Apa Bedanya Muffin Cake dan Cupcake? Ini Penjelasannya

Jumat, 25 September 2026 - 05:53
Apa Bedanya Muffin Cake dan Cupcake? Ini Penjelasannya

Sekilas, muffin dan cupcake memang seperti saudara kembar yang hanya berbeda dekorasi. Keduanya menggunakan loyang berbentuk cekungan kecil, sama-sama bisa menggunakan paper cup, sama-sama berbahan dasar tepung, telur, gula, dan lemak, bahkan sama-sama bisa memiliki rasa cokelat, vanila, pisang, atau buah. Lalu apa sebenarnya yang membedakan muffin dan cupcake?

Pertanyaan ini menjadi semakin menarik karena jawabannya ternyata tidak sesederhana “cupcake diberi frosting, sedangkan muffin tidak”.

Memang, frosting merupakan salah satu pembeda paling mudah dikenali. Namun, perbedaan juga dapat dilihat dari cara membuat adonan, tekstur, tingkat kemanisan, jumlah lemak dan gula, bentuk permukaan, hingga bagaimana makanan tersebut biasanya disajikan.

Bahkan, dalam dunia baking, ada muffin yang secara teknik hampir tidak bisa dibedakan dari cupcake. Muffin yang dibuat menggunakan metode creaming, mengocok mentega dan gula lalu memasukkan telur serta bahan lainnya, secara teknis bisa sangat mirip dengan cupcake.

Jadi, daripada hanya melihat bentuknya, mari memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik adonan muffin dan cupcake.

Apa Itu Muffin Cake?

Apa Itu Muffin?

Muffin adalah produk bakery berukuran individual yang biasanya memiliki tekstur lebih padat dan kokoh dibandingkan cupcake, dengan bagian atas yang dapat mengembang membentuk dome atau permukaan yang sedikit pecah.

Muffin dapat dibuat dengan berbagai bahan tambahan, seperti blueberry, pisang, cokelat, kacang, apel, wortel, keju, atau rempah.

Salah satu karakter penting muffin adalah cara pencampuran adonannya.

Pada metode muffin klasik, bahan kering dan bahan basah biasanya dicampur secara terpisah. Setelah itu, bahan basah dituangkan ke bahan kering dan diaduk sebentar hingga tercampur.

Adonan tidak perlu diaduk sampai benar-benar licin.

Bahkan, sedikit gumpalan kecil masih dapat diterima. Tujuannya adalah menghindari pengadukan berlebihan yang dapat membuat gluten berkembang terlalu banyak dan menghasilkan muffin dengan tekstur lebih keras. King Arthur Baking secara khusus menyarankan pencampuran singkat pada resep muffin dasar mereka dan memperingatkan agar adonan tidak diaduk berlebihan.

Karena itu, muffin sering memiliki tekstur yang lebih rustic dibandingkan cupcake.

Ia tidak selalu harus terlihat sempurna.

Permukaan yang retak, dome yang tinggi, atau bentuk yang sedikit tidak beraturan justru dapat menjadi karakter muffin.

Baca juga: Mengapa Pabrik Anda Membutuhkan Anti-sticking Agent Berkualitas?

Apa Itu Cupcake?

Cupcake pada dasarnya adalah cake yang dibuat dalam ukuran individual.

Dengan kata lain, cupcake bukan jenis makanan yang sepenuhnya terpisah dari cake. Ia merupakan versi kecil dari cake yang dipanggang dalam cetakan individual.

Karena berasal dari keluarga cake, cupcake umumnya memiliki tekstur crumb yang lebih halus, lembut, dan seragam.

Cupcake juga sering dibuat dengan teknik pencampuran yang digunakan untuk cake, misalnya creaming method, oil-based method, hot milk method, atau teknik lainnya tergantung resep. King Arthur Baking mencatat bahwa berbagai resep cake dapat dikonversi menjadi cupcake tanpa harus mengubah formula dasar secara drastis.

