Adonan Kue

Jumat, 08 Juli 2022 - 01:39

Apakah Anda bingung menentukan hidangan kue basah yang cocok untuk arisan, pengajian, hingga berkumpul dengan keluarga? Tak perlu risau lagi, sebab, kami akan memberikan beberapa rekomendasi kue basah yang difavoritkan banyak orang. Sehingga, hidangan yang Anda sajikan akan laris manis bahkan tidak tersisa. Indonesia dengan kekayaan kulinernya tentu memberikan banyak opsi bagi Anda. Kue basah yang manis legit, manis sedang, hingga yang ditambahkan dengan berbagai  topping . Nah, supaya Anda tidak bingung, kami telah merangkum daftarnya di bawah ini! Dadar Gulung Original Kue basah dengan tekstur lembut kenyal ini memiliki rasa yang manis dari isiannya. Cara membuatnya juga sangat mudah. Yuk, simak resepnya di bawah ini! Bahan-bahan: Kulit ·         2 butir telur ·         250 gram tepung terigu ·         ½ sendok teh garam ·         1 sendok teh pasta pandan ·         500 ml santan Isian ·         150 gram gula jawa (disisir) ·         ½ butir kelapa (diparut) ·         2 lembar daun pandan ·         1 sendok teh garam ·         100 ml air bersih Cara Membuat Dadar Gulung 1.   Buat unti atau isiannya terlebih dahulu. Caranya dengan mencampurkan semua bahan ke dalam wajan. Lalu, masak lah bahan tersebut di atas api sedang. Aduk terus sampai adonannya menjadi liat. 2.   Buat kulit dadar gulung dengan mencampur semua bahan hingga tekstur adonannya sangat encer. Lalu, siapkan teflon, tuangkan adonan secukupnya, pastikan ketebalannya pas. Jika sudah kering, silakan angkat dan tata di wadah yang rata. Lakukan sampai adonannya habis. 3.   Ambil kulitnya, lalu beri 1 sendok makan unti. Lipat berbentuk amplop. Lakukan hingga seluruh kulit dan unti habis. 4.   Kue dadar gulung siap disajikan untuk berbagai acara. Kue Talam Pandan Masih bernuansa pandan, kue talam memiliki tekstur yang lembut, sehingga bisa dikonsumsi oleh siapa saja. Untuk resep selengkapnya bisa Anda simak di bawah ini! Bahan-Bahan Adonan 1 ·         100 gram tepung beras ·         30 gram tapioca ·         260 ml santan kental ·         Secukupnya pasta pandan ·         5 sendok makan gula pasir ·         Sejumput garam Adonan 2 ·         3 sendok makan tepung tapioka ·         3 sendok makan tepung beras ·         ½ sendok teh garam ·         200 ml santan encer ·         Pandan tuan (iris berbentuk segitiga) ·         Secukupnya minyak goreng Cara Membuat: 1.   Pertama, buat lapisan bawahnya terlebih dahulu. Caranya dengan mencampur bahan adonan yang pertama. Tuangkan santan perlahan-lahan sembari diaduk menggunakan whisk hingga tidak terdapat adonan yang menggumpal. 2.   Buat lapisan atasnya dengan mencampur bahan adonan kedua. Aduk hingga rata dan tidak ada adonan menggumpal. 3.   Siapkan dandang kukusan, lalu alasi tutup dandang menggunakan air bersih supaya uap airnya tidak menetes. Setelah itu, panaskan dandang. 4.   Siapkan cetakan kue talam dan oleskan dengan minyak. Tuangkan adonan pertama hingga ¾ dari cetakan. Kemudian masukkan ke dalam dandang kukusan. Tunggu selama 10 menit. 5.   Selanjutnya, tuangkan adonan kedua pada cetakan. Tunggu sampai 15 menit. 6.   Keluarkan cetakan dari dalam kukusan. Lalu, tunggu hingga dingin. Letakkan daun pandan di atas kue. Kue pun siap disajikan. Itulah resep kue basah rasa pandan yang bisa Anda coba untuk berbagai acara. Untuk memenuhi kebutuhan bahan-bahan pembuat kue, Anda bisa menggunakan produk Global Solusi Ingredia. Tentunya, semua bahan GSI sudah mengantongi izin edar BPOM RI dan sertifikat halal MUI. Tak hanya itu saja, GSI menyediakan produk dengan kualitas internasional. Sehingga, cocok untuk produksi kue basah dalam skala yang besar sekalipun. Untuk mengecek produk yang GSI sediakan, silakan Anda masuk ke menu  product  pada laman web ini. Yuk, beralih ke GSI untuk memenuhi bahan pangan berkualitas!

