Pernahkan Anda memakan roti berlapis yang renyah seperti sausage rolls ? Ya, seperti itulah gambaran puff pastry yang disukai banyak orang. Puff pastry memberikan pengalaman yang berbeda karena setiap gigitannya akan merasakan lapisan-lapisan roti yang renyah dan sedikit berlemak. Kunci dari membuat roti seperti itu adalah dari teknik pembuatannya. Walaupun terkesan ribet, akan tetapi Anda akan sangat puas dengan hasilnya. Pantas saja puff pastry harganya berbeda dengan roti-roti pada umumnya. Karena dari segi pembuatan pun memakan waktu. Teknik membuat puff pastry yang renyah terkadang terlihat sulit namun Anda bisa mempelajarinya. Ada banyak sekali teknik yang bertebaran di internet. Karena setiap orang memiliki teknik yang berbeda-beda untuk menghasilkan puff pastry yang renyah. Sekilas tentang Puff Pastry Puff pastry adalah kue yang khas karena terdapat lapisan-lapisan dengan varian rasa dan bentuk yang bermacam-macam. Karena keunikan inilah, banyak orang yang ingin membuatnya namun seringkali gagal karena teknik yang dilakukan salah. Baca juga: Bahan Campuran Kue Kering yang Menambah Citarasa Pada dasarnya, ada empat teknik agar puff pastry menjadi renyah, yaitu teknik pemilihan bahan, teknik mencampur adonan, teknik melipat, dan teknik memanggang. Jika Anda berhasil menguasai keempat teknik tersebut, Anda tidak akan gagal membuat puff pastry seperti yang diidamkan. Teknik Pemilihan Bahan Bahan utama dalam teknik membuat puff pastry yang renyah adalah tepung, air, garam, dan lemak. Tepung berprotein tinggi lebih disarankan untuk dipakai karena pastry akan lebih elastis dan membentuk lipatan saat dipanggang. Kemudian, air yang digunakan adalah air dingin untuk mencegah bahan menjadi berminyak. Lemak yang digunakan tidak boleh terlalu banyak karena hanya berfungsi untuk pelembut saja. Penambahan garam pada adonan juga diperlukan untuk menguatkan gluten. Teknik Mencampur Adonan Tahap selanjutnya adalah mencampurkan adonan kemudian didiamkan selama 30 menit. Setelah itu dilapisi dengan lemak lalu digiling dan dilipat beberapa kali untuk menghasilkan lipatan-lipatan. Namun pastikan antara adonan dan lemak tidak bercampur menjadi satu karena lemak berfungsi untuk pemisah antar lapisan adonan. Teknik Melipat Dalam teknik membuat puff pastry yang renyah, dibutuhkan pula teknik melipat yang benar. Ada banyak teknik melipat yang bisa Anda coba, seperti metode scotch, english method , dan france method . · Metode scotch , adalah metode yang biasanya digunakan untuk membuat pastry pie atau sausage rolls . Metode ini adalah metode paling mudah dibandingkan dengan teknik melipat lainnya. · English method , dalam metode ini Anda hanya perlu menggiling adonan hingga berbentuk persegi panjang. Lalu 2/3 bagiannya diolesi dengan lemak. Bagian yang tidak tertutupi lemak dilipat ke tengah. Kemudian ambil ujung lainnya yang terolesi lemak, lipat juga ke bagian tengah hingga menutupi sisi yang sebelumnya. · France method , giling dan bentuk adonan menjadi persegi. Lalu beri lemak di bagian tengahnya, kemudian tutupi lagi dengan adonan. Baca juga: Cek Manfaat Susu Skim yang Perlu Anda Ketahui Teknik Memanggang Tahap terakhir dari teknik membuat puff pastry yang renyah adalah proses pemangganan. Untuk menghasilkan puff pastry yang renyah, panggang dengan suhu tinggi yaitu 200 derajat Celcius. Jika Anda membutuhkan bahan untuk membuat bakery , Anda bisa mencoba produk dari Global Solusi Ingredia . Di sini Anda bisa menemukan beragam bahan untuk biskuit, icin gs, fillings, sponge cake improvers, topping powders , dan lain sebagainya. Sebagai perusahaan yang sudah dikenal sampai mancanegara, bahan-bahan yang tersedia tentunya adalah bahan-bahan yang berkualitas ekspor. Selain itu, produk sudah ber-BPOM RI dan bersertifikat halal. Anda juga bisa melakukan konsultasi langsung melalui laman resminya. Coba produk dari kami dan bedakan dengan produk dari perusahaan lain.
