Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam produksi pangan selalu membutuhkan zat aditif. Pasalnya, bahan tambahan pangan dapat membantu proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, Anda juga perlu mewaspadai beberapa bahan tambahan pangan yang dilarang. Adapun bahan tambahan pangan yang dilarang tersebut adalah yang memiliki sifat membahayakan kesehatan serta lingkungan hidup. Selain itu, zat tersebut memiliki sifat karsinogenik, racun, mutagenik, teratogenic , iritasi, dan korosif. Hal ini disebutkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan no. 472/Menkes/Per/V/1996 mengenai Pengaman Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan. Selain itu, dalam Permenkes no. 33 th 2012 mengenai Bahan Tambahan Pangan, disebutkan juga 19 jenis bahan terlarang untuk tambahan pangan. Diantara bahan tersebut tentunya Anda sudah agak familiar, yakni boraks dan formalin. Selain zat tersebut, ada beberapa bahan tambahan pangan yang dilarang lainnya. Berikut akan dijelaskan 5 diantaranya! 1. Nitrobenzena Nitrobenzena merupakan zat pangan yang dilarang karena penggunaannya untuk pelarut di laboratorium serta pada industri besar untuk memproduksi anilin. Namun, aroma dari nitrobenzene serupa dengan almond. Sehingga, sangat rawan untuk disalahgunakan. Oknum yang tidak bertanggung jawab sering menjadikannya perisa untuk produk olahan madu, susu, serta daging sapi. Padahal, efek dari bahan ini sangat buruk bagi tubuh jika dikonsumsi. Seperti mual dan muntah, anemia, sakit kepala, koma, dan kematian. 2. Dihidrosafrol Awalnya, dihidrosafrol merupakan bahan perisa makanan. Namun, zat tersebut dapat menyebabkan kanker. Sehingga, penggunaannya sebagai zat aditif mulai dilarang. Dihidrosafrol juga bisa menyebabkan efek negatif lainnya untuk tubuh seperti iritasi pernapasan, kulit, pernapasan, dan mata. Kerap kali bahan ini digunakan untuk perisa pada minuman root beer. 3. Rhodamin B Bahan tambahan pangan yang dilarang selanjutnya adalah Rhodamin B. Bahan ini fungsi utamanya adalah sebagai zat warna pada tekstil seperti wool, sutra, atau kapas, juga untuk kayu, sabun, dan kulit. Fungsi lainnya adalah sebagai reagensia untuk menguji kobal, antimon, emas, air raksa, mangan, dan sebagainya. Bisa dipastikan bahwa zat pewarna ini sama sekali tidak diperuntukkan bagi bahan makanan. 4. Dulkamara Dulkamara atau Solanum dulcamara dikenal juga dengan sebutan bitterswee nightshade. Tanaman ini berfungsi mengobati eksim kronis. Meskipun memikili efek antibakteri, sehingga sering kali dipakai untuk pengawet, zat ini mempunyai kandungan solasodin, solanin, serta beta-solamorin. Zat tersebut mampu menyebabkan vertigo, keracunan, lumpuh sistem syaraf pusat, sampai kematian. Biasanya, dulkamara disalahgunakan untuk pengawet di makanan berupa pie dan selai. 5. Sinamil Antranilat Snamil antranilat dikenal juga dengan sebutan asam antranilat. Bahan ini mulanya digunakan untuk perisa makanan. Akan tetapi, setelah diketahui sifat karsinogeniknya, asam antranilat ini pun dilarang penggunaannya. Lebih jelas lagi, bahan tambahan pangan yang dilarang ini bisa menyebabkan kanker ginjal, hati, paru-paru, dan pankreas. Aromanya yang serupa dengan buah-buahan sangat berpotensi untuk digunakan sebagai perisa makanan. Dapatkan Bahan Tambahan Pangan yang Aman di Global Solusi Ingredia Menambahkan zat-zat aditif pada makanan sebetulnya bukan hal yang dilarang sama sekali. Namun, perlu