Jumat, 08 Juli 2022 - 01:25

Siapa yang tidak suka Pie Susu? Makanan yang satu ini memiliki cita rasa manis dan gurih sehingga sangat cocok untuk dihidangkan sebagai makanan untuk tamu atau saat kumpul keluarga. Ketika membuat pie susu, sering kali kita mencari tips pie susu tahan lama . Tidak dapat dipungkiri, untuk orang-orang yang baru saja belajar membuat pie susu, tidak jarang pie susu yang dibuatnya sering cepat lembek dan tidak tahan lama. Hal ini tentunya sangat menyebalkan apalagi ketika Anda harus membuat pie susu dalam jumlah banyak untuk acara keluarga keesokan hari. Lalu, sebenarnya bagaimana tips untuk membuat pie susu yang lebih tahan lama? Mari langsung simak uraian 3 Tips Pie Susu Tahan Lama di bawah ini dan boleh Anda catat agar tidak lupa! Baca juga :  Pastry atau Bakery? Yuk, Kenali Dulu Apa Saja Produk Bakery! Jangan Terlalu Lama Menguleni Adonan Salah satu permasalahan umum dalam membuat pie susu adalah kulit pie yang kurang renyah dan mudah cepat lembek. Hal yang menyebabkan itu semua terjadi adalah karena Anda menghabiskan terlalu lama waktu saat menguleni adonan. Padahal, untuk membuat pie susu hanya perlu diaduk sampai rata saja. Sebab, setelah itu, kulit pie akan digiling atau dipipihkan untuk kemudian dimasukann ke dalam cetakan panggangan. Nah, dalam proses pemipihan adonan itu, seluruh adonan akan lebih tercampur rata karena butiran-butiran tepung yang apabila dirasa kurang menyatu akan lebih menyatu saat dipipihkan. Dengan tidak terlalu lama menguleni adonan, ini juga membuat adonan lebih kering karena terhindar dari kelembaban akibat bersentuhan dengan tangan dan wadah adonan. Simpan di Dalam Lemari Es Terlebih Dahulu Tips lainnya agar pie susu lebih tahan lama kerenyahannya adalah dengan memanfaatkan lemari es. Anda dapat menyimpan kulit pie yang telah diuleni ke dalam lemari es terlebih dahulu sebelum adonan itu dicetak ke dalam loyang pemanggangan. Selama kurang lebih 5 sampai dengan 10 menit saja. Hal ini untuk menghindari lemak dalam adonan mencair. Namun pastikan bahwa Anda tidak menyimpannya lebih dari 10 menit atau sampai 1 jam. Karena hal itu akan membuat adonan mencapai titik beku yang akan merusak struktur adonan. Buatlah Lapisan Kulit yang Lebih Tinggi Tips pie susu tahan lama   berikutnnya adalah dengan mencetak kulit pie lebih tinggi. Yakni dalam ukuran 2 milimeter sampai dengan 5 milimeter dari bibir dan dasar cetakan. Hal ini dikarenakan ulit pie akan turun saat dipanggang dan akan menjadi kisut saat dikeluarkan dari pemanggangan. Apabila kulit pie terlalu kisut, maka kurang mampu menahan isian susu yang di dalamnya. Sehingga rentan untuk pecah dan bocor. Ini juga berkaitan dengan hasil akhir kue pie susu yang nikmat dan renyah. Baca juga :  Kreasi Roti Bakar Rumahan Istimewa Nah, itu dia beberapa tips untuk membuat pie susu yang lebih tahan lama dan tentunya nikmatnya tetap terasa. Di samping itu, untuk membuat pie susu yang awet atau tahan lama, Anda perlu untuk memilih bahan-bahan berkualitas. Anda bisa menemukan bahan kue kualitas terbaik untuk membuat pie susu salah satunya di PT Global Solusi Ingredia atau GSI. Cukup kunjungi portal produk GSI di tautan  https://globalsolusiingredia.com/product/ . Jika Anda mengalami kesulitan saat menentukkan produk mana yang paling cocok untuk membuat pie susu, anda dapat langsung klik tombol FREE CONSULTATION yang terdapat pada website tersebut. Demikian ulasan mengenai tips pie susu tahan lama ,  semoga bermanfaat!