Untuk membuat kue kering dibutuhkan bahan-bahan penting agar menghasilkan kue yang kering, renyah, dan bercita rasa lezat. Seringkali yang membuat kue kering gagal adalah karena pemilihan bahan yang salah atau kurang. Akhirnya kue menjadi bantat, terlalu lembek, atau pahit. Kue kering menjadi camilan yang paling banyak dicari saat musim lebaran tiba. Untuk menghasilkan kue kering yang berkualitas, Anda harus menguasai skill pembuatan dan juga pemilihan bahan campurannya. Bahan campuran kue kering yang biasa dipakai adalah tepung terigu, telur, lemak, gula, pengembang, aneka coklat, dan bahan campuran lainnya. Selain itu teknik memasaknya juga harus Anda perhatikan, seperti bahan apa yang harus dicampur terlebih dahulu, takaran yang tepat, hingga pengaturan suhu saat di dalam oven. Dengan begitu, peluang Anda untuk berhasil membuat kue kering akan lebih besar. Baca juga: Cek Manfaat Susu Skim yang Perlu Anda Ketahui Agar kue kering yang Anda buat berhasil, sangat perlu untuk membahas bahan campuran kue kering yang menjadi bahan penentu. Anda bisa membacanya pada penjelasan artikel di bawah ini. Tepung Terigu Di pasaran, tepung terigu ada banyak macamnya, tepung terigu serbaguna, tepung protein rendah, dan tepung protein tinggi. Masing-masing tepung mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Sedangkan untuk pembuatan kue kering, biasanya yang digunakan adalah tepung serbaguna atau tepung protein rendah. Untuk menghasilkan tekstur kue kering yang renyah, Anda bisa menggunakan tepung serbaguna yang dicampur dengan tepung maizena dengan perbandingan maksimal 5:1. Anda juga bisa menggunakan tepung kentang, tepung gandum, atau tepung sagu jika ingin membuat kue kering yang lebih variatif. Telur Dalam pembuatan kue kering, peran telur sangatlah penting. Bagian kuning telur akan membuat kue menjadi lebih lembut. Kuning telur juga bisa dijadikan sebagai olesan di atas kue agar terlihat cantik dan mengilap. Sedangkan putih telur bisa membuat kue lebih keras. Gula Ada banyak macam gula yang bisa Anda pakai, seperti gula palem, gula putih dan gula halus. Kue kering yang menggunakan gula putih biasanya teksturnya lebih crunchy. Sedangkan jika menggunakan gula halus, teksturnya lebih lembut karena lebih mudah tercampur dengan adonan. Anda bisa bereksperimen dengan berbagai macam gula untuk menghasilkan kue kering yang memiliki variasi cita rasa dan tekstur. Lemak Lemak sendiri dibagi menjadi dua, yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Contoh lemak hewani adalah mentega, sedangkan lemak nabati adalah margarin. Keduanya bisa digunakan untuk membuat kue kering. Namun, jika Anda menggunakan mentega, sebaiknya menunggu pada suhu ruang. mentega yang terlalu dingin akan menjadikan kue Anda keras. Sebaliknya, mentega yang terlalu cair akan membuat kue lebih berminyak. Pengembang Jenis kue kering tertentu membutuhkan pengembang sebagai bahan campurannya. Pengembang yang bisa Anda pakai misalnya soda kue atau baking powder . Akan tetapi, Anda harus berhati-hati dalam penggunaan soda kue karena warna kue Anda bisa lebih gelap. Dan juga rasanya akan pahit jika terlalu banyak menambahkan soda kue ke dalam adonan. Baca juga: Apa Saja Teknik memasak Gastronomi Molekuler? Cek Yuk! Cokelat Cokelat di sini bisa Anda campurkan langsung ke dalam adonan kue atau bisa untuk topping -nya saja. Dark chocolate atau white chocolate bisa Anda pakai untuk menambah cita rasa. Jika Anda bergerak di bidang industri kue kering, pastinya membutuhkan bahan-bahan di atas. Pastikan Anda mendapatkan bahan yang berkualitas dari perusahaan yang terpercaya. Seperti halnya Global Solusi Ingredia. Ada berbagai produk yang tersedia, salah satunya cokelat. Produk cokelat yang kami tawarkan memiliki komposisi carob, cocoa butter, cocoa butter extender, cocoa powder, chocolate liquor (masse) unsweetened , dan masih banyak lainnya.