diperhatikan juga berbagai jenis bahan tambahan pangan yang dilarang oleh Kementerian Kesehatan. Jika Anda menginginkan bahan tambahan pangan yang aman, pastikan memilih produsen yang terpercaya. Salah satunya adalah Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini menawarkan produk-produk seperti emulsifier , antioksidan, antimikroba, cokelat, stabilizer , pewarna, perisa, dan juga vitamin. Semua produk GSI tidak ada yang termasuk dalam bahan tambahan pangan yang dilarang. Sebab, sudah terdaftar di BPOM RI dan mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Untuk itu, kunjungi website globalsolusiingredia.com untuk mendapatkan zat aditif yang Anda inginkan dan dijamin aman.
Tentunya Anda ketika menikmati makanan ataupun minuman kemasan, maka terkadang Anda mencermati komposisinya dan menemukan nama asam sitrat sebagai salah satu komposisinya. Asam sitrat berfungsi sebagai pengatur keasaman dan termasuk Bahan tambahan Pangan. Lantas apakah asam sitrat? Kemudian terbuat dari apakah bahan tersebut, dan bisakan mengkonsumsi asam sitrat dari makanan alami? Biar tidak semakin penasaran berikut ulasan selengkapnya. Sekilas Mengenai Asam Sitrat Asam sitrat atau yang sering dipakai sebagai pengatur keasaman makanan dan minuman merupakan sebuah senyawa khas yang bisa ditemukan dalam berbagai buah sitrus, utamanya pada buah jeruk nipis dan lemon. Senyawa inilah yang berfungsi memberikan cita rasa asam pada buah-buah tersebut. Sejarahnya asam sitrat pertama kali ditemukan tahun 1784 pada buah lemon oleh para ilmuwan di Swedia. Selanjutnya ditemukan pula pada buah sitrus dan asam sitrat juga mulai diproduksi secara industri dengan memakai fermentasi jamur jenis Aspergillus niger. Jamur jenis ini memproduksi asam sitrat dengan cara memproses gula. Rasa yang asam pada asam sitrat menjadikan bahan ini acapkali dicampurkan sebagai perisa ataupun sebagai pengawet misalnya dalam produk minuman soft drink serta permen. Selain itu pengatur keasaman ini juga sering dipakai sebagai pengawet desinfektan dan obat. Manfaat untuk Kesehatan Selain beberapa manfaat yang sudah disinggung di atas, asam sitrat juga memiliki berbagai manfaat untuk dunia kesehatan. Berikut beberapa manfaat tersebut: · Bisa mempercepat Proses Penyerapan Energi Senyawa asam sitrat yang dipadukan dengan mineral lain bisa ditemukan dalam model suplemen, karena salah satu keunggulan asam sitrat yaitu membantu tubuk agar bisa mengoptimalkan nutrisi lain. Sebagai contoh, suplemen kalsium sitrat disinyalir lebih baik bila dibandingkan dengan kalsium karbonat bagi orang yang memiliki asam lambung rendah. Hal ini karena suplemen kalsium sitrat tak memerlukan asam lambung dalam penyerapannya. Selain kalsium, masih ada suplemen sitrat yang juga dianggap bisa terserap lebih baik bila dibandingkan dengan suplemen magnesium sulfat maupun magnesium oksida. · Memproses Energi Di dalam tubuh ada sebuah siklus yang dikenal dengan reaksi kreb atau siklus asam sitrat. Reaksi kimia ini busa membantu tubuh dalam proses pengubahan energi menjadi sebuah energi siap digunakan. Terutama manusia serta makhluk hidup lain memperoleh energi dari siklus tersebut. · Berpeluang Menurunkan Risiko Penyakit Batu Ginjal Terakhir asam sitrat yang berbentuk suplemen kalium sitrat diklaim bisa membantu mencegah terbentuknya batu ginjal. Suplemen jenis ini juga bisa memecah batu ginjal apabila sudah terlanjur terbentuk. Anda dapat rutin mengkonsumsi