Gula merupakan bahan makanan yang mempunyai fungsi memberi rasa manis serta legit pada bermacam-macam makanan ataupun minuman. Pada umumnya, gula terbuat dari air tebu atau bisa juga dari nira kelapa. Namun tahukah Anda bahwa selain gula pasir biasa, masih ada beberapa jenis gula lainnya. Memang gula tak cuma sebagai pemanis rasa saja namun juga bisa dipakai sebagai penyedap rasa dengan cara dikombinasikan dengan garam, bahkan kombinasi ini lebih sehat dibandingkan dengan menggunakan MSG. Sekarang apakah Anda mengenal jenis gula selain gula pasir dan gula merah? Tentu sebagian besar belum mengenal beberapa jenis yang lainnya. Padahal masih ada gula jenis lainya, berikut ulasan selengkapnya: Gula Batu Sesuai dengan namanya, jenis gula yang pertama ini memang berbentuk menyerupai batu kristal yang berukuran sedang. Gula ini terbuat dari air tebu yang dilarutkan dengan direbus dengan air, gula batu sendiri mempunyai tekstur yang keras dan tidak gampang larut dengan air. Gula batu di Indonesia sering kali dikaia sebagai pemanus untuk teh serta minuman tradisional semacam jamu. Gula batu menjadi penawar kepahitan jamu atau obat-obatan. Gula Kastor Sepintas gula kastor hampir sama dengan gula halus, hanya saja yang membekannya adalah pada tekstur gula kastor yang lebih halus berupa butiran-butiran halus yang tetap nampak jelas terlihat. Gula jenis ini sering digunakan menjadi campuran icing serta whipped cream guna mempercantik tampilan sebuah kue. Gula Pasir Gula pasir merupakan gula yang paling populer dan pasti diketahui seluruh masyarakat Indonesia. Gula ini paling banyak dipakai untuk penambah rasa manis untuk berbagai jenis minuman maupun makanan. Bentuknya berupa kristal halus bertekstur sedikit kasar. Gula pasir dibuat dari air tebu yang direbus sampai mengental lalu dihaluskan sampai menjadi butiran gula. Selain itu gula pasir sering dikatakan sebagai pemanis yang memiliki berbagai kegunaan lantaran bisa dipakai sebagai pemanis minuman, bahan pembuat karamel, dan penambah atau penyedap rasa masakan. Gula Merah Jenis gula yang selanjutnya adalah gula merah atau sering disebut dengan nama gula jawa. Gula yang satu ini menjadi salah satu pemanis tradisional khas Indonesia. Behan baku gula merah berbeda dengan gula pasir yang berbahan tebu maka gula merah berbahan air nira atau air buah aren yang kemudian direbus sampai berubah menjadi warna kecoklatan. Tekstur dari gula merah adalah agak keras dan sudah lama menjadi pemanis andalan untuk berbagai panganan tradisional semacam bolu kukus, dodol, lopis, dan lain sebagainya. Brown Sugar Selanjutnya ada gula cokelat atau terkenal dengan sebutan brown sugar yang terbuat dari gula pasir dicampur dengan molase yang merupakan sari tebu warna coklat gelap bertekstur agak basah serta lengket saat disentuh. Brown sugar mempunyai beberapa wangi karamel yang unik. Berkat keunikan wanginya ini maka gula jenis ini sering dipakai untuk campuran kue dan roti supaya hasilnya lebih menggugah selera. Selain itu brown sugar juga kerap disajikan menjadi penambah rasa serta aroma minuman kopi maupun teh hangat. Berkaitan dengan jenis gula yang bergitu beragam maka GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia yang menjadi perusahaan pemasok bahan makanan, fungsional maupun khusus yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia. GSI memiliki produk pemanis tambahan yang dapat diaplikasikan pada makanan ataupun minuman. Produk GSI yang satu ini memiliki rasa manis dengan maupun tanpa jumlah kalori yang dibatasi. Sehingga makanan atau minuman yang Anda sajikan semakin sempurna dengan pemanis dari GSI Indonesia.