Hal lain yang sangat identik dengan cupcake adalah topping.

Buttercream, cream cheese frosting, ganache, whipped cream, glaze, sprinkles, buah, dan berbagai dekorasi lainnya sering digunakan untuk memberikan tampilan sekaligus rasa tambahan.

Namun, frosting bukan satu-satunya penentu.

Cupcake tanpa frosting tetap dapat disebut cupcake apabila formula dan karakter produknya memang merupakan cake yang dipanggang dalam ukuran individual.

Perbedaan Paling Mudah: Tekstur

Jika Anda menggigit muffin dan cupcake secara berdampingan, perbedaan tekstur biasanya cukup terasa.

Cupcake umumnya memiliki crumb yang lebih halus, lembut, dan homogen. Struktur tersebut berasal dari teknik pembuatan cake serta keseimbangan bahan seperti tepung, lemak, telur, gula, dan cairan.

Muffin cenderung mempunyai tekstur yang lebih kokoh dan sedikit lebih berat.

Namun, “lebih berat” bukan berarti keras.

Muffin yang dibuat dengan baik tetap harus lembut dan moist. King Arthur Baking menggambarkan muffin yang baik sebagai produk dengan crumb yang halus tetapi cukup kokoh, serta bagian atas yang dapat membentuk dome dan tekstur yang sedikit renyah.

Perbedaan ini membuat muffin terasa lebih seperti makanan sarapan atau snack, sementara cupcake lebih dekat dengan dessert.

Perbedaan Cara Membuat Adonan

Ini salah satu perbedaan paling penting.

Muffin klasik sering menggunakan metode sederhana: bahan basah dicampur dengan bahan kering, kemudian diaduk sebentar.

Tidak diperlukan proses mengocok mentega dan gula dalam waktu lama.

Sebaliknya, banyak resep cupcake menggunakan metode yang lebih menyerupai pembuatan cake.

Misalnya, pada metode creaming, mentega dan gula dikocok terlebih dahulu hingga lebih ringan sebelum telur dan bahan lainnya dimasukkan.

Proses ini membantu menghasilkan tekstur cake yang lebih ringan dan seragam.

Namun, jangan menganggap bahwa semua muffin harus dibuat menggunakan metode aduk sederhana.

Ada juga “cake muffin”, yaitu muffin yang dibuat dengan metode cake. Inilah alasan mengapa batas antara muffin dan cupcake tidak selalu jelas. King Arthur Baking bahkan menyebut bahwa muffin dengan metode tersebut pada dasarnya bisa sangat sulit dibedakan dari cupcake secara teknik.

Jadi, metode pencampuran merupakan petunjuk penting, tetapi bukan aturan mutlak.

Mana yang Lebih Manis?

Secara umum, cupcake cenderung lebih manis daripada muffin. Hal ini masuk akal karena cupcake biasanya dirancang sebagai dessert. Selain gula yang terdapat dalam adonan, cupcake sering mendapatkan tambahan rasa manis dari frosting. Satu cupcake vanila, misalnya, dapat memiliki adonan cake yang manis kemudian diberi buttercream di atasnya.

Muffin biasanya tidak membutuhkan lapisan frosting. Rasa manisnya lebih sering berasal dari adonan dan bahan tambahan seperti buah, cokelat, madu, atau streusel. Namun, kadar gula sangat bergantung pada resep. Ada muffin yang sangat manis dan ada cupcake yang dibuat dengan gula lebih rendah.

Jadi, tingkat kemanisan dapat menjadi petunjuk, tetapi tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya standar.

Bagaimana dengan Kandungan Lemak?

Cupcake secara umum dapat menggunakan jumlah lemak yang cukup tinggi karena tekstur lembut dan rich merupakan karakter yang diinginkan.

Mentega, minyak, atau kombinasi keduanya dapat digunakan.