buah-buahan sitrus yang merupakan sumber asam sitrat alami, jika ingin mengkonsumsi suplemen, maka ada baiknya Anda berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter. Pengatur Keasaman Alami Ada beberapa sumber asam sitrat alami yang bisa ditemukan pada beberapa jenis buah, antara lain dari: · Lemon · Jeruk nipis · Jeruk tangerine · Jeruk · Jeruk grapefruit · Jeruk bali · Nanas · Ceri · Stroberi · Tomat Asam sitrat yang berasal dari bahan alami kemudian mengalami proses ekstraksi dan industri hingga menjadi produk pengatur keasaman yang siap dipakai untuk berbagai makanan dan minuman. Maka ada penawaran menarik dari GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia yang menjadi perusahaan pemasok bahan makanan, fungsional maupun khusus yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia menyediakan bahan tersebut secara lengkap dan berkualitas. Salah satu produk GSI yang dapat Anda gunakan meliputi pH Control Agents atau zat yang mengatur tingkat keasaman maupun basa suatu makanan atau minuman. Produk ini dapat Anda aplikasikan pada frozen dessert , cokelat, dan sebagainya. Silakan kunjungi website-nya di globalsolusiingredia.com untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kategori produk yang dicari.
Makanan menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi siapapun sehingga pemenuhan kebutuhan pangan menjadi sangat penting. Seringkali dijumpai berbagai pangan yang memiliki cita rasa enak dan sedap. Tahukah Anda bahwa pangan atau makanan tersebut ternyata mendapat bahan tambahan pangan. Ada banyak tujuan penggunaan dan ada banyak pula ragam dari bahan tambahan pangan. Mungkin bahan tambahan ini sudah sering Anda gunakan ketika mengolah masakan, hanya saja selama ini mungkin belum sadar sudah menggunakannya. Langsung saja biar Anda semakin tahu dan paham jenis-jenis bahan yang dimaksud, berikut ulasan selengkapnya mengenai bahan tambahan pangan. Pemanis Buatan Bahan yang pertama adalah pemanis buatan yang sering digunakan untuk makanan ataupun minuman diet, tujuannya untuk meningkatkan tingkat kemanisan sekaligus mengurangi jumlah kandungan kalori. jenis pemanis buatan yang sering digunakan adalah kalium aspartam, sakarin, sukralosa, dan asulfulfam. Pemanis buatan faktanya bisa membantu menurunkan berat badan sekaligus membantu mengelola kadar gula yang ada di darah. Seseorang yang mengonsumsi makanan tambahan yang mengandung pemanis buatan ini selama 10 pekan, maka akan mempunyai lebih sedikit lemak serta berat badan dibandingkan dengan yang mengonsumsi gula biasa. Anti Kempal Selanjutnya ada anti kempal yang sering digunakan untuk mencegah penggumpalan pada makanan dan menjaga supaya bahan makanan tersebut gampang dituang serta makanan tersebut dengan mudah bisa dikemas atau dikonsumsi. Anti kempal merupakan senyawa an-hidrat yang bisa mengikat air tanpa perlu basah, kebanyakan bahan ini ditambahkan berupa wujud serbuk maupun granul. Ada banyak macam dari Anti kempal namun yang mendapatkan izin dari pemerintah hanya beberapa saja seperti kalsium karbonat, selulosa mikrokristal, asam miristat, natrium aluminosilikat, dan lain sebagainya. Anti Buih Anti buih adalah bahan yang bisa mencegah terbentuknya gelembung pada produk olahan makanan. Buih sendiri akan memengaruhi tekstur dari makanan, dalam proses pembentukan buih memiliki tahapan protein berdifusi di bagian permukaan udara-air, kemudian terbukanya lipatan protein serta