Keju memang bukan makanan yang berasal dari Indonesia, tetapi penggemarnya cukup banyak di Nusantara. Terbukti dengan banyaknya makanan khas yang dikombinasikan dengan keju seperti serabi keju, martabak keju, bakso keju, dan sebagainya. Meskipun Anda sangat menyukai keju, tetapi, harus tetap waspada dan mengetahui cara memilih keju yang baik. Sehingga, Anda terhindar dari membeli keju yang kondisinya sudah jelek. Nah, untuk menambah pengetahuan Anda, silakan simak pembahasannya di bawah ini! Mengecek Kemasannya Hal pertama yang perlu Anda lakukan saat akan membeli keju adalah mengecek kemasannya. Pastikan pilih keju yang kemasannya tertutup rapat. Pastikan keju dipilih dalam kemasan yang baik, tidak bergelembung, serta tidak ada bagian yang robek. Cek juga daftar komposisi bahan serta nilai gizinya. Pastikan di dalam keju tersebut, tidak ada kandungan bahan yang berbahaya. Lihat tanggal kadaluarsa yang terdapat pada kemasan, jika sudah melebihi expired date , sebaiknya keju tersebut tidak dikonsumsi manusia. Telitilah saat membeli keju dengan melihat setiap sudut kemasan terlebih dahulu. Sehingga, Anda terhindar dari keju yang kualitasnya kurang baik. Warna Keju Kuning Setelah kemasan dibuka, cara memilih keju yang baik dengan melihat warnanya. Meskipun beberapa jenis keju memiliki warna yang berbeda, tetapi umumnya berwarna kuning. Beberapa diantaranya memiliki warna kuning tua yakni pada keju cheddar. Ada juga yang memiliki warna kuning pucat laiknya keju mozzarella. Yang perlu Anda ketahui juga terdapat jenis keju yang memiliki bintik hitam. Nah, bintik ini bukan kotoran maupun jamur, tetapi memang bagian dari keju tersebut. Sebaiknya, hindari keju berjamur karena penyebabnya adalah proses penyimpanan yang kurang baik. Aroma yang Sedap Keju memiliki aroma khas laiknya susu atau tidak berbau sama sekali. Jika keju telah berbau tengik, artinya, sudah basi dan tidak layak dikonsumsi. Jadi, pastikan Anda mencium baunya terlebih dahulu sebelum diolah atau dijadikan topping makanan tertentu. Tekstur Keju Cara memilih keju yang baik selanjutnya adalah dilihat teksturnya. Nah, setiap jenis keju memiliki tekstur yang berbeda. Seperti pada keju mozzarella yang lunak sedangkan keju edam teksturnya keras. Sedangkan keju cheddar memiliki tekstur yang kenyal apabila ditekan. Untuk itu, perhatikan jenis keju yang akan dikonsumsi, apakah teksturnya sudah sesuai dengan jenisnya atau tidak. Jadi, misalnya, keju edam memiliki tekstur yang lunak, justru keju tersebut sudah tidak baik lagi kualitasnya. Kualitas Keju juga Bisa Dilihat dari Proses Pembuatannya Ada berbagai cara untuk membuat keju. Makanan ini dihasilkan dengan memisahkan zat padat pada susu dengan proses koagulasi (pengentalan). Nah, dalam proses koagulasi ini, susu membutuhkan bakteri atau enzim tertentu atau rennet. Beberapa produk keju juga dihasilkan dengan menggunakan enzim papain. Rennet didapatkan dari lambung mamalia yang mencerna susu. Jadi, cukup sulit untuk didapatkan. Namun, di Global Solusi Ingredia, tersedia berbagai jenis enzim untuk membantu dalam proses pengolahan bahan makanan seperti keju. Rennet dan papain yang ada di GSI sudah melalui proses yang baik. Sehingga, mampu memodifikasi protein, polisakarida, dan lemak dengan sempurna. Jadi, keju yang diproses menggunakan jenis enzim dari GSI akan mendapatkan tekstur, volume, dan tampilan yang sempurna. Nah, begitulah cara memilih keju yang baik dan berkualitas. Mulai dari warna, tekstur, hingga proses pembuatannya. Jika ingin mencoba membuatnya sendiri, silakan menggunakan enzim dari GSI. Tak hanya menyediakan enzim untuk pembuatan keju. Ada juga enzim lain seperti laktase, papain, rennet, alpha galactosidase, aminopeptidase, acid protease, amilase, beta amilase, glucoamylase, cellulase, dan sebagai. Semua enzim tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengolahan keju, susu, roti, mie, dan masih banyak lagi.