Muffin juga membutuhkan lemak, tetapi formulanya sangat beragam. Beberapa muffin dibuat dengan minyak sayur, sebagian menggunakan mentega, dan ada pula yang menggunakan yogurt, pisang, saus apel, atau bahan lain untuk membantu memberikan kelembapan.

Karena itu, tidak tepat mengatakan bahwa semua muffin pasti lebih rendah lemak daripada semua cupcake.

Perbedaannya lebih banyak bergantung pada formula masing-masing resep.

Bentuk Permukaan Juga Bisa Menjadi Petunjuk

Lihat bagian atasnya.

Muffin sering memiliki permukaan yang lebih tinggi dan tidak rata, dengan dome yang cukup besar atau bagian atas yang sedikit retak.

Cupcake biasanya dibuat dengan permukaan yang lebih terkontrol dan relatif rata karena bagian atasnya sering akan dihias dengan frosting.

Namun, cupcake juga bisa memiliki dome.

Bahkan suhu oven dapat memengaruhi tinggi dan bentuk permukaan cupcake. King Arthur Baking menjelaskan bahwa cupcake yang dipanggang pada suhu lebih rendah cenderung menghasilkan permukaan yang lebih datar, sementara peningkatan suhu dapat mendorong rise yang lebih tinggi dan membentuk dome.

Artinya, bentuk permukaan bukan aturan absolut.

Frosting: Pembeda yang Paling Terlihat

Kalau Anda melihat cupcake di etalase toko kue, kemungkinan besar hal pertama yang menarik perhatian adalah frosting-nya.

Buttercream yang dipiping membentuk spiral tinggi, cream cheese frosting, ganache, atau topping dekoratif merupakan bagian yang sangat identik dengan cupcake.

Muffin biasanya tidak menggunakan frosting tebal.

Sebagai gantinya, bagian atas muffin dapat diberi topping sederhana seperti gula kasar, streusel, kacang, buah, atau chocolate chips.

Perbedaan ini bukan hanya masalah penampilan.

Frosting menambahkan rasa, gula, lemak, dan tekstur sehingga cupcake sering menjadi dessert yang lebih kaya dibandingkan muffin.

Apakah Muffin Harus Lebih Sehat daripada Cupcake?

Belum tentu.

Ini salah satu anggapan yang sering muncul.

Karena muffin sering disebut sebagai makanan sarapan, orang mungkin menganggap muffin otomatis lebih sehat.

Padahal muffin bisa mengandung gula, mentega, minyak, cokelat, dan topping dalam jumlah besar.

Muffin cokelat dengan chocolate chips dan crumble yang tebal tetap merupakan makanan yang kaya energi meskipun namanya muffin.

Sebaliknya, cupcake juga dapat dibuat dengan formula yang lebih sederhana dan ukuran kecil.

Jadi, jangan menentukan nilai gizi hanya berdasarkan nama makanan.

Untuk mengetahui kandungan gizi, bahan dan jumlah porsinya tetap lebih relevan.

Mengapa Muffin Sering Menggunakan Banyak Isian?

Muffin sangat cocok untuk bahan tambahan.

Blueberry, pisang, apel, wortel, kacang, cokelat, cranberry, keju, hingga rempah dapat dicampurkan ke dalam adonan.

Karakter muffin yang lebih kokoh membuatnya relatif cocok membawa potongan bahan tambahan tanpa kehilangan bentuk.

Itulah sebabnya resep muffin sering memiliki banyak variasi.

Satu formula dasar dapat dikembangkan menjadi blueberry muffin, banana muffin, chocolate chip muffin, apple cinnamon muffin, atau berbagai kombinasi lainnya. Resep dasar muffin juga memang sering dirancang sebagai formula yang dapat dikombinasikan dengan buah, kacang, sayuran, dan berbagai flavoring.

Apakah Cupcake Bisa Memiliki Isian?

Tentu bisa.

Cupcake dapat diberi filling di bagian tengah setelah dipanggang.

