untuk memastikan kelayakan hasil produksi bahan makanan tersebut. Pastikan Anda memiliki produk-produk bahan makanan dari GSI yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya di dalam dan luar negeri. Seperti pH agent GSI yang dapat mengontrol keasaman dan alkalinitas, serta mencegah pembusukan. Pengatur keasaman GSI bisa diaplikasikan pada dessert beku, minuman, makanan kaleng rendah asam, serta baking powder. Beberapa produk pengatur keasaman GSI adalah asam asetat, asam sitrat, asam laktat, natrium karbonat, asam fosfat, asam sorbat, asam tartarat, asam malat, dan sebagainya.