Apakah Anda sudah tahu fakta bahwa 50% manusia di seluruh dunia kekurangan vitamin D? Fakta ini disebutkan dalam sebuah penelitian oleh Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutic. Padahal, vitamin D ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Fungsi vitamin D sendiri adalah menghindari penyakit osteoporosis, mengurangi risiko penyakit hipertensi, jantung, kanker, serta depresi. Selain itu, vitamin D juga penting untuk menjaga tulang supaya tetap kuat. Nah, sumber vitamin D sendiri paling banyak ada di matahari. Sehingga, kerap disebut dengan vitamin matahari. Namun, ada juga jenis vitamin D lain yakni D2 yang berasal dari berbagai jenis makanan. Apabila Anda tergolong orang yang jarang keluar rumah, maka sumber vitamin D bisa didapatkan dari asupan makanan berikut ini: 1. Jamur Bagi vegetarian, jamur dapat jadi pilihan sumber vitamin D yang cukup tinggi. Jamur sendiri dapat memproduksi vitamin D dari sinar matahari (UV) sama seperti manusia. Jika dihitung, maka kandungan vitamin D pada 100 gram jamur portobello adalah 400 IU. Jamur juga menjadi satu-satunya sayuran yang mengandung vitamin D. Hal ini dikarenakan jamur mempunyai ergosterol yang membantunya untuk mensintesiskan vitamin D2 saat terkena sinar UV. Namun, sayangnya, kandungan ergosterol tidak ada pada jamur yang dikembangkan dalam ruangan. 2. Ikan yang Berlemak Sumber vitamin D yang selanjutnya adalah ikan berlemak. Beberapa jenis ikan dengan kandungan lemak adalah ikan sarden, ikan tuna, serta salmon. Pada ikan sarden, terkandung 177 SI dalam 100 gram. Sedangkan pada 100 gram salmon, ada 988 SI vitamin D. Mengkonsumsi ikan sarden 100 gram dalam sehari dapat memenuhi 22% kebutuhan vitamin D dalam sehari. Nah, untuk SI sendiri adalah satuan internasional dalam pengukuran secara ilmiah. 3. Kuning Telur Telur merupakan sumber makanan yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Selain itu, pada bagian kuningnya, terdapat kandungan vitamin D. Jumlahnya sekitar 37 SI atau 5% dari kebutuhan vitamin D harian manusia. Akan tetapi, kadar vitaminnya bisa lebih tinggi 3 sampai 4 kali jika ayam kerap berkeliaran di bawah paparan sinar UV. Meski menjadi sumber vitamin D, tetapi, Anda tetap harus batasi konsumsi kuning telur karena mengandung kolesterol yang kurang baik untuk kesehatan jantung. 4. Hati Sapi Di dalam hati sapi sebanyak 3,5 ons, terdapat kandungan 50 SI vitamin D. Bedanya dengan sumber makanan lainnya, pada hati sapi terdapat vitamin D3. Namun, sama seperti kuning telur, Anda tidak boleh mengkonsumsi hati sapi terlalu banyak. Pasalnya, kandungan kolesterolnya sangat tinggi. 5. Minyak Ikan Apabila Anda kurang menyukai olahan ikan, untuk mendapat asupan vitamin D, silakan konsumsi minyak ikan kod. Selain mengandung vitamin D, ada juga zat lain seperti omega-3 dan vitamin A. Vitamin D yang ada pada minyak ikan sebanyak satu sendok teh adalah 448 SI. 6. Suplemen Vitamin D Selain melalui paparan sinar matahari dan sumber makanan, vitamin D juga bisa Anda dapatkan dari suplemen dari Global Solusi Ingredia atau GSI. Nah, GSI sendiri merupakan produsen bahan makanan asal Malaysia yang sudah lama dipercaya menjadi supplier di dunia internasional. Salah satu produk unggulannya adalah berbagai jenis vitamin. Mulai dari vitamin A, C, D, E, tocopherol, tocotriends, tocotrienol, beta karoten, dan sebagainya. Untuk itu, vitamin D GSI bisa Anda tambahkan juga di formula bayi untuk kebutuhan pertumbuhan tulangnya, dikonsumsi orang dewasa secara langsung, atau ditambahkan pada minyak dan lemak. Kebutuhan vitamin D sangat penting baik bagi anak-anak atau pada orang dewasa. Untuk itu, penuhi dengan sumber vitamin D baik dari makanan, berjemur di bawah sinar matahari, dan suplemen dari Global Solusi Ingredia.
Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika vitamin C mempunyai berbagai fungsi bagi tubuh. Salah satu manfaat vitamin C yang paling familiar adalah mampu menjaga daya tahan tubuh. Apalagi, di masa pandemi seperti saat ini, vitamin C jadi asupan mutlak yang harus dikonsumsi oleh seseorang. Vitamin C sebetulnya bisa didapatkan dari berbagai jenis sumber makanan hingga suplemen pelengkap. Vitamin C sendiri dikenal juga dengan nama asam askorbat serta memiliki sifat yang larut dalam air serta tidak mampu diproduksi dalam tubuh. Adapun sumber vitamin C yang perlu Anda ketahui adalah sayuran dan buah-buahan. Nah, vitamin ini sendiri harus dikonsumsi dengan dosis yang tepat, untuk usia dewasa, bisa mengonsumsi sekiranya 500 mg setiap hari. Jika kebutuhan vitamin C dapat terpenuhi, maka Anda akan mendapatkan manfaat sebagai berikut: 1. Mencegah Kekurangan Zat Besi Fungsi zat besi adalah mengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh. Nah, dengan mengonsumsi vitamin C, maka tubuh akan lebih mudah menyerap zat besi tersebut. Dengan begitu, vitamin C juga akan mengurangi risiko anemia bagi seseorang yang rentan terhadap penyakit tersebut. 2. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dalam sebuah riset disebutkan bahwa mengonsumsi vitamin C bisa membantu tubuh dalam menurunkan tekanan darah yang tinggi. Namun, dalam hal ini, vitamin C hanya bersifat membantu saja. Jika memiliki hipertensi, Anda juga harus melakukan solusi lainnya dan tidak disarankan hanya mengandalkan vitamin C saja. 3. Mengurangi Risiko Berbagai Penyakit yang Kronis Manfaat vitamin C yang selanjutnya adalah mampu menjaga tubuh dari berbagai penyakit kronis. Hal ini karena antioksidan yang kuat pada vitamin C. Antioksidan merupakan molekul yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kinerja vitamin C dengan melindungi sel dari molekul yang berbahaya (radikal bebas). Jika radikal bebas tidak diatasi, maka bisa menimbulkan penyakit yang kronis. 4. Membantu Prose Pemulihan dari Kondisi Sakit Jika Anda sedang dalam masa pemulihan akibat penyakit tertentu, maka mengonsumsi vitamin C sangat disarankan. Hal ini karena vitamin dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Manfaat vitamin C juga sangat bagus bagi penyakit seperti pilek dan batuk. Hanya dengan mencukupi kebutuhan vitamin C tersebut, maka keluhan penyakit dapat berkurang. Selain itu, vitamin C juga bagus untuk seseorang yang mengalami kelelahan usai melaksanakan aktivitas yang berat. Pun, dapat dikonsumsi untuk pencegahan penyakit demam berdarah. 5. Bagus untuk Kulit Memiliki kulit yang halus dan sehat adalah impian semua orang. Nah, salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan mengonsumsi cukup vitamin C. Sebab, vitamin C memiliki peran yang besar dalam proses produksi kolagen. Dimana kolagen ini dapat mencegah keriput, menyembuhkan luka, memperlambat penuaan, serta mencerahkan kulit dan menjaga keremajaan kulit. Dari pembahasan di atas, tentu Anda mengetahui bahwa manfaat vitamin C sangat baik untuk kesehatan. Maka dari itu, sangat penting memasukkannya dalam asupan harian. Selain melalui makanan dan minuman, vitamin C juga bisa Anda dapatkan dari suplemen. Salah satu produsen penyedia vitamin C adalah Global Solusi Ingredia. Tidak hanya vitamin C saja, ada juga beberapa jenis vitamin yang tersedia seperti vitamin A, C, D, E, tbeta karoten, tocotriends, tocophenol, dan sebagainya. Pengaplikasian vitamin dari GSI ini bisa untuk konsumsi secara langsung, ditambahkan dalam formula bayi, dan sebagai tambahan pada minyak dan lemak. Kualitas bahan makanan dari GSI sangat tinggi karena diolah menggunakan teknologi yang modern dan inovasi termutakhir. Untuk itu, bagi perusahaan makanan atau minuman bisa memercayakan kebutuhan bahan makanan pada Global Solusi Ingredia.