Jumat, 08 Juli 2022 - 01:06

Suka membuat roti buatan sendiri tetapi tidak yakin apakah adonan roti Anda sudah tercampur atau teruleni dengan benar? Berikut ini ialah cara untuk memastikan bahwa Anda sudah cukup menguleni adonan sehingga adonan roti Anda berhasil jadi secara sempurna. Menguleni adonan menentukan struktur roti kedepannya sehingga memerlukan ketelatenan. Walaupun kelihatannya susah, jangan khawatir, setelah Anda terbiasa menguleni, Anda akan siap untuk membuat roti apapun. Cara Agar Adonan Tidak Overmixed Bagaimana Anda bisa mengetahui jika adonan sudah dinilai overmixed? Terdapat karakteristik yang dapat menandai bahwa adonan Anda overmixed. Terkadang ini terjadi saat Anda menggunakan stand mixer. Adonan yang diuleni akan menjadi keras dan membuat roti yang tidak enak dan kurang lembut. Baca juga:  Fungsi Minyak Sayur Untuk Kue yang Jarang Diketahui Maka dari itu, lakukan hal berikut untuk membuat adonan tidak overmixed! Uleni adonan Anda dengan tangan Jika Anda menguleni dengan tangan, Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan adonan yang overmixed. Hal ini dikarenakaan jika menguleni adonan dengan tangan, maka dibutuhkan banyak tenaga. Dikarenakan mengulen dengan tangan membutuhkan gerakan khusus yang bisa membuat Anda capek, maka Anda tak perlu khawatir adonan Anda akan overmixed. Lakukan tes windowpane Dengan tes windowpane, Anda akan dapat membuat adonan yang halus dan sempurna untuk semua jenis roti buatan sendiri. Berikut ini ialah langkah-langkah dari tes windowpane untuk mengetahui apakah adonan Anda overmixed atau tidak. ·         Saat Anda menguleni adonan, perhatikan perubahannya dari campuran tepung dan air yang kental, menjadi tekstur yang melar dan lebih halus. ·         Ambil bola kecil adonan dan regangkan menjadi persegi. Peregangan terus sampai menjadi lapisan tipis di tengah tanpa putus. Adonan harus cukup tipis untuk melewatinya dengan ringan. Jika diperoleh tanpa sobek, maka adonan Anda diremas dengan benar. ·         Jika adonan Anda mudah pecah, teruslah menguleni dan ulangi tes lagi dalam beberapa menit. Ingatlah bahwa jika Anda menggunakan tepung gandum, dedak dalam tepung akan mempengaruhi seberapa halus adonan Anda dan Anda mungkin tidak melihat efek ini dengan baik. Selain itu, jika Anda telah menambahkan biji-bijian, kacang-kacangan, dan sebagainya ke dalam adonan, coba regangkan sepotong adonan saja, sehingga penambahan apa pun tidak mengganggu pengujian. Ciri Adonan yang Tidak Overmixed Berikut ciri adonan yang tidak overmixed sehingga setelah matang akan bertekstur baik: 1.   Adonannya halus Sebelum Anda menguleni adonan roti, mungkin terlihat sedikit lengket dan kasar. Menguleni membantu menghaluskan adonan. Adonan Anda memiliki tekstur yang bagus dan halus jika tidak overmixed. 2.   Adonan akan mengembang Setelah menguleni adonan selama beberapa menit, tekan dengan jari Anda. Jika lekukan tetap ada, adonan masih membutuhkan lebih banyak ulenan. Jika sudah kembali ke bentuk semula, adonan Anda berarti sudah memenuhi kriteria Baca juga:  Mengenal Emulsifier Nabati Lesitin Kedelai 3.   Adonan lulus tes windowpane Jika Anda masih ragu apakah adonan overmixed atau tidak, Anda bisa melakukan tes windowpane. Untuk melakukan ini, sobek sepotong adonan dan regangkan di antara jari-jari Anda. Jika adonan sobek, Anda belum melakukan mix atau perlu lebih banyak menguleni. Jika mengembang tanpa pecah, membuat semacam bentuk windowpane atau kaca jendela, adonan Anda telah selesai sempurna dan tidak overmixed. Menurut tips-tips diatas, membuat adonan yang tidak overmixed butuh pengetahuan, kesabaran dan kemampuan yang mumpuni.  Walaupun begitu Global Solusi Ingredia dapat menyediakan Anda bahan untuk membuat adonan yang sempurna secara instan dan tidak ribet. 