Dalam membuat kue, diperlukan ketelitian serta keterampilan yang baik. Meskipun sebagian orang masih menganggap bahwa proses memasak ataupun membuat makanan adalah hal yang mudah, namun tidak boleh salah karena ternyata ‘gampang-gampang susah’, lho! Jika kita tidak memahami tekniknya, atau salah memilih bahan yang akan dicampurkan, bisa jadi kue yang ingin dibuat tidak akan berhasil. Jika Anda ingin belajar membuat kue atau cake, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar tidak gagal. Yuk, langsung saja simak beberapa tips cake anti gagal dan mudah untuk diaplikasikan berikut ini! Tips Memilih Bahan Baku Hal paling utama dari kegagalan cake yang dibuat adalah berasal dari pemilihan bahan baku yang kurang sesuai. Untuk menghindari hal tersebut agar tidak terjadi, maka kamu perlu mengetahui bahan-bahan apa saja yang harus kamu pilih sesuai dengan kebutuhan cake yang akan dibuat. Baca juga: Yuk, Kenali Istilah Penting dalam Dunia Baking! Misalnya, dalam memilih tepung terigu. Dalam membuat cake , dikenal adanya tiga tingkatan protein dalam tepung terigu. Yakni terigu dengan protein rendah, protein sedang, dan protein tinggi. Penggunaan Tepung Protein Rendah, Sedang, dan Tinggi Jika Anda ingin membuat adonan yang elastis dan kenyal, maka Anda dapat memilih tepung terigu dengan protein tinggi. Namun terdapat kelemahan dari tepung terigu protein tinggi, yakni olahannya yang mudah untuk basi. Di samping itu, tepung terigu protein sedang dapat dipilih apabila Anda ingin membuat adonan yang memiliki tekstur lembut dan mengembang. Tepung jenis ini dikenal juga sebagai terigu yang dapat digunakan oleh banyak jenis makanan karena kandungan proteinnya yang cenderung lebih aman. Sedangkan untuk membuat kue yang bertekstur renyah, Anda dapat menggunakan tepung terigu protein rendah. Jenis tepung terigu ini cenderung lebih awet dan tahan lama jika disimpan di tempat yang kering. Penggunaan Telur Ketika ingin membuat kue yang kering juga perlu memperhatikan bagian telur mana yang harus digunakan. Nah, agar kue kering bertekstur sempurna, Anda dapat menggunakan kuning telurnya saja. Namun, penambahan putih telur juga lazim ditemui pada beberapa kue kering tetapi dengan jumlah yang tidak melebihi kuning telurnya. Serta, pastikan telur berada dalam kondisi suhu ruang agar tidak merusak struktur adonan kue yang dibuat. Takaran Gula Selain itu, bahan baku lain yang juga berpengaruh besar terhadap berhasil atau gagalnya proses pembuatan cake adalah gula. Pemilihan gula yang kurang tepat akan berakibat pada hasil adonan kue yang tidak bagus. Ada beberapa jenis gula yang umum dipilih untuk membuat kue. Seperti gula pasir yang memiliki tekstur lebih kasar, gula castor yang terlihat seperti gula pasir namun lebih cepat larut karena teksturnya lebih halus, kemudian gula jawa yang berwarna cokelat atau biasa disebut dengan palm sugar yang banyak digunakan untuk membuat kue muffin maupun brownies . Tips Mengaduk dan Memasak Adonan Setelah memahami tips cake anti gagal dalam hal pemilihan bahan, Anda juga harus mengetahui bahwa terkadang kegagalan cake tersebut adalah disebabkan oleh teknik mengaduk dan memasak adonan yang kurang tepat. Baca juga: Macam-Macam Base Cake Ultah Untuk penggunaan mixer dalam mengocok adonan, terlebih dahulu dapat dimulai dengan kecepatan yang rendah kemudian dinaikan ke kecepatan tinggi. Lalu ketika memanggang adonan, oven harus dipanaskan selama 10 menit terlebih dulu sebelum adonan dimasukkan. Hal-hal sederhana dalam membuat cake terkadang menjadi fatal apabila tidak diperhatikan dengan teliti. Maka dari itu, baik dalam teknik ataupun memilih bahan adonan, pastikan semuanya diperhatikan secara saksama. Untuk membantu Anda dalam menemukan bahan adonan dengan mudah, Global Solusi Ingredia hadir sebagai perusahaan anyar di Indonesia yang menyediakan bahan baku pangan. Anda dapat berkunjung langsung ke website-nya untuk menemukan produk yang dibutuhkan!