Caranya biasanya dengan membuat lubang kecil di bagian tengah cupcake kemudian memasukkan filling seperti chocolate ganache, pastry cream, lemon curd, selai buah, karamel, atau frosting.

Cupcake bahkan dapat dikombinasikan dengan filling dan frosting sekaligus.

Misalnya, cupcake cokelat dapat memiliki bagian tengah berisi ganache dan bagian atas dilapisi chocolate buttercream.

Teknik ini memperlihatkan bahwa cupcake bukan sekadar cake kecil dengan frosting di atasnya. Ia juga dapat dikembangkan menjadi dessert dengan beberapa lapisan tekstur dan rasa.

Mengapa Muffin Bisa Lebih Mudah Dibuat?

Salah satu alasan muffin populer adalah proses pembuatannya yang relatif sederhana.

Anda tidak selalu membutuhkan mixer.

Untuk banyak resep muffin, cukup gunakan dua wadah: satu untuk bahan kering dan satu untuk bahan basah.

Setelah dicampur, adonan tinggal dimasukkan ke dalam loyang dan dipanggang.

Ini berbeda dengan beberapa resep cupcake yang memerlukan proses creaming atau pengocokan bahan tertentu.

Namun, kemudahan muffin justru memiliki jebakan.

Karena adonan tidak boleh diaduk terlalu lama, Anda harus tahu kapan harus berhenti.

Jika terlalu lama mengaduk, gluten dari tepung dapat berkembang lebih banyak dan menghasilkan muffin yang lebih padat atau keras.

Mengapa Cupcake Bisa Lebih Lembut?

Tekstur cupcake yang halus berkaitan dengan formulasi dan teknik pembuatan cake.

Tepung memberikan struktur, sementara lemak membantu memberikan kelembutan. Telur memberikan struktur dan emulsi, sedangkan gula tidak hanya memberikan rasa manis tetapi juga memengaruhi tekstur.

Teknik pencampuran juga berpengaruh besar.

Secara umum, cake yang mendapatkan proses pengocokan lebih banyak dapat memiliki tekstur yang lebih ringan dibandingkan adonan yang hanya diaduk singkat.

Tetapi terlalu banyak mengembangkan gluten juga dapat membuat tekstur cake menjadi lebih keras.

Karena itu, pembuatan cake merupakan soal keseimbangan.

Muffin Cake Itu Apa?

Istilah “muffin cake” sendiri cukup membingungkan.

Dalam penggunaan sehari-hari, orang terkadang menggunakan istilah tersebut untuk menyebut muffin yang teksturnya sangat mirip dengan cake.

Ada juga muffin yang memang dibuat menggunakan metode cake.

Jika muffin dibuat dengan mentega dan gula yang dikocok, telur dimasukkan secara bertahap, lalu tepung dan cairan ditambahkan sesuai teknik cake, hasilnya bisa memiliki crumb yang sangat lembut.

Itulah mengapa tidak ada garis pemisah yang selalu sempurna antara muffin dan cupcake.

Bahkan, secara teknik, sebuah resep bisa berada di area abu-abu.

Yang membedakan bukan hanya nama.

Formula, metode pencampuran, tekstur, tingkat kemanisan, topping, dan tujuan penyajian semuanya ikut membentuk identitas produk.

Tabel Perbedaan Muffin dan Cupcake

Aspek

Muffin

Cupcake

Karakter umum

Snack atau breakfast pastry

Dessert individual

Tekstur

Lebih kokoh dan moist

Lebih lembut dan halus

Rasa

Bisa manis, gurih, atau netral

Umumnya manis

Metode umum

Wet-dry mixing

Banyak menggunakan metode cake

Frosting

Biasanya tidak ada

Sangat umum

Topping

Streusel, buah, kacang, gula

Buttercream, ganache, cream, dekorasi

Bentuk

Sering memiliki dome dan permukaan retak

Sering dibuat lebih rata untuk frosting

Isian

Sering langsung dicampurkan ke adonan

Dapat ditambahkan setelah dipanggang

Penyajian

Sarapan atau snack

Dessert, pesta, acara khusus

Perlu diingat bahwa tabel tersebut menggambarkan kecenderungan umum, bukan aturan mutlak.