menurunkan tegangan terhadap permukaan olahan. Sebab utama munculnya buih yaitu nilai Ph, whippin aids, dan konsentrasi protein. Buih ini akan berbentuk menyerupai gelembung kecil sama dengan ketika Anda mengocok sebuah adonan memakai mixer. Jenis anti buih yang aman adalah digliserida asam lemak dan kalsium algina. MSG (Monosodium Glutamat) Monosodium glutamat merupakan zat aditif makanan umum yang dipakai untuk mengintensifkan serta meningkatkan rasa makanan atau hidangan menjadi lebih gurih. Cita rasa tersebut bisa ditemukan pada berbagai makanan olahan semacam makanan beku, sup kaleng, dan camilan asin. MSG ini condong memiliki efek yang minimal serta tidak berpengaruh terhadap kesehatan otak manusia lantaran tidak bisa melewati syaraf darah menuju otak. Pengawet Makanan Pengawet makanan merupakan zat kimia yang berguna mencegah terjadinya dekomposisi karena pertumbuhan bakteri serta perubahan kimiawi. Apabila Anda hendak membeli makanan lebih baik jika Anda mengecek apakah pengawet tersebut aman serta tidak berbahaya. Berikut beberapa jenis pengawet makanan yang tidak berbahaya dan aman: · Asam benzoat dan garam natrium, kalium, serta kalsiumnya · Senyawa sulfit · Garam nitrit · Garam nitrat · Metil dan etil-para-hydroxybenzoate · Asam propionat dan garam natrium, kalium, serta kalsiumnya Berkaitan dengan bahan tambahan pangan yang beragam maka GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia yang menjadi perusahaan pemasok bahan makanan, fungsional maupun khusus yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia. GSI memiliki berbagai produk bahan tambahan pangan yang bisa diaplikasikan pada makanan ataupun minuman secara aman dan nyaman. Tentunya semua bahannya sudah mendapat izin edar dan berlisensi halal. Beberapa produk yang dikeluarkan oleh GSI meliputi minyak, vitamin, pengemulsi, enzim, antioksidan, dan masih banyak lagi. Silakan cek website resminya di globalsolusiingredia.com untuk keterangan lebih lengkap.
Selama ini banyak yang memilih perisa alami sebagai bahan tambahan pangan yang paling aman. Padahal selain jenis tersebut masih ada beberapa jenis lagi perisa makanan ataupun minuman. Dengan adanya perisa tersebut makna rasa dan aroma makanan dan minuman semakin menggugah selera. Jika Anda belum begitu mengenal atau tahu jelas mengenai perisa, maka berikut penjelasan selengkapnya. Apa Itu Perisa? Perisa dikenal dalam bahasa inggris dengan sebutan flavourings yaitu bahan tambahan pangan yang dipakai untuk menambah atau memberikan rasa dan aroma yang menyenangkan pada minuman atau makanan, kerap disebut dengan nama flavour. Dalam kehidupan sehari-hari perisa ini sering dikenal dengan essens , yang hanya ditujukan pada perisa berbentuk cairan. Pada kenyataannya selain bentuk cair, perisa ada pula dalam bentuk tepung, butiran, dan juga emulsi. Sedangkan untuk rasa perisa ada sebanyak 6 buah rasa yaitu rasa manis, asin, asam, gurih, pahit, lemak dan masalah aroma berarti ada ribuan senyawa volatile . Perpaduan antara rasa serta aroma tersebut bakalan menghasilkan perisa khas dan berbeda antara satu dengan lainnya. Misalkan perisa alami jeruk artinya mempunyai rasa jeruk manis serta aroma khas jeruk mandarin dan bisa pula dengan rasa jeruk asam yang beraroma khas jeruk medan. Bentuk perisa padat yang kerap dipakai untuk membuat bumbu dengan rasa daging dagingan layaknya bumbu pada mie instan. Selain itu masih ada banyak sekali produk makanan yang