Dalam mengkonsumsi makanan setiap hari, tentunya Anda sangat sulit untuk berpisah dengan yang namanya minyak goreng. Padahal, fakta bahwa minyak goreng tidak menyehatkan tubuh sudah Anda ketahui. Apalagi, hampir semua masakan Indonesia harus menggunakan minyak goreng untuk mendapatkan cita rasa yang lezat. Namun, Anda tetap bisa mengatasinya dengan cara memilih produk dari industri minyak goreng yang terbaik. Sehingga, dampak negatif penggunaan minyak goreng bisa dikurangi. Berikut pembahasannya! 1. Minyak yang Rendah Lemak Jenuh Industri minyak goreng dengan produk yang baik adalah yang memiliki kandungan lemak jenuh yang sedikit. Sementara itu, minyak tersebut memiliki lebih banyak kandungan lemak tak jenuh. Yang perlu Anda tahu adalah kebanyakan jenis minyak memiliki kandungan lemak jenuh dan tidak jenuh. Namun, komposisi masing-masing jenis berbeda-beda. Jenis minyak dengan kandungan lemak jenuh tertinggi adalah minyak kelapa. Bahkan, mencapai 91 persen. Pada minyak sawit, kandungan lemak jenuhnya sekitar 51 persen. Sedangkan minyak tak jenuh di dalamnya adalah 49 persen. Lain lagi dengan minyak kacang tanah dengan kandungan lemak tak jenuh yang sangat tinggi yakni 81, sisanya adalah lemak jenuh. Kandungan lemak tak jenuh paling tinggi ada pada minyak zaitun dan kedelai yakni 85 persen. 2. Karakternya Serupa Air Ciri minyak goreng yang baik yakni yang karakternya serupa air. Jadi, saat dipegang, tidak menimbulkan rasa lengket. Selain itu, minyak goreng juga dapat mudah mengalir. Pun, tidak menempel pada makanan. Pasalnya, minyak yang terlalu menyerap pada makanan akan menimbulkan risiko penyakit dan juga obesitas. Jadi, perhatikan ciri tersebut untuk mendapatkan minyak yang berkualitas tinggi. 3. Memiliki Titik Asap yang Tinggi dan Tidak Mudah Berubah Warna Titik asap tinggi maksudnya adalah jika minyak dipanaskan dengan temperatur yang tinggi, maka tidak akan mudah berasap. Jadi, titip asap merupakan suhu saat minyak dipanaskan dan belum keluar asap. Selain itu, ciri produk industri minyak goreng yang berkualitas baik adalah yang warnanya bening. Serta saat dipanaskan tidak akan mudah berubah jadi hitam. Minyak yang demikian lebih aman dikonsumsi karena bisa meminimalisir risiko kanker. Selain dari karakternya, minyak goreng yang sehat juga bisa didapatkan dari cara pengolahannya. Dimana Anda sebaiknya menghindari memanaskannya pada suhu yang terlampau tinggi. Setelah digunakan untuk menggoreng makanan, sebaiknya tiriskan supaya kandungan minyak yang dikonsumsi tidak terlalu tinggi. Penggunaan minyak juga idealnya hanya sekali saja dengan suhu sekitar 120 derajat celcius. Maksimal, minyak dapat digunakan tiga kali saja. Segera ganti dengan minyak baru apabila sudah berubah warna, mengeluarkan bau tengik, mengeluarkan asap, dan muncul buih pada minyak. Industri Minyak Goreng Global Solusi Ingredia Jika Anda membutuhkan referensi produk minyak berkualitas tinggi, jawabannya adalah minyak Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini mengeluarkan jenis minyak yang memenuhi standar dan kriteria minyak yang baik. Lebih istimewa lagi karena minyak GSI menggunakan parameter kualitas yang ketat. GSI juga sudah terkenal dengan pengetahuan serta pengalaman dalam hal penghancuran, penggilingan, hidrogenasi, dan pemurnian yang modern. Beberapa produk minyak sehat dari industri minyak goreng GSI diantaranya CBS, CBE, CBR, PMF, minyak sayur, dan masih banyak lagi. Minyak berkualitas ini bisa digunakan pada berbagai jenis makanan seperti gorengan, cokelat, kue, roti, dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan minyak GSI, maka rasa, tekstur, dan kelayakan produk bisa meningkat. Yuk, mulai sekarang beralih ke minyak GSI yang aman, sehat, dan berkualitas mumpuni!