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:56

Tekstur yang lembut menjadikan roti sebagai makanan favorit semua orang. Namun, sedikit sekali yang mengetahui teknik pembuatannya. Padahal ini merupakan hal yang menarik, karena mungkin saja kita bisa recook tanpa harus membeli. Artikel ini akan membahas terkait teknik membuat adonan roti agar hasilnya kali dan empuk ketika sudah jadi. Silakan perhatikan dengan seksama jika Anda ingin membuat aneka jenis roti sendiri di rumah. 5 Teknik Membuat Adonan Roti Anti Gagal Berikut lima teknik membuat adonan roti anti gagal dan pasti empuk yang dimulai dari no time dough: 1. No Time Dough No Time Dough adalah salah satu teknik membuat adonan roti di mana semua bahannya diaduk menjadi satu. Untuk membuat adonan roti dengan teknik ini memerlukan bahan pelembut dan penguat adonan agar mempercepat fermentasi dan meningkatkan tekstur roti yang dibuat. Baca juga: 2. Sponge and Dough Teknik membuat adonan roti selanjutnya adalah Sponge and Dough. Teknik ini terdiri dari dua proses, pertama ada proses pencampuran adonan sebanyak dua kali dan proses fermentasi sebanyak dua kali. Sebagian bahan roti nantinya diaduk dan dibentuk menjadi adonan. Lalu difermentasikan kurang lebih selama 4-6 jam. Setelah tahap fermentasi pertama, sisa bahan adonan roti dicampur lagi dengan adonan tersebut dan difermentasi dalam durasi yang singkat, sekitar 30 menitan. 3. Straight Dough Straight dough merupakan teknik membuat adonan roti yang umum diterapkan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat roti dengan teknik stragiht dough adalah air, gula, garam, mentega, dan ragi. Kelima bahan ini kemudian diaduk dan diubah menjadi adonan. Adonan yang sudah dibentuk tadi kemudian difermentasi sekitar 3 jam. Ketika proses fermentasi memasuki 80%, adonan roti akan jadi kempis. Lalu, adonan akan kembali dibulatkan dan proses fermentasi berlanjut. Setelah difermentasi, adonan roti dapat dibentuk dan dipanggang. 4. Delayed Salt Sekilas teknik delayed salt hampir mirip dengan straight dough. Bedanya, delayed salt memasukkan mentega dan garam saat proses fermentasi sedang berjalan. Hal Ini bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi. Jenis tepung yang dapat difermentasikan hingga 3 jam cocok digunakan pada teknik delayed salt. Kemudian, proses fermentasi roti yang dibuat dengan teknik delayed salt berlangsung lebih cepat karena garamnya dimasukkan di tengah-tengah proses fermentasi. 5.  Yudane Prinsip dari teknik ini adalah mencampurkan terigu dengan air mendidih sehingga tampak seperti direbus. Teknik yudane membuat adonan roti mempunyai cairan yang lebih banyak karena adanya gluten. Rasanya pun lebih manis. Untuk membuat roti dengan teknik yudane, diperlukan 20% terigu dari total yang digunakan dalam adonan serta rasio antara air dan tepung adalah 1 banding 1. Teknik yudane menghasilkan roti yang lembut, manis, serta tahan lama, sekitar 2-3 hari di kulkas. Membuat adonan roti semakin menyenangkan dengan Global Solusi Ingredia Jika Anda ingin membuat roti yang lezat, tentu Anda membutuhkan bahan-bahan terbaik. Kini, Bahan-bahan tersebut bisa Anda dapatkan di Global Solusi Ingredia. Baca juga: Bekerja sama dengan Global Specialty Ingredients dari Malaysia yang berpengalaman menyediakan suplai komposisi makanan selama lebih dari 15 tahun, Global Solusi Ingredia siap menjadi solusi untuk mendukung industri makanan di Indonesia dengan produk terbaiknya. Global Solusi Ingredia menyediakan berbagai bahan untuk membuat adonan roti seperti pengemulsi untuk menjaga roti tetap stabil dan meningkatkan rasa roti buatan Anda. Kemudian, GSI juga memiliki enzim yang dapat membantu proses fermentasi roti sehingga teksturnya lebih lembut dan tampilannya lebih bagus. Untuk membuat roti semakin nikmat, GSI menyediakan ingredients cokelat dengan rasa yang kaya dan tekstur yang lembut. Untuk informasi lebih lanjut seputar produk GSI dan konsultasi dapat mengunjungi situsnya langsung.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:50