Jika kita sedang belajar membuat kue, rasanya ada banyak sekali jenis kue yang ingin kita coba buat. Salah satu kue yang pasti setiap orang ingin coba untuk membuatnya adalah kue ulang tahun atau birthday cake . Sekilas, kue ulang tahun ini mungkin terlihat sama saja. Yakni hanyalah sebuah kue bolu dengan hiasan yang variatif. Namun, ternyata terdapat beberapa perbedaan dan macam-macam kue yang bisa dibuat menjadi kue ulang tahun, lho! Nah, dalam dunia baking, kue bolu yang dijadikan bahan utama untuk cake ultah dinamakan sebagai base cake atau kue dasar ultah. Jadi, tidak ada salahnya untuk Anda berkreasi dengan ketika membuat kue ultah dengan berbagai base cake agar lebih nikmat! Baca juga: Yuk, Kenali Istilah Penting dalam Dunia Baking! Jika kamu tidak ada ide base cake apa yang akan Anda gunakan, berikut ini ada ulasan mengenai macam-macam base cake ultah yang bisa dicoba, yuk simak! Rainbow Cake Jenis base cake pertama yang dapat Anda coba untuk membuat kue ulang tahun adalah rainbow cake . Jenis kue yang satu ini biasanya terdiri dari enam buah layer atau lapisan dari steamed cake yang memiliki warna-warna indah nan cerah seperti pelangi. Jika Anda ingin membuat kue ulang tahun dengan karakter fondan, karakter lukis, hiasan fruits cake, atau butter cream . Rainbow cake merupakan jenis base cake yang cocok. Selain itu, dikarenakan warnanya yang sangat menarik ini, base cake ulang tahun dari rainbow cake sangat cocok bagi kue ultah anak-anak. Lapis Surabaya Kue padat yang terbuat dari banyak kuning telur dalam adonannya ini menjadi salah satu base cake yang sangat populer untuk digunakan sebagai kue ulang tahun. Untuk membuat kue ulang tahun dari base cake lapis Surabaya, Anda dapat menggunakan loyang dengan ukuran cetakan 22 x 22 cm. Kemudian untuk hiasannya sendiri biasanya kue ultah lapis Surabaya tidak terlalu ramai. Sehingga, memberikan hasil akhir cake yang elegan dengan cita rasa klasik yang nikmat. Brownies Kukus Base cake berikutnya yang banyak disukai adalah brownies kukus. Pemilihan brownies kukus sebagai base cake didasarkan pada beberapa pertimbangan. Seperti teksturnya yang cenderung lebih lembut dan lembab jika dibandingkan dengan brownies panggang yang lebih padat dan terkadang crunchy . Sehingga bagi penyuka cokelat yang ingin memakan brownies untuk kue ulang tahunnya, mereka dapat memilih brownies kukus sebagai base cake ulang tahun. Japanese Chesse Cake Jika brownies cokelat yang dikukus diperuntukkan bagi mereka yang gemar makan cokelat, maka untuk orang yang suka keju maka Japanese cheesecake dapat menjadi pilihan yang tepat. Tekstur dari Japanese cheesecake yang lembut dan creamy ini tentu menjadi salah satu alasan kenapa kemudian jenis roti ini juga banyak digunakan sebagai base cake ulang tahun. Baca juga: Yuk Kenali Ciri Adonan Over Proofing! Jika Anda ingin membuat birthday cake dari Japanese cheesecake , untuk hiasannya Anda dapat menambahkan toping buah-buahan segar dan sedikit taburan gula halus sebagai pemanis. Nah, itu tadi beberapa macam base cake ultah yang bisa Anda pilih jika sedang mencari ide untuk membuat kue ulang tahun di hari spesial. Namun, jangan lupa juga untuk memilih bahan baku pembuatan kue yang berkualitas agar kue yang dihasilkan bermutu dan nikmat. Jika ingin mendapatkan bahan-bahan pangan seperti susu, emulsifier, minyak, pewarna, pemanis, dan sebagainya, Global Solusi Ingredia merupakan pilihan yang tepat. Sebab, di perusahaan ini Anda bisa mendapatkan berbagai macam bahan kue dengan kualitas yang terbaik!