Jadi, Mana yang Lebih Enak?

Pertanyaan ini sebenarnya kembali kepada selera.

Jika Anda menyukai tekstur yang lebih kokoh, tidak terlalu manis, memiliki banyak buah atau chocolate chips, dan bisa dinikmati sebagai teman sarapan atau kopi, muffin mungkin lebih sesuai.

Jika Anda menyukai tekstur cake yang lembut, rasa manis, frosting creamy, serta dekorasi yang menarik, cupcake memiliki karakter yang berbeda.

Tidak ada yang secara otomatis lebih baik.

Keduanya hanya dibuat untuk pengalaman makan yang berbeda.

Baca juga: Apa Itu Mochi Dubai? Dessert Viral dengan Isian Pistachio Kunafa

Bagaimana Cara Membedakannya dengan Cepat?

Jika Anda berada di toko dan tidak tahu apakah sesuatu adalah muffin atau cupcake, jangan hanya melihat bentuknya.

Perhatikan beberapa hal.

Apakah bagian atasnya diberi frosting tebal?

Jika iya, kemungkinan besar itu cupcake.

Apakah permukaannya berbentuk dome, retak, dan penuh buah atau chocolate chips?

Kemungkinan besar muffin.

Ketika dipotong, apakah crumb-nya sangat halus dan menyerupai cake?

Itu mengarah ke cupcake.

Apakah teksturnya lebih kokoh dengan bagian atas yang agak kasar?

Kemungkinan besar muffin.

Namun, tetap ada kemungkinan Anda menemukan produk yang berada di antara keduanya.

Kesimpulan

Muffin dan cupcake memang terlihat sangat mirip, tetapi keduanya biasanya memiliki karakter yang berbeda.

Muffin cenderung lebih kokoh, moist, tidak terlalu bergantung pada frosting, dan sering menggunakan metode pencampuran sederhana antara bahan basah dan bahan kering. Banyak resep muffin juga dirancang untuk menerima berbagai bahan tambahan seperti buah, kacang, cokelat, dan rempah.

Cupcake pada dasarnya merupakan cake dalam ukuran individual. Teksturnya umumnya lebih halus dan lembut, rasanya cenderung lebih manis, serta sering dihiasi frosting dan berbagai dekorasi. Cupcake juga dapat dibuat dengan berbagai metode pembuatan cake.

Namun, jangan menganggap perbedaannya sebagai aturan yang kaku.

Ada muffin yang sangat mirip cupcake. Ada cupcake tanpa frosting. Ada muffin yang sangat manis. Ada cupcake yang teksturnya lebih padat. Bahkan ada resep muffin yang menggunakan metode cake sehingga secara teknik hampir tidak memiliki perbedaan dengan cupcake.

Pada akhirnya, perbedaan paling penting bukan terletak pada loyangnya.

Yang menentukan adalah bagaimana adonan dibuat, bagaimana teksturnya dirancang, seberapa manis formulanya, bahan apa yang digunakan, dan bagaimana produk tersebut disajikan.

Jadi, lain kali ketika melihat dua kue kecil di etalase dan bertanya, “Ini muffin atau cupcake?”, jangan hanya melihat ukurannya.

Lihat teksturnya. Lihat permukaannya. Perhatikan frosting-nya.Dan kalau masih bingung, potong satu. Kadang-kadang, jawaban paling jujur memang baru terlihat setelah gigitan pertama.

Muhammad Ermanja

Muhammad Ermanja is an esteemed expert in the field of food ingredients and a highly skilled content writer at Global Solusi Ingrredia. With his extensive knowledge and experience, he brings a wealth of expertise to the table, making him an invaluable asset to the company.

Contact Us

Contact Us