Camilan seperti kue kering merupakan makanan  non -pokok yang terkadang wajib tersedia di rumah, apalagi saat sedang ada tamu berkunjung. Membuat kue kering sendiri bagi sebagian orang juga tidak mudah. Beberapa kesalahan dalam membuat kue kering seringkali membuat kue kering menjadi terlalu keras sehingga susah digigit. Biasanya, kue kering menjadi keras karena adonannya yang kurang pas atau melakukan kesalahan dalam proses membuatnya. Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui agar kue kering yang dibuat tidak keras. 1.       Terlalu banyak mengaduk dalam waktu lama Adonan untuk kue kering apabila diaduk lama dengan tenaga yang terlalu berlebihan dapat membuat adonan kue menjadi bantat dan keras. Baca juga:  Perbedaan Minyak Sayur dan Minyak Goreng 2.       Jumlah telur kurang Telur memiliki fungsi untuk membuat adonan kue kering menjadi lembut. Apabila jumlah telur yang ditambahkan ke adonan kurang, maka akan menyebabkan kue kering yang dibuat mengeras. 3.       Terlalu lama memanggang kue Dalam memanggang kue kering, memang seharusnya membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan memanggang kue pada biasanya. Namun, pemanggangan kue juga tidak boleh terlalu lama sehingga membuat kue menjadi terlalu matang, keras, dan bahkan gosong. Idealnya, waktu yang dibutuhkan untuk memanggang kue kering berkisar selama 20 menit dengan suhu sekitar 130-170 derajat Celcius. 4.       Menambahkan adonan dengan tepung terigu Ketika membuat adonan kue, biasanya ditambahkan tepung terigu karena adonan yang dibuat terasa melebar. Padahal, tepung terigu yang ditambahkan tersebut tidak harus dilakukan. Caranya, adonan cukup ditempatkan dan didiamkan di atas loyang dalam waktu sekitar 30-60 menit sebelum dipanggang. 5.       Terlalu membuat kalis adonan Berbeda dengan adonan roti atau kue lainnya, adonan untuk kue kering ini tidak perlu dibuat hingga menjadi kalis. Adonan kue kering ini justru lebih baik dibiarkan lebih lembek agar nantinya ketika kue sudang matang tidak terlalu keras. 6.       Takaran bahan yang kurang pas Umumnya, ketika membuat kue maka dibutuhkan beberapa alat pengukur seperti timbangan atau gelas ukur guna mempermudah dalam menakar bahan. Penakaran bahan-bahan yang tepat akan membuat proporsi bahan dalam adonan kue menjadi pas. Apabila komposisi bahan yang digunakan melebihi atau kurang dari takaran seharusnya, tentu bisa menyebabkan adonan kue kering menjadi terlalu lembek, alot, atau bahkan gagal jadi. Untuk itu, ketika membuat kue kering ini perlu memperhatikan berbagai aspek terutama dalam proses pembuatan adonannya dan bahan-bahan yang digunakan. Bahan-bahan berkualitas yang digunakan dalam membuat kue kering sangatlah diperlukan karena memiliki standar dan mutu yang terjamin, contohnya seperti beberapa produk bahan kue dari Global Solusi Ingredia. Global Solusi Ingredia merupakan perusahaan penyedia bahan-bahan makanan yang telah mendominasi industri bahan makanan saat ini. Produk yang dijual juga telah tersertifikasi ISO 9001 dan berlabel Halal sehingga terjamin mutu dan kualitasnya. Baca juga:  Emulsifier, Apakah Halal Atau Haram? Adapun untuk bahan-bahan kue, Global Solusi Ingredia memiliki beragam kategori produk mulai dari pengembang adonan, lemak,  topping powders , pengemulsi, dan lainnya. Pengemulsi merupakan bahan terpenting dalam adonan kue karena membuat kue menjadi lembut dan mengembang. Beberapa produk pengemulsi dari Global Solusi Ingredia di antaranya, GLYCEROL MONOSTEARATE (GMS-SE), DISTILLED MONOGLYCERIDES (DMG), GLYCEROL MONOOLEATE (GMO), POLYOXYETHYLENE SORBITAN MONOOLEATE (Polysorbate 80), CITRIC ACID ESTERS OF MONO AND DIGLYCERIDES (CITREM), dan POLYGLYCEROL POLYRICINOLEATE (PGPR). Produk-produk tersebut juga telah tersertifikasi sehingga tidak perlu diragukan keamanan dan kehalalannya. Membuat kue berbahan produk Global Solusi Ingredia, hasil kue bertekstur lembut dan terasa kelezatannya.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:30

