Keju bukan sekadar pelengkap makanan—ia adalah bahan kuliner yang mampu mengubah hidangan biasa menjadi luar biasa. Baik itu parmesan parut di atas pasta, irisan cheddar dalam sandwich, atau brie lembut untuk camilan elegan, keju menawarkan rasa yang kaya dan tekstur yang menggoda. Namun, keju juga tergolong bahan yang mudah rusak jika tidak disimpan dengan benar. Banyak orang tanpa sadar membuat kesalahan sederhana seperti membungkus keju dengan plastik rapat atau menyimpannya di bagian kulkas yang salah, yang justru mempercepat pembusukan.
Untuk menjaga kualitas, rasa, dan kesegarannya, dibutuhkan penanganan yang cermat sesuai dengan karakteristik masing-masing jenis keju. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan 10 tips jitu yang bisa langsung diterapkan di rumah agar keju tetap segar, lezat, dan tahan lebih lama.
Mengingat keju adalah produk susu yang mudah terkontaminasi dan mengalami perubahan tekstur serta rasa, penting untuk mengetahui cara penyimpanan yang tepat sesuai dengan jenis kejunya. Berikut adalah 10 tips jitu agar keju kesayangan Anda tetap segar, lezat, dan tahan lebih lama di rumah.
Sebelum menyimpan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memahami jenis keju yang akan disimpan. Keju terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kelembapan dan tingkat kematangannya, antara lain:
Setiap jenis keju memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi cara penyimpanan dan umur simpannya. Misalnya, keju keras cenderung lebih tahan lama dibanding keju lunak yang mudah basi.
Banyak orang menyimpan keju dalam plastik wrap atau kantong ziplock, padahal hal ini justru bisa membuat keju “tercekik” dan lembap berlebihan, yang akhirnya menyebabkan pembusukan.
Tips bonus: Beberapa produsen keju premium sudah menyertakan kertas pembungkus khusus. Jangan buang! Gunakan kembali saat menyimpannya di kulkas.
Baca juga: Kenapa Kue Mengembang Saat Dipanggang? Inilah Penjelasan Ilmiahnya
Keju paling ideal disimpan di suhu kulkas antara 1°C–7°C, tergantung jenisnya. Tapi bukan sembarang rak kulkas:
Jika memungkinkan, gunakan kotak khusus keju yang didesain untuk menjaga kelembapan optimal.
Setiap jenis keju memiliki aroma, tingkat kelembapan, dan bakteri baik yang unik. Jika disimpan bersama-sama dalam satu wadah, keju bisa saling terkontaminasi.
Misalnya, keju biru memiliki jamur alami yang bisa “menular” ke keju lain jika tidak dipisahkan. Simpan setiap jenis keju dalam bungkus atau wadah terpisah untuk menjaga rasa dan kualitasnya.
Kita sering lupa kapan terakhir membuka keju, apalagi jika punya banyak stok di kulkas. Maka dari itu, selalu beri label tanggal pembelian atau tanggal pertama kali dibuka pada setiap bungkus keju.
Ini membantu Anda mengetahui umur simpan aktual keju dan memprioritaskan mana yang harus segera dikonsumsi.
Sebagai panduan umum:
Saat ingin mengonsumsi keju, jangan biarkan seluruh blok atau roda keju terlalu lama di luar kulkas. Potong secukupnya, lalu segera bungkus dan simpan kembali sisa kejunya.
Membiarkan keju terpapar udara dan suhu ruangan terlalu lama bisa mengubah rasa, menyebabkan oksidasi, dan membuat teksturnya mengering atau berlendir.
Jika keju Anda (jenis keras atau semi-keras) terkena sedikit jamur di permukaannya, jangan langsung dibuang. Jamur kecil di permukaan keju keras seringkali hanya tumbuh di luar.
Cukup potong bagian yang berjamur dengan margin sekitar 1–2 cm dan keju masih aman untuk dimakan.
Namun, jika keju lunak atau keju biru mengeluarkan bau busuk atau lendir, sebaiknya segera dibuang.
Selalu gunakan pisau bersih dan kering setiap kali memotong keju. Jangan gunakan pisau bekas daging atau makanan lain, karena bisa menyebabkan kontaminasi bakteri dan mempercepat pembusukan.
Jika memungkinkan, sediakan pisau khusus keju, terutama untuk jenis keju lunak atau biru yang mudah menempel dan menyebarkan aroma kuat.
Jika Anda adalah pecinta keju sejati, investasi pada kotak penyimpanan khusus keju atau vakum sealer bisa menjadi pilihan bijak.
Pastikan wadah dicuci secara rutin agar tidak menjadi tempat tumbuhnya bakteri.
Baca juga: Mengapa Stabilisator Penting dalam Mencegah Kue Hancur?
Membekukan keju bisa memperpanjang umur simpannya, namun tidak semua keju cocok dibekukan.
Keju yang bisa dibekukan:
Cheddar
Mozzarella (khusus untuk masak)
Parmesan (parut)
Keju yang tidak cocok dibekukan:
Cream cheese
Brie atau Camembert
Keju biru segar
Pembekuan bisa mengubah tekstur keju jadi kasar atau rapuh. Jika ingin membekukan, potong keju menjadi ukuran kecil, bungkus rapat dalam plastik, lalu masukkan ke dalam wadah kedap udara.
Keju bukan sekadar bahan makanan; ia adalah hasil karya seni kuliner yang memadukan teknik fermentasi, waktu, dan tradisi. Dengan menyimpan keju secara tepat, Anda tidak hanya memperpanjang umur simpannya, tapi juga mempertahankan rasa otentik dan kelezatannya.
Mulai sekarang, jangan lagi asal simpan keju di plastik dan dilempar ke kulkas begitu saja. Terapkan 10 tips jitu di atas, dan rasakan perbedaan kualitas keju yang Anda nikmati setiap hari.
Muhammad Ermanja
Muhammad Ermanja is an esteemed expert in the field of food ingredients and a highly skilled content writer at Global Solusi Ingrredia. With his extensive knowledge and experience, he brings a wealth of expertise to the table, making him an invaluable asset to the company.