memakai perisa sebagai penambah rasa dan aroma makanan tersebut. Jenis Perisa yang Sesuai dengan Regulasi di Indonesia 1. Perisa Alami Yang pertama ada perisa alami, jenis perisa ini didapatkan dari berbagai bahan tumbuhan maupun hewan menggunakan cara fisik, sama halnya dengan ekstraksi, proses mikrobiologi atau dikenal dengan enzimatik. Yang tergolong dalam jenis perisa alami antara lain essential oil , essence atau ekstraksi, oleoresin, hidrolisat protein, hasil dari proses destilasi, serta seluruh produk dari hasil pemanggangan, pemanasan dan pemecahan enzim. 2. Perisa Alami Identik Perisa ini dikenal pula dengan natural identical flavour yang didapatkan dari bahan tumbuhan serta hewan yang dilakukan secara kimiawi. Dalam hal ini flavorist akan memakai bahan kimia sintetik agar menghasilkan perisa identik sehingga di dalamnya mengandung berbagai bahan kimia sintetik selain yang berasal dari bahan kimia alam. 3. Perisa Artifisial Terakhir ada perisa artifisial atau disebut juga dengan artificial flavors . Perisa yang satu ini dibuat dengan cara meracik bahan-bahan kimia sintetik supaya bisa menghasilkan perisa layaknya yang ada di alam. Meskipun komponen kimia yang ada dalam perisa jenis ini berbeda, namun karakteristik sensorinya serupa dengan yang ada di alam. Perisa foto dan perisa animasi merupakan yang termasuk dalam jenis ini. Berbagai pilihan perisa tersebut secara umum bisa Anda pilih dan tambahan pada berbagai makanan dan minuman. Tujuannya jelas untuk memberikan rasa dan aroma lebih sehingga menarik keinginan untuk mencicipinya. Jika Anda mencari produk perisa alami terbaik dan resmi maka ada sebuah penawaran menarik dari GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia yang menjadi perusahaan pemasok bahan makanan, fungsional maupun khusus yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia menyediakan berbagai jenis perisa sesuai yang lengkap dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain perisa, GSI memiliki berbagai produk bahan tambahan pangan yang bisa diaplikasikan pada makanan ataupun minuman secara aman dan nyaman. Tentunya semua bahannya sudah mendapat izin edar dan berlisensi halal.
Tubuh manusia menghasilkan enzim untuk membantu proses pencernaan. Mulai dari enzim amilase, protease, hingga lipase. Enzim sangat penting untuk pencernaan, apabila ada gangguan enzim pencernaan, maka bisa memicu adanya gangguan perut kembung. Selain diproduksi tubuh, ada juga beberapa jenis makanan yang mengandung enzim. Nah, makanan-makanan tersebut bisa membantu tubuh saat ada pada kondisi yang membuat enzim tidak bisa berfungsi dengan baik. Hal ini terjadi apabila tubuh sedang demam sehingga suhu tubuh akan meningkat. Selain itu, penyebabnya juga karena gangguan pankreas, fibrosis kistik, serta intoleransi makanan dan minuman tertentu. Makanan yang mengandung enzim akan memudahkan prose pencernaan, mengatasi perut kembung, serta memelihara kesehatan enzim pencernaan. Diantara bahan makanan tersebut adalah: 1. Jahe Terkenal akan khasiatnya dalam meredakan kram dan pilek, ternyata jahe juga mengandung enzim yang bisa mengurangi kembung karena gas dari konsumsi protein. Selain itu, kandungan enzim pada jahe juga memudahkan organ pencernaan untuk menyerap protein. 