Membuat kue memang merupakan hal yang menyenangkan. Selain dapat berkreasi dalam menghias kue menjadi cantik, Anda juga dapat memakan kue tersebut dengan rasa puas karena merupakan hasil karya sendiri. Untuk Anda yang baru saja belajar atau menekuni dunia baking , tentu terkadang kamu dihadapkan pada situasi ketika mendengar kosakata atau istilah-istilah baru. Seperti misalnya ketika pergi ke toko bahan-bahan kue, ada banyak sekali jenis-jenis bahan dengan nama yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Nah, oleh sebab itu, penting untuk Anda mengetahui apa saja istilah yang digunakan dalam dunia baking. Karena, setiap istilah dalam dunia baking terkadang jika tidak dipahami dengan baik maka akan membuat kita salah paham dan akhirnya adonan yang dibuat tidak akan berhasil. Langsung saja, berikut beberapa istilahnya! Emulsifier Istilah pertama yang penting untuk Anda pahami adalah emulsifier. Wah, mungkin dari penyebutan namanya agak sulit, ya. Namun biarpun begitu, penggunaan bahan baking yang satu ini sangatlah penting. Baca juga: Yuk Kenali Ciri Adonan Over Proofing! Emulsifier sendiri berarti bahan pengemulsi atau bahan yang memiliki fungsi dalam menyatukan berbagai campuran yang terdapat dalam satu resep kue agar dapat menjadi lembut dan halus. Dalam penggunaannya ini, emulsifier sangat berperan ketika adonan yang Anda buat mengandung campuran bahan lemak (seperti mentega atau margarin) dan campuran air. Ketika menyatukan adonan yang sulit tersebut, emulsifier juga sekaligus membantunya agar memiliki tekstur yang lembut. Sehingga ketika kue matang, tidak terasa sensasi adonan yang menggumpal atau terpisah-pisah. Emulsifier juga terkadang diartikan sebagai bahan pengembang. Sebab, selain menghaluskan dan mencampurkan rata, penambahan emulsifier ke dalam adonan baking juga dapat membuat kue menjadi mengembang. Contoh merek dagang dari emulsifier yang dapat kamu temukan adalah seperti TMB, Ovalet, serta SP. BPDA Istilah berikutnya dalam dunia baking adalah BPDA. BPDA sendiri merupakan singkatan dari Baking Powder Double Acting, seperti penamaannya yang double acting, bahan pengembang ini melakukan proses pengembangan pada adonan dalam dua kali tahapan aktif sehingga dapat menghasilkan adonan yang mengembang sempurna. Biasanya, BPDA banyak digunakan oleh para baker pemula. Karena bahan ini diyakini anti gagal dan lebih mudah untuk meningkatkan struktur adonan. Terdapat banyak merek BPDA yang dapat ditemui di toko kue, untuk mendapatkan referensi kamu juga dapat menengok produk-produk di Global Solusi Ingredia. Soft Peak Istilah dalam dunia baking yang berikutnya yang tidak kalah penting untuk Anda ketahui adalah Soft Peak. Jika istilah yang dijelaskan pada poin sebelumnya adalah berkaitan dengan bahan-bahan pembuat adonan kue, maka Soft Peak ini adalah istilah yang berkaitan erat dengan teknik dalam membuat adonan. Ketika Anda mengocok adonan kue, biasanya adonan tersebut harus terus dikocok sampai menghasilkan foam lembut. Nah, teknik untuk menghasilkan foam lembut pada adonan inilah yang disebut dengan Soft Peak. Baca juga: Intip Apa Saja Manfaat Cokelat untuk Tubuh! Beberapa orang juga mengenal istilah Soft Peak dengan sebutan Puncak Tumpul. Hal ini mengindikasikan kondisi adonan ketika pengocok atau mixer yang diangkat menghasilkan puncak yang tumpul dan perlahan mulai jatuh. Kebalikan dari kondisi Soft Peak adalah Hard Peak. Nah, setelah memahami berbagai istilah dalam dunia baking tersebut, Anda juga tidak boleh salah tempat ketika membeli bahan kue. Sebab terkadang beberapa toko kue tidak menjual produk secara lengkap dan justru memberikan alternatif bahan yang lainnya. Jika Anda menginginkan bahan yang sesuai dengan kebutuhan, maka pilih lah produk-produk dari GSI atau Global Solusi Ingredia! Ada berbagai macam bahan yang tersedia, mulai dari emulsifier, minyak dan lemak, pewarna, perisa, vitamin, dan masih banyak lagi. Yuk, penuhi kebutuhan baking Anda dengan produk GSI!