Saat ini, banyak penyakit berbahaya yang menjangkit masyarakat. Baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Bukan tanpa alasan, penyakit-penyakit ini muncul karena pola makan yang tidak sehat. Terlebih, saat ini, kebanyakan industri bahan makanan hanya berorientasi pada keuntungan saja tanpa mempertimbangkan manfaat dan bahayanya jika dikonsumsi secara terus menerus. Anda mungkin tidak bisa mengatur industri dalam memproduksi makanan. Namun, Anda bisa mengatur pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang baik untuk tubuh. Untuk itu, ketahui bahan makanan yang tidak menyehatkan agar Anda bisa memilah jenis produk apa yang sebaiknya dikonsumsi. Langsung saja, berikut pembahasannya! Makanan Kalengan Jika menilik sifatnya yang praktis, tentu siapa saja lebih memilih makanan kalengan untuk dikonsumsi. Pasalnya, makanan kalengan lebih mudah untuk dimakan tanpa proses produksi yang panjang. Namun, sayangnya, jenis makanan yang satu ini akan berkurang zat gizinya secara drastis. Ketika proses pengalengan dilakukan, maka kandungan protein maupun vitamin di dalamnya akan rusak. Industri bahan makanan modern memang memberikan kemudahan, tetapi, jika tidak menyehatkan, tampaknya Anda harus berpikir ulang. Daging Olahan Makanan tidak sehat yang selanjutnya adalah daging olahan. Hal ini dikarenakan daging olahan sudah mengalami proses penambahan bahan pewarna maupun pengawet. Bahan tersebut bisa membuat beban hati jadi makin berat. Kandungan amonium nitrit di dalamnya pun dapat menyebabkan penyakit kanker. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi daging olahan secara terus menerus dan dalam jumlah yang banyak. Sebab, hal ini bisa menyebabkan tekanan darah menjadi kurang stabil. Pun, kinerja organ ginjal akan terganggu. Gorengan Gorengan mengandung jumlah kalori yang sangat tinggi. Pun, dengan kandungan oksidan dan lemaknya. Apabila keseringan mengkonsumsi gorengan, maka Anda bisa menderita obesitas. Selain itu, Anda rentan terkena hyperlipitdema yang memicu penyakit jantung koroner. Industri bahan makanan di Indonesia juga banyak memproduksi makanan gorengan. Sebab, masyarakat Indonesia memang cenderung menyukai olahan makanan yang digoreng. Tak heran jika jumlah penderita obesitas di Indonesia cenderung tinggi. Tentunya Anda tidak ingin jadi bagian tersebut, bukan? Roti Putih Roti putih merupakan menu sarapan yang kurang baik. Pasalnya, di dalamnya mengandung karbohidrat olahan. Dimana kandungan serat dan nutrisi yang penting sangat lah rendah. Selain itu, roti putih jika dikonsumsi berlebihan akan memicu kenaikan gula darah. Untuk itu, Anda dapat mengganti roti putih dengan roti yang berasal dari gandum utuh dengan kandungan serat yang tinggi. Jus Buah Kemasan Sekilas, mendengar kata buah memang yang terbesit adalah kata “sehat dan menyehatkan”. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk jus buah kemasan. Dalam banyak penelitian, disebutkan bahwa konsumsi jus buah lebih dari 150 ml sama buruknya dengan mengonsumsi minuman soda. Pasalnya, jus buah mempunyai kandungan serat yang rendah dan kalorinya cukup tinggi. Untuk mendapatkan manfaat dari buah, Anda lebih disarankan untuk mengkonsumsinya langsung. Setelah menyimak sekian banyak makanan yang tidak sehat dan bisa memicu penyakit, tentu timbul rasa was-was di dalam hati. Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebab, ada industri bahan makanan terbaik yang memproduksi bahan makanan sehat dengan kandungan gizi tinggi. Industri bahan makanan tersebut adalah Global Solusi Ingredia atau sering disebut dengan GSI. Produsen ini selalu menjaga kualitas dan kinerja produk yang unggul sehingga kerap dipercaya menjadi supplier bahan pangan domestik maupun internasional. GSI sudah lama bermitra dengan industri makanan sebagai pemasok bahan pangan fungsional bagi pabrik susu, pengolahan daging, bio-diesel, makanan ringan, minyak nabati, dan juga lemak. Meskipun nama tersebut ada di daftar makanan tidak sehat, tetapi, produk dari GSI berbeda. Sebab, sudah melalui inovasi panjang yang menyebabkan kandungan gizi pada makanan olahan tetap terjaga. Siap untuk hidup sehat bersama GSI?