2. Nanas Makanan yang mengandung enzim selanjutnya adalah nanas. Buah ini mengandung bromelain yakni enzim yang berfungsi mencerna protein serta kerap dijadikan sebagai obat untuk mengurangi perut kembung. Bromelain kini sudah tersedia dalam bentuk suplemen kesehatan atau dalam bentuk bubuk. Fungsinya untuk mengatasi insulfiensi pankreas, melancarkan penyerapan protein, serta digunakan oleh seseorang yang mempunyai kesulitan pencernaan. 3. Pepaya Pada buah berwarna oranye ini, terdapat kandungan enzim papain yang berfungsi untuk memecah protein jadi bahan pembangun seperti asam amino. Nah, sebaiknya Anda mengonsumsi pepaya dalam keadaan belum diolah. Sebab, panas yang tinggi bisa merusak enzim di dalamnya. 4. Pisang Pisang menjadi salah satu makanan yang mengandung enzim amilase dan glukosidase. Kedua enzim ini berfungsi untuk mencerna pati kompleks jadi gula sehingga mudah untuk diserap tubuh. Pisang juga merupakan buah yang jadi sumber serat alami bagi tubuh. 5. Kunyit Salah satu bahan makanan yang terkenal dengan banyak manfaat kesehatan adalah kunyit. Bahan ini Kunyit juga memiliki kandungan enzim yang bisa mengobati gangguan pencernaan seperti perut kembung. 6. Madu Madu adalah obat bagi segala penyakit. Tak mengherankan jika madu juga masuk dalam daftar makanan yang mengandung enzim. Pada madu, terdapat enzim amilase, diastase, protease, serta invertase. Seperti pada pepaya, sebaiknya madu dikonsumsi dalam keadaan belum diolah. Sebab, panas yang tinggi bisa menghancurkan enzim di dalamnya. 7. Mangga Satu lagi buah-buahan yang memiliki kandungan enzim pencernaan amilase yang mengubah karbohidrat jadi gula. Dalam tubuh, enzim amilase diproduksi oleh pankreas dan kelenjar ludah. Untuk mendapatkan enzim amilase dalam jumlah yang cukup dari mangga, sebaiknya dikonsumsi saat buah sudah mulai matang. 8. Kefir Kefir adalah minuman susu fermentasi yang memiliki kandungan bakteri asam laktat serta enzim-enzim pencernaan. Pasalnya, selama proses fermentasi, bakteri mencerna gula alami pada susu serta mengubahnya jadi asam organik serta karbon dioksida. Selain itu, pada kefir juga ada enzim protease, lipase, dan laktase yang mengubah protein, lemak, dan laktosa. Enzim Juga Ada dalam Bentuk Suplemen Selain melalui makanan, enzim juga tersedia dalam bentuk lain yakni bubuk dan suplemen. Enzim nantinya bisa ditambahkan pada makanan atau minuman. Cara kerjanya sendiri adalah dengan memodifikasi protein, polisakarida, dan lemak. Sehingga, adonan makanan yang dihasilkan lebih stabil. Selain itu, penambahan enzim bisa meningkatkan tampilan luar, tekstur, serta volume adonan. Enzim dapat digunakan untuk berbagai macam bahan seperti daging, susu, keju, roti, mie, serta makanan panggang. Salah satu perusahaan yang memproduksi enzim untuk bahan makanan adalah Global Solusi Ingredia. Perusahaan yang berbasis di Malaysia ini memproduksi enzim laktase, papain, rennet, protease, chymosin, alpha galactosidase, amilase, aminopeptidase, beta amilase, selulase, glucoamylase , dan masih banyak lagi. Cek website resmi GSI di https://globalsolusiingredia.com/ untuk detail informasinya. Yuk, dapatkan enzim di GSI untuk berbagai jenis makanan dan penunjang kesehatan.