Margarin mulai populer digunakan pada awal tahun 1800-an sebagai produk non-dairy. Penggunaan margarin sejak saat itu hadir sebagai alternatif dari mentega. Namun, sebetulnya terdapat perbedaan yang mendasar dari margarin dan mentega. Terutama saat digunakan untuk membuat kue. Margarin memiliki warna kuning yang lebih terang jika dibandingkan dengan butter atau mentega. Kemudian apabila didiamkan pada suhu ruang, margarin tidak mudah untuk meleleh. Umumnya margarin dibuat dengan komposisi lemak nabati. Perbedaan tersebut juga hadir dari segi manfaatnya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut apa saja manfaat margarin untuk kue, simak beberapa poin penting di bawah ini! Margarin paling sering digunakan dalam pembuatan kue basah, cake, dan sering juga digunakan untuk menumis dan menggoreng. 1.     Membangun Tekstur Kue Manfaat margarin yang pertama adalah sebagai zat pengemulsi kue. Hal ini dikarenakan margarin mampu menjaga kadar kestabilan antara air dan emulsi minyak dalam komposisi kue. Baca juga:  4 cara Mengolah Cokelat Blok yang Baik dan Menarik Di samping itu, dengan peran tersebut, penambahan margarin ke dalam adonan kue juga bisa membuat kue lebih tahan lama. Kue yang diberi tambahan zat pengemulsi seperti margarin akan lebih empuk dan halus. Hal ini disebabkan karena bahan pengemulsi yang ikut membangun tekstur yang lembut pada kue. Bisa dibandingkan, ketika membuat kue dengan sedikit margarin dan kue dengan margarin yang cukup, maka hasil akhir kue tersebut akan jauh berbeda.   2.     Memberi Aroma yang Khas Penambahan margarin ke dalam adonan kue selain membuat teksturnya menjadi lembut, juga dapat memberikan aroma khas kue yang nikmat. Aroma khas tersebut akan mulai tercium saat kue yang dipanggang mulai matang. Manfaat margarin dalam memberikan aroma yang khas juga ditentukkan oleh takaran margarin dalam adonan dan kualitas margarin yang digunakan. Sebaiknya, campurkan margarin dengan adonan sesuai dengan resep agar aroma khasnya terasa nikmat dan tidak berlebihan. 3.     Pencampur Rasa Margarin memiliki cita rasa yang agak sedikit asin jika dibandingkan dengan mentega atau butter. Sehingga penambahan margarin pada kue dapat membuat kue menjadi lebih gurih. Sedangkan pada kue kering, penambahan margarin bisa memberikan efek rasa yang renyah dan asin. Efek rasa asin pada margarin tersebut bermanfaat untuk mencampur rasa kue menjadi lebih nikmat. Seperti kue yang mengandung gula dan susu, apabila ditambahkan dengan margarin di dalamnya maka rasa manis gula dan  creamy  dari susu tidak akan terpisah-pisah di mulut. Namun di samping berbagai manfaat margarin untuk kue tersebut, margarin sebetulnya memiliki kandungan lemak trans yang terbilang tinggi. Beberapa produk margarin di pasaran justru memiliki tingkat lemak trans yang membahayakan tubuh apabila dikonsumsi terlalu sering. Jika Anda pecinta margarin, maka Anda perlu lebih cermat dalam memilih produk margarin. Anda dapat menemukan produk margarin terbaik dengan lebih sedikit lemak trans hanya di Global Solusi Ingredia. Perusahaan penyedia sumber bahan pangan ini sudah terpercaya akan produk-produk berkualitasnya. Baca juga:  Cara Membuat Minyak Kelapa Murni Secara Tradisional Jika Anda merasa bingung mengenai produk margarin terbaik untuk membuat kue, Anda juga bisa mencari tahu atau bertanya langsung di website PT Global Solusi Ingredia. Dengan produk margarin yang berkualitas, manfaat margarin untuk kue bisa Anda dapatkan dengan secara optimal. Selain itu, produk GSI juga sudah terdaftar di BPOM RI yang tentunya sangat aman dikonsumsi. Pun, telah mengantongi sertifikat halal, yang bisa dikonsumsi muslim maupun non-muslim. Demikianlah ulasan mengenai manfaat margarin untuk kue, jangan lupa lebih cermat dalam memilih produk margarin yang akan Anda gunakan. Semoga bermanfaat!

Contact Us

Contact Us