Bagi yang ingin membuat kue, jenis cake emulsifier adalah salah satu bahan yang tidak boleh sampai ketinggalan. Bahan ini menjadi bahan wajib agar kue yang dibuat tampak lembut, kenyal, enak dan lezat. Bahan yang bernama cake emulsifier ini memang sudah lama digunakan di dalam dunia bakery . Tujuannya agar kue yang dihasilkan tambah enak dan kenyal. Awalnya, banyak orang Indonesia yang tidak memakai bahan ini sebagai tambahan membuat kue. Hal tersebut bisa dibuktikan sendiri di kue yang dijual di pasar. Dari kebanyakan kue klasik atau kue tradisional yang ada di Indonesia, hampir tidak ada yang menggunakan tambahan cake emulsifier . Namun semenjak penjajahan Belanda, cake emulsifier terus dikembang. Hingga akhirnya, cake emulsifier menjadi bahan penting untuk membuat kue sampai sekarang. Bahkan kue terasa kurang jika tidak memakai tambahan cake emulsifier . Baca juga: Manfaat Gelatin untuk Kesehatan Tubuh Jenis Cake Emulsifier Meski fungsi cake emulsifier secara umum sama, nyatanya di pasaran ada banyak produk atau merek berbeda dari bahan cake emulsifier . Begitu juga untuk fungsi bahan ini. Penggunaan cake emulsifier juga berbeda di setiap jenis kue yang ada. Di Indonesia, ada tiga cake emulsifier yang paling populer dan banyak digunakan untuk membuat kue. Setiap jenis juga punya karakteristik dan fungsi yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, cek jenis bahan untuk membuat lembut kue ini : SP Jenis cake emulsifier pertama yang paling sering digunakan di sini adalah SP. SP merupakan jenis yang paling sering digunakan untuk membuat sponge cake atau yang dikenal dengan sebutan kue yang bagian telurnya dikocok hingga mengembang terlebih dahulu. Adonan kue yang diberi tambahan SP biasanya memakai mentega atau juga bisa margarin yang kemudian dicairkan di akhir pengocokan adonan. Di sinilah fungsi SP untuk pengemulsi kue sangat diperlukan. Saat mentega leleh dimasukkan ke adonan, kerap kali tidak diaduk dengan baik sehingga membuat kue jadi bantat. Dengan memakai SP, telur yang telah dikocok tidak turun lagi. Sehingga membuat tekstur adonan menjadi lebih stabil dan pastinya tidak kaku. Biasanya SP dibuat dari asam lemak hewani. Ovalet Ovalet merupakan jenis cake emulsifier yang terbuat dari asam lemak tumbuhan atau juga bisa hewan. Ovalet mempunyai fungsi yang hampir sama seperti SP. Karena tujuan pemberian bahan ini agar adonan kue ketika dipanggang atau dikukus tidak turun alias bantet. Perbedaan kedua jenis bahan pelembut pada kue tersebut ada pada hasil kue. Hasil kue ovalet umumnya lebih lembut dan sedikit basah di bagian dalam kue yang dibuat. Contoh kue yang sering menggunakan ovalet adalah kue lapis. Bahan ini juga membuat kue lebih kuning cerah dibanding saat memakai jenis cake emulsifier SP. TBM Terakhir ada jenis TBM yang mempunyai komposisi hampir sama dengan dua jenis sebelumnya. Perbedaannya, ovalet merupakan jenis yang sering digunakan untuk adonan kue dengan bahan kompleks. Contohnya, kue yang bagian dalamnya ada coklat bubuk, buah yang dihaluskan hingga kacang-kacangan. Berbeda dengan SP yang sering digunakan untuk adonan di bagian telur dan dikocok terlebih dahulu. Baca juga: Manfaat Whipped Cream Bagi Kesehatan TBM sering digunakan untuk adonan yang berbahan mentega dengan gula yang dicampur terlebih dahulu. Selanjutnya ditambahkan beberapa butir telur ke adonan. Kendati fungsi setiap jenis cake emulsifier berbeda. Namun takarannya tidak jauh berbeda. Hanya disesuaikan dengan takaran telur yang digunakan, mentega, serta gula yang dipakai di dalam adonan. Lagi butuh beberapa jenis cake emulsifier yang produknya lebih simple dan tidak ribet untuk membuat kue? Global Solusi Ingredia adalah salah satu pilihan terbaik karena produk lebih aman, halal, dan lolos BPOM.