Jika membahas tentang pemanis buatan, maka yang paling sering dibahas adalah aspartam. Zat aditif yang satu ini pernah dituding sangat berbahaya karena bisa menyebabkan pengerasan otak serta sumsum tulang belakang. Padahal, banyak sekali produk makanan maupun minuman yang mengandung aspartam. Apakah kabar tersebut benar atau hanya lah hoax belaka? Mari bahas bersama pada artikel ini! Apa sih Aspartam Itu? Jika Anda melihat komposisi pada banyak minuman bersoda, pasti aspartam menjadi salah satu yang terdaftar di sana. Asal Anda tahu, aspartam adalah pemanis buatan dengan tingkat kemanisan yang tinggi yaitu 60 sampai 200 ketimbang gula. Bahan ini terdiri atas asam aspartat dan juga fenilalanin . Aspartam adalah pemanis yang mempunyai kandungan 4 kalori dalam 1 gramnya. Kandungan tersebut hampir sama dengan gula. Namun, karena tingkat kemanisannya yang jauh lebih tinggi, maka konsumsinya pun akan lebih sedikit. Sehingga, jumlah kalori yang masuk pun dapat diminimalisir. Saat ini, zat aditif ini sudah tersedia dalam bentuk cair, enkapsulasi, granular, serta tepung. Sehingga, bisa digunakan untuk berbagai bentuk makanan. Untuk bentuk enkapsulasi sendiri sifatnya lebih tahan panas dan bisa bertahan pada suhu yang tinggi ketika diproses. Dalam Surat keputusan Kepala BPOM No. H.K.00.05.5.1.4547, aspartam adalah bahan yang dapat digunakan dengan aman asal sesuai dengan takaran. Nah, untuk dosis hariannya sendiri maksimal 50 mg/kg berat badan. Jadi, ADI (acceptable daily intake) pada seseorang dengan berat badan 50 kg adalah 2500 mg per hari. Bagaimana Cara Mengonsumsi Aspartam yang Aman? Saat Anda mengonsumsi aspartam, maka tubuh akan memecahnya dalam bentuk metanol. Hal ini sama dengan saat Anda mengonsumsi jus, buah, serta berbagai minuman fermentasi. Sejauh ini, aspartam merupakan zat aditif yang paling teruji hampir bisa dikonsumsi semua orang. Hanya saja, tidak disarankan untuk orang yang lahir dengan kelainan genetik phenylketonuria (PKU). Dimana tubuh penderita tidak bisa memecah fenilalanin. Sehingga, konsumsinya akan berdampak buruk untuk tubuh. Sedangkan untuk penderita diabetes, aspartam dapat jadi pilihan zat manis tanpa khawatir dengan jumlah kalorinya. Meski begitu, konsumsi bagi penderita diabetes tidak bisa sembarangan. Anda tetap perlu memerhatikan kandungan yang masuk di dalam tubuh. Bagi orang normal, sebaiknya periksa kandungan aspartam pada minuman dan makanan yang dikonsumsi. Semisal, pada minuman berenergi dengan 145 mg aspartam, maka ini boleh dikonsumsi dalam sehari. Sebab, jumlah tersebut masih ada pada batas konsumsi harian. Namun, saat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung aspartam, pastikan bahwa merek tersebut sudah didaftarkan pada BPOM RI. Apabila produk tersebut sudah terdaftar, artinya, produk aman dan sudah melalui tahap evaluasi baik dari segi manfaat, keamanan, maupun mutunya. Aspartam di GSI Nah, setelah menyimak informasi di atas, Anda tentu tahu bahwa aspartam adalah zat yang aman dikonsumsi asalkan tidak melebihi dosis harian. Untuk itu, Anda juga bisa menambahkan pada bahan makanan. Aspartam juga bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes. Jadi, jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar. Apabila Anda sedang memproduksi makanan atau minuman dengan pemanis aspartam, silakan dapatkan bahannya di Global Solusi Ingredia. Sebab, GSI menyediakan pemanis alami dan buatan yang dapat digunakan pada makanan panggang, minuman, serta makanan olahan lainnya. Selain aspartam, GSi juga menyediakan bahan pemanis lain seperti glukosa, fruktosa, mannitol, sirup jagung, sakarin, sucralose, dan sebagainya. Mulai sekarang, penuhi kebutuhan bahan makanan, bahan tambahan pangan, dan minyak hanya di Global Solusi Ingredia! Produsen bahan makanan dengan inovasi tinggi yang terkemuka di Indonesia, Malaysia, dan negara lainnya.